0

Teuku Rassya Ungkap Rencana Pernikahan, Akad Gunakan Adat Aceh

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Aktor muda berbakat, Teuku Rassya, akhirnya memberikan kabar gembira mengenai rencana pernikahannya dengan sang kekasih, Leantha Islan. Setelah resmi melangsungkan lamaran beberapa waktu lalu, keduanya kini tengah mempersiapkan hari bahagia mereka yang direncanakan akan digelar dalam beberapa bulan ke depan. Rassya, yang ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin, tak segan membagikan sedikit gambaran mengenai konsep pernikahan impian mereka. Ia memastikan bahwa prosesi sakral akad nikah akan kental dengan nuansa adat Aceh, warisan budaya yang sangat dibanggakan oleh keluarga besarnya.

"Oke, kalau akad-nya yang pasti sih Aceh," ujar Rassya dengan senyum sumringah, menegaskan komitmennya untuk tetap memegang teguh tradisi dalam momen penting tersebut. Ketika ditanya lebih lanjut mengenai apakah keseluruhan konsep pernikahan akan sepenuhnya mengusung tema tradisional atau dipadukan dengan sentuhan modern, Rassya memberikan penjelasan yang cukup rinci. Ia mengungkapkan bahwa prosesi akad nikah memang akan tetap bernuansa tradisional Aceh yang khidmat dan sakral. Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan adanya beberapa penyesuaian dalam pelaksanaannya agar sesuai dengan dinamika zaman dan kenyamanan semua pihak. "Kalau apanya? Akad-nya? Akad-nya sih lumayan ya tradisional Aceh sih. Tapi mungkin ada beberapa yang disesuaikan gitu ya. Prosedurnya," jelas Rassya, menunjukkan fleksibilitas dalam merencanakan acara yang sarat makna ini.

Perluasan detail mengenai adat Aceh yang akan diusung dalam akad nikah dapat mencakup berbagai aspek. Mulai dari busana pengantin yang khas dengan sulaman emas dan aksesoris tradisional seperti rencong, hingga tata cara prosesi ijab kabul yang dipandu oleh tokoh adat setempat. Penggunaan mahar yang mungkin berupa emas, perhiasan, atau barang berharga lainnya yang lazim dalam adat Aceh juga bisa menjadi sorotan. Selain itu, lantunan shalawat dan doa-doa khusus yang dibacakan dalam bahasa Aceh akan menambah kekhusyukan acara. Keluarga besar Teuku Rassya yang memiliki darah keturunan Aceh tentu akan berperan penting dalam memastikan setiap detail adat dijalankan dengan sempurna, menghormati leluhur dan menjaga kelestarian budaya. Hal ini juga menunjukkan betapa Rassya sangat menghargai akar budayanya dan ingin membagikan keindahan tradisi tersebut kepada Leantha dan seluruh tamu undangan.

Berbeda dengan nuansa akad nikah yang sudah pasti berakar pada tradisi, konsep untuk resepsi pernikahan masih dalam tahap diskusi intensif antara Teuku Rassya dan Leantha Islan. Rassya mengaku ada kemungkinan besar resepsi akan mengusung tema internasional. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat latar belakang keluarga Leantha yang memiliki keturunan Jepang. Kombinasi budaya yang beragam ini menjadi inspirasi bagi pasangan muda tersebut untuk menciptakan sebuah perayaan yang unik dan berkesan. "Kalau resepsinya sendiri kita masih mikir terus terang, tapi mungkin ada internasional karena dari sisi pasangan aku juga ada keturunan dari Jepang-nya. Jadi coba mengakomodir itulah gitu," ungkap Rassya, menggambarkan visi pernikahan yang inklusif dan merangkul berbagai latar belakang budaya.

