0

Sinetron Gak Dulu, Roger Danuarta Lagi Asyik Tekuni 2 Hal Ini

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Aktor yang telah malang melintang di dunia hiburan tanah air, Roger Danuarta, menunjukkan strategi cerdas dalam mengumpulkan pundi-pundi rupiah di tahun 2026. Keputusan ini diambilnya bukan tanpa alasan, melainkan sebagai respons terhadap dinamika industri yang terus berubah dan prioritas hidup yang kian matang. Kali ini, Roger tidak melulu terpaku pada rutinitas syuting yang melelahkan, melainkan tengah asyik menyelami dua dunia bisnis yang menjanjikan: tren live shopping yang kian marak dan bisnis kuliner melalui kedai kopi yang telah ia rintis. Langkah ini mencerminkan pergeseran fokus Roger, yang kini lebih berani bereksplorasi di luar zona nyaman dunia hiburan yang membesarkan namanya.

Roger secara terbuka mengungkapkan bahwa tahun 2026 ini menandai adanya fokus baru dalam karirnya, sebuah langkah yang ia ambil dengan penuh pertimbangan di luar ranah hiburan yang selama ini identik dengannya. Ia mengaku sedang giat mencoba peruntungan dan menggali potensi di dunia perdagangan digital yang saat ini sedang mengalami lonjakan popularitas yang signifikan. "Untuk tahun 2026 ini, kita lagi coba untuk di live shopping. Itu menarik banget ternyata," ungkap Roger dengan antusias saat ditemui dalam sebuah wawancara eksklusif di Studio Rumpi: No Secret Trans TV, pada hari Selasa, tanggal 20 Januari 2026. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Roger melihat peluang besar dalam metode penjualan interaktif ini, yang menawarkan cara baru untuk berinteraksi dengan konsumen dan mendorong transaksi secara langsung. Kemampuannya untuk beradaptasi dengan tren digital terbaru ini menunjukkan keluwesannya sebagai seorang pelaku bisnis.

Selain merambah dunia live shopping yang penuh potensi keuntungan instan, Roger juga semakin memantapkan langkahnya dalam menjalani bisnis kuliner yang telah ia rintis sejak beberapa waktu lalu. Ia kini memiliki sebuah usaha coffee shop yang berlokasi strategis di Banda Aceh. Bisnis kuliner ini terbilang cukup moncer dan telah menunjukkan ketahanannya dengan mampu bertahan selama tiga tahun lamanya, sebuah bukti nyata dari kualitas dan manajemen yang baik. "Sudah berjalan tiga tahunlah. Jadi kita suka sering juga tuh bolak-balik Aceh," tuturnya dengan senyum bangga, seraya menambahkan bahwa bisnis ini menuntutnya untuk sering bepergian ke tanah Serambi Mekkah tersebut. Keberlanjutan bisnis ini juga membuktikan bahwa Roger tidak hanya sekadar mencoba peruntungan, tetapi benar-benar serius dalam mengembangkan usahanya.

Perjalanan Roger terjun ke dalam bisnis kopi ternyata memiliki akar yang cukup dalam dan terhubung dengan koneksi keluarga sang istri tercinta, Cut Meyriska. Ternyata, keluarga Chika memiliki saudara yang berkecimpung di industri biji kopi, dan mereka berlokasi di Aceh. Keterlibatan keluarga inilah yang kemudian membuka pintu bagi Roger untuk mengenal lebih jauh tentang potensi kopi Aceh yang memiliki kualitas luar biasa. "Keluarga Chika (Cut Meyriska) ada saudara di Aceh yang di bidang kopi, biji kopi gitu. Kopinya pun kopi Aceh, kita lihat kualitasnya bagus-bagus," jelas Roger, menyoroti keunggulan produk lokal yang menjadi daya tarik utamanya. Pengalaman ini tidak hanya memberinya kesempatan untuk berbisnis, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga dan mendukung produk daerah.

Dengan kesibukannya yang semakin padat dalam merintis dan mengelola dua lini bisnis tersebut, ditambah dengan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah bagi kedua buah hatinya, Shaquille dan Jourell, Roger mengaku kini menjadi lebih selektif dalam memilih pekerjaan di dunia hiburan. Prioritas hidupnya telah bergeser, dan ia lebih berhati-hati dalam menentukan proyek mana yang akan diambil. Meskipun pintu untuk tawaran film masih terbuka lebar, Roger mengakui bahwa saat ini ia belum berani mengambil tawaran sinetron kejar tayang yang membutuhkan komitmen waktu yang sangat besar dan jadwal yang sangat padat. Keputusan ini diambil demi menjaga keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi, serta memberikan perhatian penuh kepada keluarga dan bisnis yang sedang ia bangun.

"Kalau untuk sinetron kita pikir kayak masih butuh waktu lebih lama lagi. Kita harus bisa bagi waktu lagi sama anak-anak, sama usaha yang lain," pungkasnya dengan tegas. Pernyataan ini menegaskan bahwa Roger Danuarta kini menempatkan prioritas pada hal-hal yang lebih mendasar baginya, yaitu keluarga dan pengembangan bisnis. Ia tidak ingin mengorbankan waktu berharga bersama anak-anaknya demi tuntutan jadwal sinetron yang ketat. Keputusan ini juga menunjukkan kedewasaan Roger dalam mengelola karirnya, yang tidak hanya terpaku pada popularitas semata, tetapi juga pada keberlanjutan dan kebahagiaan hidup.

