0

Review JBL Sense Pro: Open Ear yang Nggak Cuma Buat Podcast

Share
Daftar Isi


Jakarta

Desain *open ear* biasanya identik dengan kompromi. Seringkali, perangkat semacam ini dicirikan dengan suara yang tipis, minim *bass*, dan lebih cocok dipakai untuk mendengarkan *podcast* sembari tetap menjaga kesadaran akan lingkungan sekitar. Namun, JBL Sense Pro hadir dengan pendekatan yang revolusioner, menantang persepsi umum tersebut.

Revolusi Open Ear: Menepis Stereotip Lama

JBL Sense Pro adalah model paling premium dari lini *earbuds open ear* terbaru JBL. Bahkan di generasi pertamanya, perangkat ini sudah terasa sangat ambisius. Berbeda dengan *earbuds in-ear* konvensional yang masuk ke liang telinga, Sense Pro dirancang untuk menempel di bagian luar telinga, dengan bentuk *hook* yang melingkari daun telinga, menyerupai perangkat *circumaural* mini. Konsep ini awalnya mungkin terdengar aneh: bagaimana mungkin *speaker* kecil yang menggantung di dekat telinga, tanpa isolasi akustik, bisa menghasilkan kualitas suara yang serius untuk mendengarkan musik? Ternyata, hasilnya benar-benar mengejutkan dan melampaui ekspektasi.

Desain Inovatif: Ergonomi dan Fungsionalitas

JBL Sense Pro mengadopsi desain pengait (*hook*) yang bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga sangat fungsional. Karena unit suara tidak “mengunci” di dalam telinga, *hook* ini menjadi krusial untuk memastikan *earbuds* tetap stabil dan aman saat pengguna bergerak, berjalan, atau melakukan aktivitas ringan lainnya. Desain ergonomisnya memungkinkan Sense Pro duduk dengan nyaman tanpa memberikan tekanan berlebih pada telinga, sehingga ideal untuk penggunaan jangka panjang.

Yang menarik, versi Pro memiliki modul belakang yang menyerupai liontin kecil (*pendant*). Modul ini bukan sekadar tempat menampung baterai, melainkan juga rumah bagi sensor getaran tulang. JBL secara cerdik memanfaatkan teknologi ini untuk mendeteksi saat pengguna berbicara, yang pada gilirannya memungkinkan sistem *noise cancellation* untuk panggilan telepon bekerja dengan jauh lebih efektif. Ide ini terasa sangat cerdas: bukan hanya sekadar menambahkan mikrofon, tetapi memanfaatkan vibrasi suara pengguna langsung dari tulang tengkorak untuk mendapatkan kejernihan maksimal. Selain itu, Sense Pro juga dibekali sertifikasi IP54, menjadikannya tahan terhadap percikan air dan debu, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari, bahkan saat berolahraga ringan atau di bawah gerimis.

Kualitas Audio yang Mengejutkan: Bass Menggelegar di Ruang Terbuka

Bagian paling mengejutkan dari JBL Sense Pro adalah kualitas audionya. Ekspektasi awal untuk perangkat *open ear* biasanya adalah suara yang terdengar jauh, tipis, dan “kosong” tanpa kedalaman. Namun, Sense Pro membalikkan asumsi tersebut. Di sini, *bass* justru terasa kuat dan memiliki dampak yang signifikan, dengan karakter yang cukup hangat dan dekat. Kedalaman *bass* ini berhasil dicapai melalui teknologi akustik canggih JBL yang dirancang untuk mengoptimalkan resonansi meskipun tanpa segel di liang telinga.

