Bocoran render resmi Samsung Galaxy A37 dan Galaxy A57 kembali menguatkan sinyal bahwa Samsung sedang menyiapkan dua ponsel kelas menengah terbarunya untuk meluncur pada awal 2026. Gambar yang beredar memperlihatkan desain final kedua perangkat, lengkap dengan detail rangka, modul kamera, hingga bahasa desain khas seri Galaxy A yang kini tampil semakin matang dan premium. Kebocoran ini tidak hanya memberikan gambaran jelas tentang estetika perangkat, tetapi juga memicu spekulasi tentang strategi Samsung untuk menguasai pasar menengah di tahun mendatang.
Galaxy A36 dan A56 sendiri baru dirilis pada Maret 2025, mengikuti pola tahunan yang konsisten dari Samsung. Jika raksasa teknologi Korea Selatan ini mempertahankan siklus yang sama, maka Galaxy A37 dan A57 secara logis diperkirakan akan meluncur sebelum akhir kuartal pertama 2026. Namun, bocoran terbaru mengindikasikan adanya perubahan strategi. Bahkan, ada rumor kuat yang menyebutkan Samsung menargetkan rilis lebih awal, yakni awal Februari 2026. Pergeseran jadwal ini bisa jadi merupakan respons terhadap dinamika pasar yang kompetitif, keinginan untuk menangkap momentum awal tahun, atau strategi untuk menghadirkan inovasi lebih cepat kepada konsumen. Kehadiran render resmi ini, yang biasanya muncul menjelang peluncuran, semakin memperkuat keyakinan akan jadwal rilis yang dipercepat tersebut.
Konteks Pasar dan Strategi Peluncuran Dini Samsung
Keputusan Samsung untuk mungkin meluncurkan seri Galaxy A37 dan A57 lebih awal dari biasanya adalah langkah strategis yang patut dicermati. Segmen ponsel kelas menengah adalah medan pertempuran paling sengit di industri smartphone, di mana merek-merek seperti Xiaomi, Realme, dan Vivo terus menghadirkan perangkat dengan spesifikasi tinggi dan harga kompetitif. Dengan mempercepat siklus rilis, Samsung berpotensi mendapatkan keunggulan awal di pasar, menarik perhatian konsumen sebelum kompetitor meluncurkan penawaran mereka di tahun yang sama.
Seri Galaxy A telah lama menjadi tulang punggung penjualan Samsung di berbagai pasar, menawarkan kombinasi fitur premium dengan harga yang lebih terjangkau. Keberhasilan seri ini bergantung pada kemampuan Samsung untuk terus berinovasi dalam desain, performa, dan fitur kamera, sembari menjaga daya saing harga. Peluncuran awal tahun 2026 ini bisa menjadi indikasi bahwa Samsung memiliki kepercayaan diri tinggi terhadap produk barunya dan ingin segera menghadirkannya ke tangan konsumen yang mencari perangkat modern dengan dukungan jangka panjang.
Galaxy A57: Tipis, Flat, dan Makin Premium dengan Performa Gahar
Galaxy A57 tampil sangat mirip dengan pendahulunya, Galaxy A56, namun dengan beberapa penyempurnaan yang membuatnya terasa lebih premium dan modern. Di bagian depan, ponsel ini dibekali layar AMOLED datar 6,6 inci dengan resolusi Full HD+ (2340 x 1080 piksel), menjanjikan visual yang tajam, warna yang hidup, dan kontras yang mendalam. Pengalaman visual semakin diperkaya dengan refresh rate 120 Hz, yang memastikan navigasi antarmuka, scrolling, dan gaming terasa sangat mulus dan responsif. Kamera depan diletakkan secara rapi dalam desain punch-hole di tengah atas layar, memberikan tampilan yang bersih dan imersif.
Bezel di sekitar layar terlihat cukup tipis di ketiga sisi (atas, kiri, kanan), meskipun bagian bawah masih sedikit lebih tebal, sebuah ciri khas yang umum di banyak ponsel kelas menengah. Namun, hal ini tidak mengurangi estetika keseluruhan perangkat yang tetap terlihat elegan. Salah satu peningkatan signifikan terletak pada rangka ponsel yang kini sepenuhnya datar dan disebut terbuat dari material metal. Penggunaan metal ini tidak hanya meningkatkan durabilitas, tetapi juga memberikan kesan sentuhan yang lebih kokoh dan premium, mengangkat standar desain di segmennya.

Dimensi Galaxy A57 disebut mencapai 161,5 x 76,8 x 6,9 mm, menjadikannya salah satu perangkat yang relatif tipis di kelasnya, nyaman digenggam dan mudah diselipkan ke saku. Bobotnya sekitar 182 gram, memberikan keseimbangan yang pas antara soliditas dan kenyamanan. Di sisi kanan terdapat tombol volume dan power yang berada di modul menonjol khas Samsung yang dikenal sebagai Key Island (versi 2.0). Desain Key Island ini memberikan sentuhan ergonomi yang unik dan mudah dikenali.
