0

TelkomGroup Hadirkan Jaringan Telekomunikasi di Huntara Aceh Tamiang

Share

TelkomGroup secara sigap dan proaktif menghadirkan konektivitas jaringan telekomunikasi yang andal di kawasan Hunian Danantara (Huntara) Aceh Tamiang, sebuah inisiatif vital bagi masyarakat yang terdampak parah oleh bencana banjir. Langkah strategis ini merupakan manifestasi nyata dari sinergi BUMN yang kuat, berfokus pada percepatan pemulihan pascabencana, dengan tujuan utama memastikan masyarakat dapat segera menempati hunian yang layak, aman, dan nyaman, sekaligus memfasilitasi mereka untuk kembali beraktivitas dengan produktif. Kehadiran infrastruktur telekomunikasi ini bukan sekadar penyediaan fasilitas, melainkan jembatan bagi para penyintas untuk tetap terhubung dengan dunia luar, mengakses informasi krusial, dan membangun kembali kehidupan mereka pasca-trauma bencana.

Dukungan konektivitas digital yang digagas oleh TelkomGroup ini merupakan bagian integral dari proyek strategis nasional penyediaan Huntara, sebuah program yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan peninjauan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang didampingi oleh jajaran Manajemen Danantara dan pimpinan BUMN terkait. Kunjungan presiden tersebut tidak hanya menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan bencana, tetapi juga menggarisbawahi urgensi kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan BUMN dalam mempercepat proses pemulihan, memastikan bantuan tersalurkan secara efektif dan efisien kepada mereka yang paling membutuhkan. Kehadiran jaringan telekomunikasi menjadi tulang punggung dalam mendukung kelancaran seluruh operasional dan koordinasi di kawasan Huntara.

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dalam keterangannya menegaskan bahwa program Hunian Danantara lebih dari sekadar penyediaan tempat tinggal fisik; ini adalah "wujud nyata kehadiran negara" yang memastikan saudara-saudara sebangsa yang tertimpa bencana dapat menjalani kehidupan secara layak dan bermartabat. Dony secara khusus menyoroti pentingnya fasilitas pendukung di Huntara, termasuk penyediaan WiFi gratis. "Fasilitas di dalamnya termasuk dengan WiFi gratis agar masyarakat tetap terhubung, memperoleh informasi, serta mempermudah koordinasi bantuan selama masa pemulihan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Jumat (2/1/2026), menunjukkan betapa esensialnya akses internet dalam era digital ini, bahkan di tengah situasi darurat.

Senada dengan visi tersebut, Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan komitmen penuh TelkomGroup untuk mendukung program Huntara melalui penyediaan layanan konektivitas digital yang andal dan berkelanjutan. "Melalui sinergi Danantara dan BUMN, TelkomGroup berkomitmen mendukung penyediaan Huntara bagi masyarakat terdampak bencana melalui ketersediaan konektivitas digital yang andal," ucap Dian. Ia menambahkan bahwa sinergi lintas BUMN semacam ini memiliki dampak yang jauh lebih besar karena memungkinkan koordinasi yang lebih cepat dan terintegrasi, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan secara signifikan oleh masyarakat. Ini mencerminkan pemahaman TelkomGroup bahwa konektivitas bukan hanya komoditas, melainkan hak dasar yang mempercepat pemulihan dan pemberdayaan komunitas.

Dian Siswarini lebih lanjut menegaskan bahwa pemulihan layanan telekomunikasi telah menjadi prioritas utama TelkomGroup sejak awal terjadinya bencana, berjalan beriringan dengan penyaluran bantuan kemanusiaan. "Sejak awal terjadi bencana, TelkomGroup memprioritaskan pemulihan layanan telekomunikasi agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi," jelasnya. Upaya pemulihan ini mencakup percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak, dukungan jaringan satelit untuk area terpencil, penyediaan posko internet gratis di titik-titik strategis, hingga pengerahan tambahan personel lapangan yang sigap. Tidak hanya itu, TelkomGroup juga menunjukkan kepeduliannya melalui penyaluran berbagai bantuan kemanusiaan, serta memberikan keringanan dan kompensasi bagi pelanggan TelkomGroup yang terdampak, seperti pembebasan biaya tertentu atau penawaran paket khusus. "Kami berharap upaya ini dapat meringankan beban masyarakat untuk dapat bangkit lebih cepat dan menjalani masa pemulihan dengan lebih baik," tambahnya, menggambarkan pendekatan holistik perusahaan dalam penanganan bencana.

Dalam rentang waktu tiga bulan ke depan, sebuah target ambisius telah ditetapkan: sebanyak 15.000 unit Huntara yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana ditargetkan siap dihuni. TelkomGroup, sebagai garda terdepan dalam penyediaan infrastruktur digital, memastikan dukungan layanan telekomunikasi digital akan terus berjalan seiring dengan progres pembangunan Huntara. Komitmen ini bertujuan agar masyarakat tidak terputus dari akses informasi dan tetap terhubung dengan keluarga serta sumber daya penting lainnya selama masa pemulihan yang krusial ini. Keberadaan jaringan yang stabil dan merata menjadi kunci bagi pendidikan anak-anak, komunikasi medis, serta koordinasi bantuan logistik.

