Jakarta – Platform kebugaran digital terkemuka, Strava, dikabarkan telah secara diam-diam mengajukan Initial Public Offering (IPO) dalam beberapa minggu terakhir, sebuah langkah signifikan yang menempatkannya di jalur untuk melantai di bursa saham paling cepat pada musim semi 2026. Berita ini, yang pertama kali diungkap oleh media teknologi terkemuka The Information, berasal dari beberapa sumber internal yang memiliki pengetahuan langsung mengenai proses pengajuan tersebut. Langkah senyap ini mengindikasikan strategi perusahaan untuk mengelola ekspektasi pasar dan meminimalkan spekulasi publik sebelum pengumuman resmi.
Menurut laporan eksklusif tersebut, penawaran perdana dari perusahaan yang berbasis di San Francisco ini diharapkan dapat direalisasikan antara bulan Maret hingga Juni 2026. Jendela waktu ini menunjukkan bahwa Strava sedang mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi salah satu tonggak terpenting dalam sejarah perusahaan. Jika rencana ini berjalan tanpa hambatan berarti, Strava akan secara resmi "melantai" di bursa saham, memungkinkan investor publik untuk membeli sahamnya dan berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan yang telah menjadi ikon bagi jutaan penggemar kebugaran di seluruh dunia.
Dalam upaya mempersiapkan diri untuk debut publiknya, Strava dikabarkan akan menggandeng raksasa perbankan investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika, Goldman Sachs. Perusahaan yang berkantor pusat di New York ini dipercaya akan menjadi underwriter atau penjamin emisi efek utama. Peran Goldman Sachs sangat krusial dalam proses IPO, meliputi penilaian perusahaan, penetapan harga saham, hingga mendistribusikan saham kepada investor. Kehadiran bank investasi sebesar Goldman Sachs sebagai penjamin emisi utama menunjukkan kepercayaan pasar terhadap potensi dan stabilitas finansial Strava.
Sebenarnya, desas-desus mengenai Strava yang akan melangkah menuju IPO bukanlah hal yang baru. Kabar ini sudah santer terdengar sejak tahun lalu, bahkan jauh sebelum pengajuan diam-diam ini terungkap. Pada September 2025, perusahaan telah secara aktif mencari bank investasi terkemuka untuk bertindak sebagai penjamin emisi. Kala itu, sejumlah bank investasi papan atas seperti Goldman Sachs, JPMorgan, dan Morgan Stanley disebut-sebut masuk dalam daftar pertimbangan Strava, menunjukkan bahwa proses seleksi mitra strategis ini telah berlangsung cukup lama dan melibatkan persaingan ketat di antara lembaga keuangan terkemuka.
Validasi atas aspirasi IPO Strava juga datang langsung dari pucuk pimpinan perusahaan. Akhir tahun lalu, CEO Strava, Michael Martin, pernah secara terbuka mengkonfirmasi kepada Financial Times bahwa perusahaannya memang berencana untuk go public "suatu saat nanti." Pernyataan Martin tersebut, meskipun tidak memberikan detail spesifik mengenai waktu atau jadwal, menguatkan keyakinan pasar bahwa IPO adalah bagian integral dari strategi jangka panjang Strava untuk pertumbuhan dan ekspansi. Konfirmasi dari CEO ini memberikan legitimasi pada rumor yang beredar dan menyiapkan panggung untuk pengumuman resmi yang kini semakin mendekat.
Meskipun pengajuan IPO resminya masih belum diumumkan secara publik, sumber-sumber yang mengetahui proses ini memberitahu The Information bahwa perusahaan telah aktif bertemu dengan calon investor. Pertemuan-pertemuan ini merupakan bagian standar dari "roadshow" pra-IPO, di mana manajemen perusahaan mempresentasikan visi, model bisnis, dan prospek pertumbuhan kepada investor institusional potensial. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menjajaki minat, membangun buku pesanan, dan mengukur permintaan pasar terhadap saham perusahaan. Kendati demikian, hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut yang terungkap terkait berapa dana yang ingin dikumpulkan oleh Strava melalui IPO ini, jadwal pencatatan saham yang lebih spesifik di luar perkiraan musim semi 2026, maupun simbol saham yang akan digunakan di bursa. Detail-detail ini biasanya akan diungkapkan lebih dekat dengan tanggal pencatatan saham.