Bagian belakang Galaxy A57 juga datar, menambah kesan modern dan minimalis. Tiga kamera utama disusun secara vertikal di sudut kiri atas, lengkap dengan pulau kamera menonjol yang menyatu harmonis dengan bodi, serta LED flash di sampingnya. Desain modul kamera ini telah menjadi identitas kuat seri Galaxy A. Render yang bocor menampilkan varian warna hitam, yang memancarkan aura klasik dan elegan, meskipun diharapkan akan ada pilihan warna lain yang lebih ceria saat peluncuran resmi.
Dari sisi dapur pacu, Galaxy A57 dikabarkan akan mengusung prosesor Exynos 1680 octa-core. Chipset ini memiliki konfigurasi tri-cluster yang canggih, memungkinkan alokasi daya dan performa yang efisien untuk berbagai tugas, dari pekerjaan ringan hingga gaming intensif, dengan kecepatan clock hingga 2,9 GHz. Ponsel ini kemungkinan hadir dalam varian RAM 8 GB dan 12 GB, memberikan fleksibilitas untuk multitasking yang lancar, serta penyimpanan internal minimal 256 GB yang menggunakan teknologi UFS terbaru untuk kecepatan baca/tulis yang superior.
Untuk daya, Galaxy A57 membawa baterai 5.000 mAh, kapasitas yang standar namun menjanjikan daya tahan seharian penuh dalam penggunaan normal. Ponsel ini juga didukung pengisian cepat 45 W, yang memungkinkan pengisian daya dari nol hingga penuh dalam waktu yang relatif singkat. Sayangnya, pengisian nirkabel belum disebutkan dalam bocoran ini, sebuah fitur yang masih jarang ditemukan di segmen menengah Samsung.
Sektor kamera pada Galaxy A57 diperkirakan akan menjadi salah satu daya tarik utamanya, melanjutkan tradisi Samsung dalam menghadirkan pengalaman fotografi yang mumpuni. Meski daftar spesifik belum lengkap, berdasarkan tren dan posisi A57 sebagai varian yang lebih premium, komposisi kamera kemungkinan besar adalah:
- Kamera Utama 50 MP dengan Optical Image Stabilization (OIS): Sensor resolusi tinggi ini akan menghasilkan foto yang detail dan tajam, sementara OIS memastikan gambar tetap stabil meski tangan sedikit bergoyang, sangat berguna dalam kondisi cahaya rendah atau saat merekam video. Fitur pixel binning akan mengoptimalkan kualitas gambar dalam berbagai kondisi.
- Kamera Ultra-Wide 12 MP: Untuk menangkap pemandangan luas atau foto grup dengan bidang pandang yang lebih lebar.
- Kamera Makro 5 MP atau Sensor Kedalaman 5 MP: Untuk fotografi jarak dekat atau efek bokeh yang artistik.
- Kamera Depan 32 MP: Ideal untuk selfie berkualitas tinggi dan panggilan video yang jernih.
Fitur-fitur perangkat lunak kamera Samsung seperti Night Mode, Pro Mode, Single Take, dan berbagai filter kreatif juga dipastikan hadir untuk memperkaya pengalaman fotografi pengguna.
Galaxy A57 juga akan menjalankan sistem operasi Android 16 sejak hari pertama, yang kemungkinan besar dipadukan dengan antarmuka One UI 8.0 atau 8.5 terbaru dari Samsung. Kombinasi ini menjanjikan fitur-fitur Android terbaru, peningkatan privasi, opsi kustomisasi yang lebih kaya, dan pengalaman pengguna yang intuitif. Untuk keamanan, ponsel ini dilengkapi sensor sidik jari di dalam layar, menawarkan otentikasi biometrik yang cepat dan modern.
Galaxy A37: Lebih Sederhana, Tapi Tetap Modern dan Fungsional
Galaxy A37 hadir dengan desain yang sangat serupa dengan Galaxy A57, menunjukkan konsistensi bahasa desain Samsung di seluruh lini A-series. Layarnya tetap datar dengan desain punch-hole untuk kamera depan di tengah, memberikan tampilan modern yang bersih. Bezel layarnya juga tidak simetris, di mana bagian bawah sedikit lebih tebal, mirip dengan saudaranya yang lebih mahal.
