0

Vini Oh Vini, Lagi-lagi Gagal Cetak Gol, Apa yang Terjadi?

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Di tengah gegap gempita kemenangan besar Real Madrid 5-1 atas Real Betis di Santiago Bernabeu pada Minggu, 4 Januari 2026 dini hari WIB, sebuah catatan minor kembali menghantui nama Vinicius Junior. Penyerang muda Brasil ini kembali gagal mencatatkan namanya di papan skor, sebuah fenomena yang semakin mengundang tanya dan kekhawatiran di kalangan Madridista. Padahal, performa tim secara keseluruhan patut diacungi jempol, dengan Gonzalo Garcia tampil gemilang sebagai bintang lapangan lewat hat-tricknya, disempurnakan oleh dua gol dari Raul Asencio dan Fran Garcia. Kemenangan ini memang krusial, menjaga Real Madrid tetap menempel ketat Barcelona di posisi kedua klasemen La Liga Spanyol dengan raihan 45 poin dari 19 pertandingan. Namun, di balik euforia gol-gol indah dan permainan kolektif yang memukau, bayang-bayang mandulnya Vinicius semakin terasa.

Ini bukan kali pertama Vinicius mengalami paceklik gol. Pertandingan melawan Real Betis ini menandai pertandingan ke-15 berturut-turut baginya tanpa mampu mencetak gol. Terakhir kali Vinicius berhasil menjebol gawang lawan adalah pada tanggal 4 Oktober lalu, saat Real Madrid meraih kemenangan 3-1 atas Villarreal, di mana ia menyumbangkan dua gol. Sejak momen tersebut, performa mencetak gol Vinicius seolah mandek. Meskipun demikian, ia masih mampu memberikan kontribusi melalui assist, dengan total empat assist di berbagai ajang. Namun, catatan assist tersebut tentu tidak bisa menutupi minimnya gol yang merupakan tugas utama seorang penyerang. Tak heran, ketika namanya diganti oleh Franco Mastantuono pada menit ke-77, Vinicius harus menerima sorakan yang bernada kekecewaan dari publik Santiago Bernabeu.

Namun, di tengah sorotan negatif tersebut, sang pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, tampil membela anak asuhnya. Alonso menekankan bahwa Vinicius telah menunjukkan performa yang baik, terutama di babak pertama pertandingan melawan Betis. Alonso menyoroti bagaimana Vinicius mampu merepotkan pertahanan lawan, bahkan memaksa bek kanan Real Betis, Angel Ortiz, untuk diganti lebih awal karena menerima kartu kuning. "Saya rasa Vini berkontribusi besar di laga kontra Betis. Dia memulai laga dengan baik, dia membuat Ortiz dikartu kuning, jadi mereka harus mengganti bek kanan," ujar Alonso seperti yang dikutip oleh ESPN. Alonso menambahkan bahwa Vinicius memiliki potensi berbahaya, khususnya di paruh pertama pertandingan, dan ia yakin Vinicius akan terus menunjukkan kontribusi positif bagi tim. "Vini berbahaya sekali, khususnya di babak pertama. Dia akan terus seperti itu, berkontribusi untuk tim. Saya suka gaya main, kepribadian Vini. Dia akan sangat penting untuk kami karena kami akan menghadapi Atletico di Piala Super Spanyol," tegas Alonso, menunjukkan keyakinannya pada peran krusial Vinicius dalam menghadapi pertandingan penting berikutnya.

Meskipun demikian, pertanyaan mengenai penyebab mandulnya gol Vinicius terus bergulir. Beberapa faktor mungkin berperan dalam performa kurang produktif ini. Salah satunya adalah tekanan yang semakin besar seiring dengan ekspektasi tinggi yang disematkan pada pemain muda berbakat seperti Vinicius. Sebagai pemain yang seringkali menjadi sorotan, setiap penampilannya selalu dianalisis secara mendalam. Ketika performa mencetak golnya menurun, perhatian media dan penggemar tentu akan semakin intens. Hal ini bisa saja menciptakan beban mental tambahan bagi Vinicius, yang pada akhirnya mempengaruhi ketenangannya di depan gawang. Selain itu, perubahan taktik atau peran dalam tim juga bisa menjadi faktor. Terkadang, seorang pemain yang ditugaskan untuk fokus pada tugas bertahan atau membuka ruang bagi rekan setimnya mungkin akan mengorbankan kesempatan mencetak golnya sendiri.

