BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Memasuki usia 20 tahun, pesinetron muda Raden Rakha merasakan perjalanan waktu yang begitu cepat, membawanya bernostalgia ke masa kecilnya. Perasaan baru kemarin ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar, membeli jajanan cilor di depan sekolah, kini ia sudah menginjak usia kepala dua. "Ekspektasi sekarang kurang lebih masih sama, tapi nggak kerasa ya sekarang sudah kepala dua. Agak ketuaan ya. Perasaan baru kemarin aku SD, beli cilor di depan sekolah, sekarang sudah kepala dua lagi," ujar Raden Rakha saat diwawancarai awak media di Studio TransTV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026). Meski banyak yang menilai dirinya terlihat lebih dewasa dari usianya, Rakha tetap memandang dirinya sebagai seorang pembelajar. Ia tak ragu untuk memanfaatkan waktu istirahat di sela-sela syuting untuk menimba ilmu dari para aktor senior yang telah berkeluarga.
Raden Rakha, yang namanya semakin dikenal luas berkat perannya dalam berbagai sinetron hits, secara terbuka mengungkapkan bahwa ia menjadikan pengalaman para aktor senior sebagai guru berharga dalam hidupnya. Di tengah hiruk pikuk dunia hiburan yang serba cepat dan penuh tuntutan, Rakha memiliki cara unik untuk terus berkembang, tidak hanya dalam hal akting, tetapi juga dalam pemahaman hidup. Ia mengaku sering memanfaatkan momen jeda syuting untuk berbincang santai sambil menikmati kopi bersama para aktor senior yang telah membangun rumah tangga. "Aku lebih belajar dari pengalaman sih. Kalau lagi break syuting, aku ngobrol sambil ngopi sama yang sudah berumah tangga. Nanya ‘Om, gimana sih berkeluarga?’. Jadi kayak podcast kecil-kecilan gitu buat nambah wawasan," jelasnya dengan senyum khasnya. Pendekatan ini, menurut Rakha, memberikannya perspektif baru tentang kehidupan, hubungan, dan tanggung jawab yang seringkali belum sepenuhnya ia rasakan di usianya yang masih muda.
Lebih lanjut, Rakha menjelaskan bahwa obrolan santai ini bukan sekadar basa-basi, melainkan sebuah sesi pembelajaran informal yang sangat berharga baginya. Ia menggali berbagai aspek kehidupan berkeluarga, mulai dari tantangan hingga kebahagiaan, dari para senior yang telah melalui fase tersebut. Ia tertarik untuk memahami bagaimana mereka menyeimbangkan karir dengan kehidupan pribadi, bagaimana menghadapi pasang surut dalam pernikahan, dan bagaimana peran orang tua dijalani. "Mereka itu seperti ensiklopedia berjalan buatku. Setiap nasihat yang mereka berikan, setiap cerita yang mereka bagikan, itu semua membuka mataku tentang realitas kehidupan di luar gemerlap industri hiburan. Aku belajar tentang pentingnya pondasi yang kuat dalam sebuah hubungan, tentang kesabaran, dan tentang bagaimana sebuah keluarga bisa menjadi sumber kekuatan terbesar seseorang," tambahnya. Bagi Rakha, pengalaman ini jauh lebih berharga daripada sekadar membaca buku atau menonton film dokumenter, karena ia mendapatkan pelajaran langsung dari orang-orang yang telah menjalaninya.
Meskipun jadwal syutingnya sangat padat, bahkan terkadang memaksanya untuk melewatkan momen-momen penting seperti malam takbiran di lokasi syuting, Raden Rakha tetap memegang teguh prioritas utamanya: keluarga. Ia menyadari betul bahwa waktu adalah komoditas yang paling berharga, terutama ketika ia harus berjauhan dengan orang-orang terkasih karena tuntutan pekerjaan. Oleh karena itu, setiap detik yang bisa ia luangkan bersama keluarga, sekecil apapun itu, ia anggap sebagai anugerah yang tak ternilai. "Caranya biasanya Sabtu-Minggu kan aku jadwalnya agak siang kalau syuting. Jadi paginya bisa sarapan bareng keluarga, cerita-cerita, atau mungkin ketemu saudara-saudara. Sebisa mungkin ada waktu, aku pasti sempatkan buat mereka," tegasnya. Momen sarapan bersama, meski hanya berlangsung selama 30 menit, menjadi ritual yang sangat penting baginya untuk tetap terhubung dengan akar dan nilai-nilai keluarganya.
