Meta, raksasa teknologi yang dipimpin Mark Zuckerberg, tampaknya telah berhasil mengukir dominasinya di lanskap media sosial, bahkan di segmen yang sebelumnya dikuasai oleh Twitter. Diluncurkan pada tahun 2023 sebagai respons langsung terhadap akuisisi Twitter oleh Elon Musk dan serangkaian perubahan kontroversial yang menyertainya, platform Threads kini telah menjelma menjadi pesaing serius, bahkan dilaporkan telah melampaui X dalam jumlah pengguna aktif harian di perangkat seluler. Ini menandai sebuah pergesinan signifikan dalam persaingan sengit antara dua raksasa media sosial tersebut.
Sebuah laporan terbaru dari firma intelijen pasar terkemuka, Similarweb, telah mengungkapkan data yang mengejutkan banyak pihak. Menurut data mereka, per tanggal 7 Januari 2026, Threads berhasil mencatat 141,5 juta pengguna aktif harian (Daily Active Users/DAU) di platform iOS dan Android. Angka ini secara signifikan melampaui rival utamanya, X, yang pada periode yang sama hanya memiliki 125 juta pengguna aktif harian di perangkat seluler. Data ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan Threads dalam menarik pengguna, tetapi juga mengindikasikan adanya pergeseran preferensi di kalangan pengguna media sosial global yang kini mencari alternatif dari platform yang sudah ada.
Momentum pertumbuhan Threads ini, menurut Similarweb, bukanlah sekadar anomali sesaat atau reaksi singkat terhadap kontroversi yang melanda X belakangan ini. Sebaliknya, ini adalah hasil dari tren jangka panjang yang telah dibangun Threads sejak peluncurannya. Hal ini sangat penting untuk ditekankan, mengingat X memang sedang menghadapi badai kritik terkait berbagai isu, termasuk yang paling menonjol adalah kontroversi seputar chatbot AI Grok mereka. Grok dituding telah menciptakan konten deepfake cabul menggunakan foto perempuan tanpa izin, sebuah pelanggaran etika dan privasi yang serius.
Kontroversi deepfake Grok ini telah memicu gelombang penyelidikan hukum dari berbagai yurisdiksi di seluruh dunia. Jaksa Agung California telah membuka penyelidikan resmi terhadap Grok, menyusul langkah serupa yang diambil oleh otoritas di Inggris, Uni Eropa, India, Malaysia, dan banyak negara lainnya. Skandal ini tidak hanya merusak reputasi X tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang kebijakan moderasi konten dan etika pengembangan AI di platform tersebut. Meskipun demikian, laporan Similarweb secara spesifik menyatakan bahwa lonjakan pengguna aktif harian Threads didorong oleh faktor-faktor internal dan strategi pertumbuhan Meta sendiri, bukan hanya karena eksodus pengguna dari X akibat kontroversi ini.
Beberapa faktor kunci yang diidentifikasi sebagai pendorong utama pertumbuhan Threads meliputi strategi promosi silang yang cerdas dan masif dari aplikasi media sosial Meta yang sudah jauh lebih besar dan mapan, yaitu Facebook dan Instagram. Dengan jutaan pengguna aktif di kedua platform tersebut, Meta memiliki keunggulan unik untuk mengarahkan pengguna ke Threads melalui notifikasi, tautan profil, dan promosi langsung. Strategi ini terbukti sangat efektif dalam membangun basis pengguna awal Threads dengan cepat dan terus mempertahankannya.
Selain itu, fokus Threads pada komunitas kreator juga menjadi pilar penting dalam strateginya. Meta memahami bahwa konten berkualitas tinggi yang dihasilkan oleh kreator adalah daya tarik utama bagi pengguna. Threads telah berupaya keras untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi kreator, menawarkan fitur-fitur yang mendukung ekspresi kreatif dan interaksi dengan audiens. Ini termasuk peningkatan alat moderasi, opsi monetisasi potensial di masa depan, dan algoritma yang dirancang untuk memberikan jangkauan lebih luas kepada konten orisinal.
Tidak kalah penting adalah kecepatan Threads dalam meluncurkan dan mengimplementasikan berbagai fitur baru. Dalam kurun waktu setahun terakhir sejak peluncurannya, Threads telah menambahkan serangkaian fitur yang sangat dinantikan oleh penggunanya. Ini termasuk fitur komunitas yang memungkinkan pengguna berinteraksi dalam grup berdasarkan minat, filter konten yang lebih canggih untuk pengalaman yang lebih aman dan personal, fitur direct messages (DM) untuk komunikasi pribadi, kemampuan untuk memposting teks yang lebih panjang, hingga postingan yang bisa menghilang secara otomatis, mirip dengan format "stories" di Instagram. Perkembangan fitur yang pesat ini menunjukkan komitmen Meta untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna Threads dan menjadikannya platform yang lebih komprehensif.
Data resmi dari Meta sendiri juga mendukung narasi pertumbuhan Threads yang mengesankan. Pada Agustus 2025, Meta melaporkan bahwa Threads telah melampaui 400 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU). Angka ini terus menunjukkan peningkatan, dan pada Oktober 2025, Meta kembali melaporkan bahwa Threads telah mencapai 150 juta pengguna aktif harian. Angka dari Meta ini sedikit lebih tinggi dari yang dilaporkan Similarweb pada Januari 2026, yang mungkin mencerminkan perbedaan metodologi pengukuran atau fluktuasi data dalam periode waktu tertentu. Namun, kedua sumber tersebut secara konsisten menunjukkan lintasan pertumbuhan yang kuat untuk Threads.