Valuasi Strava sendiri terakhir kali tercatat pada Mei 2025, di mana perusahaan ini berhasil meraih nilai USD 2,2 miliar. Putaran pendanaan signifikan tersebut dipimpin oleh Sequoia Capital, salah satu perusahaan modal ventura paling prestisius di Silicon Valley. Selain Sequoia Capital, investor-investor yang sudah ada seperti Jackson Square Ventures, TCV, dan Go4it Capital Partners juga turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan tersebut. Valuasi yang mencapai miliaran dolar ini menunjukkan kepercayaan kuat dari para investor terhadap model bisnis Strava, basis pengguna yang loyal, dan potensi pertumbuhannya di pasar kebugaran global yang terus berkembang. Pendanaan ini juga memberikan Strava modal yang dibutuhkan untuk pengembangan produk, ekspansi pasar, dan strategi pertumbuhan lainnya menjelang IPO.
Strava didirikan oleh Mark Gainey dan Michael Horvath, dengan visi untuk membangun sebuah platform yang tidak hanya melacak aktivitas fisik, tetapi juga menghubungkan para atlet di seluruh dunia. Lebih dari sekadar aplikasi pelacak kebugaran, Strava telah berkembang menjadi platform sosial yang memungkinkan penggunanya untuk merekam kegiatan olahraganya—mulai dari berjalan kaki, berlari, bersepeda, hingga berbagai aktivitas lainnya—dan membagikannya ke komunitas secara online. Ini menciptakan ekosistem di mana pengguna dapat saling memberikan motivasi, bersaing secara sehat, dan merayakan pencapaian bersama.
Aplikasi ini memiliki fitur inti yang memungkinkan penggunanya untuk merekam rute yang ditempuh, jarak, kecepatan, elevasi, dan berbagai data lainnya yang terkait dengan aktivitas fisik mereka secara detail. Data ini kemudian dianalisis dan disajikan dalam format yang mudah dipahami, memungkinkan pengguna untuk memantau kemajuan mereka dari waktu ke waktu. Strava sangat terkenal karena antarmuka pengguna (UI) yang intuitif dan menarik secara visual, serta kemampuannya untuk berintegrasi dengan berbagai perangkat GPS. Ini mencakup jam tangan pintar (seperti Garmin, Apple Watch), perangkat pelacak kebugaran, hingga komputer sepeda, menciptakan ekosistem yang mulus bagi pengguna untuk mengunggah data mereka secara otomatis.
Salah satu fitur paling populer yang membedakan Strava adalah "segmen." Segmen adalah bagian-bagian kecil dari rute yang telah ditentukan oleh pengguna lain, di mana atlet dapat bersaing untuk mencapai waktu tercepat. Ini menciptakan elemen gamifikasi yang kuat, mendorong pengguna untuk menantang diri mereka sendiri dan bersaing dengan teman-teman atau bahkan atlet profesional. Fitur sosial lainnya seperti "kudos" (mirip "like" di media sosial), komentar, dan kemampuan untuk mengikuti atlet lain semakin memperkuat rasa komunitas dan interaksi di antara para pengguna.
Meskipun aplikasi dasar Strava tersedia secara gratis, ia juga menawarkan versi berlangganan yang memberikan fitur tambahan yang lebih canggih. Langganan premium ini, yang sebelumnya dikenal sebagai "Strava Summit" dan kini disebut "Subscription," menawarkan analisis kinerja lanjutan, rencana latihan yang dipersonalisasi, fitur keselamatan seperti Beacon yang memungkinkan orang lain melacak lokasi Anda secara real-time, penetapan tujuan yang lebih mendalam, dan berbagai metrik eksklusif lainnya. Model freemium ini memungkinkan Strava untuk menjangkau audiens yang luas dengan versi gratisnya, sekaligus menghasilkan pendapatan yang signifikan dari pengguna yang menginginkan fungsionalitas dan analisis yang lebih mendalam untuk meningkatkan kinerja mereka.
Dengan basis pengguna global yang mencapai puluhan juta, Strava tidak hanya menjadi alat penting bagi atlet profesional dan amatir, tetapi juga telah menjadi bagian integral dari budaya kebugaran modern. IPO Strava pada musim semi 2026 tidak hanya akan menjadi tonggak penting bagi perusahaan itu sendiri, tetapi juga akan memberikan wawasan berharga tentang nilai dan potensi pasar kebugaran digital yang terus tumbuh pesat. Ini adalah langkah yang dinanti-nantikan oleh komunitas investor dan penggemar kebugaran di seluruh dunia, yang menantikan babak baru dalam perjalanan Strava.

