0

Silatnas UMRI 2026 Tegaskan Penguatan Organisasi dan Standarisasi Kurikulum Nasional

Share

Batang — Pimpinan Pusat Ummahatur Rifa’iyah (UMRI) secara resmi menggelar perhelatan akbar Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Halal Bihalal pada Ahad, 12 April 2026, yang bertempat di Aula Gedung PP Rifa’iyah, Kabupaten Batang. Mengusung tema sentral “Penguatan Kompetensi Manajemen Organisasi dan Sosialisasi Kurikulum Madrasah Diniah Rifa’iyah”, kegiatan ini menjadi titik balik strategis bagi penguatan struktur organisasi serta sinkronisasi sistem pendidikan di seluruh Indonesia. Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang mempererat tali persaudaraan pasca-Idul Fitri, melainkan sebuah forum pengambilan keputusan krusial yang menentukan arah masa depan pendidikan di lingkungan Rifa’iyah.

Dalam rangkaian acara yang berlangsung khidmat, para pengurus dari berbagai wilayah berkumpul untuk menyatukan visi dalam mengelola lembaga pendidikan keagamaan. Fokus utama perhelatan ini adalah peluncuran dan implementasi Kurikulum Madrasah Diniah Rifa’iyah yang dirancang sebagai instrumen standarisasi nasional. Dengan kurikulum yang seragam, diharapkan kualitas pembelajaran di tingkat Madrasah Diniah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di seluruh penjuru tanah air memiliki standar mutu yang setara, sistem evaluasi yang terukur, serta materi ajar yang berkesinambungan dengan nilai-nilai luhur organisasi.

Silatnas UMRI 2026 Tegaskan Penguatan Organisasi dan Standarisasi Kurikulum Nasional

Ketua Umum PP Ummahatur Rifa’iyah, Ibu Nyai Hj. Evi Husniatul Khalisah, dalam sambutannya menekankan bahwa standarisasi kurikulum merupakan kebutuhan mendesak. Selama ini, pola pembelajaran di berbagai daerah masih menunjukkan disparitas yang cukup signifikan. Dengan adanya kurikulum nasional ini, Ibu Nyai Evi optimistis akan terjadi pemerataan kualitas pendidikan. “Kurikulum ini bukan sekadar buku panduan, melainkan ruh pemersatu. Kita ingin setiap anak didik Rifa’iyah di manapun mereka berada, mendapatkan akses materi yang sama, mendalam, dan sesuai dengan manhaj organisasi,” tegas beliau. Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya kemandirian organisasi. Beliau mengajak seluruh jajaran pengurus untuk mendukung program-program pendanaan, seperti distribusi kalender resmi, sebagai upaya memperkuat fondasi finansial organisasi secara kolektif demi menopang seluruh agenda dakwah dan pendidikan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PP Rifa’iyah, Dr. KH. Mukhlisin Muzarie, dalam sesi pembinaan strategis menyatakan bahwa Silatnas ini adalah momentum untuk melakukan transformasi organisasi. Menurut beliau, Rifa’iyah harus bergerak lebih progresif dengan mengedepankan manajemen modern tanpa meninggalkan tradisi keilmuan yang telah diwariskan. KH. Mukhlisin Muzarie menyoroti bahwa peran perempuan—khususnya para ibu sebagai madrasatul ula—sangat krusial dalam keberhasilan pendidikan anak. Madrasah Diniah dan TPQ harus ditempatkan sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi Rifa’iyah yang berakhlakul karimah, cerdas, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi. Beliau menginstruksikan agar seluruh jajaran pengurus segera melakukan sosialisasi intensif di tingkat daerah agar kurikulum ini dapat segera diimplementasikan secara efektif pada tahun ajaran mendatang.

Peluncuran kurikulum ini mencakup beberapa aspek penting, yakni penyelarasan metode pengajaran, standardisasi materi keislaman yang otoritatif, serta integrasi sistem evaluasi nasional. Dengan kurikulum yang terstandardisasi, PP UMRI berencana menggulirkan berbagai program lanjutan, seperti lomba madrasah tingkat nasional, olimpiade santri, hingga sertifikasi guru Madin Rifa’iyah. Hal ini diharapkan mampu menaikkan nilai tawar lembaga pendidikan Rifa’iyah di mata masyarakat luas dan memberikan jaminan kualitas pendidikan bagi para orang tua santri. Proses pengesahan kurikulum ini secara simbolis dilakukan melalui penandatanganan dokumen resmi oleh Dr. KH. Mukhlisin Muzarie di hadapan para peserta Silatnas, yang disambut dengan antusiasme tinggi dari seluruh perwakilan wilayah.

Silatnas UMRI 2026 Tegaskan Penguatan Organisasi dan Standarisasi Kurikulum Nasional

Tidak kalah penting, sesi pembekalan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PP UMRI memberikan penekanan khusus pada aspek manajerial. Organisasi yang besar, menurut Sekjen, harus ditopang dengan tata kelola administrasi yang profesional. Beliau memaparkan bahwa keberhasilan sebuah program kerja tidak hanya ditentukan oleh visi besar, tetapi juga oleh detail eksekusi di lapangan. Penguatan manajemen kepemimpinan di tingkat wilayah dan cabang menjadi kunci agar roda organisasi tidak hanya berjalan secara rutinitas, melainkan mampu merespons tantangan zaman yang semakin dinamis. Para pengurus dituntut untuk meningkatkan literasi digital, memperkuat pola komunikasi antar-tingkatan, serta mampu mengelola kegiatan dengan perencanaan yang terukur. Kapasitas pengurus dalam aspek administrasi dan komunikasi dianggap sebagai tulang punggung yang akan menentukan seberapa jauh organisasi dapat memberikan manfaat nyata bagi umat.

Seluruh rangkaian acara Silatnas ini didesain untuk menciptakan sinergi antara kebijakan pusat dan eksekusi di tingkat akar rumput. Selain sesi formal, forum ini juga membuka ruang diskusi interaktif untuk menampung aspirasi dari pengurus daerah terkait kendala yang dihadapi di lapangan. Hal ini mencerminkan keterbukaan UMRI dalam melakukan perbaikan berkelanjutan demi mewujudkan visi pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas. Pertemuan ini juga mempertegas posisi PP UMRI sebagai motor penggerak pendidikan keagamaan yang terstruktur.

Sebagai penutup, Silatnas UMRI 2026 menegaskan bahwa kesatuan arah pendidikan adalah mutlak diperlukan untuk kaderisasi generasi Rifa’iyah yang militan dan berwawasan luas. Keberhasilan implementasi kurikulum ini nantinya akan menjadi indikator kemajuan organisasi dalam lima tahun ke depan. Semangat yang terbangun di Batang ini diharapkan dapat menular ke seluruh pelosok daerah, membawa gairah baru bagi para pengelola Madin dan TPQ untuk terus berkarya. Dengan manajemen yang profesional, kurikulum yang terstandar, dan komitmen seluruh pengurus, PP UMRI yakin mampu mencetak generasi emas yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki ketangguhan organisasi yang mumpuni. Momentum bersejarah di Batang ini menjadi saksi bahwa Rifa’iyah siap melangkah lebih jauh dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern, demi mengabdi pada umat dan menjaga marwah organisasi di masa depan. Rangkaian kegiatan pun diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Rifa’iyah agar senantiasa diberikan keberkahan dan kemudahan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang islami dan berintegritas.