BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Mantan gelandang Tottenham Hotspur, Rafael van der Vaart, melontarkan kritik pedas terhadap kualitas skuad Arsenal saat ini. Menurutnya, The Gunners, yang saat ini memuncaki klasemen Liga Inggris, tidak memiliki pemain berstatus "kelas dunia". Bahkan, Van der Vaart berpendapat bahwa para pemain Arsenal yang ada sekarang tidak akan mampu bersinar di klub sebesar Real Madrid. Pernyataan ini muncul setelah Arsenal mengalami penurunan performa dalam beberapa laga terakhir, termasuk dua hasil imbang beruntun yang berujung pada terpangkasnya keunggulan mereka di puncak klasemen.
Performa Arsenal belakangan ini memang menjadi sorotan. Setelah sempat nyaman memimpin klasemen Liga Inggris dengan jarak poin yang cukup signifikan, rentetan hasil imbang mulai mengikis keunggulan mereka. Yang terbaru, Arsenal ditahan imbang oleh tim juru kunci, Wolverhampton Wanderers, dengan skor 2-2. Padahal, dalam pertandingan tersebut, Arsenal sempat unggul dua gol lebih dulu. Hasil imbang ini membuat keunggulan mereka di puncak klasemen kini hanya berselisih lima poin dari Manchester City. Peluang Manchester City untuk semakin mendekat semakin terbuka lebar jika mereka berhasil memenangkan pertandingan melawan Newcastle United. Situasi ini kembali memunculkan perdebatan mengenai kekuatan mental Arsenal, terutama mengingat sejarah mereka di masa lalu di mana mereka juga pernah gagal mempertahankan posisi puncak klasemen meskipun sempat memimpin cukup lama.
Rafael van der Vaart, yang pernah merasakan atmosfer sepak bola Inggris bersama Tottenham Hotspur, melihat kurangnya pemain berstatus "kelas dunia" sebagai salah satu hambatan utama bagi Arsenal. Ia secara tegas menyatakan persetujuannya dengan pandangan yang sama dari Wayne Rooney. Van der Vaart mengakui bahwa Arsenal memiliki banyak pemain yang bagus dan berbakat, namun ia menggarisbawahi bahwa kualitas tersebut belum mencapai level "kelas dunia". Menurutnya, menjadi pemain kelas dunia bukan hanya tentang kemampuan teknis dan performa di lapangan, tetapi juga mencakup mentalitas dan sikap yang tangguh.
"Arsenal tidak punya pemain kelas dunia, saya setuju dengan Wayne Rooney," ujar Van der Vaart seperti dilansir Metro. Pernyataan ini mencerminkan pandangannya yang mendalam terhadap komposisi skuad Arsenal. Ia melanjutkan, "Mungkin lebih baik bilang kalau Arsenal punya ‘bintang’ di timnya, mereka punya pemain-pemain yang bagus banget, tapi tidak ada yang kelas dunia." Frasa "bintang" yang digunakan Van der Vaart menyiratkan bahwa para pemain Arsenal mungkin memiliki kualitas individu yang menonjol dan mampu memberikan kontribusi positif, namun belum mencapai standar elite yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi secara konsisten dan dalam situasi yang paling menekan.
Lebih lanjut, Van der Vaart memberikan analisis mendalam mengenai apa yang membedakan pemain "bagus" dengan pemain "kelas dunia". "Untuk jadi pemain kelas dunia, itu bukan cuma soal performa, Anda butuh sikap di lapangan," tegasnya. Kalimat ini menyoroti pentingnya aspek mentalitas, keberanian, dan determinasi dalam menghadapi tekanan pertandingan. Pemain kelas dunia tidak hanya mampu tampil baik saat tim sedang unggul atau dalam kondisi nyaman, tetapi juga mampu bangkit dari ketertinggalan, memimpin rekan-rekannya, dan bermain dengan konsistensi tinggi di bawah sorotan publik dan ekspektasi yang besar. Sikap di lapangan, dalam konteks ini, bisa diartikan sebagai kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan, membuat keputusan yang tepat di momen krusial, dan memiliki determinasi untuk terus berjuang hingga peluit akhir berbunyi.
Van der Vaart kemudian mencoba membayangkan bagaimana para pemain Arsenal saat ini akan beradaptasi jika bermain di klub yang jauh lebih besar dengan tuntutan yang lebih tinggi. Ia menggunakan perumpamaan "menantu ideal" yang umum digunakan di Belanda untuk menggambarkan pemain yang baik, sopan, dan disukai banyak orang, namun mungkin kurang memiliki "gigitan" atau ketangguhan yang dibutuhkan di panggung terbesar. "Ketika saya melihat ke tim Arsenal ini, mereka semua ‘menantu ideal’, seperti yang kami bilang di Belanda, mereka bisa main bagus tapi saya kira tidak ada dari mereka yang akan sukses kalau ke Real Madrid karena mentalitasnya jauh lebih berat dan di sana ada tekanan yang lebih besar," katanya menambahkan.