Meskipun Threads menunjukkan dominasi yang jelas di ranah aplikasi seluler global, Similarweb juga mengamati bahwa X masih mempertahankan keunggulannya di Amerika Serikat. Namun, selisih antara keduanya di pasar AS semakin menyusut dengan cepat. Laporan tersebut menyebutkan bahwa setahun yang lalu, X memiliki jumlah pengguna aktif harian dua kali lipat lebih banyak di AS dibandingkan dengan Threads, namun kini kesenjangan tersebut telah mengecil secara signifikan. Ini menunjukkan bahwa bahkan di pasar kunci X, Threads berhasil mengikis dominasinya, menandakan perubahan lanskap yang sedang berlangsung.
Selain itu, X juga masih memegang kendali kuat dalam hal akses melalui web browser. Data Similarweb per 13 Januari 2026 menunjukkan bahwa X mencatat 145,4 juta kunjungan web harian. Angka ini jauh melampaui Threads, yang hanya mencatat 8,5 juta pengunjung web harian di situs Threads.net dan Threads.com. Dominasi X di platform web menunjukkan bahwa platform tersebut masih menjadi tujuan utama bagi banyak pengguna untuk konsumsi berita real-time, diskusi mendalam, atau penggunaan profesional yang mungkin lebih sering diakses melalui desktop. Ini juga bisa mengindikasikan bahwa Threads, meskipun tumbuh pesat di mobile, masih perlu memperkuat kehadirannya di ranah web untuk menarik segmen pengguna yang berbeda.
Keberhasilan Threads ini tidak bisa dilepaskan dari strategi Meta yang lebih besar dalam menghadapi persaingan di dunia digital. Setelah sebelumnya menghadapi ancaman dari TikTok di segmen video pendek dan terus bersaing dengan platform lain, Meta kini berhasil menciptakan alternatif yang menarik di segmen microblogging. Mereka memanfaatkan kekuatan ekosistem yang sudah ada (Facebook, Instagram, WhatsApp) dan pengalaman puluhan tahun dalam membangun dan mengelola platform berskala besar.
Peluncuran Threads pada pertengahan 2023 diwarnai dengan antusiasme yang luar biasa, di mana platform ini berhasil menggaet jutaan pendaftar dalam hitungan jam. Namun, setelah euforia awal, terjadi penurunan jumlah pengguna aktif yang wajar, karena banyak yang sekadar mencoba-coba. Namun, Meta tidak tinggal diam. Mereka secara konsisten mendengarkan masukan pengguna, menambah fitur-fitur penting yang sebelumnya absen (seperti fungsi pencarian yang lebih baik dan hashtag), serta memperbaiki algoritma untuk menampilkan konten yang lebih relevan. Upaya berkelanjutan ini adalah kunci pemulihan dan pertumbuhan stabil Threads.
Di sisi lain, X di bawah kepemimpinan Elon Musk telah melalui masa-masa yang penuh gejolak. Selain isu Grok dan deepfake, platform ini telah mengalami serangkaian perubahan kontroversial, mulai dari kebijakan moderasi konten yang berubah-ubah, pemulihan akun yang sebelumnya diblokir, hingga perubahan nama dari Twitter menjadi X yang menimbulkan kebingungan dan resistensi dari sebagian pengguna lama. Banyak pengiklan besar juga menarik diri dari platform tersebut karena kekhawatiran atas brand safety dan penyebaran misinformasi. Semua faktor ini, meskipun tidak secara langsung disebut sebagai penyebab lonjakan Threads, secara tidak langsung menciptakan lingkungan di mana pengguna mencari alternatif yang lebih stabil dan terkelola dengan baik.
Melihat ke depan, persaingan antara Threads dan X diprediksi akan semakin ketat. Threads kemungkinan akan terus memperluas fitur-fiturnya, mungkin dengan lebih banyak opsi monetisasi untuk kreator dan integrasi yang lebih dalam dengan ekosistem Meta lainnya. Mereka juga bisa menargetkan pasar-pasar yang masih didominasi oleh X. Sementara itu, X mungkin akan berupaya mengatasi masalah reputasi dan keamanannya, serta mencoba mempertahankan basis pengguna setianya dengan inovasi di bidang AI dan layanan premium.
Secara keseluruhan, data dari Similarweb ini merupakan tonggak penting bagi Threads dan Meta. Ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang pergeseran persepsi dan preferensi pengguna. Threads telah membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, dukungan ekosistem yang kuat, dan komitmen terhadap pengembangan produk, sebuah platform baru bisa menantang bahkan mengungguli pemain yang sudah lama mapan di pasar media sosial yang sangat kompetitif. Keberhasilan Threads dalam melampaui X di ranah pengguna aktif harian seluler global adalah bukti nyata bahwa dinamika kekuatan di dunia media sosial terus berubah, dan Meta kini kembali memegang kartu truf yang kuat.

