BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Stadion Adrar di Agadir bergemuruh pada Minggu (11/1/2026) dini hari WIB ketika tim nasional Mesir berhasil mengamankan tiket semifinal Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan juara bertahan Pantai Gading dengan skor tipis 3-2 dalam sebuah pertandingan yang penuh drama dan tensi tinggi. Kemenangan ini tidak hanya menjadi bukti ketangguhan The Pharaohs, tetapi juga menandai akhir dari ambisi Pantai Gading untuk mempertahankan gelar mereka. Bintang Liverpool, Mohamed Salah, turut memberikan kontribusi gol yang krusial dalam kemenangan penting ini.
Pertandingan baru berjalan empat menit ketika Mesir secara mengejutkan berhasil membuka keunggulan. Omar Marmoush, dengan pergerakan cerdasnya, berhasil merebut bola dari pemain bertahan Pantai Gading tepat di depan kotak penalti. Tanpa ragu, Marmoush melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau oleh kiper Pantai Gading, Yahia Fofana. Gol cepat ini sontak memberikan energi positif bagi Mesir dan memberikan tekanan awal yang signifikan kepada sang juara bertahan.
Selang beberapa menit kemudian, tepatnya di menit ke-32, keunggulan Mesir berhasil digandakan. Berawal dari situasi sepak pojok, Mohamed Salah mengirimkan umpan lambung akurat ke dalam kotak penalti. Ramy Rabia, dengan sundulannya yang terarah ke sudut kanan gawang, berhasil merobek jala gawang Fofana untuk kedua kalinya. Gol ini semakin memperkokoh posisi Mesir dan membuat mereka semakin nyaman mengendalikan jalannya pertandingan.
Namun, semangat juang Pantai Gading tidak pernah padam. Menjelang akhir babak pertama, tepatnya di menit ke-40, mereka berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol bunuh diri yang sedikit menggelikan. Bek Mesir, Ahmed Fatouh, dalam upayanya untuk menghalau umpan silang yang datang ke kotak penalti, justru secara tidak sengaja membelokkan bola masuk ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri ini menjadi hiburan tersendiri bagi para penonton dan mengubah skor menjadi 2-1, yang bertahan hingga peluit babak pertama dibunyikan.
Memasuki babak kedua, Mesir menunjukkan ambisi mereka untuk kembali menjauhkan diri dari kejaran Pantai Gading. Di menit ke-52, Mohamed Salah akhirnya mencatatkan namanya di papan skor. Berkat umpan silang yang apik dari Emam Ashour dari sisi kanan serangan, Salah berhasil menyambut bola dengan tendangan voli yang keras dan terarah ke sisi kiri gawang Fofana. Gol ini semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain kunci Mesir dan membawa The Pharaohs unggul kembali dengan selisih dua gol.
Pantai Gading, yang tidak ingin pulang tanpa perlawanan, kembali menunjukkan gigihnya. Di menit ke-73, mereka berhasil kembali menipiskan jarak skor. Melalui kemelut yang terjadi di depan gawang Mesir setelah sepak pojok, Guela Doue berhasil memanfaatkan situasi kacau tersebut untuk mencetak gol. Gol Doue ini kembali membangkitkan harapan Pantai Gading untuk menyamakan kedudukan dan membuat pertandingan semakin menegangkan.
Meskipun Pantai Gading terus berusaha keras untuk mencari gol penyeimbang di sisa waktu pertandingan, pertahanan Mesir yang solid di bawah komando kiper Mohamed El Shenawy berhasil menahan gempuran mereka. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 untuk keunggulan Mesir tetap bertahan. Kemenangan dramatis ini memastikan Mesir melangkah dengan bangga ke babak semifinal Piala Afrika 2025.
Selanjutnya, Mesir dijadwalkan akan menghadapi lawan tangguh lainnya di semifinal, yaitu Senegal. Pertandingan krusial ini akan digelar pada hari Kamis (15/1) pukul 00.00 WIB. Kepastian ini disambut dengan optimisme oleh Mohamed Salah. "Ini laga yang sempurna karena kami berhasil menang. Senegal akan menjadi lawan yang tangguh namun kami akan memberikan yang terbaik," ujar Salah usai pertandingan, seperti dikutip oleh BBC.
