Telkomsel, sebagai pionir dalam industri telekomunikasi digital di Indonesia, secara konsisten memperkuat fondasi ekonomi digital guna meningkatkan daya saing nasional dan mendorong kemandirian ekonomi Indonesia di era Society 5.0. Komitmen strategis ini kembali ditegaskan dalam acara Trilogi Pitching Festival yang diselenggarakan oleh Universitas Trilogi Jakarta pada Kamis (8/1/2026), sebuah forum penting yang mempertemukan inovator dan pelaku ekosistem digital. Langkah ini merupakan bagian integral dari visi jangka panjang Telkomsel untuk menjadi enabler utama transformasi digital di tanah air, memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen dan inovator di panggung global.
Akselerasi penguatan ekosistem digital oleh Telkomsel tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur semata, melainkan juga pada inovasi layanan yang berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi terkini secara optimal. Ini mencakup adopsi dan pengembangan teknologi revolusioner seperti 5G, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta beragam platform digital dan aplikasi yang relevan dengan kebutuhan pasar dan masyarakat. Implementasi 5G, misalnya, dirancang untuk menghadirkan konektivitas super cepat dan latensi rendah yang menjadi tulang punggung bagi berbagai aplikasi industri 4.0, mulai dari manufaktur cerdas, logistik otomatis, hingga layanan kesehatan jarak jauh dan pengembangan kota pintar. Potensi 5G dalam membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan efisiensi operasional di berbagai sektor industri sangatlah besar, dan Telkomsel berupaya memimpin implementasinya di Indonesia.
Lebih lanjut, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) diintegrasikan ke dalam berbagai lini bisnis Telkomsel untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan, meningkatkan efisiensi jaringan, dan menciptakan produk serta layanan inovatif. AI memungkinkan personalisasi layanan, analisis data yang lebih mendalam untuk pengambilan keputusan strategis, serta pengembangan solusi cerdas di berbagai bidang. Sementara itu, Internet of Things (IoT) menjadi kunci dalam menghubungkan jutaan perangkat dan sensor, menciptakan ekosistem pintar yang mendukung sektor-sektor krusial seperti pertanian presisi, manajemen energi, keamanan, dan transportasi. Melalui solusi IoT, Telkomsel memfasilitasi terciptanya lingkungan yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Berbagai platform digital dan aplikasi yang dikembangkan Telkomsel juga dirancang untuk memberdayakan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat bersaing di pasar digital yang semakin kompetitif.
Upaya-upaya ini secara kolektif bertujuan untuk mendukung kemajuan industri nasional, sejalan dengan misi Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2030 serta 2045. Khususnya, Telkomsel berambisi untuk memperluas akses digital secara merata di seluruh pelosok Indonesia, meningkatkan produktivitas melalui solusi digital yang efektif, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang berbasis inovasi. Perluasan akses digital bukan hanya tentang konektivitas, tetapi juga tentang inklusi digital, memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses informasi, pendidikan, dan peluang ekonomi melalui teknologi. Peningkatan produktivitas dicapai melalui digitalisasi proses bisnis, otomasi, dan penyediaan alat-alat digital yang memudahkan pekerjaan, sementara penguatan fondasi ekonomi berbasis inovasi diwujudkan melalui dukungan terhadap startup, riset dan pengembangan, serta penciptaan lingkungan yang kondusif bagi lahirnya ide-ide baru.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pengembangan ekonomi digital yang berkelanjutan membutuhkan fondasi ekosistem yang kuat, yang ditopang oleh pemanfaatan teknologi sebagai tulang punggung (backbone). "Saat ini Indonesia mencatatkan 8% pertumbuhan ekonomi digital, di mana Telkom tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar pertumbuhan market capitalization BUMN. Artinya Telkomsel juga masih memiliki ruang untuk memberikan pertumbuhan yang signifikan terhadap kontribusi ekonomi digital Indonesia dengan aspirasi peningkatan hingga sekitar 20% pada 2045," ujar Nugroho dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis (8/1/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi optimisme Telkomsel terhadap potensi ekonomi digital Indonesia yang masih sangat besar, serta ambisi perusahaan untuk menjadi motor penggerak utama dalam mencapai target pertumbuhan tersebut. Angka 8% menunjukkan momentum yang baik, namun target 20% pada tahun 2045 merefleksikan komitmen Telkomsel untuk berperan jauh lebih besar dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dan berdaya saing global.
