BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Duel akbar antara Liverpool dan Manchester City di babak pertama berakhir tanpa gol, dengan skor imbang 0-0 menggantung di papan skor saat wasit meniup peluit tanda turun minum. Pertandingan yang digelar di Anfield ini berjalan dengan tempo yang sangat tinggi sejak menit awal, menampilkan jual beli serangan yang intens dan taktis. Manchester City, tim tamu, menunjukkan dominasi yang cukup signifikan dalam penguasaan bola dan upaya menciptakan peluang, meskipun Liverpool juga beberapa kali mampu mengancam pertahanan lawan.
Pertandingan baru saja dimulai, tepatnya pada menit kedua, gawang Liverpool nyaris bergetar. Sebuah skema serangan balik cepat berhasil dilancarkan oleh Manchester City. Bernardo Silva dengan cerdik melepaskan umpan terobosan yang membelah pertahanan Liverpool, disambut oleh Erling Haaland yang berlari kencang. Dalam situasi satu lawan satu dengan kiper Alisson Becker, Haaland mencoba melepaskan tendangan keras. Namun, Alisson menunjukkan refleks yang luar biasa, sigap maju dari garis gawangnya untuk menutup ruang tembak dan berhasil memblok tendangan mematikan dari bomber asal Norwegia tersebut. Momen ini menjadi alarm awal bagi pertahanan The Reds untuk lebih waspada terhadap kecepatan dan ketajaman lini serang City.
Memasuki menit-menit awal, jalannya pertandingan benar-benar sesuai dengan ekspektasi para penggemar sepak bola. Kedua tim saling bertukar serangan dengan cepat, menunjukkan intensitas yang luar biasa. Liverpool mencoba menerapkan skema pressing tinggi di area pertahanan Manchester City, berusaha merebut bola secepat mungkin dan melancarkan serangan balik. Namun, strategi ini belum mampu menghasilkan ancaman serius ke gawang City dalam 15 menit pertama. Tim asuhan Pep Guardiola tampak lebih tenang dalam membangun serangan, mengalirkan bola dari lini belakang dengan sabar, sambil mencari celah di pertahanan Liverpool yang rapat.
Manchester City terus berupaya menekan Liverpool, memanfaatkan setiap momen untuk membangun serangan berbahaya. Pada menit ke-20, Rodri mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti. Tendangannya keras dan mengarah ke gawang, namun masih bisa terhalang oleh blok yang sigap dari Dominik Szoboszlai, yang dengan cepat menutup ruang tembak. Tak lama kemudian, ada kesempatan lain bagi City ketika Omar Marmoush berhasil melepaskan tembakan yang mengarah ke gawang. Sayangnya, bola tendangan Marmoush justru membentur Virgil van Dijk, bek tangguh Liverpool, yang berada di posisi yang tepat untuk menghalau bola.
Liverpool, meskipun lebih banyak tertekan, tidak tinggal diam. Mereka sesekali berhasil menemukan sedikit celah di pertahanan City yang solid. Salah satu peluang terbaik Liverpool datang melalui Mohamed Salah. Dalam sebuah pergerakan yang cerdik di sisi kanan penyerangan, Salah berhasil mendapatkan ruang tembak. Ia melepaskan tendangan mendatar yang cukup keras, namun Marc Guehi, bek City, menunjukkan ketenangan dan kecepatan yang luar biasa. Guehi berhasil menutup ruang tembak Salah dengan sempurna di saat yang tepat, sehingga bola berhasil diblok sebelum mengancam gawang.
Manchester City merespons ancaman dari Liverpool dengan kembali menciptakan peluang emas. Pada menit ke-34, umpan silang matang dilepaskan oleh Rodri dari sisi kanan lapangan. Bola meluncur deras ke arah kotak penalti, di mana Erling Haaland sudah menunggu. Haaland berhasil menyambut umpan tersebut dengan sundulan yang cukup kuat, mengarah ke sudut gawang. Namun, Alisson Becker kembali menunjukkan kelasnya sebagai penjaga gawang top. Ia dengan sigap terbang ke arah bola dan berhasil mengamankan tendangan Haaland dengan tangkapan yang sempurna.
