BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kehidupan rumah tangga penyanyi Pinkan Mambo kembali menjadi sorotan publik setelah ia secara terbuka mengungkapkan momen menegangkan ketika nyaris bercerai dengan suaminya, Arya Khan, di Singapura. Kejadian ini terjadi pada saat putranya, Luke, tengah berjuang melawan penyakit jantung yang serius dan membutuhkan perawatan intensif di Negeri Singa. Di tengah badai kekhawatiran dan tekanan finansial yang memuncak, kesalahpahaman antara Pinkan dan Arya hampir saja merenggut keutuhan rumah tangga mereka. Pengakuan mengejutkan ini diungkapkan langsung oleh Pinkan Mambo kepada awak media di Studio Rumpi: No Secret, Kapten P Tendean, pada hari Selasa, 6 Januari 2026.
Puncak emosi Pinkan Mambo terjadi ketika ia merasa suaminya, Arya Khan, tidak menunjukkan kepedulian yang seharusnya di saat genting. Kondisi Luke yang kritis dan membengkaknya biaya perawatan medis di Singapura membuat Pinkan diliputi kepanikan. Namun, alih-alih fokus mendampingi sang istri dan anak, Pinkan melihat Arya justru terlihat menikmati momen jalan-jalan. "Arya sempat miscom, kan, karena dia kebingungan harga-harganya mahal di Singapura, dia stres. Terus dia malah ngejar ke patung singa, nyenangin anaknya dulu," ujar Pinkan, mengungkapkan kekecewaannya. Bagi Pinkan, di saat ia berjuang sendirian menghadapi situasi sulit di rumah sakit, kehadiran Arya yang seolah tidak terbebani justru menimbulkan rasa sakit hati.
Mantan personel grup vokal Ratu ini merasa ditinggalkan dan tidak mendapatkan dukungan yang memadai. Ia merasa Arya pergi tanpa adanya pembagian tugas yang jelas, sementara dirinya sedang dilanda panik mengurus segala kebutuhan Luke di rumah sakit. "Negatifnya aku kan, ini orang malah jalan-jalan. Makanya aku miscom di situ, aku ceraiin gitu," tegas Pinkan, menunjukkan betapa dalamnya kekecewaan yang ia rasakan pada saat itu. Rasa frustrasi dan kecemasan yang meluap-luap membuatnya tidak dapat mengontrol emosi dan melontarkan kata-kata yang sangat menyakitkan. Ia merasa Arya tidak memahami beratnya beban yang sedang ia pikul.
Namun, seiring berjalannya waktu dan setelah melewati masa mediasi, Pinkan Mambo menyadari bahwa ada alasan lain di balik sikap Arya yang membuatnya salah paham. Ternyata, Arya Khan sempat mengalami kesulitan dan tersesat di Singapura karena kendala bahasa. Minimnya kemampuan berbahasa Inggris membuat Arya kebingungan dan stres dalam menghadapi situasi baru dan biaya hidup yang mahal. "Dia tersesat di pedalaman gitu, dia gak bisa bahasa Inggris. Maksudnya dia juga stres," tambah Pinkan, menjelaskan perspektif suaminya yang ternyata juga sedang berada di bawah tekanan. Kesalahpahaman ini muncul bukan karena ketidakpedulian Arya, melainkan karena keterbatasan komunikasi yang ia alami.
Syukurlah, pertengkaran hebat dan niat untuk bercerai tersebut urung terjadi. Berkat campur tangan seorang teman yang baik hati di Singapura, Pinkan dan Arya akhirnya dipertemukan dalam sebuah sesi mediasi. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi keduanya untuk saling membuka diri, mengungkapkan unek-uneg yang selama ini terpendam, dan memperbaiki komunikasi yang sempat retak. Dalam sesi tersebut, berbagai isu penting dibahas, termasuk prioritas dalam rumah tangga, manajemen keuangan, dan cara menghadapi tantangan bersama. Mediasi ini menjadi titik balik yang signifikan dalam hubungan mereka.
Hikmah dari pertengkaran hebat dan pengalaman nyaris bercerai ini ternyata membawa dampak positif yang besar bagi rumah tangga Pinkan Mambo dan Arya Khan. Keduanya memutuskan untuk mengambil langkah besar dalam mengelola aset mereka. Jika sebelumnya harta mereka dipisah, kini mereka sepakat untuk menggabungkan seluruh usaha dan aset menjadi milik bersama. "Justru kita sekarang harta digabung. Jadi tadi kan harta dipisah, punya Arya, Arya, Pinkan, Pinkan. Sekarang semua usaha kita digabung dan itu harta bersama," ungkap Pinkan dengan nada lega dan bahagia. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan dan komitmen yang semakin kuat di antara mereka.
Tidak hanya usaha, aset berharga seperti mobil hingga rumah kini juga dianggap sebagai milik bersama. Pinkan Mambo bahkan berseloroh bahwa utangnya lebih banyak daripada suaminya, namun hal itu tidak menjadi masalah karena mereka kini saling mendukung dan bekerja sama. Pernyataan ini menunjukkan betapa Pinkan kini merasa aman dan didukung oleh Arya. "Rumah tangga kita sudah pulih sih. Dia jadi lebih sayang sama keluarga, bahkan sudah keluar banyak uang buat kita," pungkas Pinkan, menutup pengakuannya dengan senyuman. Pengalaman pahit tersebut justru mempererat ikatan pernikahan mereka, mengajarkan pentingnya komunikasi, empati, dan kerja sama dalam menghadapi badai kehidupan. Kini, Pinkan dan Arya dapat menatap masa depan dengan lebih optimis, bersatu padu demi kebahagiaan keluarga dan kesembuhan putra tercinta.

