BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Momen kebahagiaan yang tak terhingga tengah menghiasi hari-hari Marshanda. Sejak Juli tahun 2025, putri tercinta, Sienna Ameerah Kasyafani, telah memutuskan untuk menetap dan tinggal bersama dirinya. Keputusan ini tentu saja membawa sukacita yang luar biasa bagi Marshanda, yang selama ini merindukan kehadiran putrinya di sisinya. Namun, di balik euforia kebersamaan yang baru terjalin ini, terselip sebuah ungkapan sederhana namun begitu mendalam dari Sienna yang berhasil membuat Marshanda luluh, terenyuh, sekaligus tak berdaya. Ungkapan itu begitu murni, begitu tulus, dan begitu dewasa melampaui usianya, yang menunjukkan betapa kuat ikatan emosional antara ibu dan anak ini.
Marshanda, yang akrab disapa Caca, tak henti-hentinya mengungkapkan kekagumannya akan kedewasaan pemikiran sang putri. Di usianya yang masih belia, Sienna telah menunjukkan sebuah perspektif hidup yang begitu matang dan penuh pemahaman. Saat dijumpai di Studio Pagi-Pagi Ambyar TTV Kapten P Tendean pada Selasa, 6 Januari 2026, Marshanda menceritakan dengan nada haru, bagaimana Sienna menyampaikan sebuah kalimat yang mengubah pandangannya tentang peran seorang ibu. "Dia bilang ke aku, ‘Aku tuh gak butuh ibu yang sempurna, aku butuh ibu yang ada buat aku’," ujar Marshanda, menirukan ucapan putri kesayangannya dengan suara yang bergetar.
Kalimat yang terucap dari bibir mungil Sienna ini, meskipun terdengar sangat sederhana, menyimpan makna yang begitu dalam dan kompleks. Bagi Marshanda, ungkapan tersebut bukan sekadar kata-kata biasa. Itu adalah sebuah pengakuan akan kebutuhan emosional yang paling fundamental, sebuah bentuk dukungan moral yang tak ternilai harganya, terutama bagi seorang ibu yang mungkin pernah merasa ragu akan kemampuannya. Marshanda tertegun mendengarnya. Ia tak pernah menyangka, seorang anak seusia Sienna bisa memberikan dorongan psikologis yang begitu kuat dan berarti baginya. Perasaan haru bercampur bahagia menyelimuti dirinya, membuatnya bertanya-tanya dalam hati, "Kok bisa ya dia ngomong gitu?" Pertanyaan ini bukan lahir dari ketidakpercayaan, melainkan dari kekaguman yang mendalam akan kepekaan hati dan kecerdasan emosional putrinya.
Marshanda melanjutkan penjelasannya, bahwa Sienna adalah anak yang luar biasa. Ia tidak pernah menunjukkan rasa marah atau kekecewaan kepadanya, bahkan di masa-masa sulit yang pernah mereka lalui. Sikap Sienna yang penuh pengertian ini menjadi bukti nyata betapa Sienna mampu melihat di balik segala keterbatasan dan kekurangan. Ia lebih menghargai kehadiran, cinta, dan dukungan yang diberikan oleh ibunya, daripada menuntut kesempurnaan yang mungkin mustahil untuk dicapai. Ini adalah sebuah pelajaran berharga bagi Marshanda, sebuah pengingat bahwa cinta sejati seorang anak seringkali lebih murni dan tidak bersyarat.
Keputusan Sienna untuk tinggal bersama Marshanda bukanlah keputusan yang diambil secara impulsif. Sebaliknya, ini adalah hasil dari sebuah percakapan yang matang dan mendalam yang telah dilakukan sebelumnya dengan Ben Kasyafani, ayah Sienna. Marshanda, Ben, dan Sienna sempat duduk bersama, bertiga, untuk membicarakan secara terbuka mengenai aturan-aturan yang akan dijalankan ke depannya dalam rumah tangga mereka. Diskusi ini menunjukkan betapa profesionalnya Ben dalam menjalankan perannya sebagai ayah, serta betapa Sienna dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupannya. Hal ini mengindikasikan bahwa keputusan Sienna untuk tinggal bersama Marshanda adalah pilihan yang didasari oleh keinginannya sendiri, bukan paksaan.
