Masuknya Nvidia ke kancah prosesor Arm untuk laptop Windows menandai sebuah babak baru yang krusial dalam evolusi komputasi pribadi. Ini bukan sekadar penambahan pemain baru, melainkan pergeseran strategis dari raksasa semikonduktor yang dikenal dominan di ranah grafis dan kecerdasan buatan. Nvidia disebut akan meluncurkan prosesor Arm untuk laptop Windows mulai musim semi ini, sebuah langkah yang jauh melampaui peran tradisionalnya sebagai penyedia GPU pendamping prosesor x86. Kali ini, Nvidia datang dengan penawaran system-on-chip (SoC) penuh bernama Nvidia N1 dan N1X, yang dirancang untuk menjadi otak utama laptop, mengintegrasikan CPU, GPU, dan komponen penting lainnya dalam satu paket.
Keputusan Nvidia untuk terjun sepenuhnya ke pasar prosesor Arm untuk Windows tidak lepas dari beberapa faktor pendorong utama. Pertama, keberhasilan Apple dengan lini prosesor M-series (Apple Silicon) telah membuktikan potensi besar arsitektur Arm dalam menghadirkan performa tinggi dengan efisiensi daya yang luar biasa di perangkat laptop. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi produsen lain untuk mengeksplorasi Arm lebih jauh. Kedua, ledakan kecerdasan buatan (AI) telah menempatkan Nvidia di garis depan inovasi, dengan GPU mereka menjadi tulang punggung pelatihan dan inferensi AI di pusat data. Membawa kapabilitas AI yang kuat langsung ke perangkat ujung (edge device) seperti laptop adalah langkah logis untuk memperluas dominasi mereka. Dengan SoC N1 dan N1X, Nvidia berambisi untuk menawarkan pengalaman AI PC yang tak tertandingi, memanfaatkan keahliannya yang mendalam di bidang GPU dan akselerasi AI.
Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa sejumlah produsen laptop terkemuka telah siap menyambut kehadiran chip Nvidia ini. Lenovo, salah satu raksasa di industri PC, telah menyiapkan setidaknya enam model laptop berbasis chip Nvidia tersebut. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan dan komitmen yang signifikan dari mitra OEM (Original Equipment Manufacturer). Informasi yang beredar mencakup beberapa model populer seperti Ideapad Slim 5 ukuran 14 dan 16 inci, yang biasanya menyasar segmen mainstream hingga menengah dengan fokus pada keseimbangan performa dan portabilitas. Kemudian ada dua varian Yoga Pro 7 15 inci, yang dikenal sebagai lini premium dengan desain elegan dan performa untuk kreator konten atau profesional. Lini Yoga juga mencakup Yoga 9 model 2-in-1, sebuah perangkat serbaguna yang menawarkan fleksibilitas tablet dan laptop, menunjukkan bahwa chip Nvidia Arm juga cocok untuk form factor inovatif.
Yang paling menarik perhatian adalah kemunculan sebuah laptop gaming 15 inci yang disebut sebagai Legion 7 15N1X11. Keberadaan perangkat gaming ini sangat signifikan karena secara historis, laptop gaming sangat bergantung pada arsitektur x86 karena tuntutan performa tinggi dan kompatibilitas game yang luas. Jika Nvidia berhasil menghadirkan pengalaman gaming yang kompetitif di arsitektur Arm melalui Legion 7 ini, itu akan menjadi pencapaian besar dan bisa mengubah persepsi pasar terhadap kemampuan Arm dalam gaming. Keberadaan perangkat gaming tersebut juga muncul di halaman pembaruan perangkat lunak Legion Space Lenovo, yang secara eksplisit menyebut kode N1X. Selain itu, sejumlah portal web internal Lenovo yang terhubung dengan Nvidia N1X turut terdeteksi secara publik, memperkuat indikasi bahwa proyek tersebut sudah berada di tahap lanjut dan bukan sekadar spekulasi. Bukti-bukti ini memberikan gambaran konkret tentang kesiapan ekosistem.
Lenovo jelas bukan satu-satunya produsen yang disiapkan Nvidia. Dell, produsen PC global lainnya, sebelumnya dikabarkan tengah mengembangkan laptop Alienware berbasis Arm untuk rilis pada 2026. Alienware adalah merek gaming premium Dell, dan keputusan untuk mempertimbangkan Arm untuk lini ini menggarisbawahi potensi performa yang diyakini Nvidia dapat ditawarkan. Ada pula indikasi lini Dell Premium, yang kini kembali menggunakan merek XPS, akan mengadopsi chip Nvidia N1X. Lini XPS adalah simbol performa premium dan desain elegan dari Dell, menargetkan profesional dan pengguna yang menuntut yang terbaik. Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, setidaknya delapan model laptop Nvidia Arm dari dua OEM terbesar berpotensi hadir dalam waktu relatif dekat, menandakan peluncuran yang substansial dan terkoordinasi.