Untuk tahap awal implementasi di Aceh Tamiang, TelkomGroup telah menggelar solusi konektivitas yang komprehensif dan terukur. Sebanyak 28 access point (AP) WiFi telah disiapkan, terdiri dari 3 AP di area depan Huntara untuk akses umum dan 25 AP yang tersebar di dalam kawasan hunian, dengan rasio efisien satu AP mampu menjangkau tiga unit rumah. Selain itu, sebagai upaya peningkatan kualitas layanan, TelkomGroup juga telah mengimplementasikan uji coba satu AP WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps di Posko TelkomGroup Huntara. Ini merupakan langkah awal menuju penyediaan layanan internet berkualitas tinggi.

Lebih lanjut, untuk memastikan konektivitas yang merata dan optimal di seluruh area Huntara, sebanyak 63 AP WMS tambahan turut dihadirkan. Solusi WMS ini memungkinkan pengelolaan jaringan yang lebih terpusat dan efisien, menjamin stabilitas dan kecepatan akses bagi seluruh penghuni. Dari sisi layanan seluler, Telkomsel, sebagai anak perusahaan TelkomGroup, turut berperan aktif dengan memastikan kapasitas jaringan yang memadai melalui dukungan BTS di wilayah Karang Baru dan Aceh Tamiang. Untuk memperkuat sinyal dan jangkauan langsung di kawasan Huntara, satu Mobile BTS (Combat) juga telah dioperasikan, memberikan fleksibilitas dan kecepatan respons dalam penyediaan layanan seluler.

Komitmen TelkomGroup tidak berhenti pada WiFi dan seluler. Mereka juga menyiagakan infrastruktur jaringan optik yang menjadi tulang punggung konektivitas, sarana pendukung operasional yang lengkap, serta melibatkan relawan BUMN Peduli TelkomGroup yang siap membantu di lapangan. Melalui PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), TelkomGroup turut menghadirkan layanan internet berbasis satelit dengan paket khusus, memungkinkan penghuni Huntara menikmati akses WiFi gratis tanpa batas. Solusi satelit ini sangat krusial untuk memastikan konektivitas di daerah yang mungkin sulit dijangkau oleh infrastruktur terestrial.

Hingga saat ini, upaya pemulihan TelkomGroup di Aceh telah menunjukkan progres yang sangat signifikan. Perusahaan berhasil memulihkan minimal satu site di setiap kecamatan di Aceh, sehingga seluruh 289 kecamatan telah kembali on air. Secara keseluruhan, progres pemulihan layanan TelkomGroup di Aceh telah mencapai 95%, sebuah angka yang mengesankan mengingat skala bencana. Fokus lanjutan saat ini adalah di wilayah Blangkejeren dan Takengon, yang mungkin memiliki tantangan geografis atau kerusakan infrastruktur yang lebih kompleks. Keberhasilan ini didukung oleh pengerahan infrastruktur jaringan TelkomGroup yang masif, meliputi 18 site satelit, 57 adaptor daya BTS (rectifier system), 768 unit genset standby maupun mobile, serta 776 paket baterai guna memastikan keberlangsungan layanan di wilayah terdampak, bahkan dalam kondisi pasokan listrik yang tidak stabil.

Selain fokus pada pemulihan infrastruktur dan penyediaan konektivitas, TelkomGroup juga aktif dalam menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan yang lebih luas. Salah satu inisiatif penting adalah menghadirkan ruang aman bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya trauma healing, khususnya di wilayah Aceh Tamiang yang menjadi salah satu episentrum dampak bencana. Ruang aman ini menyediakan lingkungan yang mendukung bagi anak-anak untuk bermain, belajar, dan berinteraksi, membantu mereka mengatasi dampak psikologis dari bencana. Dukungan kemanusiaan ini mencakup penyediaan konektivitas, layanan kesehatan dasar, serta bantuan paket logistik esensial di sejumlah titik pengungsian, menunjukkan kepedulian TelkomGroup terhadap kesejahteraan menyeluruh masyarakat terdampak.

Hingga Kamis (1/1) kemarin, total bantuan yang telah disalurkan TelkomGroup bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera telah mencapai angka yang fantastis, yaitu Rp 122,6 miliar. Bantuan ini mencakup spektrum luas, mulai dari dukungan penyediaan konektivitas digital yang telah dijelaskan, layanan kesehatan gratis, pendirian dapur umum untuk memastikan kebutuhan pangan terpenuhi, bantuan paket logistik yang berisi kebutuhan pokok, hingga layanan dan kompensasi pelanggan pada periode Desember 2025-Januari 2026. Angka ini tidak hanya menunjukkan skala komitmen finansial TelkomGroup, tetapi juga kedalaman dan keluasan upaya mereka dalam membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan. Melalui sinergi yang kuat dan komitmen yang tak tergoyahkan, TelkomGroup bersama BUMN lainnya terus berupaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi pemulihan dan pemberdayaan masyarakat terdampak bencana.