Salah menambahkan bahwa semangat timnya adalah kunci keberhasilan. "Kami berjuang keras dan seperti Anda lihat, tak ada yang menghambat tim. Saya melihat itu juga dari para pemain dan manajer. Kami hanya harus melanjutkan ini, memberikan yang terbaik dan kita akan lihat hasilnya," tegasnya, menunjukkan determinasi yang tinggi untuk membawa Mesir melaju lebih jauh di turnamen ini.
Kemenangan Mesir atas juara bertahan Pantai Gading ini merupakan salah satu kejutan terbesar di babak delapan besar Piala Afrika 2025. Permainan yang solid, determinasi tinggi, serta kontribusi dari para pemain kunci seperti Mohamed Salah, Omar Marmoush, dan Ramy Rabia, menjadi faktor penentu keberhasilan mereka. Gol bunuh diri yang sempat membuat mereka sedikit lengah, justru menjadi pelajaran berharga yang mereka jadikan motivasi untuk terus berjuang.
Perjalanan Mesir di Piala Afrika 2025 sejauh ini memang patut diacungi jempol. Mereka menunjukkan performa yang konsisten dan mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Di babak penyisihan grup, Mesir berhasil tampil dominan dan mengamankan posisi teratas. Kemudian di babak 16 besar, mereka juga berhasil meraih kemenangan yang meyakinkan. Kemenangan atas Pantai Gading di perempat final ini semakin mempertegas status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Sementara itu, bagi Pantai Gading, kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak. Sebagai juara bertahan, mereka memiliki ekspektasi yang tinggi untuk mempertahankan gelar mereka. Namun, dalam sepak bola, segalanya bisa terjadi. Pertandingan melawan Mesir menunjukkan bahwa mereka memiliki semangat juang yang tinggi, namun pada akhirnya, mereka harus mengakui keunggulan lawan. Kegagalan ini mungkin akan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim Pantai Gading untuk mempersiapkan diri di masa depan.
Pertandingan antara Mesir dan Senegal di semifinal diprediksi akan menjadi duel yang sangat menarik. Kedua tim memiliki sejarah persaingan yang sengit di kancah Afrika. Senegal, yang juga merupakan salah satu tim kuat di benua Afrika, pasti akan memberikan perlawanan yang tidak kalah sengitnya dengan Pantai Gading. Dukungan dari para penggemar dan performa terbaik dari para pemain akan menjadi kunci bagi kedua tim untuk meraih kemenangan.
Mohamed Salah, dengan pengalamannya bermain di liga top Eropa, akan menjadi tumpuan utama Mesir. Kemampuannya dalam mencetak gol, menciptakan peluang, dan memimpin timnya akan sangat krusial. Namun, kemenangan tim tidak hanya bergantung pada satu pemain. Kekompakan tim, strategi yang matang dari pelatih, dan semangat juang dari seluruh skuad adalah faktor yang akan menentukan nasib Mesir di semifinal nanti.
Piala Afrika 2025 memang selalu menyajikan kejutan dan drama. Laga perempat final antara Mesir dan Pantai Gading adalah bukti nyata dari hal tersebut. Gol demi gol, perubahan skor yang dramatis, dan determinasi dari kedua tim membuat pertandingan ini menjadi salah satu yang paling menghibur di turnamen sejauh ini. Dengan lolosnya Mesir ke semifinal, perjalanan mereka menuju tangga juara semakin terbuka, namun tantangan yang lebih besar masih menanti.
Performa Mohamed Salah dalam turnamen ini memang patut diapresiasi. Selain mencetak gol krusial melawan Pantai Gading, ia juga menjadi motor serangan Mesir di setiap pertandingan. Kepemimpinannya di lapangan, baik melalui ucapan maupun aksi, memberikan inspirasi bagi rekan-rekannya. Kehadirannya memberikan rasa percaya diri yang tinggi bagi tim The Pharaohs.
Secara keseluruhan, kemenangan Mesir atas Pantai Gading ini bukan hanya sekadar hasil pertandingan, tetapi juga sebuah narasi tentang ketangguhan, perjuangan, dan determinasi. Mereka membuktikan bahwa dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, segala sesuatu bisa diraih. Semifinal Piala Afrika 2025 akan menjadi panggung pembuktian lebih lanjut bagi Mesir untuk menunjukkan seberapa jauh mereka bisa melangkah dalam perburuan gelar juara.

