BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Real Madrid, raksasa sepak bola Spanyol, tengah dilanda gejolak di kursi kepelatihan setelah resmi berpisah dengan Xabi Alonso pada Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. Keputusan pahit ini diambil setelah kekalahan yang menyakitkan di final Piala Super Spanyol melawan rival abadi, Barcelona. Meski klub sempat menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti, statusnya masih diselimuti ketidakpastian, apakah sebagai pelatih sementara atau permanen di Santiago Bernabeu. Di tengah situasi yang masih simpang siur ini, muncul sebuah nama yang mengejutkan dan berpotensi menjadi bidikan utama Los Blancos: Lionel Scaloni, pelatih yang sukses membawa Timnas Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 bersama megabintang Lionel Messi.
Rumor ini, yang dilaporkan oleh Fichajes, menyebutkan bahwa Real Madrid sedang serius mengamati sosok Scaloni. Pelatih berusia 47 tahun itu dinilai memiliki kriteria yang sangat cocok dengan profil yang dicari oleh klub sebesar Real Madrid. Pengalamannya memimpin Timnas Argentina meraih berbagai gelar prestisius, termasuk Copa America 2021 dan 2024, serta Finalissima 2022, menunjukkan kemampuannya dalam membangun tim yang solid dan bermental juara. Keberhasilan terbesarnya, tentu saja, adalah mengantarkan Lionel Messi dan rekan-rekannya meraih mahkota Piala Dunia 2022 di Qatar, sebuah pencapaian monumental yang mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pelatih terbaik di era modern.
Menariknya, Scaloni sejatinya belum memiliki pengalaman melatih klub profesional. Perjalanan kariernya di dunia kepelatihan lebih banyak dihabiskan bersama tim nasional. Sebelum memegang kendali Timnas Argentina senior pada tahun 2018, ia sempat menukangi Timnas Argentina U-20. Keputusan mempromosikannya ke tim senior terbukti sangat jitu, bahkan melampaui ekspektasi banyak pihak. Ia berhasil mentransformasi skuad Argentina menjadi tim yang tangguh, dinamis, dan memiliki kekompakan luar biasa. Gaya kepelatihannya yang fleksibel, kemampuannya dalam membaca permainan lawan, serta kecerdasannya dalam meracik strategi, menjadikannya sosok yang sangat dihormati di kalangan pemain dan pengamat sepak bola.
Kini, Scaloni tengah fokus penuh mempersiapkan Timnas Argentina untuk menghadapi tantangan besar di Piala Dunia 2026. Turnamen ini tentu akan menjadi ujian berikutnya bagi kemampuannya untuk mempertahankan gelar juara dunia. Namun, jika Real Madrid benar-benar serius dalam upayanya untuk merekrutnya, ada kemungkinan besar Scaloni bisa saja mempertimbangkan tawaran tersebut setelah gelaran Piala Dunia 2026 selesai. Hal ini tentu akan menjadi langkah berani dan menarik bagi Real Madrid, yang biasanya cenderung memilih pelatih dengan rekam jejak panjang di level klub.
Pengalaman Scaloni sebagai mantan pemain yang pernah berkarier di La Liga, meskipun tidak secara langsung di Real Madrid, mungkin memberinya pemahaman yang cukup tentang dinamika kompetisi di Spanyol. Ia pernah membela klub-klub seperti Deportivo La Coruña dan Mallorca, di mana ia beradaptasi dengan ritme dan gaya permainan sepak bola Spanyol. Pengalaman ini, ditambah dengan kesuksesannya di level internasional, bisa menjadi modal berharga jika ia memutuskan untuk melangkah ke dunia kepelatihan klub.
Pertanyaan besar yang muncul adalah, bagaimana Real Madrid akan meyakinkan Scaloni untuk meninggalkan posisinya di Timnas Argentina, yang jelas-jelas sangat ia kuasai dan cintai? Argentina adalah tim nasional yang telah ia bangun dengan penuh dedikasi, dan kesuksesan yang diraih adalah bukti nyata dari kerja kerasnya. Namun, godaan untuk melatih salah satu klub terbesar di dunia, dengan segala fasilitas, sumber daya, dan tekanan yang menyertainya, tentu tidak bisa diabaikan begitu saja. Real Madrid memiliki sejarah panjang dalam mendatangkan pelatih-pelatih terbaik dunia, dan Scaloni, dengan prestasinya bersama Timnas Argentina, jelas masuk dalam kategori tersebut.
Selain itu, kehadiran Lionel Messi di Timnas Argentina juga menjadi faktor menarik. Hubungan profesional yang terjalin antara Scaloni dan Messi telah terbukti sangat harmonis dan membuahkan hasil luar biasa. Jika Scaloni melatih Real Madrid, apakah ini berarti ia akan mencoba merekrut Lionel Messi ke Santiago Bernabeu? Tentu saja, ini adalah spekulasi yang jauh dari kenyataan saat ini, mengingat Messi masih terikat kontrak dengan klubnya saat ini. Namun, gagasan tentang kolaborasi antara Scaloni dan Messi di level klub memang menjadi topik pembicaraan yang menarik di kalangan penggemar sepak bola.
Ditinggalkannya Xabi Alonso sendiri merupakan pukulan telak bagi Real Madrid. Alonso, yang dikenal dengan gaya kepelatihannya yang cerdas dan kemampuannya dalam mengembangkan pemain muda, telah berhasil membawa tim meraih beberapa gelar penting. Kepergiannya menciptakan kekosongan yang tidak mudah untuk diisi. Dengan pencapaian Scaloni yang spektakuler bersama Timnas Argentina, ia muncul sebagai kandidat ideal yang dapat meneruskan estafet kepemimpinan di Real Madrid dan membawa klub ini meraih kejayaan yang lebih besar lagi.
Keputusan Real Madrid untuk membidik Scaloni juga menunjukkan keberanian dan visi klub dalam mencari pelatih. Mereka tidak terpaku pada pelatih-pelatih yang sudah terbukti di level klub, melainkan berani melihat potensi besar pada sosok yang telah membuktikan diri di level internasional. Scaloni mewakili generasi baru pelatih yang inovatif, berani mengambil risiko, dan mampu membangun tim yang tangguh secara mental dan taktis.
Jika kesepakatan terjalin, maka ini akan menjadi babak baru yang menarik dalam karier Lionel Scaloni. Ia akan menghadapi tantangan yang berbeda, dengan tekanan yang jauh lebih besar, dan harus beradaptasi dengan tuntutan klub sebesar Real Madrid. Namun, dengan kesuksesan yang telah ia raih, tidak ada alasan untuk meragukan kemampuannya. Real Madrid berpotensi mendapatkan seorang pelatih yang mampu membawa mereka ke era keemasan baru, dengan sentuhan magis yang telah ia tunjukkan bersama Timnas Argentina. Masa depan kepelatihan Real Madrid tampaknya akan semakin menarik untuk disaksikan.

