BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kasus akses ilegal yang menjerat terdakwa Pajar Setiabudi memasuki babak krusial. Model Tiara Aurellie, yang menjadi korban dalam kasus ini, menyambut baik perkembangan terbaru persidangan. Ia mengungkapkan optimisme yang tinggi bahwa terdakwa akan menerima hukuman yang setimpal, seiring dengan semakin kuatnya bukti-bukti yang diajukan, terutama keterangan dari saksi ahli di bidang Teknologi Informasi dan Elektronika (ITE). Sidang terakhir yang digelar pada 5 Januari lalu, menurut Tiara, berjalan lancar dengan menghadirkan saksi ahli dari kepolisian serta pakar ITE. Kehadiran dan kesaksian para ahli ini menjadi angin segar bagi Tiara, yang telah berjuang untuk mendapatkan keadilan atas tindakan ilegal yang dialaminya.
"Kemarin lumayan berjalan lancar, saksi ahli maupun terdakwa mendatangi persidangan," ujar Tiara Aurellie dalam sebuah wawancara pada Minggu (11/1/2026). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa proses hukum berjalan sesuai harapan, di mana semua pihak yang berkepentingan dapat hadir dan memberikan keterangan. Tiara menambahkan bahwa kesaksian dari para ahli tersebut sangat menguntungkan posisinya. Menurut keterangan saksi ahli, kasus akses ilegal yang dilakukan oleh Pajar Setiabudi telah memenuhi unsur-unsur yang diatur dalam undang-undang ITE, yang berarti tindakan terdakwa dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum yang serius. "Tanggapan dia lumayan seperti yang aku harapkan, bahwa dalam kasusku ada unsur ITE-nya yang dilakukan oleh terdakwa," tuturnya dengan nada lega.
Wanita yang memiliki nama asli Tiara Lilith Calista ini tidak menyembunyikan keinginannya agar terdakwa Pajar Setiabudi mendapatkan hukuman yang berat. Ia meyakini bahwa keterangan para ahli tersebut dapat menjadi dasar yang kuat bagi hakim untuk menjatuhkan vonis yang setimpal. "Menurut aku dari keterangannya lumayan bisa memberatkan terdakwa, dan semoga saja bisa memberatkan terdakwa seperti harapan aku," ungkapnya. Harapan Tiara ini bukan tanpa alasan. Ia telah merasakan dampak negatif dari tindakan akses ilegal tersebut, dan keadilan bagi dirinya berarti memastikan bahwa pelaku jera dan tidak ada korban lain di kemudian hari.
Perkembangan ini menjadi titik balik penting dalam kasus yang telah bergulir cukup lama. Keterangan saksi ahli ITE sangat krusial dalam kasus-kasus yang melibatkan teknologi, karena mereka memiliki pengetahuan mendalam mengenai cara kerja sistem, celah keamanan, dan bagaimana tindakan ilegal dapat dilakukan. Keahlian mereka membantu menerjemahkan aspek teknis yang rumit menjadi bahasa yang dapat dipahami oleh hakim dan para pihak yang terlibat dalam persidangan. Dalam konteks kasus Tiara Aurellie, saksi ahli ITE kemungkinan besar menjelaskan secara rinci bagaimana Pajar Setiabudi melakukan akses ilegal, apa saja yang diakses, dan bagaimana tindakan tersebut melanggar hukum. Penjelasan ini sangat penting untuk membuktikan unsur-uns pidana dalam pasal-pasal terkait ITE.
Tiara Aurellie sendiri telah menunjukkan keteguhan dan kegigihannya dalam memperjuangkan haknya. Sebagai seorang publik figur, ia memiliki kesadaran akan pentingnya memberikan contoh positif dalam menghadapi masalah hukum. Ia tidak hanya sekadar berharap, tetapi juga aktif mengikuti perkembangan persidangan dan berupaya memberikan dukungan moril kepada tim kuasa hukumnya. Sikapnya yang optimis dan percaya pada proses hukum patut diapresiasi, terutama mengingat betapa rentannya posisi korban dalam kasus-kasus seperti ini. Dukungan publik, melalui pemberitaan seperti ini, juga dapat memberikan dorongan tambahan bagi Tiara dan menegaskan bahwa kasus ini mendapat perhatian yang serius.
