BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Legenda balap motor asal Italia yang tak lekang oleh waktu, Valentino Rossi, akhirnya menginjakkan kakinya untuk pertama kalinya di Sirkuit Mandalika yang megah di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sang "The Doctor", yang telah meninggalkan jejak tak terhapuskan dalam sejarah MotoGP, kali ini menjajal lintasan kebanggaan Indonesia tersebut dengan tunggangan superbike Yamaha R1 GYTR Pro yang memiliki spesifikasi setara dengan motor World Superbike (WSBK). Pengalaman ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah kesempatan untuk merasakan langsung kualitas dan tantangan yang ditawarkan oleh salah satu sirkuit terbaru di kancah balap internasional.
Selama sesi pengetesan yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, aura kenikmatan terpancar jelas dari raut wajah Valentino Rossi. Ia terlihat begitu larut dalam setiap tikungan dan setiap lintasan lurus yang dilaluinya. Lebih mengesankan lagi, catatan waktu yang berhasil diraihnya tak terpaut jauh dari para muridnya yang jauh lebih muda dan masih aktif berkompetisi di level tertinggi balap motor. Ini menunjukkan bahwa meskipun telah pensiun dari MotoGP, "skill" dan insting balap The Doctor masih tetap tajam dan mumpuni. Kehadirannya di Mandalika bukan hanya untuk sekadar bersenang-senang, tetapi juga untuk memberikan masukan berharga bagi pengembangan sirkuit ini.
Setelah menyelesaikan sesi pengetesannya, Valentino Rossi tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Ia mengaku sangat terkesan dengan Sirkuit Mandalika, sebuah lintasan yang berlokasi strategis di tepi laut, menawarkan pemandangan yang memukau sekaligus tantangan balap yang luar biasa. "Sirkuit Mandalika luar biasa, saya sangat menyukainya," ujar Valentino Rossi dengan penuh antusiasme dalam sebuah video yang dibagikan oleh Pertamina Lubricants, dikutip pada hari Jumat, 30 Januari. Pujian yang datang dari seorang legenda sekelas Rossi tentu memiliki bobot yang sangat besar dan menjadi validasi tersendiri bagi kualitas Sirkuit Mandalika.
Rossi kemudian merinci alasan-alasan spesifik mengapa Sirkuit Mandalika begitu berhasil memikat hatinya. Menurutnya, lintasan ini dirancang sedemikian rupa sehingga menuntut para pebalap untuk dapat melaju dengan kecepatan tinggi, mendorong batas kemampuan mereka untuk meraih performa optimal. Kecepatan menjadi elemen kunci di Mandalika, di mana setiap sektor lintasan menawarkan kesempatan untuk memecahkan rekor waktu. Lebih lanjut, Rossi memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas aspal Sirkuit Mandalika. Ia menggambarkan permukaan aspal tersebut sebagai "jempolan", yang berarti rata dan mulus, tanpa adanya "benjolan" atau ketidakrataan yang dapat mengganggu stabilitas motor dan kenyamanan pebalap. Kualitas aspal yang prima ini sangat krusial untuk menjaga performa balap tetap konsisten dan meminimalkan risiko kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi lintasan yang buruk.
"Karena layout-nya sangat menyenangkan, saya benar-benar suka trek ini karena sangat cepat dan mengalir begitu saja. Kemudian juga punya banyak belokan ke arah kanan, lalu aspalnya pun luar biasa, tidak ada undakan. Jadi ini trek yang bagus," kata Rossi, merangkum pengalamannya. Penekanan pada "banyak belokan ke arah kanan" menunjukkan bahwa sirkuit ini memiliki karakteristik yang spesifik dan membutuhkan adaptasi teknis dari para pebalap. Desain yang "mengalir begitu saja" mengindikasikan bahwa transisi antar tikungan dan lintasan lurus terasa harmonis, menciptakan ritme balap yang memuaskan.

Sebagai catatan penting, kedatangan Valentino Rossi ke Mandalika ini tidak datang begitu saja. Ia hadir bersama rombongan besar yang terdiri dari kru tim VR46 Racing Team, para peserta latihan dari VR46 Riders Academy, serta para murid-muridnya yang saat ini sedang aktif berkompetisi di ajang MotoGP. Kehadiran mereka menandakan sebuah momen penting dalam kalender balap, di mana para talenta muda binaan Rossi mendapatkan kesempatan langka untuk berlatih di sirkuit kelas dunia di tanah air mereka sendiri, sambil mendapatkan bimbingan langsung dari sang maestro. Rossi sendiri dijadwalkan akan memimpin jalannya sesi latihan ini hingga hari Jumat, 30 Januari, memberikan transfer ilmu dan pengalaman yang tak ternilai.
Kedatangan Rossi ke Sirkuit Mandalika telah menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh banyak pihak sejak lama. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ini merupakan kunjungan pertamanya ke lintasan yang terletak di tepi Samudra Hindia tersebut. Pada tahun sebelumnya, Rossi terpaksa membatalkan kunjungannya karena kesibukan yang padat dalam perjalanannya sebagai pebalap mobil. Keputusan untuk beralih ke dunia balap mobil setelah gantung helm dari MotoGP menunjukkan dedikasi Rossi yang tak pernah padam terhadap dunia otomotif. Meskipun demikian, keinginan Rossi untuk mengunjungi Sirkuit Mandalika tidak pernah surut.
