BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – El Clasico Indonesia, duel sarat gengsi antara Persib Bandung dan Persija Jakarta, akan kembali memanaskan panggung Indonesia Super League 2025/2026. Pertandingan akbar ini dijadwalkan akan tersaji di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 11 Januari 2026, menjadi penanda pertemuan pertama kedua tim di musim ini. Namun, atmosfer persaingan yang selalu membara diprediksi akan sedikit berbeda dengan kondisi kekuatan kedua tim. Persija Jakarta, sang tim tamu, dipastikan akan menghadapi ujian berat dengan kekuatan yang tidak komplet. Sebaliknya, Persib Bandung, tim tuan rumah, bertekad menurunkan skuad terbaiknya untuk meraih kemenangan di laga krusial ini.
Informasi yang dihimpun dari laman resmi Persija Jakarta mengonfirmasi bahwa tiga pemain kunci mereka dipastikan absen dalam lawatan ke Bandung. Ketiga pemain yang dimaksud adalah Fabio Calonego, Ryo Matsumura, dan Gustavo Almeida. Sementara Fabio Calonego dan Ryo Matsumura terpaksa menepi karena harus menjalani sanksi yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Gustavo Almeida harus rela ditinggal lantaran masih dalam proses pemulihan cedera yang membelitnya. Absennya trio pemain ini tentu saja membuka celah dan kesempatan emas bagi dua talenta muda Persija Jakarta, Arlyansyah Adulmanan dan Aditya Warman, untuk kembali unjuk gigi. Keduanya memang tengah menjadi sorotan publik setelah penampilan impresif mereka yang sukses mengantarkan Persija meraih kemenangan 2-0 atas Persijap Jepara dalam laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu, 31 Januari 2026. Gol-gol kemenangan Persija saat itu lahir dari kaki kedua wonderkid ini, yang semakin mempertegas potensi besar yang mereka miliki.
Arlyansyah Adulmanan, yang baru berusia 20 tahun, mengungkapkan antusiasmenya menyambut laga perdana melawan Persib di pentas Indonesia Super League. "Ini perdana bagi saya bertemu Persib di Super League. Saya belum tahu atmosfernya seperti apa. Kalau diberi kesempatan bermain, saya mau membuktikan kalau saya bisa bekerja keras," ujar Arlyansyah dalam pernyataan yang dibagikan oleh Persija. Sejauh ini, Arlyansyah memang telah mendapatkan kepercayaan penuh dari tim pelatih dan telah mengoleksi delapan penampilan di musim debutnya di kompetisi level tertinggi sepak bola Indonesia. Pengalamannya yang terus bertambah di setiap pertandingan menjadi modal berharga bagi dirinya untuk menghadapi rival abadi Persija.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menegaskan keseriusan timnya dalam menghadapi laga penting melawan Persib Bandung. Ia mengakui bahwa tim kepelatihan Persija telah melakukan analisis mendalam terhadap kekuatan lawan yang akan mereka hadapi. "Minggu ini kami akan mulai mempelajari Persib. Kami sudah tahu kualitas tim Persib dan investasi besar yang mereka lakukan. Ada beberapa pemain tim nasional juga di sana," ujar Mauricio, menunjukkan bahwa timnya tidak memandang remeh kekuatan Persib Bandung. Pelatih asal Brasil ini berupaya meracik strategi yang tepat untuk meredam permainan agresif Persib dan memanfaatkan celah yang mungkin timbul akibat ketidakhadiran pemain pilar mereka.
Di sisi lain, kubu Persib Bandung pun tengah dalam kondisi yang sangat positif menjelang bentrokan akbar ini. Pasukan asuhan Bojan Hodak dipenuhi dengan antusiasme yang tinggi dan rasa tidak sabar untuk segera berlaga di pertandingan yang dinanti-nantikan ini. Kapten Persib, Marc Klok, mengungkapkan semangat juang yang membara di dalam timnya. Ia menekankan bahwa pertandingan ini bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, melainkan juga menyangkut harga diri kota Bandung. "Kita sangat antusias dan excited dan lapar, untuk main di match ini. Buat saya sendiri saya tidak lihat klasemen, saya lihat game by game, game itu sendiri buat saya sendiri buat klub ini, buat kota ini sangat spesial selalu. Dan ini bukan buat saya buat klasemen tapi buat harga diri, pride untuk kota ini," tegas Marc Klok dengan penuh keyakinan.
