Saat ini, XLSmart mengoperasikan total spektrum frekuensi sebesar 152 MHz untuk melayani basis pelanggannya yang mencapai 79,6 juta berdasarkan laporan kuartal ketiga tahun 2025. Namun, untuk menghadirkan sinyal 5G yang tidak hanya menyeluruh tetapi juga tangguh, XLSmart memilih untuk memanfaatkan secara eksklusif spektrum frekuensi 2300 MHz dengan lebar pita 40 MHz. Alokasi frekuensi ini menjadi kunci utama strategi mereka, sebuah langkah yang menempatkan XLSmart pada jalur yang berbeda dibandingkan pesaingnya di pasar.
Direktur & Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, menjelaskan dengan lugas filosofi di balik keputusan strategis ini. "Di XLSmart itu tidak berbagi (jaringan) dengan 4G tapi menggunakan TDD (Time Duplex Division) di 2,3 GHz yang didedikasikan khusus untuk 5G, tidak untuk 4G," ungkap Subbramaniam saat ditemui di XLSmart Tower, Jakarta, pada Rabu (11/2/2026). Ia menambahkan, "Kalau operator lain, dia tidak TDD tapi bagi-bagi spektrumnya, tapi kita 2,3 didedikasikan ke 5G." Pernyataan ini secara gamblang menyoroti inti perbedaan pendekatan XLSmart, yaitu isolasi spektrum untuk layanan 5G, sebuah keputusan yang memiliki implikasi besar terhadap kualitas dan stabilitas jaringan.
Pemisahan penggunaan spektrum ini bukan sekadar keputusan teknis semata, melainkan fondasi untuk menjamin performa 5G yang konsisten dan prima. Dengan tidak membagi spektrum antara 4G dan 5G, XLSmart secara efektif menghilangkan potensi interferensi dan kompetisi bandwidth antar generasi teknologi. Ini berarti, ketika pengguna mengakses layanan 5G, mereka mendapatkan akses penuh terhadap lebar pita 40 MHz di frekuensi 2300 MHz tanpa harus bersaing dengan trafik 4G. Hasilnya adalah kecepatan yang lebih stabil, latensi yang lebih rendah, dan pengalaman pengguna yang jauh lebih mulus, bahkan ketika jaringan sedang padat.
Strategi ini menjadi sangat krusial, terutama menjelang dan selama periode lonjakan trafik internet yang signifikan, seperti momen Ramadan dan Lebaran 2026. Di masa-masa tersebut, jutaan pelanggan akan secara bersamaan melakukan panggilan video dengan keluarga, streaming konten hiburan, berbagi momen melalui media sosial, hingga melakukan transaksi digital. Jika spektrum 5G harus berbagi dengan 4G, risiko terjadinya "bottleneck" atau kemacetan jaringan akan meningkat drastis, yang pada akhirnya mengakibatkan penurunan kecepatan dan responsivitas layanan 5G. Dengan pendekatan dedicated spectrum, XLSmart berusaha keras untuk mengeliminasi potensi masalah ini, memastikan bahwa pelanggan tetap dapat menikmati konektivitas 5G terbaik di saat-saat paling penting.
Teknologi Time Duplex Division (TDD) yang digunakan XLSmart di frekuensi 2,3 GHz juga merupakan elemen kunci dari strategi ini. TDD memungkinkan penggunaan frekuensi yang sama untuk transmisi data uplink (unggah) dan downlink (unduh) secara bergantian dalam slot waktu yang sangat cepat. Fleksibilitas ini memungkinkan operator untuk secara dinamis mengalokasikan kapasitas bandwidth lebih banyak untuk unduh atau unggah, tergantung pada kebutuhan trafik aktual. Ini sangat efisien untuk layanan 5G yang seringkali membutuhkan kapasitas downlink lebih besar untuk streaming atau gaming, namun tetap mampu menyediakan kapasitas uplink yang responsif untuk aplikasi seperti video conference atau pengunggahan konten beresolusi tinggi. Dengan kombinasi TDD dan spektrum yang didedikasikan, XLSmart membangun sebuah jaringan 5G yang tidak hanya cepat tetapi juga cerdas dan adaptif.
Sejauh ini, sinyal 5G XLSmart telah berhasil diperluas ke 33 kota/kabupaten. Keberadaan jaringan seluler generasi kelima ini tidak hanya terbatas pada titik-titik tertentu, melainkan diklaim menyeluruh di seluruh wilayah kota/kabupaten yang telah terjangkau. Ini menunjukkan bahwa XLSmart tidak hanya sekadar meluncurkan layanan 5G sebagai formalitas, tetapi benar-benar berkomitmen untuk memberikan cakupan yang merata dan fungsional.