Menurut laporan dari Digitimes, sebuah sumber terpercaya dalam industri teknologi, Nvidia akan meluncurkan platform laptop N1 dan N1X pada musim semi ini, dengan ketersediaan perangkat yang lebih luas pada musim panas. Linimasa ini menempatkan peluncuran chip Nvidia Arm berdekatan dengan gelombang pertama laptop Copilot+ PC yang ditenagai oleh Snapdragon X Elite dari Qualcomm, sehingga langsung menciptakan persaingan yang ketat di segmen baru ini. Nvidia juga disebut telah menyiapkan generasi lanjutan, N2 dan N2X, untuk 2027, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (25/1/2026). Rencana jangka panjang ini menegaskan komitmen Nvidia terhadap arsitektur Arm untuk PC dan menunjukkan bahwa mereka melihatnya sebagai pilar strategis, bukan hanya eksperimen jangka pendek.
Meskipun spesifikasi resmi chip belum diumumkan secara detail oleh Nvidia, kebocoran Geekbench telah memberikan gambaran awal yang menarik. Kebocoran tersebut mengklaim varian N1X memiliki jumlah CUDA core setara dengan GPU desktop RTX 5070 serta 20 inti CPU. Angka ini sangat mencengangkan untuk sebuah chip yang dirancang untuk laptop. Perbandingan dengan RTX 5070, sebuah GPU yang diprediksi akan menjadi kartu grafis kelas atas, menunjukkan bahwa N1X akan memiliki kapabilitas grafis yang luar biasa untuk laptop Arm, berpotensi unggul dalam gaming, rendering video, desain grafis, dan aplikasi AI yang intensif grafis. Sementara itu, 20 inti CPU mengindikasikan performa multi-core yang sangat kuat, kemungkinan dengan arsitektur big.LITTLE yang menggabungkan inti performa tinggi dan inti efisiensi daya, serupa dengan desain Apple Silicon.
Nvidia sendiri telah mengisyaratkan bahwa chip N1 masih satu keluarga dengan superchip GB10 yang digunakan di sistem DGX Spark. GB10 adalah GPU generasi terbaru Nvidia yang dirancang untuk komputasi AI dan HPC (High-Performance Computing) di pusat data. Keterkaitan ini mengindikasikan bahwa chip N1 dan N1X akan mewarisi arsitektur dan kapabilitas AI yang canggih dari lini GPU data center Nvidia, memberikan laptop Windows dengan akselerasi AI yang belum pernah ada sebelumnya. Integrasi NPU (Neural Processing Unit) yang kuat di dalam SoC ini akan menjadi kunci untuk fitur-fitur AI generatif yang semakin populer, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pengalaman kreatif yang revolusioner.
Masuknya Nvidia menambah tekanan signifikan bagi ekosistem x86 yang telah lama didominasi oleh Intel dan AMD. Qualcomm lebih dulu merilis prosesor Snapdragon X Elite dan X Plus untuk laptop Windows, dengan ambisi untuk menantang dominasi x86 melalui efisiensi daya dan performa AI yang superior. Laptop yang ditenagai Snapdragon X Elite ini menjadi inti dari inisiatif Copilot+ PC Microsoft, yang menekankan fitur-fitur AI terintegrasi langsung ke dalam sistem operasi. Kehadiran Nvidia dengan kapabilitas GPU yang jauh lebih superior akan semakin mengintensifkan persaingan di segmen Arm untuk Windows, mendorong inovasi lebih cepat.
Tidak hanya Qualcomm, AMD juga dikabarkan sedang mengembangkan prosesor Arm untuk perangkat Surface milik Microsoft. Jika rumor ini benar, maka tiga pemain besar di industri semikonduksor (Qualcomm, Nvidia, AMD) akan bersaing di pasar Arm untuk Windows, di samping Intel yang mati-matian mempertahankan dominasi x86-nya dengan chip seperti Lunar Lake dan Arrow Lake yang juga berfokus pada AI. Jika tren ini berlanjut, peta persaingan laptop Windows berpotensi berubah secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Kita mungkin akan melihat diversifikasi yang lebih besar dalam pilihan prosesor, menawarkan konsumen lebih banyak opsi untuk performa, efisiensi, dan kapabilitas AI yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Tentu saja, tantangan bagi Nvidia dan ekosistem Arm untuk Windows masih ada. Kompatibilitas aplikasi adalah salah satu rintangan utama. Meskipun Microsoft telah membuat kemajuan besar dengan lapisan emulasi seperti Prism dan dukungan developer untuk aplikasi native Arm, masih ada celah yang perlu diisi, terutama untuk aplikasi warisan atau game yang menuntut. Namun, dengan kapabilitas GPU Nvidia yang sudah terbukti dan dukungan dari OEM besar, kepercayaan diri developer untuk mengoptimalkan aplikasi mereka untuk Arm diharapkan akan meningkat pesat.
Secara keseluruhan, masuknya Nvidia ke pasar prosesor Arm untuk laptop Windows adalah peristiwa monumental. Ini bukan hanya tentang perangkat keras baru, tetapi tentang visi komputasi di masa depan yang berpusat pada AI, efisiensi, dan performa yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan lini N1 dan N1X, Nvidia berpotensi untuk mengubah lanskap laptop Windows secara fundamental, menawarkan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna dan mempercepat inovasi di seluruh industri. Era baru komputasi pribadi dengan arsitektur Arm yang diperkuat oleh keahlian Nvidia di bidang AI dan grafis tampaknya sudah di depan mata.
(asj/fay)

