0

Siap-siap, Pengguna ChatGPT Gratis Segera Lihat Iklan

Share

Jakarta – Era baru monetisasi platform kecerdasan buatan (AI) tampaknya telah tiba. OpenAI, pengembang di balik fenomena ChatGPT, secara resmi mengumumkan rencana untuk menguji coba penayangan iklan pada versi gratis layanan chatbot populernya. Keputusan ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi bisnis perusahaan, yang sebelumnya sempat diwarnai keraguan dari sang CEO sendiri, Sam Altman, mengenai integrasi iklan dengan AI.

Uji coba penayangan iklan ini akan menyasar pengguna dewasa di Amerika Serikat yang menggunakan versi gratis ChatGPT dan telah login ke akun mereka. Ini berarti jutaan pengguna yang selama ini menikmati kecanggihan ChatGPT tanpa biaya, kini harus bersiap menghadapi kehadiran konten promosi. Namun, perubahan ini tidak hanya berlaku untuk pengguna gratis. OpenAI juga meluncurkan paket langganan baru bernama "Go" di AS, yang dibanderol USD 8 per bulan, jauh lebih terjangkau dibandingkan paket "Plus" (USD 20/bulan) dan "Pro" (USD 200/bulan). Menariknya, pelanggan paket Go ini juga akan menerima iklan, sementara pelanggan paket Plus, Pro, dan pelanggan bisnis OpenAI tetap akan menikmati pengalaman bebas iklan. Ini secara jelas memposisikan paket bebas iklan sebagai premium yang hanya bisa dinikmati oleh segmen tertentu.

Langkah strategis ini diambil OpenAI di tengah tekanan finansial yang masif dan ambisi besar untuk mendominasi lanskap AI global. Sam Altman, CEO OpenAI, sebelumnya dikenal sebagai sosok yang keberatan dengan ide menayangkan iklan di ChatGPT. Dalam berbagai kesempatan, ia bahkan menyatakan "benci iklan" dan menyebut gagasan menggabungkan iklan dengan AI sebagai sesuatu yang "sangat meresahkan." Namun, realitas bisnis dan kebutuhan finansial tampaknya telah memaksa perusahaan untuk mengesampingkan keberatan filosofis tersebut.

Komitmen pengeluaran OpenAI untuk infrastruktur AI selama delapan tahun ke depan mencapai angka yang fantastis, yakni USD 1,4 triliun. Angka ini mencerminkan investasi kolosal yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan mengoperasikan model AI berskala besar, termasuk pembangunan pusat data, pengadaan chip komputasi canggih, dan penelitian serta pengembangan berkelanjutan untuk mencapai Artificial General Intelligence (AGI). Untuk membiayai ambisi monumental ini, OpenAI membutuhkan sumber pendapatan yang substansial dan berkelanjutan. Altman sendiri menargetkan perusahaan dapat menutup tahun 2025 dengan pendapatan sekitar USD 20 miliar, sebuah target yang sangat ambisius dan menuntut diversifikasi strategi monetisasi.

Sebelum keputusan untuk menyertakan iklan, OpenAI telah mencoba beberapa pendekatan untuk menghasilkan pendapatan. Tahun lalu, perusahaan meluncurkan fitur "Instant Checkout" yang memungkinkan pengguna membeli barang langsung dari peritel seperti Walmart dan Etsy melalui percakapan dengan ChatGPT. Selain itu, OpenAI juga memperkenalkan fitur-fitur yang berfokus pada kesehatan dan pembelajaran, dengan tujuan menjadikan ChatGPT bagian integral dalam kehidupan sehari-hari penggunanya, sekaligus memberikan alasan kuat bagi mereka untuk beralih ke langganan berbayar. Namun, tampaknya upaya-upaya ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan finansial yang sangat besar. Periklanan, dengan potensi skala dan personalisasi yang tinggi berkat AI, kini dilihat sebagai strategi yang tak terhindarkan dan berpotensi sangat menguntungkan.

Mekanisme periklanan yang diusung OpenAI akan memanfaatkan informasi dari percakapan pengguna dengan ChatGPT untuk menciptakan iklan yang tepat sasaran. Contoh paling sederhana adalah jika seorang pengguna meminta bantuan ChatGPT untuk merencanakan perjalanan, sistem dapat secara relevan menampilkan iklan hotel, tiket pesawat, atau hiburan di destinasi tujuan. Ini menunjukkan kekuatan AI dalam memahami konteks dan niat pengguna untuk menyajikan promosi yang sangat relevan.

