0

Sekjen DPP PERBASI Prihatin Atlet Kickboxing Jadi Korban Kekerasan Seksual

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Keprihatinan mendalam disuarakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI), Nirmala Dewi, menyusul mencuatnya kasus dugaan kekerasan seksual dan fisik yang menimpa atlet panjat tebing dan atlet kickboxing. Kasus-kasus ini kini tengah dalam proses penanganan pihak kepolisian, dan Nirmala Dewi menegaskan bahwa tindakan semacam itu sama sekali tidak dapat ditoleransi, terutama ketika menimpa para atlet yang sedang berjuang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas).

"Saya sangat prihatin terhadap dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing. Tindakan seperti ini, jika terbukti, tidak bisa ditolerir sedikit pun. Apalagi ini terjadi terhadap atlet yang sedang menjalani pelatnas dan berjuang keras untuk nama negara di kancah internasional," tegas Nirmala Dewi dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu, 11 Maret 2026. Ia menambahkan, "Atlet adalah pejuang bangsa yang dengan gagah berani mengibarkan Bendera Merah Putih melalui prestasi olahraga mereka. Oleh karena itu, sudah seharusnya mereka mendapatkan perlindungan maksimal dari segala potensi yang dapat mengganggu konsentrasi dan mental mereka dalam berlatih dan bertanding."

Nirmala Dewi secara tegas mengecam keras tindakan para terduga pelaku kekerasan seksual dan fisik di kedua cabang olahraga tersebut. Ia menyoroti ironi bahwa seharusnya para pelaku ini berperan sebagai sosok pengayom, pelindung, dan pembina bagi para atlet muda yang tengah merintis karir. Tindakan mereka yang diduga telah menyalahgunakan posisi dan kepercayaan adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai sportivitas dan integritas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam dunia olahraga.

Lebih lanjut, Nirmala Dewi menyatakan bahwa DPP PERBASI sepenuhnya sejalan dengan semangat dan instruksi dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Bapak Erick Thohir (ET). Menpora Erick Thohir memang telah secara konsisten mendorong agar para terduga pelaku kekerasan seksual dan fisik dalam dunia olahraga dikenakan hukuman yang setimpal jika terbukti bersalah. Tidak hanya itu, Menpora juga menyerukan agar para pelaku ini mendapatkan larangan permanen untuk berkecimpung kembali di dunia olahraga, baik sebagai atlet, pelatih, maupun dalam kapasitas lainnya.

"Kami di DPP PERBASI dengan tegas mengecam terhadap para terduga pelaku dan sangat mendorong agar mereka mendapatkan hukuman yang setimpal apabila terbukti bersalah. Hukuman ini harus memberikan efek jera yang kuat dan menjadi peringatan bagi siapapun yang berniat melakukan tindakan serupa," ujar Nirmala Dewi. Ia menambahkan bahwa PERBASI siap berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses hukum berjalan dengan adil dan transparan.

Nirmala Dewi juga tidak lupa mengapresiasi respons cepat yang ditunjukkan oleh Menpora Erick Thohir, Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), serta semua pihak terkait lainnya yang telah memberikan perhatian serius dan bergerak cepat untuk mengungkap serta menyelesaikan kasus-kasus yang sangat memprihatinkan ini. Kecepatan dan keseriusan penanganan kasus ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban dan memulihkan kepercayaan publik terhadap dunia olahraga Indonesia.

"Saya sangat mengapresiasi atas respons sigap dan perhatian serius yang diberikan oleh semua elemen, baik dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), maupun Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang secara bersama-sama memberikan perhatian penuh terhadap kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik ini. Kolaborasi yang baik antar lembaga ini sangat krusial dalam menangani isu sensitif seperti ini," ungkap Nirmala Dewi.

Munculnya kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing ini menjadi sebuah pukulan telak bagi dunia olahraga Indonesia. Namun, di balik keprihatinan, DPP PERBASI melihatnya sebagai sebuah momentum untuk melakukan evaluasi internal dan introspeksi diri. Kejadian ini mendorong DPP PERBASI untuk menjadi lebih waspada dan lebih tegas dalam menegakkan aturan-aturan yang berlaku selama pemusatan latihan nasional (pelatnas). Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa interaksi antara atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung kelancaran pelatnas berjalan sesuai dengan koridor yang semestinya, tanpa ada penyimpangan sekecil apapun. Prioritas utama adalah menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan para atlet.

"Kami di DPP PERBASI sangat memberikan perhatian penuh terhadap kasus ini. Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga sekaligus pengingat yang kuat bagi kami untuk semakin memperketat dan menegakkan aturan dalam setiap pelaksanaan pelatnas. Kami berkomitmen penuh untuk melindungi dan menjamin keamanan serta kenyamanan para atlet yang sedang berjuang keras mengharumkan nama bangsa. Termasuk memastikan secara mutlak bahwa tidak ada bentuk kekerasan apapun yang terjadi di cabang olahraga bola basket," pungkas Nirmala Dewi. Pernyataan ini menegaskan komitmen PERBASI untuk menciptakan lingkungan olahraga yang aman, bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan, serta mendukung penuh upaya pemberantasan pelaku kekerasan seksual di dunia olahraga Indonesia. Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap atlet, terutama atlet wanita, harus menjadi prioritas utama dalam setiap aspek pembinaan olahraga nasional. Upaya pencegahan, edukasi, dan penindakan tegas harus terus digalakkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Lebih jauh, Nirmala Dewi berharap agar kasus ini dapat menjadi katalisator untuk perubahan yang lebih besar dalam budaya olahraga Indonesia. Budaya yang tidak hanya fokus pada prestasi semata, tetapi juga mengedepankan kesejahteraan, perlindungan, dan hak asasi para atlet. Peran serta aktif dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, induk organisasi olahraga, klub, hingga masyarakat luas, sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berintegritas. Dengan demikian, para atlet dapat berlatih dan bertanding dengan tenang, fokus pada pencapaian terbaik mereka tanpa dibayangi oleh rasa takut dan kekhawatiran akan menjadi korban kekerasan. PERBASI, melalui pernyataan Sekjennya, menunjukkan kesiapan untuk menjadi bagian dari solusi dan terus berupaya menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh atlet Indonesia.