0

Elon Musk Dulu Ngetawain Mobil China, Kini Tesla Takluk dari BYD

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Sejarah mencatat ironi yang menggelitik dalam dunia otomotif global. BYD, produsen mobil listrik asal China, kini berhasil menggusur Tesla dari tahta sebagai raja mobil listrik dunia. Data penjualan sepanjang tahun 2025 menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik Tesla kalah telak dari BYD, sebuah pencapaian monumental yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi BYD dalam persaingan penjualan tahunan global. Mengutip laporan dari BBC, penjualan mobil listrik Tesla mengalami penurunan signifikan sebesar 9 persen pada tahun 2025, tercatat hanya mencapai 1,64 juta unit di seluruh dunia. Kontras dengan tren menurun Tesla, BYD justru mengumumkan pertumbuhan penjualan mobil listrik berbasis baterai yang mengesankan, melonjak hampir 28 persen pada periode yang sama. Secara kuantitatif, BYD berhasil mencatatkan rekor penjualan lebih dari 2,25 juta unit mobil listrik sepanjang tahun 2025.

Kemunduran Tesla dan kebangkitan BYD tidak terjadi dalam ruang hampa. Beberapa faktor krusial berkontribusi pada pergeseran lanskap pasar mobil listrik ini. Tesla, yang notabene adalah pionir dalam elektrifikasi kendaraan, kini menghadapi badai persaingan yang semakin ketat, terutama di pasar Eropa yang menjadi medan pertempuran utama. Di sisi lain, kebijakan di negara asalnya, Amerika Serikat, juga memberikan pukulan telak. Keputusan Presiden Donald Trump untuk menghentikan insentif kredit kendaraan listrik secara signifikan mengurangi daya tarik mobil listrik bagi konsumen Amerika, yang sebelumnya sangat terbantu oleh subsidi pemerintah. Kombinasi antara tekanan kompetitif yang meningkat dari berbagai produsen mobil global dan lokal, seperti Volkswagen dan BMW, serta kebijakan domestik yang kurang mendukung, telah membebani momentum penjualan Tesla. Penurunan penjualan Tesla tidak hanya terasa di Amerika Serikat, tetapi juga meluas ke sebagian besar wilayah Eropa pada bulan Desember, meskipun ada sedikit lonjakan di pasar Norwegia yang menunjukkan potensi pasar di negara-negara yang lebih progresif dalam adopsi EV.

Sementara itu, BYD menunjukkan taringnya dengan strategi ekspansi global yang agresif dan hasil yang memukau. BYD melaporkan bahwa penjualan mobil listriknya di luar China mencatatkan rekor fantastis, menembus angka 1 juta unit pada tahun 2025. Angka ini merupakan lompatan besar, menunjukkan peningkatan sekitar 150 persen dibandingkan dengan pencapaian pada tahun 2024. Keberhasilan ini tidak hanya membuktikan kualitas produk BYD, tetapi juga efektivitas strategi penetrasi pasar mereka di kancah internasional. Tidak berpuas diri dengan pencapaian tersebut, BYD telah menetapkan target yang ambisius untuk tahun 2026, yaitu memasarkan 1,6 juta unit mobil listrik di luar China. Target ini menegaskan komitmen BYD untuk terus menjadi pemain dominan di pasar mobil listrik global dan berpotensi semakin mengukuhkan posisinya di puncak.

Fenomena ini menjadi semakin menarik ketika kita menengok kembali ke masa lalu. CEO Tesla, Elon Musk, yang kini bersaing ketat dengan BYD, pada tahun 2011 justru pernah secara terang-terangan menertawakan BYD. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Bloomberg TV, Musk melontarkan komentar yang terkesan meremehkan BYD. Pada saat itu, BYD baru saja mendapatkan suntikan dana segar yang signifikan dari Warren Buffett melalui perusahaan Berkshire Hathaway, yang mengakuisisi 225 juta saham BYD senilai US$ 232 juta. Ketika ditanya mengenai potensi BYD sebagai pesaing kuat bagi Tesla, Musk tertawa terbahak-bahak dan dengan nada yang sedikit mengejek, ia mempertanyakan apakah mobil listrik BYD benar-benar terlihat di jalan raya. Ia juga menyatakan keraguannya bahwa BYD akan menjadi ancaman serius bagi Tesla, dengan alasan bahwa produk-produk mereka tidak memiliki keunggulan teknologi yang memadai. "Apakah kamu melihat mobil mereka?" ujar Elon Musk sambil tertawa, melanjutkan, "Saya rasa mereka tidak memiliki produk (EV) yang bagus. Menurut saya produk tersebut tidak terlalu menarik, teknologinya juga tidak terlalu kuat."

