0

Polres Salatiga Gandeng ASEAN Foundation, Teknologi AI Dikenalkan ke Pelajar

Share

Salatiga, Jawa Tengah – Dalam sebuah inisiatif strategis yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan mempersiapkan generasi muda menghadapi era revolusi industri 4.0, Polres Salatiga secara resmi menggandeng ASEAN Foundation untuk memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada para pelajar di kota ini. Kegiatan edukatif ini, yang diselenggarakan pada Kamis, 26 Februari 2026, di lingkungan Polres Salatiga, menandai komitmen serius kedua belah pihak dalam membangun ekosistem digital yang cerdas, aman, dan berdaya saing di tingkat lokal maupun regional.

Polres Salatiga Gandeng ASEAN Foundation, Teknologi AI Dikenalkan ke Pelajar

Acara yang berlangsung di aula serbaguna Polres Salatiga ini dihadiri oleh ratusan siswa-siswi dari berbagai sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) terkemuka di Salatiga, termasuk perwakilan dari SMA Negeri 1 Salatiga, SMA Negeri 2 Salatiga, SMK Negeri 1 Salatiga, dan beberapa sekolah lainnya. Antusiasme para pelajar terlihat jelas dari interaksi aktif mereka selama sesi presentasi dan diskusi, menunjukkan tingginya minat terhadap perkembangan teknologi mutakhir. Kapolres Salatiga, AKBP Bagas Adi Nugroho, S.I.K., M.H., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor seperti ini. "Kami di Polres Salatiga tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mencerdaskan masyarakat, khususnya generasi muda. Pengenalan AI ini adalah langkah proaktif untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan di masa depan, sekaligus membentengi mereka dari potensi penyalahgunaan teknologi," ujar AKBP Bagas. Beliau menambahkan bahwa pemahaman mendalam tentang AI akan menjadi fondasi penting bagi para pelajar untuk berinovasi dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

Program pengenalan AI ini merupakan bagian integral dari inisiatif regional yang lebih besar, yakni "AI Ready ASEAN," yang digagas oleh ASEAN Foundation. Inisiatif ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas dan literasi digital generasi muda di seluruh kawasan Asia Tenggara, memastikan bahwa mereka tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta dan inovator di masa depan. Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Lina Wijaya, yang diwakili oleh Manajer Program Pendidikan Digital, Bapak Rizal Fahmi, menjelaskan visi di balik program ini. "Kami percaya bahwa AI adalah kekuatan transformatif yang akan membentuk masa depan. Melalui ‘AI Ready ASEAN,’ kami berupaya mendemokratisasi akses terhadap pengetahuan AI, sehingga setiap anak muda di ASEAN memiliki kesempatan yang sama untuk memahami, memanfaatkan, dan bahkan mengembangkan teknologi ini. Kemitraan dengan Polres Salatiga ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi lokal dapat mendukung agenda regional kami," papar Rizal Fahmi melalui sambutan virtual.

Polres Salatiga Gandeng ASEAN Foundation, Teknologi AI Dikenalkan ke Pelajar

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini dirancang secara komprehensif, mencakup pemahaman dasar mengenai konsep AI, cara kerja teknologi kecerdasan buatan, serta berbagai contoh pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Para fasilitator dari ASEAN Foundation dan para pakar teknologi yang dihadirkan menjelaskan berbagai cabang AI, mulai dari Machine Learning (Pembelajaran Mesin), Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), Natural Language Processing (Pemrosesan Bahasa Alami), hingga Computer Vision (Visi Komputer). Mereka menggunakan bahasa yang mudah dicerna dan contoh-contoh relevan, seperti bagaimana AI bekerja di balik rekomendasi produk di platform e-commerce, fitur pengenalan wajah di ponsel pintar, asisten virtual seperti Siri atau Google Assistant, hingga aplikasi navigasi dan kendaraan otonom. Sesi interaktif memungkinkan para siswa untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan para ahli, menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan inspiratif.

Selain aspek teknis, salah satu fokus utama materi yang disampaikan adalah penekanan pada pentingnya sikap kritis dan bijak dalam menggunakan teknologi AI. Para pelajar diajak untuk memahami potensi risiko penyalahgunaan teknologi, termasuk penyebaran informasi palsu atau hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, serta isu-isu privasi data dan bias algoritmik di ruang digital. Diskusi mendalam mengenai etika AI dan tanggung jawab digital membekali siswa dengan kerangka berpikir yang kuat untuk menjadi warga digital yang bertanggung jawab. "Di era digital ini, kemampuan memilah informasi, memverifikasi fakta, dan berpikir kritis adalah keterampilan yang tak kalah penting dari kemampuan teknis. AI bisa menjadi alat yang sangat powerful, tetapi juga bisa disalahgunakan. Kami ingin para pelajar memiliki kesadaran penuh tentang dampak ganda teknologi ini," tambah seorang fasilitator dari tim ASEAN Foundation.

Polres Salatiga Gandeng ASEAN Foundation, Teknologi AI Dikenalkan ke Pelajar

Para siswa yang mengikuti kegiatan ini mengaku sangat antusias dan mendapatkan banyak wawasan baru. Budi Santoso, siswa kelas XI dari SMA Negeri 1 Salatiga, mengungkapkan rasa senangnya. "Saya kira AI itu sesuatu yang rumit dan hanya ada di film-film fiksi ilmiah. Ternyata, AI sudah sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Penjelasan tentang bagaimana AI bekerja di ponsel atau media sosial saya sangat membuka wawasan. Saya jadi ingin belajar lebih dalam lagi," kata Budi dengan semangat. Senada dengan Budi, Siti Aminah, siswi kelas XII dari SMK Negeri 2 Salatiga, menyoroti aspek keamanan dan etika. "Saya sangat tertarik dengan materi tentang hoaks dan bagaimana AI bisa digunakan untuk menyebarkan atau bahkan mendeteksi hoaks. Ini penting sekali agar kita tidak mudah percaya informasi yang belum tentu benar di internet. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan digital di kalangan pelajar," ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pengembangan lebih lanjut program literasi digital di Salatiga dan sekitarnya. Polres Salatiga dan ASEAN Foundation berkomitmen untuk menjajaki kemungkinan kerja sama lanjutan, termasuk pelatihan yang lebih mendalam atau proyek-proyek inovasi berbasis AI yang melibatkan pelajar. Inisiatif ini juga sejalan dengan agenda nasional Indonesia dalam mendorong transformasi digital dan menciptakan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di kancah global. Dengan membekali generasi muda dengan pemahaman yang kuat tentang AI, diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif, mendorong inovasi, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara institusi keamanan seperti Polres dengan organisasi internasional seperti ASEAN Foundation dalam bidang pendidikan teknologi menunjukkan pendekatan holistik dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi tantangan dan peluang di masa depan yang semakin didominasi oleh teknologi.