BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Jonathan David, striker Juventus yang sempat menjadi sorotan tajam akibat kegagalannya mengeksekusi penalti dalam laga imbang melawan Lecce akhir pekan lalu, telah bangkit dengan gemilang. Pemain asal Kanada ini membuktikan kapasitasnya dengan tampil sebagai man of the match dalam kemenangan meyakinkan Juventus atas Sassuolo dengan skor 3-0. Momen ini menjadi penegasan kemampuannya dan menebus segala keraguan yang sempat menghampirinya, sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim.
Kejadian pahit terjadi pada Sabtu (4/1/2026) saat Juventus menjamu Lecce di Turin. Dalam pertandingan yang berjalan ketat, David mendapat kesempatan emas untuk membawa timnya meraih kemenangan melalui titik putih. Namun, tendangannya yang mengarah ke tengah lapangan berhasil ditepis oleh kiper Lecce, Wladimiro Falcone. Kegagalan ini sontak memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, terutama mengingat performa David yang sedang paceklik gol. Gol terakhirnya di Serie A tercatat pada bulan Agustus, dan gol terakhirnya di kompetisi manapun adalah saat melawan Pafos di Liga Champions pada 10 Desember lalu. Rentang waktu yang panjang tanpa gol ini tentu saja menjadi beban mental tersendiri bagi seorang striker.
Namun, di hadapan publik Sassuolo pada Rabu (7/1) dini hari WIB, David menunjukkan sisi lain dari dirinya. Ia tidak hanya bermain apik, tetapi juga menjadi motor serangan Juventus. Data statistik dari Whoscored mencatat bahwa David melepaskan tiga tembakan ke gawang lawan, sebuah indikator ambisinya untuk kembali mencetak gol. Lebih impresif lagi, ia berhasil menciptakan enam umpan kunci selama 75 menit berada di lapangan, menunjukkan kemampuannya dalam mendistribusikan bola dan membuka ruang bagi rekan-rekannya. Kontribusi ini jelas melampaui sekadar mencetak gol.
Peran vital David dalam laga ini terlihat jelas melalui assist berkelasnya untuk gol pembuka yang dicetak oleh Fabio Miretti di menit ke-62. Dengan kecerdikan dan visi permainan yang matang, David mengirimkan umpan terukur kepada Miretti yang berlari bebas menuju kotak penalti lawan. Umpan tersebut dieksekusi dengan sempurna oleh Miretti, membuka keunggulan bagi Juventus. Selang semenit kemudian, David tidak menyia-nyiakan kesempatannya untuk mencatatkan namanya di papan skor. Ia memanfaatkan blunder fatal yang dilakukan oleh Jay Idzes, bek Sassuolo, untuk mencetak gol kedua Juventus. Gol ini menjadi momen emosional yang disambut hangat oleh seluruh tim.
Euforia gol David dirayakan dengan penuh semangat oleh rekan-rekannya di lapangan maupun yang berada di bangku cadangan. Bahkan, pelatih Luciano Spalletti terlihat menghampiri David untuk memberikan ucapan selamat dan dukungan. Momen kebersamaan ini menjadi bukti kuat bahwa tim Juventus solid dalam mendukung para pemainnya, terutama di saat-saat sulit. Semangat juang David tidak hanya terlihat dalam menyerang, tetapi juga dalam aspek pertahanan. Ia menunjukkan dedikasi tinggi dengan melakukan dua tekel sukses dan dua intersep sebelum akhirnya digantikan oleh Lois Openda. Upaya kerasnya ini tidak luput dari perhatian.
Setelah peluit panjang berbunyi, Serie A secara resmi menobatkan Jonathan David sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut. Penghargaan ini menjadi validasi atas performanya yang luar biasa dan kontribusinya yang signifikan terhadap kemenangan Juventus. Dalam wawancara seusai laga kepada DAZN Italia, David mengungkapkan rasa syukurnya atas gol tersebut. "Saya pikir itu gol yang bagus, datang di momen yang tepat untuk saya dan tim. Pada akhirnya, yang paling penting adalah kami kembali ke jalur kemenangan," ujarnya, menekankan prioritas tim di atas segalanya.
Menanggapi dukungan yang diberikan oleh rekan-rekan setim dan pelatih, David menambahkan, "Ya, saya melihatnya (Spalletti). Itu sebuah aksi yang baik, semua orang di sini terus mendukung saya dan tim, jadi ini pertanda baik bahwa semua orang dapat merayakan bersama. Saya sangat menghargai ini," ucapnya sambil tersenyum, menunjukkan apresiasi mendalam atas dukungan yang diterimanya.
David juga secara terbuka membahas rasa frustrasinya setelah gagal mengeksekusi penalti melawan Lecce. "Hal yang paling menyakitkan bagi saya usai penalti gagal adalah rasanya seperti kekalahan, meskipun kami bermain imbang. Itulah yang paling menyakitkan bagi saya, karena kemenangan adalah hal terpenting. Setelah itu, saya tahu banyak laga menanti, jadi saya mencoba untuk fokus ke laga selanjutnya," katanya, menunjukkan mentalitas seorang pemenang yang tidak mudah menyerah.
Mengenai detail eksekusi penaltinya yang gagal, David menjelaskan, "Saat saya mengambil penalti, saya mencoba untuk mengubah arah dan membuat kiper lawan bingung. Saya tidak menendangnya seperti yang saya inginkan, dan itulah mengapa bola tidak masuk," tegasnya, memberikan penjelasan objektif mengenai insiden tersebut. Ia mengakui bahwa ada aspek teknis yang perlu diperbaiki, namun yang terpenting baginya adalah bangkit dan memberikan yang terbaik di pertandingan berikutnya.
Kini, fokus Juventus tertuju pada laga selanjutnya. Ketajaman dan performa impresif Jonathan David sangat diharapkan bisa terus berlanjut saat Juventus menjamu Cremonese pada Selasa (13/1) pekan depan. Kemenangan atas Sassuolo ini menjadi modal berharga untuk menjaga momentum positif dan mengukuhkan posisi Juventus di papan atas klasemen Serie A. Peran David sebagai striker utama akan terus krusial dalam upaya Juventus meraih target-target mereka di sisa musim ini. Dukungan dari para penggemar dan tim akan menjadi bahan bakar semangatnya untuk terus berjuang dan membuktikan diri.

