0

Onadio Leonardo Mau Lebih Selektif Pilih Teman, Bawa Nama Habib Jafar dan Isi Pelajaran Berharga Pasca Rehabilitasi

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Aktor multitalenta yang dikenal luas melalui peran-perannya yang menghibur dan karirnya di dunia musik, Onadio Leonardo, baru-baru ini mengungkapkan sebuah kesadaran mendalam mengenai pentingnya lingkungan pertemanan yang sehat. Pernyataan ini muncul sebagai buah dari pengalamannya menjalani masa pemulihan di pusat rehabilitasi, di mana ia merenungkan kembali pilihan-pilihan hidupnya, termasuk dalam hal memilih teman. Pria yang akrab disapa Onad ini mengaku merasa kapok dengan pola pergaulan yang pernah ia jalani sebelumnya, dan kini memiliki komitmen kuat untuk lebih selektif dalam menentukan siapa saja yang pantas berada dalam lingkaran terdekatnya.

Pengalaman pahit yang membawanya ke pusat rehabilitasi memberikan pelajaran berharga yang tidak ternilai harganya bagi Onad. Ia menyadari bahwa kesalahan yang pernah diperbuatnya sebagian besar berakar dari pengaruh pergaulan yang kurang sehat. "Akhirnya gue penting memilah-milah mana teman yang baik, seperti Habib (Jafar) baik," ujar Onad saat ditemui di pusat rehabilitasi kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Rabu, 28 Januari 2026. Pengakuan ini bukan sekadar ungkapan penyesalan, melainkan sebuah janji untuk melakukan perubahan signifikan dalam hidupnya. Ia menambahkan, "Banyak banget kemarin jenguk gue yang gue gak nyangka. Jadi kayaknya gue harus memilah-milah teman sih habis ini." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa di tengah masa sulitnya, ada beberapa sosok yang justru menunjukkan perhatian tulus, dan justru sosok-sosok inilah yang kini menjadi prioritasnya.

Lebih lanjut, Onad mengungkapkan rencana terdekatnya setelah bebas dari pusat rehabilitasi. Prioritas utamanya adalah bertemu dengan anak dan keluarganya. Setelah itu, ia berencana untuk segera mengunjungi kediaman Habib Jafar. Sosok Habib Jafar, seorang tokoh agama yang dikenal dengan gaya komunikasinya yang santai namun penuh makna, dianggap oleh Onad sebagai representasi dari seorang teman sejati yang memberikan pengaruh positif. Di tengah badai kehidupan yang ia hadapi, kehadiran dan nasihat Habib Jafar menjadi pelipur lara dan sumber kekuatan. "Nomor satu mau ketemu anak gue dulu, gue pulang ke rumah dulu, baru gue mungkin telepon orang tua gue yang pasti kecewa banget, terus kayaknya gue mau ke rumahnya Habib Jafar," jelas Onad. Keinginan untuk segera menemui Habib Jafar menunjukkan betapa besar arti sosok tersebut baginya, terutama sebagai penuntun spiritual dan moral.

Bagi Onad, definisi teman yang baik kini telah bergeser. Ia tidak lagi mencari teman yang hanya hadir saat ia berada di puncak kesuksesan atau saat segala sesuatunya berjalan lancar. Sebaliknya, ia mendambakan teman yang tetap setia mendampingi saat ia terjatuh, menghadapi kesulitan, dan terpuruk. "Baginya, teman yang baik adalah mereka yang tetap ada saat seseorang terjatuh, bukan mereka yang hanya ada saat senang namun menghilang saat masalah datang," demikian kutipan yang mencerminkan perubahan paradigma Onad. Pengalaman ini mengajarkan kepadanya bahwa persahabatan sejati diuji bukan pada saat suka, melainkan pada saat duka.

Pelajaran terpenting yang dipetik Onad dari pengalamannya adalah tentang kesadaran diri. Ia menyadari bahwa terkadang seseorang bisa terjerumus dalam kesalahan karena kurangnya pemahaman diri dan kecerobohan. "Pelajarannya tahu diri kali ya, janganlah Anda bodoh," pungkasnya. Kata "tahu diri" ini mencakup pemahaman mendalam tentang kekuatan dan kelemahan diri, serta kesadaran akan konsekuensi dari setiap tindakan. Ia menekankan pentingnya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan untuk selalu belajar dari setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan.

