0

Setan Alas Jadi Film Pilihan FFHoror Bulan Februari 2026, Raih Penghargaan Nini Suni dan Sutradara Terbaik

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Film horor Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah perfilman nasional dengan terpilihnya "Setan Alas" sebagai film unggulan Festival Film Horor (FFHoror) edisi Februari 2026. Prestasi membanggakan ini sekaligus mengukuhkan "Setan Alas" sebagai penerima Penghargaan Nini Suni, sebuah penghargaan bergengsi yang diserahkan dalam sebuah acara khidmat di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kemarin. Tidak hanya pencapaian kolektif film, sutradara berbakat di balik layar "Setan Alas," Yusron Fuady, juga berhasil menyabet gelar sutradara terbaik, membuktikan visinya yang kuat dalam menggarap genre horor yang menegangkan sekaligus memikat.

Di sisi lain, penghargaan untuk aktor terbaik diraih oleh Rangga Azof yang memukau penonton lewat perannya dalam film "Kafir Gerbang Sukma." Sementara itu, gelar aktris terbaik jatuh ke tangan Putri Ayudia, yang juga turut membintangi film yang sama, "Kafir Gerbang Sukma." Keberhasilan para insan perfilman ini menegaskan dinamika industri film horor Indonesia yang terus berkembang dan melahirkan talenta-talenta baru yang patut diperhitungkan.

Chandra NZ, selaku Ketua FFHoror, menjelaskan bahwa festival ini merupakan sebuah inisiatif yang berjalan sepanjang tahun, dengan agenda pengumuman film-film terpilih secara rutin. "Selanjutnya, seluruh film terpilih akan dinilai dalam penilaian tahunan yang akan diumumkan tiap tanggal 13 Desember," tutur Chandra NZ, memberikan gambaran mengenai siklus apresiasi yang dijalankan oleh FFHoror. Pendekatan ini tidak hanya memberikan sorotan kepada film-film yang berkualitas di setiap bulannya, tetapi juga menciptakan momentum untuk evaluasi dan pengakuan yang lebih komprehensif di akhir tahun.

Lebih jauh, FFHoror memiliki misi yang lebih besar, yaitu mendorong peningkatan kualitas film dan para sineas horor Indonesia agar mampu bersaing di pasar global. "Diharapkan film horor Indonesia bisa menembus dan eksis dalam peredaran film global," ujar Chandra NZ, menyuarakan ambisi yang membanggakan bagi industri perfilman nasional. Harapan ini tentu tidak datang tanpa dasar, melainkan didorong oleh berbagai diskusi mendalam mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi genre horor Indonesia.

Salah satu topik hangat yang seringkali mencuat dalam forum-forum FFHoror adalah fenomena dominasi film horor Korea Selatan yang semakin agresif di layar bioskop Indonesia. Diskusi ini menjadi arena berbagi pandangan dan strategi bagi para pelaku industri film Indonesia. Dalam salah satu perbincangan yang menarik, sutradara Toto Hoedi dan Nanang Istiabudi, bersama dengan produser Herty Purba dan moderator Irvan Handoko, turut serta dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk menghadapi persaingan tersebut.

"Penonton saat ini jauh lebih pintar dalam mengapresiasi film. Kemudahan akses menonton film global membuat mereka menuntut kualitas storytelling dan sajian visual yang jauh lebih matang," ungkap Nanang Istiabudi, seorang praktisi yang telah malang melintang dalam produksi film sejak tahun 1990-an. Pernyataan ini menyoroti pentingnya evolusi dalam pendekatan pembuatan film horor Indonesia. Kualitas narasi yang kuat, pengembangan karakter yang mendalam, serta sinematografi yang memanjakan mata menjadi kunci untuk menarik perhatian penonton yang semakin kritis dan teredukasi.

Terpilihnya "Setan Alas" di tengah persaingan ketat yang ada, termasuk kehadiran film-film horor dari negara lain yang telah memiliki basis penggemar kuat, semakin menegaskan bahwa kualitas film horor Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Keberhasilan ini bukanlah sebuah anomali, melainkan sebuah bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi para sineas Indonesia. Sebelumnya, pada bulan Januari, film "Janur Ireng" juga telah mendapatkan apresiasi serupa dengan keluar sebagai penerima Penghargaan Nini Suni, menandakan konsistensi FFHoror dalam mengidentifikasi dan mempromosikan karya-karya berkualitas.