Untuk mencapai target ambisius ini, Telkomsel tidak hanya berinvestasi pada infrastruktur dan teknologi, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia digital yang unggul. Saat ini, Telkomsel telah menghadirkan Program NextDev, sebuah inisiatif komprehensif yang mencakup talent scouting, academy, dan summit. Program NextDev dirancang untuk mendorong lahirnya talenta digital yang inovatif dan kompeten, serta mendukung pengembangan startup lokal. Melalui talent scouting, Telkomsel secara aktif mencari dan mengidentifikasi startup-startup potensial dengan ide-ide disruptif. Tahap academy kemudian menyediakan pelatihan intensif, mentoring dari para ahli industri, serta akses ke jaringan investor dan pasar, yang semuanya krusial bagi pertumbuhan startup. Puncak dari program ini adalah NextDev Summit, sebuah ajang untuk memamerkan inovasi, menjalin kemitraan, dan menarik investasi, sehingga menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi para inovator muda.
Selain NextDev, Telkomsel juga menghadirkan Lab AI dalam payung Program Hitakari yang telah diresmikan di Bandung. Lab AI ini berfungsi sebagai pusat riset dan pengembangan kecerdasan buatan, kolaborasi dengan akademisi dan industri, serta pelatihan bagi talenta-talenta AI. Keberadaan Lab AI di Bandung, yang dikenal sebagai salah satu pusat inovasi di Indonesia, diharapkan dapat menjadi katalis bagi percepatan pengembangan solusi berbasis AI. Telkomsel memiliki rencana untuk memperluas jangkauan Lab AI ini di berbagai wilayah Indonesia, dengan tujuan untuk mendemokratisasi akses terhadap pengetahuan dan teknologi AI, serta menciptakan lebih banyak talenta AI yang mampu bersaing di tingkat global. Inisiatif-inisiatif ini merupakan wujud nyata dari komitmen Telkomsel dalam membangun ekosistem digital yang kuat dari hulu ke hilir, mulai dari infrastruktur, teknologi, hingga sumber daya manusia.
Nugroho juga menyampaikan optimismenya bahwa dukungan infrastruktur digital yang andal dan perluasan akses teknologi telah menjadi fondasi utama dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi kreatif. Dalam konteks Indonesia, ekonomi kreatif memiliki potensi yang luar biasa besar, mulai dari sektor fesyen, kuliner, musik, film, hingga game dan aplikasi. Dengan konektivitas yang semakin luas dan inklusif, Telkomsel terus berperan sebagai enabler yang membuka peluang bagi pelaku industri kreatif untuk terhubung dengan pasar digital secara berkelanjutan. Platform digital yang disediakan Telkomsel memungkinkan para kreator untuk mendistribusikan karya mereka, menjangkau audiens yang lebih luas, dan monetisasi kreasi mereka secara lebih efektif. Ini tidak hanya memberdayakan individu dan komunitas kreatif, tetapi juga berkontribusi pada diversifikasi ekonomi nasional, mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor tradisional.
Pada akhirnya, visi Telkomsel melampaui sekadar penyedia layanan telekomunikasi. Perusahaan ini memposisikan dirinya sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian ekonomi melalui transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan terus berinvestasi pada teknologi mutakhir, mengembangkan talenta digital, serta membangun ekosistem yang kolaboratif, Telkomsel bertekad untuk memastikan bahwa Indonesia siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era Society 5.0. Kontribusi Telkomsel dalam memperkuat fondasi digital ini diharapkan akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta posisi Indonesia yang lebih kuat di kancah ekonomi digital global. Semua upaya ini adalah langkah nyata Telkomsel dalam menopang cita-cita besar Indonesia Emas 2045, di mana digitalisasi menjadi pilar utama kemajuan bangsa.

