Jakarta – Bulan suci Ramadan, dengan segala nilai spiritual dan disiplinnya, kini semakin relevan sebagai momentum fundamental bagi masyarakat modern untuk melakukan "reset" gaya hidup secara menyeluruh. Garmin Indonesia melihat kesempatan emas ini untuk mengajak publik menata ulang kebiasaan di tengah derasnya arus informasi digital, tuntutan kehidupan urban yang serba cepat, serta kompleksitas tantangan kesehatan fisik dan mental. Melalui kampanye bertajuk "Time to Reset", Garmin menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu yang ideal untuk kembali terhubung dengan diri sendiri, lingkungan, dan orang-orang terdekat, sembari mempraktikkan detoks digital yang esensial.
Kehidupan di era digital telah membawa kemudahan dan kecepatan, namun di sisi lain juga memicu kelebihan informasi, tekanan mental, dan gaya hidup yang cenderung sedentari. Garmin memahami bahwa tren wellness atau kesejahteraan holistik bukan sekadar jargon, melainkan sebuah kebutuhan mendesak yang disadari oleh semakin banyak individu. Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, dengan tegas menyatakan bahwa Ramadan adalah "momen terbaik untuk menekan tombol ‘pause’ dan melakukan reset menyeluruh, baik untuk tubuh, pikiran, maupun kebiasaan kita terhadap lingkungan." Pernyataan ini disampaikan Chandrawidhi di Jakarta pada Senin, 23 Februari 2026, menyoroti urgensi untuk mencapai keseimbangan di tengah hiruk pikuk kehidupan.
Garmin menekankan bahwa konsep wellness modern telah melampaui batasan fisik semata. Ia mencakup kesehatan mental, pengelolaan konsumsi digital yang bijak, kesadaran terhadap lingkungan, dan kualitas hubungan sosial. Laporan gaya hidup sehat Indonesia 2025 menggarisbawahi empat pilar utama wellness: nutrisi sehat, aktivitas fisik rutin, kesehatan mental, dan hubungan sosial yang berkualitas. Di samping itu, praktik digital wellbeing, termasuk upaya mengurangi waktu layar (screen time), telah menjadi populer sebagai strategi efektif untuk meredam stres yang diakibatkan oleh konektivitas digital berlebihan.
Detoks Digital: Kebutuhan Mendesak di Era Modern
Detoks digital, inti dari ajakan "Time to Reset" Garmin, adalah praktik sadar untuk mengurangi atau menghentikan penggunaan perangkat digital untuk sementara waktu. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi, memulihkan fokus, meningkatkan interaksi dunia nyata, dan mengurangi dampak negatif dari paparan layar yang berlebihan. Ramadan menawarkan lingkungan yang unik dan mendukung untuk memulai detoks digital ini. Selama berpuasa, umat Muslim diajak untuk lebih banyak merenung, beribadah, dan menjalin silaturahmi, yang secara alami mengurangi waktu yang dihabiskan di depan layar.
Manfaat detoks digital sangat beragam dan signifikan. Pertama, ia membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan. Notifikasi yang terus-menerus, perbandingan diri di media sosial, dan banjir informasi dapat memicu kelelahan mental. Dengan mengurangi paparan ini, pikiran dapat beristirahat dan memproses informasi dengan lebih baik. Kedua, detoks digital meningkatkan kualitas tidur. Paparan cahaya biru dari layar gadget sebelum tidur dapat mengganggu produksi melatonin, hormon tidur. Dengan menjauhkan perangkat digital di malam hari, kualitas tidur akan membaik, yang pada gilirannya memengaruhi energi dan mood sepanjang hari. Ketiga, detoks digital memungkinkan individu untuk kembali terhubung dengan dunia nyata dan orang-orang di sekitar mereka. Daripada terlarut dalam dunia maya, waktu dapat dialokasikan untuk percakapan mendalam, aktivitas outdoor, atau sekadar menikmati momen tanpa gangguan digital.
Garmin sebagai Fasilitator Gaya Hidup Sehat
Di tengah semua tantangan ini, Garmin hadir bukan sebagai penghalang teknologi, melainkan sebagai fasilitator untuk hidup lebih sehat dan sadar. "Time to Reset adalah ajakan untuk menggunakan teknologi agar kita bisa hidup lebih sehat dan lebih sadar, bukan sebaliknya," tegas Chandrawidhi. Teknologi wearable dari Garmin dirancang untuk membantu pengguna memantau kesehatan secara lebih komprehensif, mulai dari kualitas tidur, tingkat energi tubuh, hingga tingkat stres harian. Fitur-fitur canggih seperti pemantauan tidur (Sleep Monitoring), pemantauan energi tubuh (Body Battery), dan latihan pernapasan (Respiration Tracking & Breathwork) dapat menjadi panduan berharga bagi pengguna dalam mengambil keputusan gaya hidup yang lebih sehat.
