0

Wardatina Mawa Bantah Persulit Insanul Fahmi Bertemu Anak: Jangan Banyak Fitnah

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Renakta PPA) Polda Metro Jaya terkait laporan yang diajukan, Wardatina Mawa akhirnya memberikan klarifikasi mendalam mengenai berbagai isu yang berkembang, terutama terkait hubungannya dengan Insanul Fahmi. Pernyataan ini disampaikan Wardatina setelah keluar dari ruang pemeriksaan, di mana ia menyampaikan apresiasi yang tulus kepada pihak kepolisian atas penanganan laporannya yang profesional dan berharap agar pengalaman yang dialaminya tidak terulang pada orang lain.

"Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian yang sudah dengan sabar dan teliti mengawal kasus saya. Alhamdulillah, laporan saya sudah naik ke tahap penyidikan (sidik), dan insyaallah kami siap untuk melanjutkan ke tahap-tahap proses selanjutnya yang telah ditetapkan," ujar Wardatina Mawa dengan nada lega saat ditemui awak media di Polda Metro Jaya pada Jumat, 20 Februari 2026. Ia menambahkan, "Saya sangat menghargai dan menghormati segala doa serta dukungan yang tak henti-hentinya mengalir dari teman-teman semua. Kehadiran dan dukungan kalian sangat berarti bagi saya dalam menghadapi situasi ini. Dan saya sungguh berharap kasus yang sedang saya jalani saat ini, yang sedang saya alami sekarang, tidak pernah terjadi hal yang serupa atau bahkan lebih buruk lagi di dalam kehidupan teman-teman semua. Kita semua patut waspada dan menjaga diri."

Wardatina juga secara khusus memohon doa restu dari publik agar seluruh proses hukum yang sedang dijalaninya dapat berjalan dengan lancar, adil, dan pada akhirnya menghadirkan keadilan yang sesungguhnya. "Saya memohon doa dari seluruh masyarakat agar setiap langkah dan ikhtiar yang saya lakukan dalam menempuh jalur hukum ini bisa berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan berarti. Saya berupaya sekuat tenaga untuk dapat meraih keadilan yang seadil-adilnya, tidak hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga sebagai prinsip yang harus ditegakkan," tegasnya.

Di sisi lain, perhatian utama dalam wawancara kali ini adalah tanggapan Wardatina terhadap curhatan publik yang dilontarkan oleh Insanul Fahmi. Insanul Fahmi sebelumnya mengungkapkan bahwa ia merasa dipersulit untuk dapat bertemu dengan buah hati mereka. Wardatina dengan tegas membantah segala tudingan mengenai adanya pembatasan akses tersebut, bahkan ia menyajikan fakta yang bertolak belakang.

"Jujur saja, kami baru saja bertemu. Jadi, saya benar-benar bingung mengapa ada kabar atau pernyataan yang menyebutkan bahwa saya tidak pernah mempertemukan mereka. Kami baru saja bertemu, tepatnya empat hari yang lalu. Jadi, saya benar-benar tidak mengerti mengapa beliau memberikan pernyataan yang seperti itu kepada publik," ungkap Wardatina dengan nada heran dan sedikit frustrasi. Ia melanjutkan, "Mohon dipahami, saat ini kita sedang memasuki bulan puasa. Bulan yang seharusnya penuh berkah dan kesucian. Oleh karena itu, saya sangat berharap agar tidak ada lagi fitnah yang disebarkan di tengah-tengah persoalan rumah tangga yang sedang kami hadapi ini. Jangan sampai bulan suci ini ternoda oleh perkataan yang tidak benar."

Wardatina kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai mekanisme pertemuannya dengan sang anak. "Saya sendiri memang tidak secara langsung merespons setiap permintaan yang datang. Namun, bukan berarti saya menutup akses sepenuhnya. Pertemuan anak saya dengan ayahnya tetap difasilitasi melalui perantara, yaitu asisten rumah tangga kami, Mbak. Jadi, jika saya pribadi tidak merespons langsung, bukan berarti saya menolak atau mempersulit. Silakan saja melalui Mbak. Dan sekali lagi saya tegaskan, kami baru saja bertemu empat hari yang lalu, jadi sangat jelas bahwa tidak ada penolakan atau pembatasan akses," jelasnya dengan rinci.

