0

Tamat! Activision Akan Tutup Call of Duty: Warzone Mobile April 2026

Share

Activision telah memberikan pernyataan resmi mengenai penutupan ini, mengucapkan terima kasih kepada komunitas dan para pengembang. "Kami sangat berterima kasih kepada komunitas yang telah mendukung Call of Duty: Warzone Mobile dan kepada para pengembang yang telah mewujudkan pengalaman ini. Semangat dan masukan dari para pemain terus membentuk masa depan franchise Call of Duty, dan kami berharap dapat menghadirkan konten dan pembaruan musiman yang bermakna untuk Call of Duty: Mobile," bunyi pernyataan tersebut yang dikutip dari situs resminya, Minggu (22/2/2026). Pernyataan ini jelas mengindikasikan bahwa fokus utama Activision untuk platform seluler akan beralih sepenuhnya ke Call of Duty: Mobile, sebuah game yang telah terbukti sukses besar dan memiliki basis pemain yang jauh lebih stabil.

Meskipun pengumuman penutupan telah dibuat, Activision memastikan bahwa para pemain masih memiliki waktu yang cukup untuk menikmati game ini beserta seluruh konten di dalamnya hingga batas waktu yang ditentukan. Ini memberikan kesempatan terakhir bagi pemain untuk merasakan pengalaman bermain, menghabiskan COD Points yang tersisa, dan mengucapkan selamat tinggal kepada game yang sempat digadang-gadang akan menjadi fenomena baru di ranah game mobile.

Namun, di balik pengumuman penutupan ini, tidak ada penjelasan eksplisit dari Activision mengenai alasan di balik keputusan tersebut. Meskipun demikian, sinyal-sinyal masalah telah terlihat jelas sejak awal peluncuran game ini. Perusahaan hanya menyatakan bahwa keputusan ini telah diambil sejak Mei 2025, yang berarti evaluasi mendalam telah dilakukan selama hampir setahun penuh sebelum pengumuman resmi. Periode waktu yang panjang ini menunjukkan bahwa Activision telah mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan game ini, namun pada akhirnya harus mengakui bahwa upaya tersebut tidak berhasil.

Bagi pemain yang masih memiliki COD Points di akun mereka, Activision menyarankan untuk segera menggunakannya sebelum server ditutup. Peringatan ini sangat penting karena setelah server dimatikan, semua COD Points yang tidak terpakai akan hangus dan tidak dapat dikembalikan. Selain itu, Activision juga menegaskan bahwa tidak akan ada pengembalian dana untuk konten dalam game yang telah dibeli sebelumnya atau COD Points yang belum digunakan. Kebijakan ini menekankan pentingnya bagi pemain untuk mengambil tindakan segera dan memaksimalkan sisa waktu yang tersedia.

Peluncuran Call of Duty: Warzone Mobile pada Maret 2024 untuk perangkat Android dan iOS disambut dengan ekspektasi yang sangat tinggi. Para penggemar franchise Call of Duty di seluruh dunia berharap dapat merasakan pengalaman battle royale ala Warzone yang otentik langsung di genggaman mereka. Namun, kenyataan pahit menghantam tak lama setelah peluncuran. Game ini gagal memenuhi ekspektasi dan justru menuai banyak kritik pedas dari para gamer.

Salah satu keluhan utama yang paling sering disuarakan adalah kinerja game yang buruk, terutama pada perangkat Android. Banyak pemain melaporkan masalah optimasi yang parah, seperti frame rate yang tidak stabil, lag yang mengganggu, grafis yang buram, dan boros baterai yang signifikan. Pengalaman bermain yang jauh dari mulus ini membuat banyak gamer kecewa dan merasa bahwa game tersebut belum siap untuk dirilis ke publik. Kekecewaan ini diperparah dengan dugaan bahwa pengembang terlalu fokus pada versi iOS, sehingga mengesampingkan optimasi untuk ekosistem Android yang lebih beragam dan kompleks.

Banjir kritik ini tidak hanya berasal dari pemain kasual, tetapi juga dari komunitas hardcore Call of Duty yang sangat vokal. Mereka menilai gameplay yang ditawarkan terasa membosankan dan kurang inovatif dibandingkan dengan versi konsol atau PC, serta dibandingkan dengan kompetitor di ranah mobile. Kontrol yang canggung, antarmuka pengguna yang kurang intuitif, dan peta yang terasa kurang dinamis menjadi beberapa poin kritik lainnya. Akibatnya, banyak pemain mulai meninggalkan Call of Duty: Warzone Mobile tak lama setelah mencoba, mencari alternatif lain yang menawarkan pengalaman bermain yang lebih baik.

Meskipun Activision telah merilis berbagai pembaruan dan patch untuk mencoba mengatasi masalah teknis dan meningkatkan pengalaman bermain, upaya tersebut tampaknya tidak cukup. Pembaruan tersebut gagal memperbaiki masalah mendasar yang membuat game ini sulit bersaing. Kinerja yang tetap tidak optimal, grafis yang masih jauh dari harapan, dan keluhan tentang gameplay yang tidak memuaskan terus berlanjut. Ini menunjukkan bahwa masalah Call of Duty: Warzone Mobile lebih dalam dari sekadar perbaikan bug, mungkin melibatkan arsitektur dasar game atau strategi pengembangan yang kurang tepat.

Kegagalan Call of Duty: Warzone Mobile ini menjadi pelajaran berharga bagi industri game mobile. Di pasar yang sangat kompetitif, kualitas, optimasi, dan inovasi adalah kunci. Pemain mobile saat ini memiliki standar yang tinggi, dan mereka tidak ragu untuk beralih ke game lain jika sebuah judul tidak memenuhi ekspektasi. Kehadiran Call of Duty: Mobile yang sudah lebih dulu sukses dan mapan juga menjadi tantangan besar bagi Warzone Mobile. Call of Duty: Mobile menawarkan pengalaman yang stabil, kaya konten, dan teroptimasi dengan baik, sehingga sulit bagi Warzone Mobile untuk menarik perhatian pemain yang sudah nyaman dengan judul lain.

Keputusan untuk menutup Call of Duty: Warzone Mobile menunjukkan bahwa Activision tidak ragu untuk menarik diri dari proyek yang tidak berhasil, demi mengalokasikan sumber daya ke area yang lebih menjanjikan. Dengan mengalihkan fokus dan sumber daya ke Call of Duty: Mobile, Activision berharap dapat memperkuat posisi mereka di pasar game seluler dan terus memberikan pengalaman berkualitas tinggi kepada jutaan pemain setia. Meskipun ini adalah akhir dari satu babak, bagi franchise Call of Duty, perjalanan di platform mobile masih akan terus berlanjut, dengan Call of Duty: Mobile sebagai ujung tombak. Ini adalah penutup yang pahit bagi Call of Duty: Warzone Mobile, namun juga merupakan langkah strategis untuk masa depan Call of Duty di ranah game seluler.