Dampak dari peningkatan kualitas ini tentu tidak hanya dirasakan oleh para pembuat film, tetapi juga oleh para penonton yang kini memiliki lebih banyak pilihan film horor berkualitas yang dapat dinikmati. Perjuangan untuk menembus pasar global memang bukan hal yang mudah, namun dengan terus berinovasi, berkolaborasi, dan mempertahankan standar kualitas yang tinggi, film horor Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak hanya bersaing, tetapi juga mendominasi di kancah internasional. FFHoror hadir sebagai katalisator penting dalam proses ini, memberikan wadah bagi para sineas untuk terus berkarya dan berinovasi.

Lebih lanjut, upaya peningkatan kualitas film horor Indonesia juga mencakup aspek teknis dan artistik. Mulai dari penulisan skenario yang cerdas, pemilihan aktor yang tepat, hingga penggunaan efek visual dan suara yang imersif, semuanya berkontribusi pada pengalaman menonton yang memuaskan. "Setan Alas" sendiri dilaporkan telah melakukan riset mendalam untuk menghadirkan cerita yang otentik dan menakutkan, dengan sentuhan lokal yang khas. Hal ini penting agar film horor Indonesia tidak hanya meniru formula film asing, tetapi juga mampu menawarkan keunikan dan identitasnya sendiri.

Peran produser seperti Herty Purba juga sangat krusial dalam memastikan bahwa visi artistik sutradara dapat terwujud tanpa mengorbankan aspek komersial. Kolaborasi yang solid antara sutradara, penulis, produser, dan seluruh kru adalah fondasi utama dalam menciptakan sebuah karya film yang sukses. Diskusi yang diadakan oleh FFHoror juga membuka ruang bagi para profesional di industri ini untuk saling bertukar ide, pengalaman, dan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi.

Keberhasilan "Setan Alas" dalam meraih penghargaan Nini Suni dan terpilih sebagai film unggulan FFHoror Februari 2026 adalah sebuah pencapaian yang patut dirayakan. Ini bukan hanya kemenangan bagi film itu sendiri, tetapi juga kemenangan bagi seluruh industri film horor Indonesia. Dengan terus bersemangat dalam berinovasi dan meningkatkan kualitas, tidak menutup kemungkinan bahwa film-film horor Indonesia akan semakin banyak mendulang kesuksesan di masa depan, baik di kancah nasional maupun internasional. FFHoror berkomitmen untuk terus mendukung dan mempromosikan karya-karya terbaik dari para sineas horor Indonesia, demi kemajuan genre ini secara keseluruhan.

Penghargaan Nini Suni sendiri memiliki makna simbolis yang kuat dalam konteks FFHoror. Nama "Nini Suni" seringkali diasosiasikan dengan sosok misterius dan kekuatan gaib dalam berbagai cerita rakyat Indonesia. Dengan memberikan penghargaan dengan nama ini, FFHoror secara tidak langsung ingin menegaskan akar budaya dan tradisi horor Indonesia yang kaya. "Setan Alas" sebagai film terpilih menunjukkan kemampuannya dalam menangkap esensi horor yang bersumber dari kekayaan budaya tersebut, sekaligus menyajikannya dengan cara yang modern dan relevan bagi penonton masa kini. Hal ini penting agar film horor Indonesia tidak kehilangan jati dirinya di tengah gempuran pengaruh global.

Selanjutnya, proses seleksi film-film terpilih oleh FFHoror diharapkan dapat terus memicu semangat kompetisi yang sehat di antara para sineas. Dengan adanya pengakuan rutin dan penilaian tahunan, para pembuat film akan termotivasi untuk terus menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi. FFHoror bukan hanya sekadar sebuah festival, tetapi juga sebuah ekosistem yang bertujuan untuk memajukan dan mengangkat pamor film horor Indonesia.

Masa depan film horor Indonesia terlihat semakin cerah. Dengan semakin banyaknya talenta yang bermunculan, dukungan dari berbagai pihak, dan apresiasi yang terus meningkat dari penonton, genre ini memiliki potensi untuk terus berkembang dan mengharumkan nama Indonesia di kancah perfilman dunia. "Setan Alas" hanyalah salah satu contoh nyata dari potensi tersebut, dan diharapkan akan ada lebih banyak lagi film-film horor Indonesia yang akan menyusul kesuksesannya di masa mendatang. FFHoror akan terus menjadi garda terdepan dalam mengidentifikasi dan merayakan karya-karya terbaik dari genre yang penuh misteri dan ketegangan ini.