Dalam berbagai kesempatan, Rossi telah berulang kali mengungkapkan ketertarikannya untuk datang ke Sirkuit Mandalika. Informasi yang ia terima sebelumnya mengenai keindahan pemandangan alam di sekitar sirkuit, ditambah dengan reputasi layout yang menantang, telah membangkitkan rasa ingin tahunya. Ia selalu tertarik dengan sirkuit-sirkuit baru yang menawarkan karakteristik unik dan potensi untuk menyajikan balapan yang spektakuler. Mandalika, dengan lokasinya yang eksotis dan desain lintasannya yang modern, memenuhi kriteria tersebut. Pemandangan laut biru yang membentang di sepanjang sirkuit, ditambah dengan perbukitan hijau yang mengelilingi, menciptakan latar belakang yang dramatis untuk setiap sesi balap. Hal ini tidak hanya memanjakan mata para pebalap, tetapi juga memberikan pengalaman visual yang tak terlupakan bagi para penonton.
Lebih jauh lagi, Rossi menyoroti aspek tantangan teknis dari Sirkuit Mandalika. Ia mengakui bahwa kombinasi tikungan cepat dan lambat, perubahan elevasi, serta area pengereman yang menuntut, akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kemampuan para pebalap dan performa motor. Sirkuit ini tidak hanya mengandalkan kecepatan murni, tetapi juga membutuhkan presisi, keberanian, dan strategi yang matang. "Saya selalu tertarik dengan sirkuit-sirkuit yang menantang, yang membutuhkan keseimbangan antara kecepatan, teknik, dan keberanian. Mandalika tampaknya memiliki semua itu," ujar Rossi dalam sebuah wawancara terpisah sebelum kedatangannya. Ia juga menambahkan bahwa sirkuit seperti Mandalika sangat penting untuk perkembangan olahraga balap motor secara global, karena memberikan wadah baru bagi para pebalap untuk menguji kemampuan mereka dan menarik minat penggemar baru.
Kunjungan Valentino Rossi ke Sirkuit Mandalika juga memiliki implikasi yang lebih luas bagi pariwisata dan citra Indonesia di mata dunia. Kehadiran seorang ikon global seperti Rossi secara otomatis menarik perhatian media internasional dan jutaan penggemar balap di seluruh dunia. Hal ini secara signifikan meningkatkan publisitas Sirkuit Mandalika dan Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga yang menarik. Promosi tak langsung semacam ini jauh lebih efektif daripada kampanye pemasaran berbayar manapun. Potensi ekonomi yang dihasilkan dari kedatangan wisatawan, baik domestik maupun internasional, untuk menyaksikan balapan di Mandalika juga sangat besar.
Rossi, yang dikenal sebagai seorang "developer" bakat muda melalui VR46 Riders Academy, juga melihat potensi besar Sirkuit Mandalika sebagai tempat latihan dan pengembangan bagi para pebalap muda Indonesia. Ia percaya bahwa dengan adanya sirkuit kelas dunia seperti Mandalika, para pebalap muda tanah air akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berlatih, meningkatkan kemampuan mereka, dan bahkan berpotensi untuk menembus kancah balap internasional. "Saya melihat banyak potensi di Indonesia, banyak pembalap muda yang berbakat. Memiliki fasilitas seperti Mandalika akan menjadi dorongan besar bagi mereka untuk meraih impian mereka," kata Rossi.

Lebih jauh lagi, pengalaman Rossi di Mandalika ini juga memberikan pandangan mendalam mengenai bagaimana sirkuit ini dapat dioptimalkan untuk berbagai jenis balapan, tidak hanya MotoGP, tetapi juga Superbike, dan bahkan balap mobil. Fleksibilitas desain Sirkuit Mandalika menjadikannya aset berharga bagi Indonesia dalam upaya menarik berbagai kejuaraan otomotif internasional. Kualitas aspal yang diakui oleh Rossi, misalnya, sangat krusial untuk keselamatan dan performa dalam balap mobil yang memiliki tuntutan berbeda dari balap motor.
Selain aspek teknis dan balap, Rossi juga tak lupa mengapresiasi keindahan alam Mandalika. Ia sempat terlihat menikmati pemandangan laut yang memesona dari sudut-sudut tertentu sirkuit. "Pemandangan di sini sungguh luar biasa. Kombinasi antara sirkuit yang menantang dan keindahan alam yang spektakuler ini menciptakan pengalaman yang tak terlupakan," ungkapnya. Pengalaman multi-dimensi ini menjadikan Mandalika bukan hanya sekadar lintasan balap, tetapi juga destinasi wisata yang komprehensif.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pertamina Lubricants, yang menjadi mitra dalam penyelenggaraan acara ini, juga patut diapresiasi. Kolaborasi semacam ini menunjukkan komitmen bersama untuk memajukan olahraga otomotif di Indonesia dan memberikan pengalaman terbaik bagi para pebalap dan penggemar. Keterlibatan BUMN seperti Pertamina dalam sponsoring acara internasional seperti ini juga menunjukkan peran strategis mereka dalam mendukung agenda nasional.
Secara keseluruhan, pujian yang dilontarkan oleh Valentino Rossi terhadap Sirkuit Mandalika bukan sekadar basa-basi. Ia adalah seorang profesional yang sangat memahami seluk-beluk dunia balap, dan pengakuannya terhadap kualitas aspal, keseruan layout, serta keindahan pemandangannya, merupakan bukti nyata bahwa Sirkuit Mandalika memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sirkuit terbaik di dunia. Pengalaman langsung The Doctor di lintasan ini akan menjadi bekal berharga bagi penyelenggara dan pihak-pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitas Sirkuit Mandalika di masa mendatang, demi menyambut berbagai kejuaraan bergengsi dunia. Kehadiran Rossi menjadi simbol pengakuan internasional bagi Sirkuit Mandalika, membuka lembaran baru bagi dunia balap motor Indonesia di kancah global.

