0

PSSI Siapkan Kaltim Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-17 2026

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) secara resmi tengah mempersiapkan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mengemban amanah sebagai tuan rumah gelaran akbar Piala AFF U-17 edisi tahun 2026. Turnamen bergengsi yang mempertemukan talenta-talenta muda terbaik se-Asia Tenggara ini dijadwalkan akan bergulir pada bulan April tahun mendatang, menandai kembalinya Indonesia sebagai tuan rumah untuk kategori usia muda ini. Keputusan ini menegaskan komitmen PSSI untuk terus memajukan sepak bola usia dini di tanah air, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi para pemain muda dalam kancah internasional.

Indonesia memang memiliki rekam jejak yang kuat dalam menjadi tuan rumah Piala AFF U-17. Sebelumnya, Indonesia telah sukses menyelenggarakan dua edisi turnamen ini secara berturut-turut, yakni pada tahun 2022 dan 2024. Pada edisi 2022, Bumi Sembada, yang meliputi wilayah Sleman dan Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi saksi bisu para calon bintang sepak bola unjuk gigi. Sementara itu, pada edisi 2024, Kota Solo, Jawa Tengah, yang memiliki sejarah panjang dalam dunia sepak bola, dipercaya untuk menjadi tuan rumah. Keberhasilan penyelenggaraan sebelumnya menjadi modal penting bagi PSSI dalam merencanakan dan melaksanakan turnamen di tahun 2026.

Kali ini, PSSI mengambil langkah strategis dengan memilih Kalimantan Timur sebagai lokasi penyelenggaraan. Langkah ini sejalan dengan misi PSSI untuk mendistribusikan penyelenggaraan turnamen usia muda ke berbagai wilayah di luar Pulau Jawa, khususnya Jakarta, guna pemerataan pembangunan sepak bola di seluruh penjuru nusantara. Dengan memilih Kaltim, PSSI tidak hanya ingin memberikan kesempatan kepada daerah tersebut untuk berkontribusi dalam dunia sepak bola internasional, tetapi juga untuk mendorong geliat ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim sendiri telah menerima permintaan resmi dari PSSI dan siap untuk memfasilitasi persiapan yang diperlukan.

Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyatakan kesiapannya dalam menyambut mandat sebagai tuan rumah. Beliau secara spesifik menyebutkan tiga stadion yang telah disiapkan dan dinilai kelayakannya oleh PSSI, yaitu Stadion Segiri di Samarinda, Stadion Palaran, dan Stadion Batakan yang terletak di Balikpapan. Ketiga stadion ini memiliki kapasitas dan fasilitas yang memadai untuk menggelar pertandingan sepak bola bertaraf internasional. "PSSI meminta kami menjadi tuan rumah dan kami telah menyiapkan Stadion Segiri, Palaran, serta Batakan yang sebelumnya sudah ditinjau kelayakannya," ujar Rasman Rading, yang dikutip dari Antara. Kesiapan ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan induk organisasi sepak bola nasional.

Menindaklanjuti permintaan dari PSSI, Dispora Kaltim tidak tinggal diam. Mereka segera bergerak cepat untuk melakukan penyesuaian dan pemenuhan standar fasilitas yang dibutuhkan sesuai dengan regulasi dan persyaratan yang ditetapkan oleh AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara). Selain fokus pada kesiapan stadion utama, Dispora Kaltim juga akan menyiapkan lapangan latihan pendukung yang memadai untuk tim-tim peserta. Ketersediaan lapangan latihan yang berkualitas sangat krusial untuk memastikan para pemain dapat berlatih dengan optimal sebelum dan selama turnamen berlangsung. Ketersediaan lapangan latihan yang memadai akan menjadi salah satu faktor penentu kelancaran sebuah turnamen besar.

Meskipun kesiapan venue telah diutarakan, Rasman Rading menjelaskan bahwa rincian teknis mengenai kesepakatan fasilitas dan detail penyelenggaraan lainnya masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut. Proses negosiasi dan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Kaltim dan jajaran PSSI masih terus berlangsung untuk memastikan semua aspek penyelenggaraan berjalan lancar dan sesuai dengan harapan. Diskusi ini mencakup berbagai elemen penting, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga aspek keamanan dan medis yang sangat krusial dalam penyelenggaraan turnamen internasional.

Namun, Rasman Rading meyakinkan bahwa Kaltim memiliki tekad yang kuat untuk menjadi tuan rumah yang baik dan sukses. Kesempatan ini dianggap sebagai momentum emas bagi Kalimantan Timur untuk lebih dikenal di kancah internasional. Melalui gelaran Piala AFF U-17 2026, Kaltim berpeluang untuk memamerkan potensi dan keindahan alamnya kepada dunia, sekaligus meningkatkan citra positif daerah di mata internasional. Ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang promosi diri Kaltim sebagai destinasi yang menarik.

Lebih jauh lagi, Rasman Rading menekankan potensi ekonomi yang dapat digali dari penyelenggaraan turnamen internasional ini. Ia berharap bahwa turnamen Piala AFF U-17 2026 dapat menjadi katalisator penting dalam menumbuhkembangkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta sektor pariwisata di Kalimantan Timur. Dengan kedatangan tim-tim peserta, ofisial, media, dan tentu saja para suporter, akan terjadi peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan, mulai dari kuliner, penginapan, hingga oleh-oleh khas daerah. Sektor pariwisata juga akan mendapatkan dorongan karena para pengunjung dapat berkesempatan untuk mengeksplorasi keindahan alam dan budaya Kaltim.

Piala AFF U-17 sendiri memiliki sejarah yang panjang dalam pengembangan talenta sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Turnamen ini pertama kali digelar dengan kategori usia U-16 pada tahun 2002, dan sejak saat itu telah menjadi ajang penting bagi para pemain muda untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan bakat mereka. Bagi Indonesia, turnamen ini memiliki arti penting tersendiri. Tim Nasional Indonesia U-17 telah berhasil meraih gelar juara sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 2018 dan 2022. Kedua gelar juara tersebut sangat membanggakan karena diraih ketika Indonesia juga bertindak sebagai tuan rumah, yang menunjukkan bahwa dukungan publik dan faktor kandang memang memberikan dampak positif.

Keberhasilan Indonesia menjadi juara di edisi-edisi sebelumnya tentu menjadi motivasi tersendiri bagi tim Garuda Muda untuk kembali berprestasi di kandang sendiri pada tahun 2026. Dengan persiapan yang matang, dukungan penuh dari masyarakat, dan pengalaman menjadi tuan rumah yang telah teruji, PSSI dan Pemerintah Provinsi Kaltim optimis bahwa Piala AFF U-17 2026 akan menjadi ajang yang sukses dan berkesan, tidak hanya bagi para pemain, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pengalaman ini juga diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi para pemain muda untuk meniti karir profesional mereka di masa depan, baik di level nasional maupun internasional.

PSSI terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia di berbagai level, dan penyelenggaraan turnamen internasional seperti Piala AFF U-17 adalah salah satu bagian penting dari strategi tersebut. Dengan pengalaman yang didapat dari menjadi tuan rumah, Indonesia dapat belajar banyak tentang standar penyelenggaraan turnamen, manajemen kompetisi, hingga pengembangan infrastruktur olahraga. Selain itu, kesempatan untuk berhadapan dengan tim-tim kuat dari negara lain akan memberikan pelajaran berharga bagi para pemain muda Indonesia untuk terus berkembang dan bersaing di kancah global. Kaltim, dengan kesiapannya, akan menjadi saksi sejarah perkembangan sepak bola usia muda Indonesia.