Kabar yang mengguncang dunia sepak bola datang dari markas besar Liverpool, Anfield, ketika Mohamed Salah, sang "King" yang telah menjadi ikon klub, secara resmi mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan The Reds pada akhir musim 2025/2026. Pengumuman ini, yang datang jauh lebih cepat dari dugaan banyak pihak dan sebelum kontraknya yang sedianya berakhir pada 2027, memicu gelombang emosi yang campur aduk di kalangan warganet global, tak terkecuali para penggemar fanatik di Indonesia. Rasa sedih yang mendalam bercampur dengan luapan terima kasih yang tak terhingga memenuhi linimasa media sosial, menandai berakhirnya sebuah era yang gemilang.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis klub, Liverpool dan Salah sepakat untuk berpisah lebih awal dari durasi kontrak awal. Keputusan ini disebut diambil atas dasar saling menghormati dan cinta yang mendalam antara pemain dan klub, serta untuk menghindari spekulasi berkepanjangan yang bisa mengganggu fokus tim dan pemain di masa mendatang. "Atas dasar rasa hormat dan cinta, Salah ingin mengumumkan ini lebih awal kepada para suporter," demikian pernyataan klub yang dikutip dari detikSport, mengindikasikan keinginan Salah untuk memberikan waktu bagi para penggemar untuk mencerna berita ini dan mempersiapkan diri untuk perpisahan emosional yang tak terhindarkan.
Meski demikian, Salah menegaskan komitmen penuhnya untuk menyelesaikan sisa musim ini dan dua musim berikutnya (2024/2025 dan 2025/2026) dengan performa maksimal. Ia bertekad untuk tetap berjuang membantu Liverpool bersaing di semua kompetisi yang ada, termasuk Premier League, Liga Champions, dan Piala FA, demi meraih sebanyak mungkin gelar sebelum tirai kariernya di Anfield ditutup. Komitmen ini sedikit meredakan kekhawatiran fans akan dampak pengumuman ini terhadap mentalitas tim, namun tidak mengurangi bobot kesedihan yang menyelimuti.
Pengumuman perpisahan sang Messiah Mesir ini sontak mengguncang jagat maya. Di berbagai platform media sosial seperti X (Twitter), Instagram, Facebook, hingga grup-grup komunitas penggemar, nama Mohamed Salah dan Liverpool menjadi trending topic utama. Ribuan cuitan, unggahan, dan komentar mengalir deras, menunjukkan betapa besar dampak yang diberikan Salah selama tujuh tahun terakhir. Banyak warganet mengaku terkejut dan patah hati, seolah-olah kehilangan anggota keluarga. Hashtag seperti #ThankYouSalah, #KingSalah, dan #YNWA (You’ll Never Walk Alone) memenuhi lini masa, menjadi wadah bagi para penggemar untuk mengungkapkan perasaan mereka.
Komunitas fans Liverpool di Indonesia juga tak tinggal diam. Akun-akun resmi dan non-resmi membagikan ulang kompilasi momen-momen terbaik Salah sejak ia menginjakkan kaki di Anfield pada musim panas 2017. Dari gol debut sensasionalnya hingga selebrasi trofi Liga Champions dan Premier League, setiap detik perjalanan sang winger dianggap sebagai salah satu era paling emas dan tak terlupakan dalam sejarah klub. Foto-foto dan video ikonik Salah, mulai dari senyum khasnya hingga aksinya yang memukau di lapangan, kembali viral, memicu nostalgia dan air mata di antara para Kopites (julukan fans Liverpool).
Kontribusi Salah bagi Liverpool memang tak terbantahkan dan fenomenal. Sejak kedatangannya dari AS Roma dengan harga 34 juta poundsterling yang saat itu dianggap cukup tinggi, Salah menjelma menjadi salah predator gol paling mematikan di Eropa. Dengan catatan 211 gol dalam 349 pertandingan, ia tak hanya merajai daftar top skor klub di era Premier League, tetapi juga melampaui legenda seperti Robbie Fowler dan mendekati torehan ikon-ikon abadi The Reds lainnya. Tiga kali meraih Sepatu Emas Premier League, dua kali Pemain Terbaik PFA, dan segudang penghargaan individu lainnya menjadi bukti dominasinya yang tak terbantahkan.
Salah adalah arsitek kebangkitan Liverpool di bawah asuhan Jürgen Klopp. Kehadirannya mengawali periode paling sukses dalam sejarah modern klub, mengakhiri puasa gelar Premier League selama 30 tahun dan membawa pulang trofi Liga Champions keenam yang telah lama diidamkan. Selain itu, ia juga membantu Liverpool meraih Piala FA, Piala Liga, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super UEFA. Kecepatan, kelincahan, naluri mencetak gol yang tajam, serta etos kerjanya yang luar biasa menjadikan Salah sebagai salah satu penyerang sayap terbaik di dunia dan wajah dari proyek ambisius Klopp.
