0

Torino Vs Roma: Malen & Dybala Menangkan Serigala 2-0

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – AS Roma berhasil memetik kemenangan penting dengan skor 2-0 saat bertandang ke markas Torino dalam lanjutan Serie A Italia yang berlangsung di Olimpico Grande Torino, Minggu (19/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini semakin terasa istimewa berkat debut gol dari rekrutan anyar mereka, Donyell Malen, yang kemudian disempurnakan oleh gol indah dari bintang mereka, Paulo Dybala. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin krusial bagi Roma, tetapi juga memperkokoh posisi mereka di papan atas klasemen Serie A.

Sejak peluit awal dibunyikan, AS Roma menunjukkan ambisi mereka untuk meraih poin penuh. Tim besutan Jose Mourinho ini langsung mengambil inisiatif serangan dan berusaha mengontrol jalannya pertandingan dengan penguasaan bola yang dominan. Lini serang Roma tampak hidup dengan kehadiran striker baru mereka, Donyell Malen, yang langsung diturunkan sebagai ujung tombak. Malen menunjukkan potensi apiknya di awal laga. Pada menit ke-20, ia berhasil melepaskan sebuah sepakan keras yang sayangnya masih dapat diamankan dengan baik oleh kiper Torino.

Upaya Malen untuk mencetak gol pertamanya bagi Roma nyaris terwujud pada menit ke-23. Ia berhasil menceploskan bola ke gawang Torino, namun gol tersebut dianulir oleh wasit karena dianggap berada dalam posisi offside. Keputusan tersebut sempat membuat para pemain dan staf pelatih Roma sedikit kecewa, namun semangat Malen tidak lantas padam. Ia membuktikan bahwa ketajamannya tidak perlu diragukan lagi. Tiga menit berselang, tepatnya pada menit ke-26, Donyell Malen akhirnya mencatatkan namanya di papan skor. Menerima sebuah umpan terobosan brilian dari Paulo Dybala, Malen dengan tenang berhasil melepaskan tembakan yang akurat ke pojok kanan bawah gawang Torino. Gol debut ini disambut gegap gempita oleh para pendukung Roma yang hadir di stadion. Gol ini menjadi pemecah kebuntuan dan memberikan keunggulan bagi tim tamu.

Keunggulan 1-0 yang dicetak oleh Malen membangkitkan kepercayaan diri para pemain Roma. Mereka terus berupaya untuk menambah keunggulan agar dapat mengamankan kemenangan. Torino, yang tertinggal satu gol, mencoba untuk bangkit dan melancarkan serangan balik. Namun, pertahanan Roma yang dikomandoi oleh Mancini dan Ndicka tampil solid dan disiplin, meminimalisir peluang berbahaya dari tim tuan rumah. Lini tengah Roma yang dihuni oleh Cristante dan Pellegrini juga bekerja keras dalam mendistribusikan bola dan membantu transisi dari bertahan ke menyerang.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Torino berusaha lebih keras untuk menyamakan kedudukan, sementara Roma tetap bermain hati-hati sambil mencari celah untuk menambah gol. Pelatih Roma, Jose Mourinho, melakukan beberapa pergantian pemain untuk menjaga kesegaran tim dan menambah daya gedor. Salah satunya adalah memasukkan Soule menggantikan Pellegrini pada menit ke-52, yang memberikan dimensi baru dalam serangan Roma.

Peluang untuk menggandakan keunggulan akhirnya datang pada menit ke-72. Sebuah skema serangan yang apik dari Roma berujung pada gol kedua mereka. Bola berhasil diterima oleh Dybala di area pertahanan Torino. Dengan sigap dan penuh percaya diri, Dybala melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras dan tak mampu dihalau oleh kiper Torino. Gol ini sempat dicek oleh Video Assistant Referee (VAR) untuk memastikan tidak ada pelanggaran sebelumnya, namun setelah melalui peninjauan, gol Dybala dinyatakan sah. Gol kedua ini semakin memantapkan posisi Roma dan membuat mereka semakin nyaman dalam mengendalikan pertandingan.

Dua menit berselang setelah gol Dybala, Donyell Malen hampir saja mencetak gol keduanya pada laga debutnya. Ia berhasil mendapatkan peluang emas setelah menerima umpan matang, namun sayang tembakannya kali ini hanya berakhir tipis di sisi kiri gawang Torino. Meskipun gagal menambah pundi-pundi golnya, penampilan Malen sejauh ini patut mendapatkan apresiasi tinggi.

Menjelang akhir pertandingan, Torino mencoba untuk memberikan perlawanan terakhir. Mereka melancarkan beberapa serangan sporadis untuk mencari gol balasan. Namun, pertahanan Roma tetap kokoh. Bahkan, pada menit ke-90, Roma memiliki peluang emas untuk menambah skor melalui Robinho Vaz. Ia berhasil lolos dari penjagaan pemain bertahan Torino dan berhadapan langsung dengan kiper. Namun, sepakannya masih mengarah tepat ke pelukan kiper dan mudah untuk dihentikan.

Skor akhir 2-0 untuk kemenangan AS Roma bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini menjadi hasil yang sangat memuaskan bagi tim berjuluk "Serigala" tersebut. Dengan tambahan tiga poin, AS Roma berhasil mempertahankan posisi mereka di peringkat keempat klasemen Serie A dengan mengoleksi 42 poin dari 21 pertandingan. Mereka kini hanya terpaut satu poin dari Napoli yang berada di posisi ketiga, menjaga asa untuk bersaing di papan atas. Sementara itu, bagi Torino, kekalahan ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-13 dengan raihan 23 poin.

Pertandingan ini menunjukkan performa impresif dari AS Roma, terutama dengan kehadiran Donyell Malen yang langsung memberikan dampak positif. Kolaborasi antara Malen dan Dybala terbukti efektif dan menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan lawan. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Roma untuk menghadapi sisa musim Serie A dan menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang patut diperhitungkan dalam persaingan gelar maupun zona Eropa.

Susunan pemain:

Torino: Paleari; Ismajli, Tameze, Coco; Lazaro, Gineitis (Casadei 46′), Ilkhan (Anjorin 76′), Vlasic, Aboukhlal (Pedersen 33′); Ngonge (Njie 76′), Adams

AS Roma: Svilar; Mancini, Ndicka, Hermoso (Ghilardi 23′); Rensch (Tsimikas 76′), Koné, Cristante, Wesley; Dybala (Pisilli 76′), Pellegrini (Soule 52′); Malen (Vaz 76′)