Senada dengan Marc Klok, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, juga menilai bahwa motivasi pemain bukan menjadi masalah berarti jelang laga besar ini. Menurutnya, atmosfer pertandingan antara Persib dan Persija sudah cukup untuk membakar semangat juang seluruh pemainnya. "Saya tidak perlu memotivasi pemain karena semua sudah termotivasi dan bisa dilihat hari ini, semua berlari dan semua ingin bermain. Bagi saya sebagai pelatih, mungkin ini hal yang termudah (untuk memotivasi) karena saya tidak perlu mendorongnya," katanya saat sesi latihan Persib pada Rabu, 7 Januari 2026. Pernyataan Hodak ini menunjukkan bahwa ia memiliki keyakinan penuh pada mentalitas dan determinasi para pemainnya untuk memberikan performa terbaik.
Melihat rekam jejak pertemuan kedua tim dalam lima laga terakhir, Persib Bandung masih unggul secara statistik atas Persija Jakarta. Maung Bandung berhasil mencatatkan dua kemenangan, sementara Macan Kemayoran hanya mampu mengalahkan Persib satu kali. Tiga pertemuan lainnya berakhir dengan skor imbang. Statistik ini tentu akan menjadi modal psikologis tambahan bagi Persib, namun Persija dengan skuad yang mungkin sedikit berbeda akan berusaha memutus tren negatif tersebut. Pertanyaan besar pun muncul, apakah duel kali ini akan berjalan alot dengan jual beli serangan yang sengit, ataukah Persib akan kembali mendominasi Persija seperti yang terjadi di beberapa pertemuan sebelumnya? Jawabannya hanya akan terungkap di lapangan hijau nanti.
Selain sorotan utama pada laga El Clasico Indonesia, program "D’Hattrick" di detikSore juga akan menyajikan beberapa ulasan mendalam lainnya yang tak kalah menarik. Pertama, akan dibahas kembali insiden yang kurang pantas terjadi di pertandingan Liga 4. Setelah kasus tendangan kungfu dalam laga Liga 4 zona Jawa Timur antara PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung, insiden serupa kembali mencoreng kompetisi sepak bola nasional. Kali ini, karir sepak bola pemain Kafi Jogja, Dwi Pilihanto Nugroho alias Dwi Aan, harus berakhir prematur meski timnya meraih kemenangan atas UAD FC di Liga 4 DIY. Ia mendapatkan sanksi larangan bermain seumur hidup akibat melakukan tendangan kungfu ke lawan. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan pertanyaan mengenai upaya pencegahan agar tindakan tidak sportif seperti ini tidak terus terulang di kompetisi sepak bola Indonesia. Diskusi akan mengupas tuntas seluk-beluk sepak bola nasional, jumlah kompetisi yang berjalan, serta solusi konkret untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Berita menarik lainnya datang dari dalam negeri, di mana detikSore akan mengulas fenomena maraknya permintaan dispensasi nikah yang terungkap oleh Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Data menunjukkan bahwa dispensasi ini banyak diajukan oleh remaja berusia 14 hingga 16 tahun, dan ironisnya, pengajuan ini seringkali diikuti dengan surat perceraian dalam kurun waktu enam bulan kemudian. Sepanjang tahun 2025, Pengadilan Agama Pati telah menerima 238 pengajuan nikah, di mana 234 di antaranya telah dikabulkan. Ulasan ini akan mencoba menggali akar permasalahan di balik maraknya pengajuan dispensasi nikah di kalangan remaja dan dampaknya bagi sosial masyarakat.
Menjelang matahari terbenam, detikSore akan menghadirkan sosok inspiratif seorang pemuda yang berdedikasi dalam menanam dan mengolah tanaman herbal menjadi simplisia, yang kemudian dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit. Latar belakang personalnya yang pernah mengidap Tuberkulosis kelenjar, adenoid, dan amandel semasa kecil, serta pengalaman pengobatan herbal yang dijalani orang tuanya, menjadi titik balik yang mendorongnya untuk menekuni dunia tanaman herbal. Lulusan Ilmu Tanah IPB ini aktif memberikan edukasi melalui akun Instagram @house_ofherbs dengan slogan "Buat Rumahmu Jadi Apotek". Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan generasi muda tentang pentingnya mengenal dan memanfaatkan tanaman herbal di sekitar mereka untuk kesehatan. Segmen "Sunsetalk" akan membahas jenis-jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat herbal, serta proses pembuatannya secara mendalam bersama Daniel Damaz.
Seluruh ulasan mendalam mengenai berita-berita hangat detikcom ini akan disiarkan secara langsung (live streaming) setiap Senin-Jumat, mulai pukul 15.30 hingga 18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan lewatkan pula analisis pergerakan pasar saham menjelang penutupan IHSG di awal acara. Pemirsa dapat berinteraksi dan menyampaikan komentar melalui kolom live chat yang tersedia. Seluruh program ini hadir dengan tagline "Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!", menawarkan konten informatif dan menghibur yang relevan dengan isu-isu terkini.

