0

Thailand Masters 2026: Ubed Singkirkan Alwi, Leo/Bagas Juga ke Final

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Gelaran Thailand Masters 2026 di Nimibutr Stadium, Bangkok, pada Sabtu (31/1/2026) sore WIB, menjadi saksi bisu dominasi para pebulu tangkis Indonesia yang berhasil menembus partai puncak. Moh. Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, tampil gemilang dengan menaklukkan kompatriotnya, Alwi Farhan, dalam pertandingan semifinal tunggal putra. Kemenangan dua gim langsung, 21-18, 21-14, memastikan langkah Ubed ke babak final, di mana ia akan menantang pemenang dari duel antara Panitchapon Teeraratsakul asal Thailand dan Zhu Xuan Chen dari China.

Di sektor ganda putra, pasangan andalan Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, juga sukses melaju ke final setelah memenangkan laga ‘perang saudara’ melawan Muhammad Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat. Leo/Bagas menunjukkan kelasnya dengan kemenangan straight game 21-8, 21-18. Meski sempat tertinggal 16-18 pada gim kedua, Leo/Bagas menunjukkan mental juara dengan merebut lima poin beruntun untuk membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan. Namun, kejutan tak berhenti di situ. Di babak final, Leo/Bagas tidak akan menghadapi lawan asing, melainkan sesama wakil Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Pasangan Raymond/Joaquin telah lebih dulu mengamankan tiket final setelah menundukkan wakil China, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi, dengan skor 21-16, 21-15. Ini berarti, partai final ganda putra Thailand Masters 2026 akan menjadi duel sesama Merah Putih, sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan kedalaman bakat bulu tangkis Indonesia.

Sementara itu, di nomor ganda putri, Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, atau yang akrab disapa Tiwi/Fadia, juga berhasil menjejakkan kaki di final. Pasangan ini harus berjuang keras melalui tiga gim untuk mengalahkan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe. Setelah kehilangan gim pertama dengan skor tipis 21-23, Tiwi/Fadia bangkit dengan gemilang di dua gim berikutnya, memenangi gim kedua 21-12 dan gim ketiga 21-15. Di partai puncak, Tiwi/Fadia akan menghadapi tantangan berat dari wakil China, Bao Li Jing/Li Yi Jing.

Perjalanan para wakil Indonesia di Thailand Masters 2026 ini menunjukkan konsistensi dan kekuatan yang luar biasa. Keberhasilan Ubed, Leo/Bagas, dan Tiwi/Fadia di semifinal menjadi bukti kerja keras para atlet, pelatih, dan seluruh tim yang terlibat. Lolosnya dua pasang ganda putra Indonesia ke final juga menjadi sinyal positif bagi regenerasi di sektor tersebut, dengan munculnya pasangan-pasangan muda yang mampu bersaing di level internasional.

Moh. Zaki Ubaidillah, yang baru saja menaklukkan Alwi Farhan, membuktikan bahwa ia adalah salah satu talenta muda tunggal putra Indonesia yang patut diperhitungkan. Kemenangannya atas Alwi, yang juga merupakan pemain muda potensial, menunjukkan kematangan taktik dan mental bertanding Ubed. Ia berhasil mengendalikan permainan sejak awal, memanfaatkan setiap celah pertahanan Alwi, dan menutup pertandingan dengan skor yang meyakinkan. Kemenangan ini tidak hanya menjadi tiket ke final, tetapi juga sebuah lompatan besar dalam karier profesionalnya. Ubed kini memiliki kesempatan emas untuk meraih gelar bergengsi di Thailand Masters 2026, sebuah pencapaian yang akan semakin memantapkan posisinya di jajaran tunggal putra elite.

Di sisi lain, penampilan Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana di ganda putra semakin menegaskan status mereka sebagai salah satu pasangan terkuat di dunia. Kemenangan mereka atas Muhammad Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat, yang juga merupakan pasangan berpengalaman, menunjukkan dominasi dan chemistry yang luar biasa antara Leo dan Bagas. Mereka mampu bermain agresif, cerdas dalam penempatan bola, dan solid dalam bertahan. Meskipun sempat menghadapi perlawanan sengit di gim kedua, Leo/Bagas tetap tenang dan mampu membalikkan keadaan, sebuah ciri khas pasangan juara. Pertarungan ‘perang saudara’ ini memang selalu menarik untuk disaksikan, namun yang terpenting adalah bagaimana kedua pasangan Indonesia ini dapat saling belajar dan meningkatkan kualitas permainan mereka demi kejayaan bulu tangkis Indonesia.

Keberhasilan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin menembus final adalah kejutan yang menyenangkan. Pasangan ini menunjukkan perkembangan yang pesat dan mampu mengalahkan lawan-lawan yang tidak bisa diremehkan. Kemenangan mereka atas Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi. Lolosnya Raymond/Joaquin ke final semakin menambah warna pada partai final ganda putra, di mana kedua pasangan Indonesia akan saling unjuk gigi. Ini akan menjadi final yang sangat menarik, di mana selain memperebutkan gelar, kedua pasangan juga akan saling menunjukkan siapa yang terbaik di antara mereka.

Pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti juga tidak mau ketinggalan. Kemenangan mereka atas Kaho Osawa dan Mai Tanabe melalui rubber game menunjukkan kegigihan dan semangat juang yang tinggi. Meskipun sempat tertinggal, mereka tidak menyerah dan terus berjuang hingga akhir. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Tiwi/Fadia untuk menghadapi partai final yang juga diprediksi akan berlangsung sengit. Lawan mereka di final, Bao Li Jing/Li Yi Jing dari China, adalah pasangan yang kuat dan berpengalaman. Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Tiwi/Fadia untuk membuktikan bahwa mereka mampu meraih gelar juara.

Secara keseluruhan, Thailand Masters 2026 telah menjadi panggung gemilang bagi para pebulu tangkis Indonesia. Keberhasilan menempatkan wakil di final di tiga nomor berbeda, termasuk dua pasang di ganda putra, adalah pencapaian yang patut dibanggakan. Ini menunjukkan bahwa pembinaan bulu tangkis di Indonesia terus berjalan dengan baik dan menghasilkan bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Para penggemar bulu tangkis Tanah Air tentu menantikan partai final yang akan berlangsung pada hari Minggu, di mana mereka akan memberikan dukungan penuh kepada para atlet kesayangan mereka untuk meraih gelar juara. Kemenangan di Thailand Masters 2026 ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus berlatih keras dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di turnamen-turnamen berikutnya. Perjalanan menuju Olimpiade dan kejuaraan dunia masih panjang, dan pencapaian di turnamen ini adalah langkah penting dalam persiapan tersebut.