Perlu diingat bahwa perjalanan Marshanda dan Ben Kasyafani dalam mengasuh Sienna tidaklah mudah. Keduanya menikah pada tanggal 2 April 2011, namun bahtera rumah tangga mereka harus kandas dan berpisah pada tanggal 23 April 2014. Setelah perceraian tersebut, hak asuh Sienna jatuh kepada Ben Kasyafani. Pertimbangan utama dalam keputusan ini adalah kondisi kesehatan Marshanda yang diketahui mengidap bipolar. Pada masa itu, Ben merasa bahwa ia dapat memberikan lingkungan yang lebih stabil dan kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan Sienna, mengingat perjuangan Marshanda dengan kondisi kesehatan mentalnya.
Namun, waktu telah membuktikan bahwa Marshanda telah berjuang keras untuk pulih dan membangun kembali hidupnya. Ia telah menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa, dan kini, ia kembali mendapatkan kesempatan untuk merajut kembali kebersamaan yang erat dengan putrinya. Keputusan Sienna untuk memilih tinggal bersama Marshanda adalah sebuah bukti nyata dari kemajuan yang telah dicapai Marshanda, serta kekuatan ikatan ibu dan anak yang tak tergoyahkan. Ini adalah momen yang sangat penting bagi Marshanda, sebuah validasi atas segala usahanya, dan sebuah awal baru yang penuh harapan.
Ucapan Sienna "Aku gak butuh ibu yang sempurna, aku butuh ibu yang ada buat aku" merupakan sebuah ungkapan yang sangat kuat dan memiliki implikasi yang luas. Bagi Marshanda, ini berarti bahwa ia tidak perlu lagi merasa terbebani oleh tuntutan kesempurnaan yang seringkali menjadi momok bagi banyak ibu. Ia bisa menjadi dirinya sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan tetap menjadi ibu yang dicintai dan dibutuhkan oleh putrinya. Kata-kata ini adalah pengingat bahwa yang terpenting dalam peran seorang ibu bukanlah kesempurnaan dalam segala hal, melainkan kehadiran yang konsisten, cinta yang tulus, dan dukungan emosional yang tak pernah putus.
Dalam konteks kesehatan mental, ucapan Sienna juga bisa diartikan sebagai penerimaan total terhadap kondisi Marshanda. Sienna memahami bahwa ibunya mungkin memiliki tantangan tersendiri, namun hal itu tidak mengurangi cintanya. Ia tidak melihat ibunya sebagai sosok yang harus sempurna tanpa cela, melainkan sebagai seorang manusia yang berjuang dan membutuhkan dukungan. Pemahaman ini menunjukkan kematangan emosional Sienna yang luar biasa, yang mampu memberikan kasih sayang tanpa syarat.
Keputusan Sienna untuk tinggal bersama Marshanda setelah bertahun-tahun diasuh oleh Ben Kasyafani juga mencerminkan perkembangan hubungan antara Marshanda dan Ben. Ini menunjukkan bahwa meskipun telah berpisah, keduanya mampu menjaga hubungan baik demi kebaikan anak mereka. Diskusi terbuka yang mereka lakukan menunjukkan kedewasaan dalam mengutamakan kepentingan Sienna. Ini adalah contoh positif bagaimana orang tua yang bercerai dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang positif bagi anak.
Kisah Marshanda dan Sienna ini memberikan pelajaran berharga bagi banyak orang, terutama para orang tua. Ini menekankan pentingnya komunikasi terbuka, penerimaan diri, dan kekuatan cinta sejati. Kesempurnaan bukanlah sebuah syarat untuk menjadi orang tua yang baik. Yang terpenting adalah kehadiran, perhatian, dan cinta yang tulus. Ucapan Sienna kepada Marshanda adalah sebuah permata emosional yang akan selalu dikenang dan menjadi sumber kekuatan bagi Marshanda dalam menjalankan perannya sebagai ibu. Ini adalah bukti bahwa di balik segala tantangan hidup, cinta seorang anak mampu memberikan kebahagiaan dan validasi yang paling mendalam.

