0

Valve Pastikan Peluncuran Steam Machine Tetap di 2026

Share

Valve Corporation, pengembang game dan platform distribusi digital terkemuka, secara resmi mengonfirmasi bahwa peluncuran perangkat gaming terbarunya, Steam Machine, akan tetap dilakukan pada tahun 2026. Kepastian ini mengakhiri spekulasi penundaan yang sempat beredar, memberikan angin segar bagi para penggemar gaming yang telah lama menantikan kehadiran inovasi dari perusahaan di balik Steam Deck ini.

Konfirmasi ini datang langsung dari postingan blog resmi Valve, "Steam Year In Review 2025", yang dirilis pada Minggu (8/3/2026). Dalam pernyataan tersebut, Valve secara tegas menyatakan komitmennya untuk menghadirkan tidak hanya Steam Machine, tetapi juga dua produk baru lainnya, kemungkinan besar termasuk Steam Frame, dalam jadwal yang telah ditentukan. "Baru-baru ini kami menyampaikan bahwa ada tantangan terkait kekurangan memori dan penyimpanan, tetapi kami akan mengirimkan ketiga produk tersebut tahun ini. Informasi lebih lanjut akan dibagikan seiring kami menyelesaikan rencana kami," ujar Valve, dikutip dari situs resminya.

Sebelumnya, proyek Steam Machine memang sempat menghadapi ketidakpastian signifikan. Pada November lalu, Valve mengisyaratkan adanya penundaan potensial akibat krisis pasokan memori RAM global. Krisis ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan dipicu oleh lonjakan permintaan yang fenomenal dari sektor pusat data Artificial Intelligence (AI). Sejak paruh kedua tahun 2025, permintaan akan memori, terutama jenis DDR5 dan HBM (High Bandwidth Memory), melonjak drastis karena kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat.

Sebagian besar model AI, mulai dari model bahasa besar (LLM) hingga sistem pembelajaran mendalam lainnya, sangat bergantung pada kapasitas memori yang besar dan kecepatan transfer data yang tinggi untuk memproses triliunan parameter dan dataset yang masif. Pusat data AI yang dibangun di seluruh dunia, oleh raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, Amazon, dan Meta, membutuhkan memori dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Permintaan kolosal ini, didukung oleh investasi triliunan dolar dari para perusahaan AI, membuat produsen memori mengalihkan fokus dan kapasitas produksi mereka. Mereka memprioritaskan kontrak dengan perusahaan-perusahaan AI yang menawarkan modal besar dan volume pesanan yang masif, meninggalkan pasar konsumen dan industri gaming dengan pasokan yang terbatas dan harga yang melonjak.

Situasi ini tentu saja menimbulkan tantangan berat bagi Valve. Mereka kesulitan tidak hanya dalam mengamankan pasokan RAM yang memadai dengan harga yang wajar, tetapi juga dalam menentukan struktur harga yang kompetitif dan tanggal rilis yang realistis untuk Steam Machine dan Steam Frame. Kenaikan harga RAM secara signifikan akan secara langsung memengaruhi biaya produksi Steam Machine, yang pada gilirannya akan membuat perangkat tersebut kurang terjangkau bagi konsumen, bertentangan dengan filosofi "PC kelas menengah yang berfokus pada game dan dirancang agar lebih terjangkau daripada PC desktop biasa." Ketidakpastian ini sempat membuat Valve ragu apakah mereka bisa memenuhi target peluncuran pada tahun 2026.

Namun, dengan pengumuman terbaru ini, Valve tampaknya telah berhasil menavigasi badai pasokan tersebut. Detail mengenai bagaimana Valve berhasil mengatasi tantangan ini belum diungkapkan secara spesifik, namun ada indikasi bahwa negosiasi yang intens dengan pemasok atau stabilisasi pasar memori pada awal 2026 telah memungkinkan mereka untuk mengamankan komponen yang diperlukan. Hal ini menunjukkan kekuatan negosiasi Valve sebagai salah satu pemain besar di industri gaming, serta mungkin adanya peningkatan produksi memori secara global yang mulai mengejar ketertinggalan dari permintaan.

Steam Machine dirancang untuk mengisi ceruk pasar yang unik: sebuah PC kelas menengah yang berfokus pada game, namun lebih terjangkau dan mudah diakses dibandingkan merakit PC desktop gaming dari awal. Konsep ini sejatinya bukanlah hal baru bagi Valve, mengingat upaya mereka sebelumnya dengan SteamOS pada tahun 2013 yang sayangnya kurang sukses. Tujuannya adalah membawa pengalaman gaming PC ke ruang tamu dengan kemudahan plug-and-play layaknya konsol, namun tetap mempertahankan fleksibilitas ekosistem PC dan Steam, termasuk akses ke ribuan game melalui Steam Store dan dukungan untuk berbagai periferal.

Meskipun demikian, para gamer diingatkan untuk tidak terlalu berharap bahwa harga Steam Machine akan sangat murah. Peringatan ini disampaikan oleh Lawrence Yang, Head of UX/Product Design, dan Pierre-Loup Griffais, seorang programmer senior di Valve, dalam sebuah episode The Friends Per Second Podcast bersama Jake Baldino di kanal YouTube Skill Up pada tanggal 24 November 2025. Keduanya menjelaskan strategi penetapan harga untuk teknologi baru perusahaan.