Banyak warganet yang mengenang performa eksplosif Salah di musim pertamanya (2017/2018), di mana ia langsung mencuri perhatian dunia dengan torehan 44 gol di semua kompetisi, sebuah rekor yang luar biasa untuk musim debutnya. Ia mengubah pandangan banyak orang tentang posisi penyerang sayap kanan, menjadikannya lebih dari sekadar pencipta peluang, melainkan mesin gol utama tim. Momen-momen seperti gol indah melawan Everton, Manchester City, atau Roma di Liga Champions masih terpatri jelas dalam ingatan para penggemar, menjadi bukti keajaiban yang ia ciptakan.
Meski performanya di musim ini dinilai "sedikit menurun" jika dibandingkan dengan standar super-tinggi yang ia tetapkan sendiri, apresiasi terhadap Salah tetap membumbung tinggi. Para penggemar memahami bahwa bahkan di masa-masa sulit, kontribusinya tetap krusial dan tak tergantikan. Kehadirannya di lapangan selalu menjadi ancaman bagi lawan, dan kepemimpinannya di ruang ganti sangat vital. Banyak fans menilai bahwa hampir satu dekade pengabdiannya adalah sebuah warisan yang tak ternilai harganya. Ia bukan hanya pemain bintang, tetapi juga seorang legenda hidup yang telah mengukir namanya dengan tinta emas dalam buku sejarah Liverpool.
Perpisahan Salah juga menambah dimensi emosional pada periode transisi besar di Anfield, mengingat Jürgen Klopp juga akan meninggalkan klub pada akhir musim ini. Dua pilar utama kebangkitan Liverpool akan pergi dalam waktu berdekatan, menandai berakhirnya era keemasan dan dimulainya babak baru yang penuh tantangan. Ini membuat kesedihan warganet semakin mendalam, seolah-olah mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada dua figur sentral yang telah membawa banyak kebahagiaan.
Spekulasi mengenai masa depan Salah pun mulai bermunculan. Liga Arab Saudi disebut-sebut sebagai tujuan potensial, dengan klub-klub kaya di sana siap menggelontorkan dana besar untuk mendapatkan jasanya. Namun, belum ada konfirmasi resmi terkait klub berikutnya. Yang jelas, ke mana pun ia pergi, Salah akan selalu dikenang sebagai "King of Anfield" yang telah memberikan segalanya untuk klub dan para penggemar.
Para warganet di Indonesia, dengan segala kekhasan ekspresi mereka, tak henti-hentinya meluapkan perasaan. "Terima kasih banyak King Mo Salah," ucap @FRPrayogo, singkat namun penuh makna. "Dear Mo Salah, Terima kasih atas kontribusinya selama ini, You’re a Legend, Always. With Love," tulis @Paulodibola, mewakili jutaan hati yang berterima kasih. Beberapa fans mengungkapkan koneksi personal yang mendalam, seperti @dddarkchoco yang menulis, "mo salah nih pemain yang gue bnrn nonton dari gue bnrn paham bola, bukan sekedar liat dan suka liverpool. jd bnrn sedih bgt. he’s my one of favorite player bre tf bnrn sedih bgt gue anjirt," menunjukkan betapa Salah telah menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam mencintai sepak bola.
Ada juga yang menunjukkan pemahaman akan siklus karier seorang atlet. "Ga kaget, memang ngerasa udah waktunya Mo Salah buat beranjak dari Liverpool. Legend tetap lah legend selamanya, thank you so much Mohamed Salah 9 tahunnya di Anfield," ujar @FlorichWirtz, mencoba untuk menerima kenyataan dengan lapang dada. Bahkan, perbandingan dengan legenda sepak bola dunia pun tak terhindarkan. "Messi lahir dengan Talenta. Sementara Cristiano lahir dengan Etos kerja. Salah memang tidak di Level Messi Atau Cristiano. Tapi perjuangannya, jatuh bangun karirnya cukup buat anter dia jadi salah satu Winger Legendaris Liverpool. Thanks Mo! You re Legend!" tulis @BusGudi, menggarisbawahi etos kerja dan perjuangan Salah yang patut diacungi jempol.
Perpisahan ini akan menjadi salah satu momen paling emosional di Anfield dalam beberapa tahun terakhir. Para penggemar berharap Salah bisa menutup kariernya di Liverpool dengan akhir yang manis, mungkin dengan satu atau dua trofi lagi, sebelum benar-benar berpamitan dan melambaikan tangan untuk terakhir kalinya. Warisannya akan tetap hidup, terukir dalam sejarah klub, dan di hati para penggemar yang tak akan pernah melupakan kontribusi sang "King" yang telah memberikan begitu banyak kebahagiaan dan kebanggaan. Mohamed Salah, You’ll Never Walk Alone.