Perubahan sikap Onadio Leonardo ini disambut baik oleh banyak pihak. Para penggemarnya berharap agar ia dapat terus berada di jalur yang benar dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dukungan dari keluarga, sahabat sejati seperti Habib Jafar, dan para penggemar menjadi modal penting bagi Onad dalam memulai lembaran hidup yang baru. Komitmennya untuk lebih selektif dalam memilih teman juga dinilai sebagai langkah yang bijak, yang diharapkan dapat membentengi dirinya dari pengaruh negatif di masa depan.

Lebih jauh lagi, pengalaman Onad ini bisa menjadi refleksi bagi banyak orang, terutama generasi muda, mengenai pentingnya menjaga lingkungan pertemanan. Di era digital ini, di mana interaksi sosial bisa terjadi dengan sangat mudah, tantangan untuk menemukan teman yang benar-benar membawa pengaruh positif semakin besar. Kemudahan akses terhadap berbagai informasi dan gaya hidup, terkadang tanpa filter yang memadai, dapat mendorong seseorang untuk mencoba hal-hal yang berisiko, termasuk penyalahgunaan narkoba yang pernah dialami Onad.

Dalam konteks ini, peran tokoh publik seperti Habib Jafar menjadi semakin krusial. Dengan pendekatan yang luwes dan konten yang relevan dengan audiens muda, tokoh seperti Habib Jafar dapat memberikan panduan moral dan spiritual yang efektif. Kemampuannya untuk menjembatani nilai-nilai agama dengan realitas kehidupan modern membuatnya menjadi sosok yang dipercaya dan dihormati oleh berbagai kalangan, termasuk oleh selebriti yang sedang mencari arah hidup. Keterbukaan Onad untuk mengakui kesalahannya dan keinginannya untuk belajar dari pengalaman ini patut diapresiasi.

Selain itu, kesadaran Onad akan pentingnya "tahu diri" juga mencerminkan sebuah proses pendewasaan diri yang penting. Proses ini melibatkan introspeksi mendalam, evaluasi diri secara jujur, dan kemauan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Ini bukan sekadar tentang menghindari kesalahan di masa depan, tetapi juga tentang membangun fondasi mental dan emosional yang kuat untuk menghadapi tantangan hidup. Lingkaran pertemanan yang sehat menjadi salah satu pilar utama dalam membangun fondasi tersebut, karena teman yang baik akan senantiasa memberikan dukungan, nasihat yang membangun, dan bahkan teguran yang konstruktif ketika diperlukan.

Perubahan yang diinginkan Onadio Leonardo ini bukan hanya tentang membatasi diri dari pergaulan yang buruk, tetapi juga tentang membangun hubungan yang positif dan saling mendukung. Ia belajar bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas dalam sebuah pertemanan. Memiliki segelintir teman sejati yang bisa dipercaya jauh lebih berharga daripada memiliki banyak kenalan yang hanya hadir sesaat. Komitmennya untuk menyeleksi teman bukan berarti ia menjadi pribadi yang tertutup atau anti-sosial, melainkan ia ingin memastikan bahwa setiap interaksi sosial yang ia jalani memberikan energi positif dan kontribusi yang berarti bagi pertumbuhan pribadinya.

Peran keluarga, terutama orang tua, juga disinggung oleh Onad sebagai pihak yang pasti kecewa dengan kesalahannya. Namun, keinginan untuk memperbaiki hubungan dan meyakinkan mereka bahwa ia telah belajar dari pengalaman menjadi motivasi tambahan baginya. Hubungan keluarga yang harmonis dan dukungan dari orang tua seringkali menjadi sumber kekuatan terbesar bagi seseorang yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan.

Keseluruhan pernyataan Onadio Leonardo pasca rehabilitasi ini menunjukkan sebuah titik balik yang signifikan dalam kehidupannya. Ia tidak hanya mengakui kesalahannya, tetapi juga menunjukkan keseriusannya untuk berubah dan membangun masa depan yang lebih baik. Dengan memilih untuk lebih selektif dalam berteman, membawa nama Habib Jafar sebagai salah satu panutan, dan mengambil pelajaran berharga dari pengalamannya, Onad memberikan contoh yang baik bagi banyak orang tentang pentingnya kesadaran diri, keberanian untuk berubah, dan kebijaksanaan dalam memilih lingkungan yang positif. Perjalanannya untuk terus memulihkan diri dan membangun kembali hidupnya tentu akan menjadi perhatian publik, dan banyak yang berharap ia dapat terus sukses dalam meraih cita-citanya.