Untuk mendukung ekspansi masif ini, XLSmart telah membangun infrastruktur telekomunikasi yang kokoh, termasuk sebanyak 10 ribu Base Transceiver Station (BTS) khusus untuk layanan 5G. Jumlah BTS ini menunjukkan skala investasi dan keseriusan XLSmart dalam membangun pondasi jaringan 5G yang kuat. Ke depannya, ambisi XLSmart tidak berhenti di sini. Cakupan sinyal 5G menyeluruh ini akan terus dikembangkan secara agresif sepanjang tahun ini, dengan target mencapai 88 kota/kabupaten. Angka ini merefleksikan upaya XLSmart untuk menjadi pemimpin dalam penyediaan jaringan 5G yang luas dan berkualitas di Indonesia, menjangkau lebih banyak masyarakat dan mendukung percepatan transformasi digital di berbagai daerah.
Subbramaniam kembali menekankan pentingnya strategi ini, terutama dalam konteks pengalaman pelanggan. "Kalau operator lain dia kan tidak TDD, dia harus bagi-bagi sama spektrumnya. Kita di 2,3 GHz didedikasikan untuk 5G, tidak dicampur yang mana ini akan memberikan pengalaman untuk pelanggan," tuturnya. Penekanan pada "pengalaman pelanggan" adalah inti dari visi XLSmart. Dalam era digital di mana konektivitas adalah tulang punggung hampir setiap aktivitas, kualitas pengalaman pengguna menjadi pembeda utama. Jaringan 5G yang stabil, cepat, dan tanpa lag bukan hanya tentang kecepatan unduh, tetapi juga tentang memungkinkan inovasi, mendukung aplikasi yang membutuhkan latensi sangat rendah seperti Augmented Reality (AR) atau Virtual Reality (VR), hingga membuka jalan bagi pengembangan Smart City dan Internet of Things (IoT) yang lebih canggih.
Dedikasi XLSmart terhadap spektrum 2300 MHz untuk 5G ini juga menempatkan mereka dalam posisi yang menguntungkan dalam memanfaatkan karakteristik pita frekuensi menengah. Pita 2300 MHz dikenal sebagai "sweet spot" karena menawarkan keseimbangan yang baik antara jangkauan (coverage) dan kapasitas (capacity). Ini memungkinkan BTS 5G untuk mencakup area yang cukup luas tanpa mengorbankan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi, sebuah faktor krusial untuk membangun jaringan 5G yang efisien dan menyeluruh di perkotaan maupun area padat penduduk.
Selain aspek teknis dan operasional, strategi XLSmart ini juga mencerminkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pasar dan persaingan yang ketat di industri telekomunikasi. Dengan investasi besar pada infrastruktur dan alokasi spektrum yang cerdas, XLSmart berupaya menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Mereka tidak hanya menjual kecepatan, tetapi juga janji akan stabilitas dan keandalan, dua faktor yang sangat dicari oleh konsumen di tengah maraknya penggunaan data dan aplikasi bandwidth-intensive. Dengan 79,6 juta pelanggan yang mengandalkan layanannya, menjaga kualitas jaringan di tengah pertumbuhan trafik yang pesat adalah prioritas utama.
Komitmen XLSmart untuk menghadirkan sinyal 5G yang tak lemot meskipun trafik padat bukan hanya sekadar janji, melainkan sebuah strategi yang didukung oleh investasi signifikan, teknologi yang tepat, dan visi yang jelas. Dengan dedikasi spektrum, penggunaan TDD, dan ekspansi infrastruktur yang agresif, XLSmart sedang membangun pondasi yang kokoh untuk masa depan konektivitas di Indonesia. Jaringan 5G yang kuat dan andal ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan pengalaman digital bagi jutaan pelanggannya, tetapi juga akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan, membuka peluang baru bagi inovasi dan kemajuan di berbagai sektor.
XLSmart telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya berani mengambil jalur yang berbeda, tetapi juga mampu menerjemahkan strategi tersebut menjadi realitas jaringan yang superior. Dengan target 88 kota/kabupaten pada 2026 dan 10.000 BTS 5G yang telah beroperasi, masa depan 5G di tangan XLSmart tampak cerah, menjanjikan kecepatan tanpa batas dan konektivitas tanpa hambatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam mewujudkan potensi penuh dari teknologi 5G di Tanah Air.

