0

Pulang Umrah, Celine Evangelista Minta Doa yang Baik-baik untuk Perjalanan Hidupnya yang Penuh Perbaikan Diri

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kehangatan spiritual pasca menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci seolah membekas mendalam dalam diri aktris Celine Evangelista. Kepulangannya tidak hanya membawa oleh-oleh hajat dan ziarah, tetapi juga sebuah kesadaran yang lebih utuh akan perjalanan hidup yang terus berproses. Dalam sebuah kesempatan wawancara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Celine tak ragu berbagi cerita tentang pengalaman berharga yang ia petik dari tanah suci. Pengalaman yang membuatnya semakin bersyukur dan membulatkan tekad untuk terus belajar serta memperdalam pemahaman agamanya.

"Pasti doa yang baik-baik. Mohon juga ya, semoga didoain yang baik-baik. Semoga saya yang dalam masih proses belajar ini tidak lalai ke depannya," ujar Celine dengan nada tulus, memohon dukungan doa dari masyarakat luas. Kalimat sederhana namun sarat makna ini mencerminkan kerendahan hati Celine dalam menghadapi proses pendewasaan spiritualnya. Ia menyadari bahwa perjalanan hidup manusia tidak pernah lepas dari kesalahan dan kekhilafan. Justru dari pengakuan inilah, Celine merasa perlu banyak melakukan perbaikan diri.

Mengenang kembali masa lalu yang mungkin penuh liku, Celine memohon pengertian atas segala kesalahan yang pernah ia lakukan. Ia menegaskan bahwa kesalahan tersebut adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup manusiawi. Oleh karena itu, ia sangat mengharapkan bimbingan dan doa dari semua pihak. "Jatuh bangun itu atau mungkin kesalahan yang saya lakukan manusiawi, saya mohon bimbingannya dan doa juga dari semua teman-teman, semoga saya bisa lebih istikamah lagi, iman saya dijaga. Tentunya dari support dan doa dari teman-teman semua," paparnya lebih lanjut. Permohonan ini bukan sekadar ungkapan bibir, melainkan cerminan dari kesadaran mendalam akan pentingnya menjaga keimanan dan terus berada di jalan yang benar.

Keputusan Celine untuk melaksanakan umrah pada akhir tahun 2025, yang bertepatan dengan momen liburan akhir tahun, menunjukkan adanya perencanaan yang matang. Ini bukan sekadar perjalanan spiritual semata, tetapi juga sebuah kesempatan berharga untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keempat buah hatinya. Mengajak anak-anak dalam perjalanan umrah tentu memiliki tujuan mulia, yaitu menanamkan nilai-nilai agama sejak dini dan memberikan pengalaman spiritual yang tak terlupakan bagi mereka. Celine percaya, momen-momen seperti inilah yang akan membentuk karakter dan kepribadian anak-anaknya kelak.

Lebih jauh, Celine mengungkapkan bahwa umrah kali ini memberinya banyak pelajaran berharga. Ia merasakan kedamaian dan ketenangan yang luar biasa saat berada di Tanah Suci. Suasana spiritual yang kental, keindahan arsitektur masjid, dan kesempatan untuk beribadah di tempat-tempat yang penuh sejarah, semuanya berkontribusi pada pengalaman yang mendalam. Ia merasakan kedekatan yang lebih kuat dengan Sang Pencipta, serta semakin memahami makna kehidupan yang sesungguhnya.

Proses belajar agama bagi Celine bukanlah hal yang baru, namun pengalaman umrah ini seolah menjadi katalisator yang mempercepat dan memperdalam pemahamannya. Ia semakin termotivasi untuk terus belajar, membaca Al-Qur’an, memahami tafsirnya, dan mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ia ingin menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk anak-anaknya dan orang-orang di sekitarnya.

Pentingnya doa yang baik-baik yang ia sampaikan, mencakup harapan agar dirinya dijauhkan dari segala bentuk kelalaian. Di era modern yang serba cepat dan penuh godaan, menjaga konsistensi dalam beribadah dan berbuat baik memang bukanlah perkara mudah. Celine menyadari hal ini, sehingga ia secara terbuka meminta dukungan doa agar senantiasa diberikan kekuatan dan keteguhan hati. Ia ingin menjadi pribadi yang istikamah, tidak mudah goyah oleh cobaan dan rintangan hidup.

Kata "istikamah" yang diucapkannya memiliki makna yang sangat mendalam dalam ajaran Islam. Istikamah berarti teguh pendirian, konsisten dalam menjalankan perintah agama, dan tidak mudah berbelok dari jalan kebaikan. Bagi Celine, ini adalah tujuan utama yang ingin ia capai setelah mendapatkan pencerahan spiritual dari umrah. Ia ingin menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman hidup yang kokoh, yang membimbing setiap langkahnya.

Celine juga menekankan pentingnya "iman yang dijaga". Iman, sebagai keyakinan kepada Allah SWT dan segala perintah-Nya, adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Menjaga iman berarti terus memelihara dan memperkuat keyakinan tersebut agar tidak terkikis oleh keraguan, godaan, atau pengaruh negatif dari luar. Doa dan dukungan dari orang-orang terkasih menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kekuatan iman.

Keempat anaknya yang turut serta dalam perjalanan umrah menjadi bukti nyata dari komitmen Celine sebagai seorang ibu. Ia ingin memberikan pendidikan agama yang terbaik bagi anak-anaknya. Dengan membawa mereka ke Tanah Suci, ia berharap anak-anaknya dapat merasakan aura spiritual yang sama, belajar tentang nilai-nilai luhur Islam, dan tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa. Pengalaman umrah bersama keluarga adalah investasi berharga yang akan membekas sepanjang hidup mereka.

Lebih lanjut, Celine juga membuka diri terhadap kritik dan masukan yang membangun. Ia memahami bahwa sebagai figur publik, setiap gerak-geriknya selalu menjadi sorotan. Namun, niat baiknya untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan menjadi motivasi utamanya. Ia tidak ingin terjebak dalam keputusasaan akibat kesalahan masa lalu, melainkan menjadikannya sebagai pelajaran berharga untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik.

Pengalaman umrah ini seolah menjadi titik balik bagi Celine Evangelista. Ia tidak hanya menemukan kedamaian batin, tetapi juga menemukan kembali arah dan tujuan hidupnya. Dengan tekad yang kuat, dukungan doa dari orang-orang terkasih, dan bimbingan agama yang terus ia gali, Celine optimis dapat menjalani sisa perjalanannya dengan penuh kebaikan dan keberkahan. Ia berharap dapat terus memberikan inspirasi positif bagi masyarakat, terutama dalam hal pentingnya memperbaiki diri dan terus belajar sepanjang hayat.

Keputusannya untuk berbagi pengalaman spiritualnya secara terbuka juga patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan bahwa Celine tidak segan untuk menunjukkan kerentanannya dan mencari dukungan. Dalam dunia yang seringkali menuntut kesempurnaan, kejujuran Celine dalam mengakui proses perbaikan dirinya patut menjadi contoh. Ia ingin menunjukkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik, terlepas dari masa lalu mereka.

Sebagai penutup, Celine Evangelista sekali lagi menegaskan harapannya agar selalu didoakan yang baik-baik. Doa ini bukan hanya untuk dirinya pribadi, tetapi juga sebagai pengingat bagi kita semua akan pentingnya saling mendoakan kebaikan. Dalam perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian, doa adalah kekuatan yang tak ternilai harganya. Dan bagi Celine, doa baik adalah energi positif yang akan membantunya terus melangkah maju, memperkuat iman, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.