Detail lebih lanjut mengenai resepsi internasional dapat mencakup perpaduan elemen dekorasi dari budaya Aceh dan Jepang, seperti penggunaan motif tradisional Aceh yang dipadukan dengan estetika minimalis Jepang. Menu makanan yang disajikan pun bisa menjadi representasi dari kedua budaya, menawarkan hidangan khas Aceh yang otentik bersama dengan hidangan Jepang yang lezat. Musik pengiring bisa bervariasi, mulai dari musik tradisional Aceh yang syahdu hingga alunan musik modern yang lebih energik untuk menciptakan suasana pesta yang meriah. Penggunaan bahasa dalam pidato atau sambutan juga bisa mencerminkan keberagaman ini, mungkin dengan menyertakan beberapa frasa dalam bahasa Jepang sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga besar Leantha.

Mengenai penentuan waktu pelaksanaan pernikahan, Teuku Rassya memilih untuk tidak menyebutkan tanggal atau bulan secara spesifik. Ia memiliki keyakinan kuat untuk tidak mendahului takdir dan membiarkan segalanya berjalan sesuai dengan rencana Tuhan. Sikap ini menunjukkan kedewasaan dan ketenangan dalam menghadapi momen penting dalam hidupnya. "Insyaallah enggak mau pamali gitu, takut kan bahaya katanya," kata Rassya sambil tersenyum, menjelaskan alasannya untuk menjaga kerahasiaan tanggal pasti pernikahan. Hal ini juga bisa diartikan sebagai upaya untuk menghindari tekanan dan ekspektasi yang berlebihan dari publik, sehingga ia dan Leantha bisa fokus pada persiapan yang lebih personal.

Dalam persiapan pernikahan yang semakin dekat, Teuku Rassya mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak ada hal yang benar-benar menguras tenaga atau membuatnya merasa stres. Ia lebih memilih untuk menjalani seluruh proses dengan santai, penuh rasa syukur, dan menikmati setiap tahapan persiapan. Pendekatan yang positif ini tentu akan sangat membantu dalam menciptakan suasana yang harmonis menjelang hari bahagia. "Yang bikin paling pusing? Yang menguras tenaga banget? Yang menguras tenaga alhamdulillah sih sejauh ini belum ada ya. Dan semoga ke depannya juga enggak ada. Tapi aku bawa enjoy aja sih semuanya yang harus dilakuin untuk mempersiapkan acara ini," pungkasnya dengan nada lega dan bahagia.

Perluasan mengenai pandangan santai Rassya dalam persiapan pernikahan dapat dielaborasi lebih lanjut. Ia mungkin memiliki tim manajemen acara yang handal yang membantu dalam urusan teknis, sehingga ia bisa lebih fokus pada aspek emosional dan spiritual dari pernikahan. Pendekatan "enjoy" ini juga bisa berarti bahwa ia dan Leantha secara aktif terlibat dalam pemilihan detail-detail kecil yang personal, seperti kartu undangan, souvenir, atau bahkan playlist lagu-lagu favorit mereka untuk diputar saat resepsi. Kehadiran keluarga besar yang suportif juga kemungkinan besar menjadi faktor penentu dalam kelancaran persiapan. Mereka mungkin berperan dalam memberikan saran, bantuan praktis, atau sekadar menjadi sumber dukungan moral yang tak ternilai.

Pernikahan Teuku Rassya dan Leantha Islan menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para penggemar. Dengan kombinasi adat Aceh yang kental dalam akad nikah dan sentuhan internasional yang modern dalam resepsi, pernikahan ini diprediksi akan menjadi perayaan yang memukau dan penuh makna. Keputusan Rassya untuk tetap memegang teguh tradisi sembari merangkul keberagaman budaya mencerminkan nilai-nilai luhur yang ia pegang. Sikapnya yang santai dan penuh syukur dalam menjalani persiapan juga patut diapresiasi, menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati datang dari hati yang lapang dan apresiasi terhadap setiap momen kehidupan. Kisah cinta mereka yang berawal dari lamaran kini akan berlanjut ke jenjang pernikahan, membawa harapan baru dan kebahagiaan yang lebih dalam bagi kedua keluarga.