Misalnya, fitur Body Battery Garmin menganalisis data aktivitas, variabilitas detak jantung, dan kualitas tidur untuk memberikan skor tingkat energi tubuh sepanjang hari. Ini membantu pengguna memahami kapan mereka perlu istirahat atau kapan mereka memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas. Fitur pemantauan stres dapat mengidentifikasi periode stres tinggi dan menawarkan panduan latihan pernapasan untuk membantu menenangkan pikiran. Dengan data yang akurat dan mudah dipahami ini, pengguna dapat lebih bijak dalam mengelola jadwal mereka, memprioritaskan istirahat, dan menghindari kelelahan. Ini adalah langkah konkret dalam praktik digital wellbeing, di mana teknologi digunakan untuk meningkatkan kesadaran diri dan mengoptimalkan kesehatan, bukan sekadar memantau angka tanpa makna.
Empat Pilar Wellness dan Integrasi Lingkungan

Mari kita telaah lebih dalam empat pilar wellness yang disoroti Garmin dalam konteks Ramadan dan detoks digital:
-
Nutrisi Sehat: Ramadan adalah bulan untuk menahan diri, termasuk dalam hal makan dan minum. Ini adalah kesempatan emas untuk meninjau kembali kebiasaan makan. Alih-alih mengonsumsi makanan berlebihan atau tidak sehat saat sahur dan berbuka, fokus pada makanan bergizi seimbang yang memberikan energi berkelanjutan. Detoks digital juga berperan di sini; tanpa distraksi gadget, seseorang bisa lebih fokus menikmati makanan dan mendengarkan sinyal kenyang dari tubuh.
-
Aktivitas Fisik Rutin: Meskipun berpuasa, menjaga aktivitas fisik tetap penting. Garmin mendorong aktivitas ringan hingga sedang seperti berjalan kaki, bersepeda, atau yoga setelah berbuka atau sebelum sahur. Teknologi wearable dapat membantu memantau detak jantung dan kalori yang terbakar, memastikan aktivitas tetap aman dan efektif selama puasa. Ini juga berkontribusi pada pengurangan waktu layar yang seringkali dihabiskan dalam posisi duduk.
-
Kesehatan Mental: Ramadan secara inheren merupakan bulan refleksi, meditasi, dan peningkatan spiritualitas. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kesehatan mental melalui ibadah, membaca Al-Quran, atau sekadar merenung. Detoks digital memungkinkan ruang mental yang lebih besar untuk aktivitas-aktivitas ini, mengurangi kebisingan digital yang seringkali membebani pikiran. Fitur stres tracking dan latihan pernapasan Garmin dapat melengkapi praktik ini dengan memberikan data objektif tentang kondisi mental pengguna.
-
Hubungan Sosial Berkualitas: Bulan Ramadan identik dengan kebersamaan. Buka puasa bersama keluarga dan teman, serta silaturahmi, adalah tradisi yang memperkuat ikatan sosial. Dengan mengurangi penggunaan gadget, kita bisa lebih hadir sepenuhnya dalam interaksi sosial tersebut, mendengarkan dengan saksama, dan menciptakan momen-momen berharga tanpa gangguan layar.
Di samping empat pilar ini, Garmin juga mengajak masyarakat untuk mengintegrasikan gaya hidup sehat dengan kepedulian terhadap lingkungan. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki dan bersepeda, yang secara aktif didorong oleh Garmin melalui fitur pelacakan aktivitas, tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental, tetapi juga membantu mengurangi jejak karbon. Pilihan transportasi yang lebih hijau ini sejalan dengan konsep wellness holistik yang mencakup kesejahteraan pribadi dan planet.
Tren Wellness Tourism dan Kesadaran Lingkungan
Garmin juga menyoroti peningkatan tren wellness tourism atau wisata kebugaran yang diprediksi semakin diminati pada tahun 2026. Tren ini mencerminkan kebutuhan masyarakat yang kian meningkat untuk memulihkan kondisi fisik dan mental di tengah kesibukan sehari-hari. Wisata kebugaran kini tidak lagi dipandang sebagai aktivitas rekreasi semata, tetapi juga sebagai bagian integral dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Aktivitas seperti yoga, meditasi, dan relaksasi di alam terbuka menjadi pilihan populer untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup. Konsep detoks digital seringkali menjadi bagian tak terpisahkan dari wellness tourism, di mana para peserta didorong untuk melepaskan diri dari perangkat digital mereka selama pengalaman tersebut.
Meskipun tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam wellness tourism selama Ramadan, semangat di baliknya—mencari ketenangan, pemulihan, dan kesadaran diri—dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ramadan itu sendiri dapat dianggap sebagai "retret" spiritual tahunan, sebuah kesempatan untuk melakukan introspeksi mendalam dan memprioritaskan kesejahteraan pribadi.
Pada akhirnya, kampanye "Time to Reset" Garmin bukan hanya tentang penjualan produk, tetapi tentang visi yang lebih besar: memberdayakan individu untuk menjalani kehidupan yang lebih seimbang, sehat, dan bermakna. Ramadan adalah titik awal yang kuat untuk perubahan ini. Dengan memanfaatkan disiplin puasa, refleksi spiritual, dan alat teknologi yang tepat seperti yang ditawarkan Garmin, masyarakat dapat mengambil kendali atas kesehatan mereka, mengurangi ketergantungan digital, dan kembali terhubung dengan esensi kehidupan yang lebih autentik. Ini adalah ajakan untuk tidak hanya bertahan hidup di era digital, tetapi untuk berkembang dan meraih potensi penuh diri, dengan kesadaran penuh dan keseimbangan yang optimal.