Tentu, kualitasnya mungkin belum sepenuhnya setara dengan *earbuds premium* berteknologi *Active Noise Cancellation* (ANC) penuh yang benar-benar menutup telinga dan menciptakan isolasi sempurna. Namun, untuk kategori *open ear*, Sense Pro terasa jauh lebih serius dan kapabel dibandingkan sekadar perangkat “sekunder” atau pelengkap. Untuk mendengarkan musik santai, bekerja, atau berjalan-jalan di sore hari, performa audionya lebih dari cukup. Bahkan musik klasik atau trek dengan detail instrumen yang kompleks masih terdengar bersih dan terpisah dengan baik, menunjukkan kemampuan reproduksi suara yang impresif untuk desainnya. Midrange terdengar jernih dengan vokal yang menonjol, sementara *treble* memberikan detail tanpa terasa terlalu tajam atau menusuk. Ini membuktikan bahwa *open ear* tidak harus mengorbankan kualitas audio secara drastis.

Teknologi Panggilan Cerdas: Sensor Getaran Tulang untuk Komunikasi Jernih

Keunggulan JBL Sense Pro juga sangat menonjol dalam urusan panggilan telepon. Dibandingkan dengan *earbuds open ear* lain, Sense Pro terasa melompat jauh ke depan berkat integrasi sensor getaran tulang. Sensor ini bekerja dengan menangkap vibrasi suara langsung dari tulang rahang pengguna, bukan hanya mengandalkan mikrofon udara yang rentan terhadap gangguan bising di sekitar.

Hasilnya adalah penangkapan suara pengguna yang lebih konsisten dan jernih, terutama di lingkungan yang bising seperti kafe ramai, jalanan yang padat lalu lintas, atau saat ada angin kencang. Meskipun dalam kondisi ekstrem suara kadang terdengar sedikit “diproses” atau seperti hasil olahan AI, namun secara keseluruhan, kualitas panggilan membaik secara signifikan saat dipakai di tempat yang lebih tenang. Dan dibandingkan hanya mengandalkan banyak mikrofon yang seringkali masih kesulitan menyaring suara latar, pendekatan hibrida JBL yang menggabungkan mikrofon dan sensor getaran tulang ini terbukti sangat efektif dalam memastikan suara Anda terdengar jelas oleh lawan bicara.

Pengalaman Penggunaan Sehari-hari: Tetap Terhubung dengan Dunia

Keunggulan utama *open ear* tetap menjadi daya tarik utama JBL Sense Pro: Anda tidak terisolasi dari lingkungan sekitar. Sense Pro sangat cocok untuk berbagai situasi di mana Anda ingin menikmati musik atau *podcast* tetapi tetap harus sadar akan suara-suara di lingkungan Anda. Ini sangat bermanfaat saat memasak di rumah, bekerja di kantor di mana Anda perlu mendengar rekan kerja, atau berjalan-jalan di alam terbuka dan ingin tetap bisa mendengar suara burung atau angin. Suara-suara lingkungan seperti pengumuman di stasiun, klakson kendaraan, atau suasana kafe masih dapat terdengar, dan hal ini justru menjadi bagian integral dari pengalaman pengguna, meningkatkan keselamatan dan kemampuan *multitasking*.

Untuk aktivitas sehari-hari yang membutuhkan kewaspadaan, seperti bersepeda di perkotaan atau mengawasi anak kecil, Sense Pro adalah pilihan yang ideal. Desainnya yang ringan dan tidak menekan liang telinga juga memastikan kenyamanan maksimal bahkan setelah berjam-jam penggunaan. Ini menjadikannya alternatif yang sangat baik bagi mereka yang merasa tidak nyaman dengan *earbuds in-ear* atau ingin menghindari sensasi tersumbat yang seringkali menyertai penggunaan *earbuds* dengan ANC penuh.

Fitur Modern dan Konektivitas Unggul

JBL Sense Pro juga sudah membawa berbagai fitur kelas atas yang melengkapi pengalaman premiumnya:

  • Konektivitas Bluetooth 5.3: Menjamin koneksi yang stabil, cepat, dan efisien daya dengan perangkat Anda.
  • Multi-Point Connection: Memungkinkan *earbuds* terhubung ke dua perangkat secara bersamaan (misalnya, laptop dan *smartphone*), memudahkan transisi antar perangkat tanpa perlu *pairing* ulang.
  • JBL Headphones App: Aplikasi pendamping yang intuitif memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan pengaturan EQ, mengelola pembaruan *firmware*, menemukan *earbuds* yang hilang, dan menyesuaikan kontrol sentuh sesuai preferensi pribadi.
  • Fast Pair: Untuk pengguna Android, Sense Pro dapat terhubung dengan cepat ke perangkat begitu dikeluarkan dari *case*.
  • Kontrol Sentuh Intuitif: Memberikan kemudahan dalam mengelola musik, panggilan, dan mengaktifkan asisten suara hanya dengan sentuhan.