Dengan nada yang lebih tegas, Wardatina Mawa kembali menekankan bantahannya terhadap isu pembatasan akses yang dituduhkan kepadanya. "Tidak ada sama sekali pembatasan akses terhadap Insanul Fahmi untuk bertemu dengan anak kami. Pernyataan tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah," pungkasnya dengan tegas, mengakhiri klarifikasinya mengenai isu sensitif tersebut.

Lebih jauh, Wardatina menguraikan bahwa dinamika hubungannya dengan Insanul Fahmi saat ini memang kompleks dan penuh tantangan. Ia menekankan bahwa fokus utamanya adalah memastikan kesejahteraan dan perkembangan optimal bagi sang anak, di tengah ketidaksepakatan yang masih terjadi antara dirinya dan Insanul Fahmi mengenai berbagai aspek kehidupan rumah tangga dan pengasuhan. Ia mengakui bahwa komunikasi langsung antara dirinya dan Insanul Fahmi memang jarang terjadi, namun hal ini bukan berarti ia sengaja menciptakan jarak atau menghalangi hak seorang ayah untuk bertemu anaknya.

"Prioritas utama saya adalah anak kami. Segala keputusan yang saya ambil selalu berdasarkan apa yang terbaik untuk tumbuh kembangnya, baik secara fisik maupun mental. Dalam situasi seperti ini, terkadang sulit untuk mencapai kesepakatan bersama. Namun, bukan berarti saya menutup diri atau bersikap egois. Justru, saya berusaha keras untuk menjaga agar anak kami tidak terlalu terdampak oleh perselisihan yang ada," ujar Wardatina. Ia menambahkan, "Jika memang ada keinginan dari Insanul Fahmi untuk bertemu, mekanisme melalui perantara, yaitu Mbak, sudah ada dan berjalan. Itu adalah solusi yang kami sepakati agar pertemuan tetap bisa terjadi tanpa harus memperkeruh suasana yang sudah ada. Selama ini, pertemuan tersebut sudah terlaksana, dan kami baru saja bertemu empat hari yang lalu. Jadi, tuduhan bahwa saya mempersulit itu sangat tidak berdasar."

Wardatina juga mengkritisi cara Insanul Fahmi menyampaikan keluhannya kepada publik. Menurutnya, alangkah lebih baik jika setiap permasalahan diselesaikan melalui jalur komunikasi yang konstruktif dan tertutup, bukan melalui pernyataan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan fitnah. "Saya merasa sedih ketika mendengar pernyataan beliau yang disebarkan ke publik. Seharusnya, sebagai orang tua, kita bisa duduk bersama, berbicara dari hati ke hati, dan mencari solusi terbaik untuk anak kita. Menyampaikan keluhan di media sosial atau kepada pihak lain hanya akan memperkeruh keadaan dan menimbulkan asumsi-asumsi negatif dari masyarakat. Apalagi di bulan puasa ini, mari kita jaga lisan dan hati kita," tuturnya dengan nada prihatin.

Ia menegaskan kembali bahwa dirinya tidak memiliki niat sedikit pun untuk menghalangi hak seorang ayah untuk berinteraksi dengan anaknya. "Saya selalu percaya pada pentingnya peran seorang ayah dalam kehidupan seorang anak. Saya tidak akan pernah menghalangi hal tersebut. Namun, saya juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak kami dari potensi dampak negatif yang mungkin timbul akibat ketidaksepakatan orang tua. Pertemuan yang terjadi melalui perantara adalah bentuk kompromi yang saya lakukan, agar semuanya berjalan lebih tertib dan terkendali," jelas Wardatina.

Mengenai laporan yang diajukan ke Polda Metro Jaya, Wardatina enggan merinci lebih jauh mengenai substansinya, namun ia berharap proses hukum ini dapat memberikan kejelasan dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Ia kembali menekankan pentingnya doa dan dukungan moral dari masyarakat.

"Saya tidak bisa berbicara banyak mengenai detail laporan saya saat ini, karena prosesnya masih berjalan. Yang terpenting bagi saya adalah keadilan dapat ditegakkan. Saya hanya bisa memohon doa dari teman-teman semua agar segala proses ini berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang terbaik. Semoga apa yang saya perjuangkan ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang, dan semoga kita semua dijauhkan dari fitnah dan kesalahpahaman," tutup Wardatina Mawa, seraya mengakhiri wawancara dengan senyum yang sedikit memaksakan, namun tetap menunjukkan keteguhan hatinya.