Analisis lebih dalam terhadap gaya bermain Vinicius juga perlu dilakukan. Meskipun memiliki kecepatan dan kemampuan dribbling yang luar biasa, Vinicius terkadang masih sering mengambil keputusan yang kurang tepat saat berada di area berbahaya. Ia bisa saja terlalu lama menguasai bola, mencoba melakukan dribbling melewati terlalu banyak pemain, atau melepaskan tembakan dari sudut yang sulit. Kurangnya ketajaman dalam penyelesaian akhir juga bisa menjadi masalah yang perlu dibenahi. Meskipun ia seringkali menciptakan peluang, konversi peluang tersebut menjadi gol masih menjadi pekerjaan rumah yang besar baginya. Pelatih dan staf teknis Real Madrid perlu bekerja keras untuk membantunya meningkatkan aspek-aspek ini, baik melalui latihan individu maupun analisis video.

Perbandingan dengan musim-musim sebelumnya juga menunjukkan adanya tren yang mengkhawatirkan. Pada musim 2023-2024, Vinicius sempat menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah gol yang dicetaknya. Ia menjadi salah satu ancaman utama lini serang Real Madrid dan seringkali menjadi penentu kemenangan. Namun, memasuki musim 2025-2026 ini, performanya tampaknya mengalami penurunan drastis dalam hal gol. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk cedera yang mungkin pernah dialaminya, atau bahkan adaptasi lawan terhadap gaya bermainnya. Tim-tim lawan kini mungkin sudah lebih memahami cara meredam Vinicius, dengan menerapkan penjagaan ketat dan taktik khusus untuk mematikannya.

Di sisi lain, pujian dari Xabi Alonso patut menjadi catatan positif. Alonso, sebagai pelatih yang dikenal dengan filosofi sepak bola menyerang dan pengembangan pemain muda, jelas melihat potensi besar dalam diri Vinicius. Pembelaannya menunjukkan bahwa ia masih memiliki kepercayaan penuh pada kemampuan pemainnya. Dukungan dari pelatih adalah elemen krusial bagi seorang pemain muda yang sedang mengalami masa sulit. Alonso tampaknya mencoba untuk membangun kembali kepercayaan diri Vinicius dengan menyoroti kontribusi lain yang diberikannya kepada tim, seperti kemampuannya dalam menciptakan ruang dan merepotkan pertahanan lawan. Hal ini menunjukkan pendekatan yang holistik dari Alonso, yang tidak hanya fokus pada statistik gol, tetapi juga pada dampak keseluruhan pemain di lapangan.

Pertandingan mendatang, khususnya melawan Atletico Madrid di Piala Super Spanyol, akan menjadi ujian penting bagi Vinicius. Jika ia mampu bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik, ini akan menjadi titik balik yang krusial bagi musimnya. Kemampuan Vinicius untuk bermain di bawah tekanan dan memberikan kontribusi signifikan dalam pertandingan besar sangatlah dinantikan. Ia perlu membuktikan bahwa ia masih memiliki ketajaman yang sama seperti sebelumnya dan mampu menjadi solusi bagi lini serang Real Madrid. Dukungan dari rekan-rekan setimnya juga akan sangat berarti. Kolaborasi yang lebih baik dengan pemain lain, seperti Jude Bellingham, Rodrygo, atau Kylian Mbappé jika ia bergabung, bisa membantu Vinicius kembali menemukan sentuhan golnya.

Dalam konteks yang lebih luas, kasus Vinicius Junior ini mengingatkan kita bahwa perjalanan seorang pesepakbola profesional tidak selalu mulus. Ada masa-masa naik dan turun, masa-masa penuh sorotan dan masa-masa yang membutuhkan kesabaran serta kerja keras. Bagi Vinicius, ini adalah saatnya untuk membuktikan ketangguhannya. Dengan bakat yang dimilikinya, dukungan dari klub, dan kerja keras yang berkelanjutan, tidak menutup kemungkinan Vinicius akan segera menemukan kembali ketajamannya di depan gawang. Madridista tentu berharap demikian, karena ketika Vinicius bermain dalam performa terbaiknya, ia adalah salah satu pemain paling menghibur dan berbahaya di dunia sepak bola. Pertanyaan "lagi kenapa sih?" yang dilontarkan di awal berita, semoga segera terjawab dengan gol-gol indah dan performa gemilang Vinicius di pertandingan-pertandingan selanjutnya.