BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pernyataan tegas dari Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, mengindikasikan potensi kepindahan bek andalan Marc Guehi ke Manchester City. Glasner secara terbuka menyatakan bahwa jika tawaran yang diajukan oleh City sesuai dengan ekspektasi klub, pintu keluar untuk Guehi akan terbuka lebar. Situasi ini muncul di tengah kebutuhan City yang mendesak akan tambahan amunisi di lini pertahanan mereka, akibat krisis pemain yang tengah melanda.
Spekulasi mengenai masa depan Guehi sebenarnya sudah mencuat sejak bursa transfer musim panas lalu. Kala itu, Liverpool dikabarkan sangat dekat untuk mendaratkan pemain berusia 23 tahun tersebut. Kabarnya, kesepakatan hampir tercapai, bahkan Guehi telah melakukan sesi foto dengan seragam The Reds dan menuliskan surat perpisahan kepada rekan-rekannya di Palace. Namun, ancaman pengunduran diri dari Oliver Glasner sebagai manajer diyakini menjadi faktor penentu yang menggagalkan transfer tersebut. Keputusan Glasner ini menunjukkan betapa pentingnya Guehi bagi skuad Palace di bawah kepelatihannya.
Meskipun performanya bersama Crystal Palace tetap konsisten dan menjadi tulang punggung tim, Guehi sendiri dikabarkan telah mengisyaratkan bahwa musim ini akan menjadi penampilan terakhirnya bersama klub yang bermarkas di Selhurst Park tersebut. Kepastian ini tentu menjadi pukulan bagi Palace, namun mereka tidak ingin kehilangan aset berharga mereka secara cuma-cuma. Mengingat kontrak Guehi dengan Crystal Palace akan berakhir pada tahun 2026, klub bertekad untuk memonetisasi kepergiannya di bursa transfer Januari mendatang. Menariknya, kali ini target potensial Guehi bukan lagi Liverpool, melainkan Manchester City, yang sedang aktif mencari bek tengah baru.
Perburuan City terhadap Guehi semakin menguat seiring dengan kondisi lini pertahanan mereka yang sedang dilanda badai cedera. Beberapa pemain kunci di posisi bek tengah terpaksa menepi, menciptakan lubang yang perlu segera ditutup oleh Pep Guardiola. Marc Guehi dengan posturnya yang mumpuni, kepemimpinan di lapangan, dan kemampuannya dalam duel udara serta membaca permainan, dinilai sebagai sosok ideal untuk mengisi kekosongan tersebut. Perkiraan nilai transfer Guehi saat ini berada di kisaran 35 juta poundsterling. Namun, Crystal Palace dikabarkan mematok harga yang lebih tinggi, menuntut setidaknya 40 juta poundsterling untuk melepas pemain kunci mereka.
Dalam sebuah wawancara yang dilansir oleh ESPN, Oliver Glasner memberikan pandangannya mengenai kemungkinan transfer Guehi ke Manchester City. "Ya, bisa saja Guehi ke City," ujar Glasner, menunjukkan sikap realistisnya. "Saya tidak mau naif karena jika memang ada tawaran luar biasa dari City dan Marc menerimanya, maka transfer bisa terjadi." Pernyataan ini menyiratkan bahwa keputusan akhir akan sangat bergantung pada kesepakatan finansial antara kedua klub dan keinginan pribadi pemain.
Glasner kemudian menggunakan analogi yang cukup gamblang untuk menjelaskan posisinya. "Di kehidupan tidak ada yg satu arah," katanya. "Contohnya jika Anda punya mobil bagus tapi Anda butuh uang karena lagi dingin serta jendela rumah rusak, lalu ada orang yang menawar mahal mobil Anda. Lalu Anda menolak menjual karena masih mencintai mobil itu, tapi Anda tidak mau kedinginan. Anda bisa bilang jika saya dapat jendela dan bahkan atap baru, Anda bisa ambil mobil itu. Tapi saya ingin mempertahankan itu sih." Analogi ini secara jelas menggambarkan dilema yang dihadapi oleh klub. Di satu sisi, Palace ingin mempertahankan Guehi, pemain yang mereka cintai dan merupakan bagian penting dari tim. Namun, di sisi lain, mereka juga harus mempertimbangkan kebutuhan finansial dan peluang untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari penjualan pemain yang kontraknya akan segera habis.
Ia melanjutkan, "Sama saja dengan Marc. Semua orang ingin dia bermain di Crystal Palace, meneken kontrak baru, dan bertahan di sini selamanya." Ini menegaskan bahwa harapan klub dan para penggemar adalah agar Guehi tetap bertahan dan melanjutkan karirnya di Selhurst Park. Namun, kenyataan bisnis sepak bola seringkali memaksa klub untuk membuat keputusan yang sulit demi kelangsungan jangka panjang.
"Di satu sisi, kontraknya habis musim panas dan jika Anda seseorang yang datang, lalu Anda sedang kedinginan dan klub bilang persoalan finansial lebih penting ketimbang prestasi, maka kami harus melakukannya," jelas Glasner. Kalimat ini secara gamblang menggambarkan prioritas yang mungkin diambil oleh manajemen klub. Jika situasi finansial klub sedang tertekan, dan tawaran besar datang, maka menjual pemain bintang bisa menjadi solusi untuk menutupi defisit atau berinvestasi pada pemain lain yang lebih dibutuhkan. Meskipun mungkin bertentangan dengan keinginan untuk mempertahankan kekuatan tim demi prestasi, pertimbangan finansial seringkali menjadi faktor penentu.
Terakhir, Glasner menegaskan kembali, "Marc bisa pergi jika tawarannya memang sesuai." Kalimat penutup ini menjadi konfirmasi akhir bahwa Crystal Palace terbuka untuk negosiasi, asalkan Manchester City mampu menyodorkan tawaran yang tidak hanya menarik bagi klub, tetapi juga dapat diterima oleh sang pemain. Situasi ini patut dicermati oleh para penggemar sepak bola, terutama pendukung Crystal Palace dan Manchester City, karena kepindahan Marc Guehi berpotensi memberikan dampak signifikan bagi kedua tim di sisa musim ini dan musim-musim mendatang. Kesepakatan ini, jika terjadi, akan menjadi salah satu transfer paling menarik di bursa Januari, mengingat profil Guehi sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan di Premier League.

