BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Jagat media sosial kembali digemparkan oleh video lama yang memperlihatkan komika Indra Frimawan melakukan aksi meludahi Fajar Sadboy dalam beberapa konten. Tindakan ini sontak memicu kecaman keras dari netizen, yang menilai candaan tersebut telah melampaui batas kewajaran dan etika. Viralitas potongan video tersebut membuat Indra Frimawan menjadi sasaran empuk serangan warganet. Banyak pihak menyayangkan sikap sang komika, terlepas dari klaim bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian dari gimmick atau candaan dalam sebuah konten hiburan. Situasi semakin memanas dengan berbagai tanggapan yang muncul, baik dari publik figur lain maupun dari para pengamat hiburan. Netizen ramai memperdebatkan etika komedi dan batasan-batasan yang seharusnya dijaga, terutama ketika melibatkan individu yang mungkin memiliki sensitivitas berbeda.
Di tengah riuhnya perbincangan dan berbagai analisis yang beredar, Fajar Sadboy akhirnya angkat bicara mengenai video yang kembali viral tersebut. Dalam sebuah kesempatan wawancara di kawasan Matraman, Jakarta Timur, pada Jumat (13/2/2026) malam, Fajar menanggapi isu tersebut dengan sikap yang relatif santai dan penuh pengertian. Ia mencoba meredakan ketegangan yang ada dengan memberikan perspektifnya sendiri. Fajar mengakui bahwa dari sudut pandangnya pribadi, ia merasa mungkin ada kesalahannya sendiri dalam situasi tersebut. Ia mengibaratkan dirinya sebagai "komedoan" dibandingkan dengan Indra Frimawan yang merupakan seorang komedian profesional. Pernyataan ini menunjukkan kerendahan hati Fajar dan rasa hormatnya terhadap profesi komika. Ia juga menambahkan bahwa sebagai manusia, kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang sedang dialami atau dirasakan oleh orang lain. Kemungkinan Indra Frimawan sedang menghadapi masalah atau stres, namun hal tersebut tidak dapat diketahui secara pasti. Oleh karena itu, Fajar memilih untuk menganggap kejadian tersebut sebagai sebuah candaan belaka.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya rasa sakit hati atau kekesalan mengingat kejadian tersebut terjadi lebih dari sekali, Fajar dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak menyimpan dendam atau rasa kesal terhadap Indra Frimawan. Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan sang komika tetap baik-baik saja dan ia tidak memiliki masalah pribadi dengan Indra. Sikap Fajar ini patut diapresiasi, mengingat banyaknya dukungan yang ia terima dari netizen yang merasa tindakan Indra Frimawan sudah keterlaluan. Fajar mengaku tidak menyangka bahwa situasi ini akan berkembang menjadi begitu besar dan menarik perhatian banyak pihak. Ia merasa terharu dan bersyukur atas banyaknya orang baik yang memberikan perhatian dan dukungan kepadanya.
Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan adanya rasa kasihan yang ia rasakan, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk Indra Frimawan. Ia menyadari bahwa situasi yang terjadi telah menciptakan kegaduhan dan mungkin memberikan beban tersendiri bagi Indra. Fajar berusaha melihat situasi ini dari berbagai sisi dan berharap agar segala sesuatunya dapat segera membaik. Ia juga mengakui bahwa ia tidak memiliki pengetahuan yang pasti mengenai apa yang sebenarnya dirasakan oleh Indra Frimawan pada saat kejadian tersebut berlangsung. Ia kembali menekankan bahwa sulit untuk menebak isi hati seseorang dan ia tidak ingin berspekulasi lebih jauh.
Namun, di tengah bergulirnya polemik dan berbagai asumsi yang muncul, Fajar akhirnya mengungkapkan sebuah fakta penting yang dapat meredakan ketegangan. Ia mengungkapkan bahwa Indra Frimawan telah secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepadanya. Pengakuan ini disampaikan Fajar secara singkat namun lugas, menandakan bahwa masalah ini telah ada upaya penyelesaian dari pihak yang bersangkutan. Ketika ditanya lebih detail mengenai bagaimana permintaan maaf tersebut disampaikan, Fajar menjelaskan bahwa mereka bertemu secara pribadi. Dalam pertemuan tersebut, Indra Frimawan menyampaikan penyesalannya atas tindakan yang telah dilakukannya. Fajar juga menambahkan bahwa ia menerima permintaan maaf tersebut dengan lapang dada. Ia tidak ingin memperpanjang masalah dan lebih memilih untuk melihat ke depan.