Daya Tahan Baterai dan Kenyamanan Jangka Panjang

Dalam hal daya tahan, JBL Sense Pro tidak mengecewakan. *Earbuds* ini mampu bertahan hingga 6 jam pemutaran musik dengan sekali pengisian daya. Ditambah dengan *charging case* yang ringkas, total daya tahan baterai bisa mencapai 24 jam. Ini berarti Anda bisa menggunakannya sepanjang hari kerja atau untuk sesi mendengarkan musik yang panjang tanpa khawatir kehabisan daya. Fitur pengisian daya cepat juga hadir, memberikan beberapa jam pemutaran hanya dengan pengisian singkat. Kenyamanan jangka panjang adalah nilai jual utama lainnya. Bobotnya yang ringan dan desain *hook* yang tidak membebani telinga membuatnya mudah dilupakan saat sedang digunakan, memungkinkan Anda fokus pada aktivitas atau audio tanpa gangguan.

Kekurangan dan Catatan Penting

Meskipun inovatif, ada beberapa hal yang terasa wajar untuk iterasi awal produk ini. Pertama, posisi terbaik untuk suara terkadang memerlukan sedikit penyesuaian setiap kali dipakai ulang. Meskipun desain *hook* memberikan stabilitas, menemukan “titik manis” akustik mungkin butuh waktu singkat. Kedua, saat mengatur posisi *clamp* kecil, kontrol sentuh kadang bisa tertekan tanpa sengaja, yang bisa sedikit mengganggu. Ini mungkin memerlukan sedikit waktu adaptasi untuk terbiasa dengan sensitivitas kontrolnya.

Sebagai perangkat *open ear*, Sense Pro secara inheren tidak akan memberikan isolasi suara yang sempurna. Artinya, di lingkungan yang sangat bising seperti di dalam pesawat terbang atau kereta bawah tanah yang padat, pengalaman mendengarkan musik mungkin tidak seoptimal *earbuds* dengan ANC penuh. Ada juga potensi *sound leakage* (suara bocor keluar) di volume tinggi, meskipun ini umumnya tidak signifikan di lingkungan normal. Namun, kekurangan-kekurangan ini lebih merupakan karakteristik intrinsik dari desain *open ear* itu sendiri daripada kelemahan fatal pada produk.

Kesimpulan: Inovasi yang Membuka Batas

JBL Sense Pro adalah *earbuds open ear* yang terasa sangat matang sejak awal peluncurannya. Kualitas suaranya tidak sekadar pas-pasan, melainkan relatif menyenangkan untuk berbagai genre musik, menepis anggapan bahwa *open ear* hanya cocok untuk *podcast*. Desainnya fungsional dan ergonomis, dan integrasi sensor getaran tulang memberikan nilai tambah nyata untuk kualitas panggilan yang jernih.

Ini mungkin bukan pengganti *earbuds* ANC untuk perjalanan panjang dengan kereta atau pesawat yang bising, namun JBL Sense Pro adalah pelengkap sempurna untuk aktivitas sehari-hari yang lebih terbuka, di mana kesadaran lingkungan sama pentingnya dengan menikmati audio berkualitas. Bagi mereka yang mencari keseimbangan antara mendengarkan musik dan tetap terhubung dengan dunia sekitar, JBL Sense Pro menawarkan solusi yang inovatif dan berkinerja tinggi, membuka batas baru dalam kategori *open ear*. Ini adalah langkah maju yang signifikan, menunjukkan bahwa *open ear* bisa menjadi pilihan serius bagi para *audio enthusiast* dan pengguna kasual.

(asj/rns)