0

Sule Sindir Teddy Soal Warisan Lina: Masa Andalkan Harta Suami Sebelumnya?

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Komedian kondang Sule akhirnya angkat bicara dan menyuarakan rasa frustrasinya yang mendalam terkait polemik harta warisan mendiang mantan istrinya, Lina Jubaedah, yang tak kunjung usai dan terus-menerus diungkit oleh Teddy Pardiyana. Setelah sekian lama memilih bungkam dan membiarkan permasalahan ini bergulir, Sule kini merasa perlu untuk memberikan klarifikasi dan menumpahkan kekesalannya atas tudingan serta tuntutan yang dilayangkan oleh Teddy. Pernyataan tegas Sule ini dilontarkan saat ia ditemui di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, pada hari kemarin, menandakan bahwa kesabarannya telah mencapai batasnya. Ia secara gamblang mempertanyakan dasar hukum dan moral dari klaim Teddy Pardiyana atas aset-aset peninggalan Lina Jubaedah, terutama mengingat rentang waktu pernikahan Lina dengan Teddy yang relatif singkat pasca perceraiannya dengan Sule. Sule merasa heran dan tidak terima jika dalam kurun waktu pernikahan yang singkat tersebut, Teddy sudah berani mengklaim adanya harta bersama yang seharusnya menjadi hak anak-anaknya.

Sule menegaskan kembali bahwa selama periode enam tahun pasca perceraiannya dengan Lina, ia telah memilih untuk bersikap diam dan tidak memperkeruh suasana. Namun, kini ia merasa terpaksa untuk buka suara setelah mengetahui lebih dalam mengenai proses dan sumber perolehan harta mendiang Lina. "Ini kan 6 tahun itu saya sudah diam. Akhirnya kan sekarang jadi tahu proses dapatnya almarhumah itu seperti apa. Kecuali begini, Sudah bercerai dengan saya, lalu satu tahun atau berapa tahun baru menikah. Nah itu baru, mereka kan pasti akan menjalankan rumah tangga dan mengumpulkan harta mereka berdua. Nah ini kan posisi dia (Lina Jubaedah saat mengumpulkan harta) masih menikah dengan saya," ungkap Sule dengan nada tegas namun penuh makna. Pernyataan ini menyiratkan bahwa aset yang dipermasalahkan sebagian besar merupakan hasil jerih payah Lina saat masih berstatus sebagai istrinya, yang berarti aset tersebut secara inheren memiliki kaitan erat dengan dirinya sebagai mantan suami dan ayah dari anak-anaknya.

Lebih lanjut, Sule mengungkapkan rasa gerah dan prihatin yang mendalam karena anak-anaknya, Rizky Febian dan Putri Delina, terus-menerus harus terseret dan direpotkan oleh urusan yang tidak seharusnya mereka hadapi. Ia merasa bahwa anak-anaknya telah cukup dewasa untuk mengurus kehidupan mereka sendiri, namun mereka justru dipaksa untuk berurusan dengan polemik warisan yang berpotensi menimbulkan gesekan dan ketidaknyamanan dalam keluarga. Sebagai seorang ayah, Sule tidak ingin melihat anak-anaknya terbebani oleh masalah seperti ini, apalagi jika tuntutan tersebut berasal dari pihak yang tidak memiliki hubungan darah langsung dengan Lina dalam konteks pengumpulan harta.

Pria yang memiliki nama asli Entis Sutisna ini secara lugas menyampaikan pesannya kepada Teddy Pardiyana terkait hak waris bagi Bintang, anak dari Lina Jubaedah dan Teddy. Sule berpendapat bahwa jika Bintang menginginkan hak warisan, maka sumbernya seharusnya berasal dari ayah kandungnya sendiri, yaitu Teddy Pardiyana. Ia menekankan bahwa mengandalkan harta warisan dari mendiang Lina, yang notabene adalah dari pernikahan sebelumnya dengan Sule, adalah sebuah langkah yang tidak proporsional dan tidak pantas. "Pesan saya gini, kalau Bintang mau warisan, ya warisan dari bapaknya lah. Masa ngandelin warisan dari ibunya, toh ibunya juga (hartanya) dari suami sebelumnya," ujar Sule, menyiratkan bahwa harta Lina sebagian besar adalah hasil dari pernikahan dengan dirinya.