Hingga peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit, skor 0-0 tak berubah di papan skor Anfield. Kedua tim telah menampilkan pertandingan yang sangat menghibur dengan tempo tinggi dan beberapa momen menegangkan. Manchester City memang terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan peluang, namun Liverpool juga menunjukkan pertahanan yang solid dan beberapa serangan balik yang berbahaya.
Susunan Pemain yang Diturunkan di Babak Pertama:
Liverpool:
- Kiper: Alisson Becker
- Bek: Szoboszlai, Konate, Van Dijk, Kerkez
- Gelandang: Gravenberch, Mac Allister
- Penyerang: Salah, Wirtz, Gakpo, Ekitike
Manchester City:
- Kiper: Donnarumma
- Bek: Nunes, Khusanov, Guehi, Ait-Nouri
- Gelandang: Silva, O’Reilly, Rodri
- Penyerang: Semenyo, Marmoush, Haaland
Pertandingan babak pertama ini memberikan gambaran bahwa kedua tim sangat berambisi untuk meraih kemenangan. Intensitas permainan yang tinggi, determinasi para pemain, serta taktik yang diterapkan oleh kedua pelatih menjanjikan babak kedua yang tak kalah menariknya. Publik Anfield tentu berharap tim kesayangan mereka mampu memecah kebuntuan di paruh kedua pertandingan dan membawa pulang tiga poin penting. Sebaliknya, Manchester City akan berusaha untuk melanjutkan dominasi mereka dan memanfaatkan setiap peluang yang tercipta untuk mencetak gol. Pertarungan antara lini serang tajam City dan pertahanan kokoh Liverpool, serta kreativitas lini tengah kedua tim, akan menjadi kunci jalannya sisa pertandingan.
Perlu dicatat bahwa susunan pemain yang tertera di atas merupakan komposisi pemain yang diturunkan pada babak pertama berdasarkan informasi yang tersedia. Perubahan pemain mungkin terjadi di babak kedua sesuai dengan strategi pelatih dari masing-masing tim. Ketiadaan gol di babak pertama ini menunjukkan betapa ketatnya pertarungan di antara kedua raksasa sepak bola Inggris ini, dan bagaimana kedua tim mampu meredam kekuatan lawan masing-masing. Alisson Becker dan Marc Guehi menjadi sorotan di babak pertama berkat penyelamatan krusial yang mereka lakukan. Keduanya menunjukkan performa apik dan menjadi tembok pertahanan yang solid bagi timnya.
Erling Haaland, meskipun beberapa kali mendapatkan kesempatan, belum mampu menaklukkan Alisson Becker. Ini menunjukkan betapa pentingnya kehadiran Alisson di bawah mistar gawang Liverpool, terutama dalam menghadapi serangan-serangan cepat dan mematikan dari Manchester City. Dominasi City dalam penguasaan bola juga patut diacungi jempol. Mereka mampu mengalirkan bola dengan tenang dan sabar, mencari celah terkecil di pertahanan Liverpool. Namun, Liverpool juga menunjukkan kualitas mereka dalam bertahan, dengan Van Dijk dan Konate tampil solid di lini belakang.
Pertandingan ini bukan hanya tentang serangan, tetapi juga tentang pertahanan. Sejumlah blok krusial dan intersep dilakukan oleh kedua tim, menunjukkan bahwa setiap pemain berjuang keras untuk timnya. Momentum babak pertama ini akan menjadi modal penting bagi kedua tim untuk menyusun strategi di babak kedua. Liverpool perlu mencari cara untuk lebih efektif dalam menyerang dan menciptakan peluang yang lebih berkualitas. Sementara itu, Manchester City perlu mempertahankan dominasi mereka dan mencari penyelesaian akhir yang lebih klinis untuk mengkonversi peluang menjadi gol. Hasil imbang 0-0 di babak pertama ini hanya menegaskan bahwa pertarungan antara Liverpool dan Manchester City selalu menyajikan drama dan ketegangan yang luar biasa.

