BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata, mengungkapkan bahwa dirinya belum sempat membaca berita mengenai kepindahan Maarten Paes ke klub raksasa Belanda, Ajax. Meskipun demikian, "Om Simon", sapaan akrabnya, menyatakan rasa senang atas potensi kesempatan yang didapatkan oleh kiper yang juga memperkuat Timnas Indonesia tersebut. Kepindahan Paes ke Ajax ini dijadwalkan terjadi pada bursa transfer bulan Januari 2026, di mana Ajax dikabarkan mendatangkan pemain berusia 27 tahun itu dari FC Dallas dengan nilai transfer sebesar 900 ribu Euro. Keputusan Ajax untuk mendatangkan kiper baru ini dilatari oleh kepergian Remko Pasveer, seorang kiper veteran berusia 42 tahun, yang memutuskan untuk bergabung dengan klub Belanda lainnya, Heracles Almelo.
Maarten Paes sendiri telah memulai babak baru dalam kariernya dengan menjalani latihan perdana bersama skuad Ajax. Kiper berdarah Belanda-Indonesia ini berpeluang untuk melakoni debutnya bersama De Amsterdammers dalam pertandingan melawan Fortuna Sittard yang akan digelar di kandang mereka, Amsterdam Arena, pada Minggu, 15 Februari 2026. Simon Tahamata, yang memiliki rekam jejak panjang sebagai mantan pemain dan juga pernah berkecimpung di dunia kepelatihan di Ajax, menyambut baik kabar ini. Ia menyatakan, "Saya tidak sempat baca itu. Saya tidak pikir orang yang pindah ke Ajax. Saya sedang fokus di sini, Indonesia. Saya senang buat anak yang bisa datang main di Ajax," ujarnya kepada awak media pada Jumat, 13 Februari 2026. Pernyataan Simon ini menunjukkan bahwa fokus utamanya saat ini adalah pada pengembangan Timnas Indonesia, namun ia tetap memberikan dukungan moral kepada para pemainnya yang mendapatkan kesempatan bermain di level tertinggi.
Pengalaman Maarten Paes di Eredivisie, kompetisi sepak bola tertinggi di Belanda, bukanlah hal baru. Sebelum memutuskan untuk hijrah ke FC Dallas, Paes telah mengumpulkan pengalaman berharga dengan mencatatkan 48 penampilan di Liga Belanda saat masih memperkuat FC Utrecht. Pengalaman ini tentu akan menjadi modal penting baginya dalam beradaptasi dengan lingkungan dan tuntutan kompetisi di Ajax. Dengan bergabungnya Paes, Ajax mengamankan solusi untuk posisi penjaga gawang mereka. Kontrak yang disepakati antara Paes dan Ajax berdurasi 3,5 tahun, menunjukkan keyakinan klub terhadap kualitas dan potensi yang dimiliki oleh kiper Timnas Indonesia ini. Kepindahan ini dianggap sebagai langkah strategis bagi Ajax dalam memperkuat skuad mereka, terutama di lini pertahanan, dan diharapkan Paes dapat memberikan kontribusi positif selama masa baktinya di klub bersejarah tersebut.
Kepindahan Maarten Paes ke Ajax tidak hanya menjadi sorotan bagi para penggemar sepak bola Indonesia, tetapi juga menimbulkan berbagai analisis dan prediksi mengenai dampaknya bagi karier sang pemain serta Ajax itu sendiri. Sebagaimana diketahui, Ajax merupakan salah satu klub paling prestisius di Eropa, dengan sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan meraih berbagai gelar bergengsi. Bergabung dengan Ajax berarti Paes akan bersaing dengan pemain-pemain berkualitas tinggi dan bermain di bawah tekanan yang lebih besar, namun sekaligus membuka peluang baginya untuk terus berkembang dan meraih prestasi di kancah internasional. Pengalaman bermain di FC Dallas, meskipun di kompetisi yang berbeda, telah memberikan Paes jam terbang yang cukup dan pemahaman taktis yang solid, yang diharapkan dapat membantunya beradaptasi dengan cepat di Ajax.