Sebagai bagian dari uji coba awal, iklan akan muncul di bagian bawah jawaban yang diberikan ChatGPT atas pertanyaan pengguna dan akan dilabeli secara jelas sebagai "disponsori" (sponsored). Dikutip dari berbagai sumber, OpenAI menegaskan bahwa iklan-iklan ini tidak akan mendikte atau memengaruhi jawaban yang diberikan ChatGPT. Perusahaan menekankan bahwa respons ChatGPT akan tetap didasarkan pada apa yang secara objektif berguna dan relevan bagi pengguna, bukan karena adanya kepentingan komersial tertentu.

Lebih lanjut, OpenAI berjanji untuk menjaga privasi pengguna dengan menyatakan tidak akan menjual data atau percakapan pengguna kepada pengiklan. Ini adalah poin krusial yang diharapkan dapat meredakan kekhawatiran publik mengenai penggunaan data pribadi. Perusahaan juga menyatakan tidak berencana menayangkan iklan dalam percakapan mengenai topik yang diatur secara ketat oleh regulasi, termasuk kesehatan, kesehatan mental, atau politik. Pembatasan ini menunjukkan kesadaran OpenAI akan sensitivitas dan potensi dampak negatif jika iklan disisipkan dalam konteks-konteks tersebut.

Dalam sebuah unggahan blog, OpenAI mengungkapkan antusiasmenya untuk mengembangkan pengalaman baru seiring waktu, di mana iklan tidak hanya relevan tetapi juga terasa "lebih bermanfaat" bagi pengguna. "Segera, Anda mungkin akan melihat iklan dan bisa langsung mengajukan pertanyaan yang diperlukan untuk membuat keputusan pembelian," tulis OpenAI, mengisyaratkan fitur interaktif di masa depan yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan iklan atau bahkan menyelesaikan transaksi dalam percakapan.

Keputusan menyisipkan iklan ke dalam percakapan chatbot memang berpotensi menimbulkan kontroversi. Interaksi pengguna dengan AI terkadang bersifat sangat personal dan intim, melibatkan diskusi tentang masalah pribadi, rencana masa depan, atau bahkan emosi. Kehadiran iklan dalam konteks semacam itu dapat dirasakan sebagai intrusif atau bahkan manipulatif. Langkah ini juga akan meningkatkan tekanan pada OpenAI untuk memastikan sistemnya tidak merekomendasikan produk yang berpotensi berbahaya atau merugikan bagi pengguna, mengingat kemampuan AI untuk memengaruhi keputusan.

Sebagai langkah pengamanan etis, OpenAI menyatakan tidak akan menayangkan iklan kepada pengguna yang mengidentifikasi diri atau diyakini sistem berusia di bawah 18 tahun. Pembatasan usia ini penting untuk melindungi kelompok rentan dari potensi eksploitasi atau pengaruh komersial yang tidak sesuai.

Fenomena iklan di platform AI kemungkinan besar akan terus berkembang. Pada Desember lalu, Meta juga telah mulai menggunakan informasi dari interaksi pengguna dengan chatbot AI mereka untuk menargetkan iklan yang lebih terpersonalisasi. Tren ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi besar melihat AI sebagai frontier berikutnya untuk periklanan digital, yang menawarkan tingkat personalisasi dan efisiensi penargetan yang belum pernah ada sebelumnya.

Di satu sisi, integrasi iklan dapat menjadi solusi vital bagi OpenAI untuk membiayai inovasi dan ambisi besarnya, memastikan keberlanjutan pengembangan teknologi AI yang revolusioner. Di sisi lain, hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang privasi data, etika periklanan berbasis AI, dan bagaimana pengalaman pengguna akan berubah. Pengguna ChatGPT, baik yang gratis maupun yang berlangganan paket Go, kini harus siap menghadapi lanskap baru di mana percakapan dengan AI kesayangan mereka mungkin akan sesekali diselingi oleh tawaran produk dan layanan. Ini adalah langkah yang tak terhindarkan dalam perjalanan AI menuju monetisasi massal, sebuah perjalanan yang akan terus diawasi ketat oleh publik dan regulator di seluruh dunia.