Sidang lanjutan kasus akses ilegal ini dijadwalkan akan berlangsung pada hari esok, Senin (12/1). Agenda persidangan tersebut adalah mendengarkan keterangan dari terdakwa Pajar Setiabudi sendiri. Keterangan terdakwa ini akan menjadi elemen penting lainnya dalam proses pembuktian. Bagaimana Pajar Setiabudi akan memberikan pembelaannya, apakah ia akan mengakui perbuatannya, ataukah akan memberikan bantahan, semuanya akan menjadi sorotan. Pengadilan akan mencermati setiap detail dari keterangan terdakwa, mencocokkannya dengan bukti-bukti lain yang telah dihadirkan, termasuk keterangan saksi ahli.
Penting untuk dicatat bahwa kasus akses ilegal ini memiliki implikasi yang luas, tidak hanya bagi korban tetapi juga bagi masyarakat secara umum. Undang-undang ITE dibentuk untuk melindungi hak-hak individu dan institusi dari penyalahgunaan teknologi. Pelanggaran terhadap undang-undang ini dapat menimbulkan kerugian finansial, kerugian reputasi, hingga ancaman keamanan data pribadi. Oleh karena itu, penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku akses ilegal menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan terpercaya.
Dalam kasus Tiara Aurellie, kemungkinan besar akses ilegal yang dilakukan Pajar Setiabudi terkait dengan akun media sosial, data pribadi, atau bahkan aset digital lainnya yang dimiliki oleh Tiara. Detail mengenai sifat akses ilegal ini kemungkinan akan terungkap lebih lanjut dalam persidangan. Namun, yang jelas, tindakan tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan dan kerugian bagi Tiara, sehingga ia berhak menuntut pertanggungjawaban hukum.
Optimisme Tiara Aurellie dapat diartikan sebagai keyakinan bahwa bukti-bukti yang ada sudah cukup kuat untuk membuktikan kesalahan terdakwa. Keterangan saksi ahli ITE, yang merupakan pakar di bidangnya, seringkali menjadi penentu dalam kasus-kasus teknologi. Keahlian mereka dalam menganalisis data digital, melacak jejak digital, dan menjelaskan modus operandi kejahatan siber memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi proses peradilan. Jika saksi ahli telah menyatakan bahwa tindakan terdakwa memenuhi unsur-uns pelanggaran ITE, maka peluang terdakwa untuk dihukum menjadi semakin besar.
Selain itu, peran Pengadilan Negeri Depok sebagai tempat diadakannya persidangan juga patut diperhatikan. Pengadilan akan menjalankan fungsinya secara independen dan imparsial untuk memutuskan perkara berdasarkan fakta dan hukum yang berlaku. Keterlibatan jaksa penuntut umum yang bertugas menghadirkan bukti-bukti dan mendakwa terdakwa, serta peran pengacara terdakwa yang berupaya membela kliennya, akan mewarnai setiap tahapan persidangan.
Harapan Tiara Aurellie agar terdakwa dihukum berat bukan sekadar keinginan pribadi, melainkan juga merupakan bentuk penegasan bahwa kejahatan siber tidak bisa ditoleransi. Hukuman yang berat tidak hanya berfungsi sebagai sanksi bagi pelaku, tetapi juga sebagai efek jera bagi orang lain yang mungkin memiliki niat serupa. Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, kesadaran akan keamanan siber dan kepatuhan terhadap hukum ITE menjadi semakin krusial.
Proses hukum yang sedang berjalan ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi Tiara Aurellie dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas tentang pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan mematuhi hukum dalam beraktivitas di dunia maya. Dengan semakin menguatnya bukti dan keyakinan Tiara akan hasil persidangan, kasus ini menjadi salah satu contoh bagaimana penegakan hukum terhadap kejahatan siber dapat berjalan efektif jika didukung oleh bukti yang kuat dan saksi ahli yang kompeten. Penantian akan keputusan hakim pada sidang berikutnya akan menjadi penutup dari babak penting ini, dengan harapan keadilan dapat terwujud.