Rakha percaya bahwa menjaga kedekatan dengan keluarga adalah kunci kebahagiaan dan ketenangan batin, terlepas dari kesuksesan yang diraih di dunia profesional. Ia seringkali berbagi cerita tentang kesibukannya di lokasi syuting kepada orang tuanya, dan mendengarkan nasihat serta dukungan mereka. "Mereka selalu jadi support system terbesarku. Apapun yang aku jalani, mereka selalu ada di belakangku. Makanya, sekecil apapun waktu luang yang aku punya, aku pasti utamakan untuk mereka. Itu bukan hanya kewajiban, tapi juga keinginan hati," ungkapnya dengan tulus. Ia juga sering merasa bersyukur karena kedua orang tuanya selalu memahaminya dan memberikan dukungan penuh terhadap karirnya, meskipun terkadang harus rela melihatnya jarang pulang.
Di usianya yang masih sangat muda, Raden Rakha menunjukkan kedewasaan yang luar biasa dalam memandang hidup dan karirnya. Ia tidak hanya fokus pada pencapaian materi atau popularitas semata, tetapi juga berinvestasi pada pengembangan diri, baik secara profesional maupun personal. Keinginannya untuk terus belajar dari pengalaman orang lain, terutama dari para senior yang telah membuktikan ketahanan mereka di industri hiburan, menunjukkan bahwa ia memiliki visi jangka panjang. Ia menyadari bahwa dunia hiburan adalah sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan banyak adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.
Lebih jauh, Rakha mengakui bahwa ia seringkali membandingkan dirinya dengan para aktor senior yang tidak hanya sukses dalam karirnya, tetapi juga berhasil membangun kehidupan pribadi yang harmonis. Ia mengamati bagaimana mereka menghadapi kritik, bagaimana mereka menjaga citra diri, dan bagaimana mereka tetap rendah hati di tengah pujian. "Aku melihat mereka bukan hanya sebagai aktor, tapi sebagai sosok panutan. Mereka mengajarkan aku bahwa kesuksesan sejati itu bukan hanya tentang berapa banyak penghargaan yang didapat, tapi juga tentang bagaimana kita menjadi pribadi yang baik dan bagaimana kita bisa memberikan dampak positif bagi orang lain," tuturnya.
Dalam menghadapi masa depan, Raden Rakha memiliki harapan yang besar untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti bagi dunia seni peran Indonesia. Ia ingin terus menantang dirinya dengan peran-peran yang berbeda dan lebih kompleks, serta membuktikan bahwa ia mampu bertransformasi menjadi aktor yang lebih matang dan berkualitas. "Aku ingin terus belajar dan tidak pernah merasa puas. Aku percaya bahwa setiap pengalaman, baik itu sukses maupun kegagalan, adalah pelajaran berharga yang akan membentukku menjadi pribadi yang lebih baik," katanya. Ia juga bertekad untuk terus menjaga keseimbangan antara karir dan kehidupan pribadi, karena ia memahami bahwa kebahagiaan sejati berasal dari harmoni antara kedua aspek tersebut.
Komitmen Raden Rakha untuk belajar dari para senior dan memprioritaskan keluarga menunjukkan bahwa ia adalah generasi muda yang memiliki pondasi kuat dan visi yang jelas. Ia tidak hanya mengejar popularitas sesaat, tetapi juga membangun karir yang berkelanjutan dengan nilai-nilai yang mendalam. Dengan sikapnya yang rendah hati dan semangat belajarnya yang tinggi, Raden Rakha diprediksi akan terus bersinar dan menjadi salah satu aktor muda yang diperhitungkan di kancah perfilman Indonesia. Ia menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan tidak hanya datang dari bakat, tetapi juga dari kerja keras, kemauan untuk belajar, dan komitmen pada nilai-nilai kehidupan.