Lebih lanjut, kehadiran Paes di Ajax juga dapat menjadi simbol kemajuan sepak bola Indonesia di kancah global. Seiring dengan upaya PSSI dalam mempromosikan talenta-talenta muda Indonesia, keberhasilan Paes menembus salah satu klub besar Eropa ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi pemain muda berikutnya. Hal ini sejalan dengan visi PSSI untuk terus meningkatkan kualitas kompetisi domestik dan menciptakan ekosistem sepak bola yang kondusif bagi pengembangan pemain. Simon Tahamata, sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam pembinaan pemain Timnas Indonesia, tentu memiliki pandangan yang luas mengenai potensi dan perkembangan sepak bola tanah air. Fokusnya pada Indonesia, seperti yang ia sampaikan, menunjukkan komitmennya untuk membangun kekuatan Timnas Indonesia di masa depan, sambil tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang mampu meraih kesuksesan di luar negeri.
Transfer Maarten Paes ke Ajax juga menyoroti dinamika pasar transfer sepak bola Eropa yang terus berkembang. Nilai transfer sebesar 900 ribu Euro untuk seorang kiper muda dengan potensi besar menunjukkan bahwa klub-klub Eropa semakin jeli dalam mengidentifikasi bakat-bakat potensial dari berbagai belahan dunia. Ajax, dengan reputasinya sebagai klub yang gemar merekrut pemain muda berbakat dan mengembangkannya, melihat Paes sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan. Kemampuannya dalam mengantisipasi serangan, ketenangannya di bawah tekanan, serta kemampuannya dalam mendistribusikan bola, merupakan atribut yang sangat dicari oleh klub-klub modern. Keputusan Ajax untuk mendatangkan Paes juga bisa jadi merupakan langkah antisipatif terhadap kemungkinan kepergian kiper utama mereka di masa depan, atau sebagai strategi untuk menciptakan persaingan sehat di dalam skuad.
Dalam konteks Timnas Indonesia, kepindahan Paes ke Ajax memberikan keuntungan ganda. Pertama, ia akan mendapatkan pengalaman bermain di level kompetisi yang lebih tinggi, yang akan meningkatkan kualitas permainannya secara keseluruhan. Kedua, ia akan berada di bawah sorotan klub-klub Eropa lainnya, yang berpotensi membuka pintu untuk peluang karier yang lebih besar di masa depan. Ini juga akan memberikan nilai tambah bagi Timnas Indonesia, karena memiliki pemain yang terbiasa bermain di level elit Eropa. Simon Tahamata, dengan pengalamannya yang luas, tentu menyadari pentingnya hal ini dalam upaya membangun timnas yang kuat dan kompetitif di kancah internasional. Ia berharap agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Paes untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi Timnas Indonesia di masa mendatang.
Perlu dicatat bahwa situasi Remko Pasveer yang memilih untuk pindah ke Heracles Almelo juga menjadi bagian dari dinamika perpindahan pemain di Belanda. Keputusan Pasveer, yang telah bermain di level tinggi selama bertahun-tahun, kemungkinan besar didorong oleh keinginan untuk mendapatkan waktu bermain yang lebih reguler di akhir kariernya, atau untuk mencari tantangan baru di klub yang berbeda. Kepergian Pasveer inilah yang kemudian membuka ruang bagi Ajax untuk mencari pengganti yang sepadan, dan pilihan mereka jatuh pada Maarten Paes. Keputusan transfer ini mencerminkan strategi Ajax dalam melakukan regenerasi skuad dan menjaga kedalaman tim agar tetap kompetitif di berbagai ajang.
Secara keseluruhan, kepindahan Maarten Paes ke Ajax merupakan sebuah peristiwa penting dalam kariernya dan juga menjadi kabar baik bagi sepak bola Indonesia. Meskipun Simon Tahamata belum sempat membaca berita secara detail, antusiasme dan kebahagiaannya menunjukkan dukungan penuh terhadap para pemain yang mampu menembus panggung sepak bola Eropa. Pengalaman Paes di Eredivisie sebelumnya akan menjadi fondasi yang kuat baginya untuk beradaptasi dan bersaing di Ajax. Dengan kontrak berdurasi 3,5 tahun, Paes memiliki waktu yang cukup untuk membuktikan kualitasnya dan memberikan kontribusi signifikan bagi klub barunya. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat memotivasi pemain-pemain muda Indonesia lainnya untuk terus berjuang menggapai impian mereka di kancah sepak bola internasional.

