0

Roma Libas Cremonese 3-0, Samai Poin Napoli di Klasemen Serie A

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – AS Roma membuktikan superioritasnya di hadapan publik Stadion Olimpico dengan meraih kemenangan telak 3-0 atas Cremonese dalam pertandingan lanjutan Serie A yang berlangsung pada Senin (23/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini tidak hanya memperkokoh posisi Roma di papan atas, tetapi juga menyamai perolehan poin Napoli di peringkat ketiga klasemen sementara, menciptakan persaingan sengit di zona Liga Champions. Pertandingan yang tergelar di bawah sorotan lampu stadion ini menampilkan dominasi tim tuan rumah, meskipun babak pertama sempat berlangsung imbang tanpa gol. Ketajaman serangan Roma baru terlihat selepas jeda, di mana tiga gol berhasil disarangkan oleh para pemainnya, membungkam perlawanan tim tamu.

Babak pertama pertandingan antara AS Roma dan Cremonese di Stadion Olimpico pada pekan ke-26 Serie A menampilkan intensitas permainan yang cukup tinggi, namun minim peluang emas yang tercipta. Kedua tim saling bertukar serangan, namun pertahanan yang solid dan efektivitas kiper di kedua sisi lapangan membuat skor tetap kacamata hingga paruh pertama usai. Peluang terbaik bagi Roma untuk membuka keunggulan hadir pada menit ke-35. Sebuah umpan silang matang dari Bryan Zaragoza berhasil disundul oleh Gianluca Mancini. Sayangnya, bola tendangan keras Mancini hanya mampu membentur mistar gawang, memupus harapan para pendukung tuan rumah untuk bersorak. Lorenzo Pellegrini yang sigap mencoba memanfaatkan bola muntah dengan sebuah tendangan akrobatik, namun upayanya masih dapat digagalkan oleh barisan pertahanan Cremonese yang disiplin. Skor imbang 0-0 menutup paruh pertama, meninggalkan pekerjaan rumah bagi kedua tim untuk mencari solusi di babak kedua.

Memasuki paruh kedua, AS Roma langsung mengambil inisiatif menyerang dengan lebih agresif. Taktik yang diterapkan pelatih Jose Mourinho tampaknya membuahkan hasil. Donyel Malen menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Cremonese ketika ia menusuk dari sisi kanan penyerangan. Dengan kecepatan dan kelincahan yang dimilikinya, Malen melepaskan tembakan dari sudut sempit yang cukup membahayakan. Namun, kiper Cremonese, Emil Audero, tampil sigap dan berhasil memblok tembakan tersebut dengan kakinya, mempertahankan gawangnya dari kebobolan. Upaya Roma untuk memecah kebuntuan terus berlanjut, dan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-59. Sebuah sepak pojok yang dieksekusi dengan baik oleh Lorenzo Pellegrini disambut dengan sundulan terarah oleh Bryan Cristante. Bola meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau oleh Audero, membawa AS Roma unggul 1-0.

Gol pembuka tersebut seolah menjadi pemicu semangat bagi para pemain AS Roma. Permainan mereka semakin hidup dan penuh percaya diri. Evan Ndicka, yang tampil solid di lini pertahanan, juga turut memberikan kontribusi dalam serangan. Ia berpeluang menggandakan keunggulan tuan rumah setelah menerima umpan matang. Namun, tembakan keras Ndicka masih dapat diantisipasi dengan baik oleh Emil Audero, yang menunjukkan refleks luar biasa di bawah mistar gawang. Ketangguhan Audero tidak mampu membendung gelombang serangan Roma yang semakin gencar. Pada menit ke-77, Roma akhirnya berhasil menggandakan keunggulan. Lagi-lagi berawal dari skema sepak pojok, bola yang dikirimkan ke kotak penalti berhasil dibelokkan dengan cerdik oleh Bryan Cristante menggunakan tumitnya. Bola yang berubah arah tersebut kemudian jatuh tepat di kaki Evan Ndicka, yang tanpa ragu menyelesaikannya dengan tendangan keras ke gawang Cremonese, menjadikan skor 2-0 untuk keunggulan AS Roma.

Di tengah dominasi Roma, Cremonese sempat mendapatkan peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan pada menit ke-82. Jamie Vardy, yang lolos dari jebakan offside, berhasil menembus jantung pertahanan AS Roma dengan kecepatannya. Ia berada dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk mencetak gol. Namun, kiper AS Roma, Mile Svilar, tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan krusial, mengagalkan peluang berbahaya tersebut dan menjaga gawangnya tetap steril. Dua menit berselang, Cremonese kembali mendapatkan kesempatan. Umpan silang dari Terracciano dari sisi kanan berhasil disundul oleh Thorsby, namun sayang bola masih melebar dari sasaran. Kegagalan Cremonese memanfaatkan peluang ini harus dibayar mahal.

Pada menit ke-86, AS Roma berhasil memantapkan kemenangan mereka dengan gol ketiga yang indah. Niccolo Pisilli, yang baru saja masuk menggantikan Pellegrini, menunjukkan ketajamannya. Ia berhasil menyambar bola liar di area kotak penalti dengan sebuah tendangan voli yang terukur. Bola meluncur deras ke pojok bawah gawang Emil Audero, yang kali ini tidak berdaya mengantisipasinya. Gol tersebut menjadi penutup pesta gol AS Roma di Stadion Olimpico, mengukuhkan kemenangan telak 3-0 atas Cremonese. Hasil ini tidak hanya memberikan tiga poin penting bagi Roma, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri tim menjelang pertandingan-pertandingan krusial berikutnya di Serie A.

Kemenangan meyakinkan ini membawa AS Roma menyamai perolehan poin Napoli, yang sama-sama mengoleksi 53 poin dari 26 pertandingan. Roma kini menduduki peringkat ketiga klasemen sementara Serie A, hanya kalah selisih gol dari Napoli. Peningkatan posisi ini sangat krusial bagi Roma dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan. Dengan sisa pertandingan yang semakin menipis, setiap poin menjadi sangat berharga. Performa impresif yang ditunjukkan oleh para pemain Roma, baik yang sudah berpengalaman maupun yang masih muda, menunjukkan kedalaman skuad dan semangat juang yang tinggi. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Roma untuk menghadapi tantangan-tantangan selanjutnya.

Susunan Pemain:
AS Roma: Svilar; Mancini, Ndicka, Ghilardi (El Aynaoui 46′); Celik, Cristante, Kone, Wesley; Zaragoza (Venturino 56′), Pellegrini (Pisilli 72′); Malen.

Cremonese: Audero; Terracciano, Folino, Luperto; Zerbin, Thorsby, Maleh, Payero (Bondo 49′), Pezzella; Bonazzoli, Sanabria (Vardy 63′).

(nds/raw)