Perbandingan dengan Real Madrid menjadi sangat relevan. Real Madrid adalah salah satu klub tersukses dan paling prestisius di dunia, dengan sejarah panjang dalam meraih trofi dan selalu dihuni oleh pemain-pemain terbaik dari berbagai penjuru dunia. Tuntutan di Santiago Bernabeu sangatlah tinggi; setiap pemain diharapkan untuk selalu memberikan yang terbaik, tidak hanya dalam hal kemampuan individu, tetapi juga dalam hal mentalitas untuk menghadapi tekanan media, ekspektasi penggemar, dan persaingan internal yang ketat. Van der Vaart berpendapat bahwa pemain-pemain Arsenal saat ini, meskipun memiliki kualitas, mungkin akan kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan seperti itu.
Komentar Van der Vaart ini bukan hanya sekadar kritik dangkal, melainkan sebuah analisis yang mencoba menggali akar permasalahan di balik performa Arsenal yang terkadang inkonsisten. Ia mengaitkan hasil yang kurang memuaskan dengan ketiadaan pemain yang memiliki "mentalitas kelas dunia" yang mampu mengangkat tim di saat-saat krusial. Dalam konteks perebutan gelar juara Liga Inggris, di mana setiap poin sangat berharga, memiliki pemain yang bisa menjadi pembeda di pertandingan sulit menjadi sangat penting. Pemain kelas dunia seringkali menjadi penentu kemenangan, mampu menciptakan peluang dari situasi yang sulit, atau bahkan mencetak gol penentu di menit-menit akhir.
Kekhawatiran tentang kekuatan mental Arsenal bukanlah hal baru. Musim lalu, mereka juga sempat memimpin klasemen untuk waktu yang lama sebelum akhirnya disalip oleh Manchester City. Pengalaman tersebut seharusnya menjadi pelajaran berharga, namun rentetan hasil imbang baru-baru ini menunjukkan bahwa masalah tersebut mungkin masih menghantui skuad asuhan Mikel Arteta. Van der Vaart, dengan pengalamannya sebagai pemain top di era modern, tampaknya melihat pola yang sama, dan ia berani menyuarakan opininya secara terbuka.
Penting untuk dicatat bahwa pernyataan Van der Vaart tidak berarti bahwa pemain Arsenal tidak memiliki kualitas sama sekali. Sebaliknya, ia mengakui bahwa mereka adalah "pemain-pemain yang bagus banget". Namun, dalam sepak bola profesional tingkat tertinggi, perbedaan antara "bagus" dan "kelas dunia" bisa sangat tipis namun berdampak besar. Pemain kelas dunia adalah mereka yang secara konsisten tampil di level elite, mampu memberikan dampak signifikan pada pertandingan, dan seringkali menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya. Mereka adalah tipe pemain yang membuat perbedaan ketika tim membutuhkan sesuatu yang ekstra.
Lebih lanjut, perbandingan dengan Real Madrid juga menggarisbawahi pentingnya faktor mentalitas dalam sepak bola. Di klub-klub raksasa, tekanan untuk selalu menang adalah konstan. Kegagalan sekecil apapun bisa menjadi sorotan tajam. Pemain yang mampu mengatasi tekanan tersebut, tidak terpengaruh oleh kritik, dan tetap fokus pada tujuan tim adalah aset yang tak ternilai. Van der Vaart merasa bahwa pemain-pemain Arsenal saat ini mungkin belum sepenuhnya memiliki ketahanan mental tersebut untuk menghadapi lingkungan yang jauh lebih menuntut.
Sebagai penutup, pandangan Rafael van der Vaart ini memberikan perspektif yang menarik mengenai kekuatan skuad Arsenal. Meskipun mereka memiliki potensi besar dan telah menunjukkan performa yang mengesankan di sebagian besar musim, kritik mengenai ketiadaan pemain "kelas dunia" dan keraguan terhadap kekuatan mental mereka patut direnungkan. Apakah Arsenal dapat mengatasi tantangan ini dan membuktikan bahwa mereka memiliki kedalaman skuad dan mentalitas yang cukup untuk meraih gelar juara, ataukah komentar Van der Vaart akan terbukti benar, hanya waktu yang dapat menjawabnya. Namun, yang jelas, perdebatan mengenai kualitas skuad Arsenal dan mentalitas mereka akan terus berlanjut seiring dengan berjalannya sisa musim.