Perbedaan utama terletak pada material rangka yang kemungkinan besar menggunakan bahan plastik, sebagai upaya untuk menjaga harga tetap kompetitif. Meskipun plastik, Samsung dikenal mampu menghasilkan kualitas build yang solid dan terasa premium. Desain Key Island pada Galaxy A37 juga terlihat sedikit berbeda pada render. Pada render yang bocor, bagian atas frame terlihat lebih lebar di sekitar tombol, sementara bagian bawah lebih sempit. Belum jelas apakah ini merupakan pendekatan desain baru dari Samsung untuk membedakan varian, atau hanya kesalahan visual pada render awal. Namun, hal ini bisa menjadi indikasi upaya untuk mengoptimalkan biaya produksi tanpa mengorbankan fungsionalitas.

Bagian belakang Galaxy A37 juga mengusung tiga kamera vertikal di sudut kiri atas, lengkap dengan LED flash yang menyertainya, mempertahankan estetika yang sama dengan A57. Warna yang bocor adalah lavender, menawarkan pilihan yang lebih ceria dan stylish bagi pengguna. Logo Samsung horizontal diletakkan dengan apik di bagian bawah punggung ponsel.
Untuk sektor kamera, Galaxy A37 disebut akan membawa peningkatan signifikan dibandingkan Galaxy A36, meski detail spesifiknya masih belum terungkap sepenuhnya. Berdasarkan bocoran dan tren Samsung, komposisi kamera yang mungkin diusung adalah:
- Kamera Utama 50 MP: Meskipun mungkin tanpa OIS atau menggunakan sensor yang sedikit berbeda dari A57, resolusi 50 MP tetap menjanjikan detail yang baik untuk foto sehari-hari.
- Kamera Ultra-Wide 8 MP: Cukup memadai untuk foto pemandangan atau grup.
- Kamera Makro 2 MP atau Sensor Kedalaman 2 MP: Untuk fitur fotografi pelengkap.
- Kamera Depan 13 MP: Cukup untuk selfie dan panggilan video standar.
Peningkatan besar di sektor fotografi ini akan menjadi nilai jual utama bagi A37, menjadikannya pilihan menarik di segmen menengah bawah.
Baterainya berkapasitas 4.905 mAh (yang kemungkinan akan dipasarkan sebagai 5.000 mAh), menjanjikan daya tahan yang serupa dengan A57. Dukungan fast charging 45 W juga hadir, memastikan pengguna dapat mengisi daya dengan cepat. Seperti A57, Galaxy A37 juga akan menjalankan Android 16 dengan antarmuka One UI 8, memastikan pengalaman perangkat lunak yang mutakhir dan konsisten.
Belum ada bocoran pasti soal chipset yang akan digunakan dan spesifikasi kamera depan secara detail. Namun, Samsung disebut menyiapkan peningkatan besar di sektor fotografi dibandingkan Galaxy A36. Untuk chipset, kemungkinan Samsung akan memilih Exynos kelas menengah lainnya atau bahkan MediaTek Dimensity yang kompetitif, untuk menyeimbangkan performa dan harga. Sensor sidik jari pada A37 kemungkinan akan ditempatkan di sisi samping, terintegrasi dengan tombol daya, yang merupakan solusi umum dan efektif untuk ponsel di segmen ini.
Antisipasi Pasar dan Kesimpulan
Dengan munculnya render resmi dan indikasi sertifikasi dari lembaga seperti TENAA dan Geekbench (meskipun belum spesifik untuk model A37/A57 dalam bocoran ini, namun ini adalah pola umum), sinyal kehadiran Galaxy A37 dan A57 semakin kuat. Samsung tampaknya memang bersiap menghadirkan generasi baru Galaxy A lebih awal dari biasanya, menandakan strategi yang lebih agresif untuk tahun 2026.
Jika semua bocoran ini akurat, maka Galaxy A37 dan Galaxy A57 berpotensi menjadi senjata utama Samsung di segmen menengah awal 2026. Mereka akan menawarkan kombinasi desain modern yang diperbarui, layar AMOLED 120 Hz yang imersif, kemampuan kamera 50 MP yang solid (bahkan dengan OIS pada A57), baterai besar dengan pengisian cepat, dan yang terpenting, menjalankan Android 16 dengan One UI 8 sejak hari pertama. Ini bukan hanya tentang spesifikasi, tetapi juga tentang pengalaman pengguna yang komprehensif, dukungan perangkat lunak jangka panjang, dan kepercayaan merek yang telah dibangun Samsung selama bertahun-tahun.
Meskipun semua detail ini masih berstatus rumor dan bocoran, antusiasme di kalangan penggemar teknologi sudah mulai terasa. Konsumen dapat menantikan dua perangkat yang menjanjikan peningkatan signifikan di berbagai aspek, siap bersaing ketat di pasar ponsel kelas menengah yang selalu dinamis. Tanggal peluncuran resmi dan harga yang kompetitif akan menjadi penentu utama keberhasilan mereka di awal tahun 2026.