Namun, waktu dan perkembangan pasar telah membuktikan bahwa pandangan awal Elon Musk tersebut perlu direvisi. Seiring berjalannya waktu dan kemajuan pesat teknologi otomotif di China, terutama oleh BYD, pandangan Musk pun berubah drastis. Pada bulan Mei 2023, Elon Musk memberikan pengakuan publik atas kesalahannya dengan mengunggah komentar di akun X (sebelumnya Twitter) pribadinya, menanggapi kembali video wawancara lama di mana ia menertawakan BYD. Dalam komentarnya, Musk secara implisit mengakui bahwa ia mulai menyadari potensi besar dan daya saing produk mobil listrik BYD di pasar global. "Itu terjadi bertahun-tahun yang lalu. Mobil mereka sangat kompetitif akhir-akhir ini," tulis Elon Musk. Pernyataan ini menunjukkan sikap keterbukaan Musk terhadap perubahan dan kemampuannya untuk mengakui kesalahan, serta menjadi bukti nyata betapa pesatnya perkembangan industri otomotif China dan kemampuan BYD untuk bertransformasi menjadi pemain global yang tangguh.

Perjalanan BYD dari bahan tertawaan menjadi pemimpin pasar global merupakan studi kasus yang menarik tentang inovasi, investasi strategis, dan adaptasi pasar. Keberhasilan BYD tidak lepas dari visi jangka panjang mereka dalam mengembangkan teknologi baterai dan kendaraan listrik secara mandiri. Investasi besar dalam riset dan pengembangan, ditambah dengan dukungan kebijakan pemerintah China yang kuat terhadap industri kendaraan energi baru (NEV), telah memberikan fondasi yang kokoh bagi BYD. Kemampuan mereka untuk memproduksi komponen kunci seperti baterai secara internal memungkinkan BYD untuk mengendalikan biaya produksi, meningkatkan kualitas, dan menawarkan produk yang kompetitif secara harga. Selain itu, BYD juga tidak ragu untuk berekspansi ke berbagai segmen pasar, mulai dari mobil penumpang listrik hingga bus listrik dan kendaraan komersial lainnya, menciptakan ekosistem energi bersih yang komprehensif.

Di sisi lain, Tesla, meskipun tetap menjadi pemimpin inovasi di banyak area, kini dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan keunggulannya di tengah persaingan yang semakin ketat. Model bisnis yang berfokus pada segmen pasar premium dan ketergantungan pada pasar-pasar tertentu menjadi salah satu faktor yang membuat mereka rentan terhadap perubahan kondisi pasar dan kebijakan. Peningkatan produksi yang belum sepenuhnya selaras dengan permintaan global, serta isu-isu terkait kualitas dan layanan purna jual di beberapa pasar, juga menjadi catatan yang perlu diperhatikan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa Tesla masih memiliki kekuatan brand yang luar biasa, teknologi otonom yang canggih, dan infrastruktur pengisian daya Supercharger yang luas, yang masih menjadi aset berharga dalam persaingan.

Transformasi BYD dari perusahaan yang dipandang sebelah mata menjadi pemimpin industri global adalah bukti nyata dari pergeseran kekuatan ekonomi dan teknologi di abad ke-21. Ini juga menjadi pengingat bagi semua pemain industri bahwa pasar otomotif terus berkembang dengan kecepatan yang luar biasa, dan kemampuan untuk berinovasi, beradaptasi, serta memahami dinamika pasar global adalah kunci untuk meraih kesuksesan jangka panjang. Kisah Elon Musk yang dulu menertawakan BYD, kini harus mengakui kehebatan mereka, menandai era baru dalam dominasi industri mobil listrik, di mana China, melalui BYD, telah membuktikan diri sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan. Masa depan industri otomotif dipastikan akan semakin menarik dengan persaingan yang semakin ketat dan inovasi yang terus bermunculan dari berbagai penjuru dunia.