BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Semarak bulan Ramadan kian terasa, dan di tengah euforia penyambutan ibadah suci ini, Amora Lemos, putri dari diva legendaris Krisdayanti, turut menyatakan antusiasmenya yang membuncah. Menyambut Ramadan tahun ini, Amora tak hanya sekadar menantikan momen ibadah, tetapi juga berbagai aktivitas positif yang diharapkan dapat mendatangkan lebih banyak pahala. Pernyataan ini diungkapkan Amora saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, pada hari kemarin, di mana ia berbagi cerita mengenai rencananya dan harapannya untuk bulan penuh berkah ini.
"Tentunya aku sudah excited banget buat Ramadan. Nanti bakal ada acara, aktivitas, buat terus buat kita dapat lebih banyak pahala tahun ini," ujar Amora Lemos dengan senyum merekah, menunjukkan semangatnya yang tak terbendung. Bagi Amora, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas diri dan mempererat hubungan spiritual serta emosional dengan orang-orang terkasih. Ia melihat bulan ini sebagai momentum untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, sebuah kesempatan untuk menyempurnakan amal ibadah dan meraih keberkahan yang berlipat ganda.
Lebih lanjut, Amora memastikan bahwa ibadah puasa tahun ini akan dijalani di Jakarta. Keputusan ini diambil agar ia dapat lebih banyak menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga tercinta dan juga sahabat-sahabat dekatnya. Kehadiran keluarga menjadi elemen krusial dalam perayaan Ramadan baginya. "Ramadan hari bulannya ini bakal di Jakarta, bakal spend time dengan keluarga dan dengan teman-teman," ungkapnya dengan nada penuh kehangatan. Momen kebersamaan ini, ia yakini, akan menjadi pengisi hari-harinya selama sebulan penuh, menciptakan kenangan indah yang akan selalu dikenang.
Putri sulung Krisdayanti dan Raul Lemos ini mengaku sudah tidak sabar membayangkan rutinitas sahur yang penuh kehangatan, serta berbagai kegiatan lain yang telah ia rencanakan. Ia membayangkan bangun pagi untuk menyantap sahur bersama keluarga, momen yang sederhana namun sarat makna. Selain itu, ia juga menantikan berbagai acara dan kegiatan yang akan mengisi hari-harinya selama Ramadan. "Sebenarnya sih persiapan seperti bakal sahur pagi-pagi, terus bakal ada acara seperti event acara sih, nanti bakal bareng terus seru-seruan aja sih," tuturnya, menggambarkan suasana Ramadan yang ia dambakan, penuh keceriaan dan kebersamaan.
Menyinggung tradisi Lebaran, Amora juga telah membayangkan momen perayaan hari raya Idul Fitri yang biasanya diwarnai dengan silaturahmi keluarga besar. Ia bercerita bahwa tradisi ini melibatkan keluarga besar dari pihak ibunya, dan juga menjadi momen ketika rumah mereka terbuka untuk menyambut tamu. "Emm sebenarnya sih melakukan puasa seperti biasa, lalu besok kalau Lebaran biasanya kita ada acara keluarga besar dan mengajak keluarga-keluarga dari Mama, lalu diundang ke rumah kita bikin acara," cerita Amora, yang kini juga mulai menapaki jejak ibunya di dunia tarik suara. Pengalaman ini, baginya, adalah bagian tak terpisahkan dari kehangatan dan kebahagiaan Ramadan dan Idul Fitri.
Ketika ditanya mengenai apakah ada hal yang berbeda yang akan ia jalani di Ramadan tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Amora menjawab dengan santai bahwa secara umum, ia tidak merasakan ada perbedaan signifikan. "Sebenarnya sih seperti biasa saja saja sih dalam puasa," ucap Amora Lemos santai. Meskipun ia tidak menyebutkan adanya perubahan drastis dalam rutinitasnya, namun antusiasme dan semangatnya untuk memaksimalkan ibadah dan kebersamaan tetap terpancar kuat. Baginya, esensi Ramadan adalah tetap sama: mendekatkan diri pada Sang Pencipta dan berbagi kebaikan dengan sesama.
Lebih jauh, Amora mengungkapkan bahwa esensi Ramadan baginya adalah tentang refleksi diri dan peningkatan spiritual. Ia melihat bulan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan. Aktivitas yang ia nantikan tidak hanya terbatas pada kegiatan sosial atau keagamaan yang bersifat umum, tetapi juga mencakup momen-momen reflektif seperti membaca Al-Quran, tadarus, dan juga berdoa. Ia percaya bahwa dengan meningkatkan kualitas ibadah, ia dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan ajaran agama.
Dalam konteks keluarga, Amora sangat menghargai nilai-nilai kebersamaan yang ditawarkan oleh bulan Ramadan. Ia berencana untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan keluarga, seperti shalat tarawih berjamaah di rumah, mendengarkan ceramah agama, dan juga berbagi cerita inspiratif mengenai makna Ramadan. Baginya, momen-momen seperti ini adalah perekat hubungan keluarga yang tak ternilai harganya. Ia juga berharap dapat belajar lebih banyak dari orang tua dan anggota keluarga lainnya mengenai praktik-praktik keagamaan yang baik dan benar.
Amora juga menyadari bahwa Ramadan adalah bulan penuh berkah, di mana segala amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, ia bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia berencana untuk lebih sering bersedekah, membantu sesama yang membutuhkan, dan juga menyebarkan kebaikan di sekitarnya. Niat mulia ini menunjukkan kedewasaan dan kesadaran spiritualnya yang semakin matang. Ia ingin menjadikan Ramadan sebagai ajang untuk menebar manfaat dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Di luar aspek spiritual dan keagamaan, Amora juga melihat Ramadan sebagai momen untuk menciptakan tradisi baru yang bermakna. Ia mungkin akan merencanakan kegiatan seperti membuat takjil bersama untuk dibagikan kepada tetangga, atau mengikuti kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan oleh komunitasnya. Ide-ide kreatif ini menunjukkan bahwa semangat Ramadan baginya tidak hanya terbatas pada kewajiban, tetapi juga pada upaya untuk menciptakan kebahagiaan dan keberkahan bagi banyak orang. Ia ingin menjadikan momen ini sebagai inspirasi bagi teman-temannya untuk melakukan hal yang sama.
Bagi Amora, pesona Ramadan terletak pada suasana kekeluargaan yang semakin kental, kehangatan berbagi, dan juga kesempatan untuk meraih ampunan serta rahmat dari Allah SWT. Ia optimis bahwa dengan persiapan dan niat yang tulus, Ramadan tahun ini akan menjadi pengalaman yang lebih berkesan dan penuh makna. Ia berharap dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar, menjaga kesehatan, dan senantiasa dalam lindungan Tuhan. Antusiasmenya ini menjadi penanda bahwa ia siap menyambut bulan suci ini dengan hati yang lapang dan semangat yang membara.
Perayaan Ramadan bagi Amora Lemos adalah perpaduan antara kewajiban agama, kehangatan keluarga, dan semangat berbagi. Dengan segala persiapan dan niat baiknya, ia siap menjalani bulan penuh berkah ini dengan penuh sukacita dan rasa syukur, sembari terus berupaya meningkatkan kualitas ibadah dan menebar kebaikan. Pengalaman ini tidak hanya akan memperkaya spiritualitasnya, tetapi juga memperkuat ikatan emosionalnya dengan orang-orang yang dicintai, menjadikan Ramadan tahun ini sebagai momen yang tak terlupakan.

