0

Roma Vs Sassuolo: I Lupi Kalahkan Idzes dkk. 2-0, Naik ke Peringkat Ketiga Klasemen Serie A

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – AS Roma berhasil mengamankan tiga poin krusial di kandang sendiri dengan mengalahkan Sassuolo 2-0 dalam pertandingan lanjutan Serie A yang digelar di Stadion Olimpico pada Minggu, 11 Januari 2026 dini hari WIB. Kemenangan ini disambut antusias oleh para pendukung setia "I Lupi" karena membawa tim kesayangan mereka merangsek naik ke peringkat ketiga klasemen sementara Liga Italia, sebuah posisi yang sangat diidamkan dalam persaingan ketat perebutan gelar. Pertandingan yang masuk dalam rangkaian pekan ketiga Serie A ini, sejatinya berjalan alot dan penuh tantangan bagi pasukan AS Roma, terutama di paruh pertama. Namun, semangat juang dan determinasi tinggi para pemain membuat mereka mampu memborong dua gol penting di babak kedua, memastikan kemenangan yang menjadi modal berharga untuk laga-laga selanjutnya.

Gol pembuka yang dinanti-nantikan akhirnya tercipta pada menit ke-76 melalui sundulan keras Manu Kone. Pemain yang tampil impresif ini berhasil memanfaatkan umpan matang dari Matias Soule, menjebol gawang Sassuolo yang dijaga ketat oleh Arijanet Muric. Selang tiga menit kemudian, tepatnya pada menit ke-79, AS Roma semakin mengukuhkan keunggulannya. Kali ini, giliran Matias Soule yang mencatatkan namanya di papan skor, menggandakan kemenangan timnya menjadi 2-0. Gol ini tercipta berkat kerjasama apik di lini serang, yang berhasil menembus pertahanan Sassuolo yang digalang oleh pemain bertahan seperti Jay Idzes. Berkat dua gol tanpa balas ini, AS Roma kini menempati posisi ketiga klasemen Serie A dengan total 39 poin yang berhasil dikumpulkan dari 20 pertandingan yang telah dilakoni. Sementara itu, Sassuolo harus puas berada di urutan ke-12 dengan koleksi 23 poin, sebuah hasil yang tentu belum sesuai dengan harapan mereka.

Jalannya pertandingan sendiri menyajikan drama yang cukup menegangkan. AS Roma sejatinya telah mendapatkan peluang emas untuk membuka keunggulan sejak menit ketujuh. Paulo Dybala, bintang andalan Roma, melepaskan tendangan keras yang sempat ditepis oleh kiper Sassuolo, Arijanet Muric. Bola muntah hasil tepisan tersebut kemudian bergulir dan sempat mengarah ke Evan Ferguson, namun bola masih melewati pemain tersebut dan tidak berujung gol. Sassuolo, yang tidak ingin pulang dengan tangan kosong, memberikan respons cepat sepuluh menit kemudian. Melalui serangan balik yang terorganisir, Ismael Kone berhasil menembus barisan pertahanan AS Roma. Aksinya memaksa kiper Roma, Mile Svilar, untuk keluar dari sarangnya guna melakukan blok krusial. Bola muntah dari blok Svilar coba disambar oleh Lauriente, namun sayangnya tendangannya masih melebar dari sasaran.

Mile Svilar kembali menunjukkan performa gemilangnya pada menit ke-25. Kali ini, kiper utama Roma tersebut berhasil menepis sepakan keras Fadera, yang menerima umpan terukur dari Nemanja Matic. Kerap mendapatkan penjagaan ketat dari Jay Idzes, Evan Ferguson yang berulang kali mencoba menembus pertahanan Sassuolo, kembali gagal memanfaatkan sebuah umpan silang yang datang dari sisi kanan lapangan. Tendangannya kali ini masih melambung tinggi di atas mistar gawang. Memasuki babak kedua, AS Roma kembali menunjukkan intensitas serangannya. Peluang ganda sempat didapat pada menit ke-54. Tembakan Stephan El Shaarawy berhasil ditepis oleh Muric, dan bola muntah coba dimanfaatkan oleh Tsimikas. Namun, upaya Tsimikas kali ini juga belum membuahkan hasil karena tendangannya melambung di atas gawang.

Sebuah momen kontroversial terjadi pada menit ke-59 ketika wasit sempat menunjuk titik putih, memberikan penalti kepada AS Roma menyusul dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kiper Muric terhadap Matias Soule. Namun, setelah meninjau ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), keputusan tersebut akhirnya dianulir. VAR menyatakan bahwa Matias Soule lebih dulu berada dalam posisi offside sebelum terjadinya kontak dengan kiper. Keputusan ini tentu sedikit mengecewakan bagi kubu AS Roma, namun mereka tidak menyerah. Terus menggempur pertahanan Sassuolo, kerja keras AS Roma akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-76. Manu Kone berhasil menjebol gawang Sassuolo dengan sundulan mematikan setelah menerima umpan silang yang cermat dari Matias Soule. Gol ini menjadi pemecah kebuntuan yang sangat berarti bagi tim tuan rumah.

Hanya berselang tiga menit setelah gol pertama, AS Roma berhasil menggandakan keunggulannya. Gol kedua ini tercipta berkat kombinasi apik dari lini pertahanan hingga lini serang. Daniele Ghilardi, yang bergerak dari sisi kanan pertahanan Sassuolo, berhasil menembus kotak penalti dan melepaskan umpan tarik. Stephan El Shaarawy dengan cerdik mengecoh seorang bek Sassuolo, dan bola yang bergulir di depan gawang akhirnya diselesaikan dengan sempurna oleh Matias Soule yang berdiri tanpa kawalan. Soule dengan tenang menceploskan bola ke gawang kosong, mengunci kemenangan 2-0 untuk AS Roma. Di penghujung laga, tepatnya pada menit-menit akhir injury time, Stephan El Shaarawy sempat kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Rensch. Namun, gol tersebut tidak disahkan oleh wasit karena Rensch lebih dulu terjebak dalam posisi offside. Meskipun demikian, kemenangan 2-0 sudah cukup untuk membawa AS Roma merayakan tiga poin penting ini.

Susunan pemain yang diturunkan oleh kedua tim dalam pertandingan ini adalah sebagai berikut: AS Roma menurunkan skuad yang terdiri dari Svilar di bawah mistar gawang, dengan lini pertahanan yang diperkuat oleh Ghilardi, Mancini (digantikan oleh Ziolkowski pada menit ke-88), dan Hermoso. Lini tengah diisi oleh Celik (digantikan oleh Rensch pada menit ke-88), Pisilli, M Kone, dan Tsimikas (digantikan oleh Wesley pada menit ke-63). Di lini depan, trio Dybala, Soule (digantikan oleh Romano pada menit ke-88), dan Ferguson (digantikan oleh El Shaarawy pada menit ke-39) menjadi andalan. Sementara itu, Sassuolo menurunkan skuad terbaik mereka dengan Muric di bawah mistar, serta Walukiewicz, Idzes, dan Muharemovic di lini belakang. Lini tengah diisi oleh Lipani (digantikan oleh Vranckx pada menit ke-73), Matic, dan I Kone (digantikan oleh Pierini pada menit ke-83). Di lini serang, Fadera (digantikan oleh Cheddira pada menit ke-73), Pinamonti (digantikan oleh Iannoni pada menit ke-83), dan Lauriente (digantikan oleh Moro pada menit ke-83) menjadi pilihan utama.