Sule juga menyoroti aspek tanggung jawab nafkah dan masa depan anak. Ia menegaskan bahwa meskipun anak-anaknya, Rizky Febian dan Putri Delina, tidak dilarang untuk memberikan kasih sayang atau bantuan kepada Bintang, tanggung jawab utama untuk menafkahi dan menjamin masa depan Bintang sepenuhnya berada di pundak Teddy Pardiyana sebagai ayah kandung. "Urusan nanti Bintang dapat atau tidaknya, itu kebijakan dari kakak-kakaknya dan juga hukum. Tapi tidak ada kewajiban kakak-kakaknya untuk mengurus. Yang mempunyai tanggung jawab itu adalah bapaknya," pungkasnya. Pernyataan ini merupakan penegasan bahwa hak dan kewajiban dalam keluarga haruslah sesuai dengan garis keturunan dan peran masing-masing.

Pernyataan Sule ini muncul di tengah perseteruan yang semakin memanas antara dirinya dan Teddy Pardiyana mengenai aset warisan Lina Jubaedah. Teddy sebelumnya sempat menuntut agar hak anak semata wayangnya, Bintang, atas warisan Lina segera dipenuhi. Ia mengklaim bahwa Lina memiliki aset berupa rumah, tanah, dan uang yang seharusnya juga menjadi hak Bintang. Namun, Sule merasa klaim Teddy tersebut tidak berdasar dan lebih mengarah pada upaya memanfaatkan harta peninggalan Lina.

Polemik ini bermula ketika Teddy Pardiyana mengklaim bahwa Lina Jubaedah memiliki sejumlah aset yang belum dibagi rata kepada putrinya, Bintang. Teddy bahkan sempat melontarkan ancaman akan melaporkan Sule ke pihak berwajib jika tuntutannya tidak dipenuhi. Hal ini tentu saja memicu reaksi keras dari Sule, yang merasa bahwa Teddy mencoba memutarbalikkan fakta dan memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.

Sule menjelaskan bahwa proses pembagian warisan almarhumah Lina Jubaedah seharusnya dilakukan secara adil dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa anak-anaknya, Rizky Febian dan Putri Delina, memiliki hak yang sama atas warisan ibunya. Namun, ia merasa keberatan jika Teddy Pardiyana terus-menerus mengungkit masalah ini dan mencoba mencari celah untuk mendapatkan keuntungan yang tidak semestinya.

Lebih jauh, Sule memberikan gambaran mengenai bagaimana Lina Jubaedah membangun aset-asetnya. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar harta yang dimiliki Lina saat ini merupakan hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun, termasuk saat masih berstatus sebagai istrinya. Oleh karena itu, Sule merasa berhak untuk ikut campur dalam urusan pembagian warisan ini, demi memastikan bahwa hak anak-anaknya tidak terabaikan.

Meskipun Sule telah memberikan klarifikasi dan penegasan, tampaknya polemik warisan Lina Jubaedah ini masih akan terus berlanjut. Sikap Teddy Pardiyana yang dinilai keras kepala dan terus-menerus menuntut hak yang belum tentu menjadi miliknya, membuat Sule semakin geram. Namun, Sule bertekad untuk tetap teguh pada pendiriannya dan tidak akan membiarkan siapapun merampas hak anak-anaknya. Ia berharap agar Teddy Pardiyana dapat bersikap lebih bijaksana dan mengedepankan kepentingan Bintang daripada ambisi pribadi.

Sule juga mengimbau agar Teddy Pardiyana lebih fokus pada tanggung jawabnya sebagai ayah bagi Bintang, daripada terus-menerus mengincar harta warisan dari mantan istrinya. Menurut Sule, seorang ayah seharusnya menjadi tulang punggung bagi anaknya, bukan justru menjadi beban yang terus-menerus menuntut dari pihak lain. Pernyataan ini menunjukkan kekecewaan Sule terhadap sikap Teddy yang dianggap tidak bertanggung jawab dan lebih mementingkan materi.

Dalam kesempatan yang sama, Sule sempat menyinggung mengenai hubungan antara anak-anaknya dengan Bintang. Ia menyatakan bahwa Rizky Febian dan Putri Delina tidak pernah melarang untuk memberikan perhatian dan kasih sayang kepada adik tiri mereka. Namun, kewajiban untuk memenuhi kebutuhan Bintang, baik secara materiil maupun non-materiil, sepenuhnya berada pada Teddy Pardiyana. Hal ini sebagai penegasan bahwa tanggung jawab orang tua terhadap anak adalah mutlak dan tidak dapat dialihkan begitu saja.

Intinya, pernyataan Sule ini merupakan respons tegas terhadap upaya Teddy Pardiyana yang dianggapnya terlalu agresif dan tidak berdasar dalam menuntut hak warisan Lina Jubaedah. Sule ingin menegaskan bahwa ia akan terus berjuang demi melindungi hak anak-anaknya dan tidak akan tinggal diam melihat ada pihak yang mencoba memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. Polemik ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak mengenai pentingnya komunikasi yang baik dan penyelesaian masalah secara damai, terutama ketika melibatkan aset yang berkaitan dengan anak-anak.