"Saya pikir jika merakit PC dari komponen-komponen dan mencapai tingkat performa yang pada dasarnya sama, itulah kisaran harga umum yang ingin kami capai," kata Griffais saat itu. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Valve ingin menempatkan Steam Machine sebagai alternatif yang menarik bagi mereka yang mempertimbangkan untuk merakit PC gaming sendiri, namun tanpa kerumitan perakitan dan konfigurasi. Griffais menekankan bahwa Steam Machine akan cukup kompetitif soal harga. Dirinya menyampaikan akan memberikan penawaran yang cukup bagus kepada gamer, menyiratkan bahwa meskipun tidak "murah" dalam artian absolut, harganya akan sepadan dengan performa dan fitur yang ditawarkan. "Tetapi kami sedang menyempurnakannya saat ini. Dan saat ini sulit untuk mendapatkan gambaran yang pasti tentang harganya karena ada banyak hal yang berbeda. Banyak faktor eksternal," jelas Griffais, merujuk pada fluktuasi harga komponen dan kondisi pasar global yang tidak stabil.

Proyek Steam Machine ini menjadi sorotan utama, menandai upaya kedua Valve untuk menempatkan SteamOS sebagai pusat hiburan di ruang tamu, menyusul kegagalan iterasi pertamanya pada tahun 2013. Kali ini, Valve belajar dari pengalaman dan menghadirkan perangkat yang jauh lebih matang dan bertenaga. Dalam bentuk kubus kompak dengan berat hanya 2,6 kg, perangkat ini diklaim membawa performa yang secara signifikan lebih kuat.

Salah satu klaim paling mencolok adalah bahwa Steam Machine akan enam kali lebih kuat dibandingkan Steam Deck. Angka ini menunjukkan lompatan performa yang masif, yang berarti Steam Machine akan mampu menjalankan game-game AAA modern pada resolusi dan framerate yang jauh lebih tinggi daripada perangkat handheld Valve. Ini membuka peluang untuk pengalaman gaming 4K, ray tracing yang lebih baik, dan mungkin juga dukungan VR yang lebih mumpuni, menjadikannya pilihan serius bagi para gamer yang mencari pengalaman visual imersif tanpa investasi PC high-end.

Meskipun Valve telah mengkonfirmasi peluncuran, detail spesifikasi teknis lengkap Steam Machine masih dirahasiakan. Namun, berdasarkan klaim "enam kali lebih kuat dari Steam Deck" dan targetnya sebagai "PC kelas menengah", kita bisa berspekulasi mengenai beberapa komponen kunci. Kemungkinan besar, Steam Machine akan ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen terbaru yang dioptimalkan, dipadukan dengan GPU diskrit dari AMD Radeon seri menengah ke atas, seperti Radeon RX 7700 XT atau bahkan RX 7800 XT, atau mungkin pula varian NVIDIA GeForce RTX 40-series yang setara. Untuk memori, meskipun ada krisis RAM, Valve kemungkinan akan menyematkan setidaknya 16GB atau 32GB RAM DDR5 berkecepatan tinggi untuk memenuhi kebutuhan gaming modern. Penyimpanan akan didominasi oleh SSD NVMe berkapasitas besar, mungkin mulai dari 512GB hingga 1TB atau lebih, untuk memastikan waktu loading yang cepat dan responsivitas sistem yang optimal.

Sistem operasi yang digunakan tentu saja adalah SteamOS, sebuah distribusi Linux yang dirancang khusus untuk gaming, dengan antarmuka pengguna Big Picture Mode yang dioptimalkan untuk layar TV. Ini memungkinkan pengguna mengakses perpustakaan game Steam mereka dengan mudah, serta memanfaatkan fitur-fitur seperti Remote Play dan Proton untuk kompatibilitas game Windows, memperluas jangkauan game yang bisa dimainkan secara native di Steam Machine.

Selain Steam Machine, blog "Steam Year In Review 2025" juga menyebutkan dua produk baru lainnya yang akan dikirimkan tahun ini. Meskipun detailnya minim, salah satu di antaranya kemungkinan besar adalah "Steam Frame". Berdasarkan rumor dan pola inovasi Valve, Steam Frame bisa jadi adalah perangkat yang berfokus pada streaming game, mirip dengan Apple TV atau NVIDIA Shield, namun terintegrasi penuh dengan ekosistem Steam. Atau mungkin, ini adalah perangkat yang lebih kecil dan lebih terjangkau, dirancang untuk melengkapi Steam Machine atau Steam Deck di lingkungan multi-ruangan, memungkinkan streaming game dari PC atau Steam Machine utama ke TV lain di rumah.

Peluncuran Steam Machine pada tahun 2026 diperkirakan akan memiliki dampak signifikan di pasar gaming. Ini akan memberikan alternatif menarik bagi gamer yang ingin menikmati pengalaman PC gaming tanpa harus merakit atau mengelola sistem yang kompleks, serta menjanjikan performa yang jauh melampaui konsol generasi saat ini. Dengan harga yang kompetitif dan performa yang tangguh, Steam Machine berpotensi menjembatani kesenjangan antara konsol gaming dan PC gaming high-end, menawarkan nilai lebih bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara kemudahan penggunaan dan kekuatan komputasi.

Dengan kepastian peluncuran ini, Valve telah menetapkan panggung untuk tahun 2026 yang penuh gejolak di dunia gaming. Para gamer kini menantikan pengungkapan lebih lanjut mengenai spesifikasi detail, harga final, dan tanggal rilis pasti dari Steam Machine dan produk-produk baru lainnya. Komitmen Valve menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan global, inovasi tetap menjadi inti strategi mereka untuk memperkaya ekosistem Steam dan pengalaman gaming bagi jutaan penggunanya di seluruh dunia.