Fajar menirukan ucapan Indra Frimawan saat meminta maaf, "Fajar minta maaf ya kalau kemarin berlebihan." Pernyataan ini menunjukkan penyesalan yang tulus dari Indra Frimawan. Fajar kemudian merespons dengan kalimat yang penuh pengertian, "Enggak apa-apa, Bang. Abang fine-fine aja. Aku di sini alhamdulillah juga baik-baik saja. Yang penting Abang sehat selalu." Respon Fajar ini mencerminkan kedewasaannya dalam menyikapi sebuah konflik. Ia tidak hanya menerima permintaan maaf, tetapi juga memberikan dukungan dan harapan positif kepada Indra Frimawan. Sikap ini menunjukkan bahwa Fajar tidak ingin melihat rekannya sesama publik figur terpuruk akibat sebuah insiden yang mungkin terjadi dalam konteks candaan.
Salah satu momen yang kembali viral dan memicu perdebatan ini terjadi saat Fajar Sadboy dan Indra Frimawan menjadi bintang tamu dalam sebuah kanal YouTube yang menyajikan format podcast. Momen spesifik tersebut terekam pada menit ke-45 dalam video tersebut, ketika keduanya tengah membahas mengenai podcaster favorit Fajar. Adegan inilah yang kemudian dipotong dan disebarkan luas di berbagai platform media sosial, menimbulkan gelombang kecaman terhadap Indra Frimawan. Viralitas kembali potongan video ini sontak menimbulkan cibiran dan komentar negatif dari para netizen yang merasa prihatin dengan perlakuan yang diterima Fajar Sadboy. Berbagai komentar bernada pembelaan untuk Fajar dan kritik tajam terhadap Indra Frimawan membanjiri kolom komentar di berbagai unggahan.
Fenomena ini kembali mengangkat diskusi mengenai batasan-batasan dalam dunia hiburan, khususnya komedi. Banyak pihak berpendapat bahwa candaan yang melibatkan unsur fisik, apalagi tindakan yang dianggap merendahkan seperti meludahi, seharusnya dihindari. Kekhawatiran muncul mengenai dampak psikologis yang mungkin ditimbulkan, terutama bagi individu yang lebih muda atau memiliki sensitivitas lebih tinggi. Di sisi lain, ada pula yang berargumen bahwa dalam konteks gimmick atau konten hiburan, terkadang batasan tersebut perlu dieksplorasi untuk menciptakan efek dramatis atau komedi yang lebih kuat. Namun, argumen ini pun banyak dibantah dengan penegasan bahwa eksplorasi tersebut tetap harus berada dalam koridor etika dan tidak merugikan pihak lain secara mendalam.
Kejadian ini juga menyoroti kekuatan media sosial dalam membentuk opini publik. Dalam hitungan jam, sebuah video lama dapat kembali menjadi sorotan utama dan memicu perdebatan yang luas. Hal ini menjadi pengingat bagi para kreator konten dan figur publik untuk selalu berhati-hati dalam setiap tindakan dan perkataan yang mereka sampaikan, karena segala sesuatu berpotensi terekam, dianalisis, dan dibagikan secara luas. Peran Fajar Sadboy dalam meredakan situasi ini patut diapresiasi. Sikapnya yang tidak menyimpan dendam dan menerima permintaan maaf dengan lapang dada menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi masalah. Hal ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik kreator konten, publik figur, maupun netizen, untuk senantiasa menjaga etika dan saling menghormati dalam berinteraksi, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.
Pada akhirnya, penyelesaian masalah ini melalui permintaan maaf langsung dari Indra Frimawan kepada Fajar Sadboy memberikan titik terang. Ini menunjukkan bahwa komunikasi yang baik dan niat tulus untuk memperbaiki diri dapat mengatasi berbagai konflik yang muncul. Harapannya, kejadian ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi industri hiburan Tanah Air agar senantiasa mengedepankan konten yang positif, mendidik, dan tidak merendahkan martabat siapa pun. Dukungan dari netizen yang membela Fajar juga menunjukkan bahwa masyarakat semakin peduli terhadap isu-isu seperti perundungan dan pelecehan, sekecil apapun bentuknya. Dengan adanya kesadaran kolektif ini, diharapkan tercipta lingkungan hiburan yang lebih sehat dan bertanggung jawab di masa depan. Permintaan maaf yang tulus dan penerimaan yang lapang dada menjadi kunci utama dalam rekonsiliasi ini, mengakhiri babak perdebatan yang sempat memanas di jagat maya.