Lebih jauh lagi, keputusan Roger untuk membatasi keterlibatannya dalam sinetron kejar tayang dapat diinterpretasikan sebagai sebuah langkah strategis dalam membangun fondasi bisnis yang lebih kokoh untuk masa depan. Bisnis live shopping, yang cenderung dinamis dan membutuhkan kehadiran serta interaksi langsung dari public figure, memberikan Roger platform untuk terus terhubung dengan penggemarnya sambil menghasilkan pendapatan. Di sisi lain, bisnis coffee shop menawarkan stabilitas dan potensi pertumbuhan jangka panjang, terutama jika dikelola dengan baik dan didukung oleh kualitas produk yang konsisten. Kombinasi kedua bisnis ini memberikan Roger diversifikasi pendapatan yang signifikan, mengurangi ketergantungannya pada industri hiburan yang terkadang fluktuatif.

Fakta bahwa Roger memilih untuk berbisnis live shopping juga mencerminkan pemahamannya yang mendalam tentang tren konsumen modern. Konsumen saat ini mencari pengalaman belanja yang lebih interaktif, personal, dan menghibur. Live shopping memenuhi ketiga kriteria tersebut, memungkinkan pembeli untuk mengajukan pertanyaan secara langsung, melihat produk secara detail, dan bahkan mendapatkan penawaran eksklusif secara real-time. Kemampuan Roger untuk beradaptasi dan memanfaatkan platform seperti ini menunjukkan kelincahannya dalam menangkap peluang pasar yang berkembang pesat. Ia tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi bagian aktif dari pergerakan tersebut.

Selain itu, keputusannya untuk berbisnis kopi di Banda Aceh juga memiliki nilai tambah tersendiri. Kopi Aceh memiliki reputasi yang baik di kalangan pecinta kopi, dan dengan dukungan keluarga Cut Meyriska yang sudah memiliki koneksi di industri ini, Roger memiliki keuntungan kompetitif yang jelas. Memanfaatkan biji kopi lokal berkualitas tinggi tidak hanya mendukung perekonomian daerah, tetapi juga membangun citra merek yang otentik dan berakar pada tradisi. Keterlibatan dalam bisnis kuliner ini juga memungkinkan Roger untuk mengeksplorasi sisi kreatifnya di luar akting, mulai dari pemilihan menu, desain interior kedai, hingga strategi pemasaran.

Perjalanan Roger Danuarta ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pelaku industri hiburan lainnya yang mungkin merasa jenuh atau ingin mencari stabilitas finansial yang lebih baik. Ini membuktikan bahwa seorang aktor tidak harus terpaku pada satu bidang saja. Dengan keberanian untuk mencoba hal baru, kerja keras, dan kemauan untuk belajar, mereka dapat membangun kerajaan bisnis yang kokoh dan berkelanjutan. Fleksibilitas dan adaptabilitas menjadi kunci utama dalam menghadapi lanskap bisnis yang terus berubah. Roger telah membuktikan bahwa ia adalah pribadi yang cerdas, visioner, dan mampu menyeimbangkan karir hiburan dengan ambisi bisnisnya, sembari tetap memprioritaskan kebahagiaan keluarga.

Keputusan Roger untuk tidak mengambil sinetron kejar tayang dalam waktu dekat juga menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Sinetron kejar tayang seringkali menuntut jam kerja yang sangat panjang dan jadwal yang tidak terduga, yang dapat mengganggu kehidupan pribadi dan fokus pada bisnis. Dengan menolak tawaran tersebut, Roger secara aktif melindungi waktu dan energinya, mengalokasikannya untuk hal-hal yang ia anggap lebih penting saat ini. Ini adalah pilihan yang bijak, yang menunjukkan bahwa ia tidak hanya mengejar popularitas sesaat, tetapi membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih stabil dan memuaskan.

Dalam konteks yang lebih luas, kisah Roger Danuarta ini juga menyoroti pergeseran paradigma dalam industri hiburan. Para artis kini semakin didorong untuk memiliki personal brand yang kuat dan diversifikasi karir. Mereka tidak hanya dilihat sebagai penghibur semata, tetapi juga sebagai pengusaha yang cerdas dan inovatif. Dengan memanfaatkan platform digital dan tren konsumen yang ada, para artis dapat memperluas jangkauan mereka dan menciptakan peluang pendapatan baru yang tidak bergantung sepenuhnya pada tawaran pekerjaan di dunia hiburan tradisional. Roger adalah salah satu contoh nyata dari pergeseran ini, yang sukses menunjukkan bahwa karir yang sukses dapat dibangun di berbagai bidang, asalkan ada kemauan, strategi, dan kerja keras.

Dengan demikian, Roger Danuarta tidak lagi hanya dikenal sebagai aktor berbakat, tetapi juga sebagai seorang pengusaha yang cerdik dan adaptif. Dua bidang bisnis yang ia tekuni, live shopping dan bisnis kopi, menawarkan potensi keuntungan yang signifikan dan menjadi bukti nyata dari kemampuannya dalam melihat dan memanfaatkan peluang di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Keputusannya untuk memprioritaskan keluarga dan bisnisnya di atas tuntutan sinetron kejar tayang menunjukkan kedewasaan dan visi jangka panjang yang patut diapresiasi. Ke depannya, sangat menarik untuk melihat bagaimana Roger akan terus mengembangkan kedua bisnisnya ini dan bagaimana ia akan menyeimbangkan karir hiburannya dengan ambisi bisnisnya yang semakin besar. (mau/mau)