0

Moncer Bersama Man United, Maguire Semestinya Dipanggil ke Piala Dunia

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Performa gemilang Harry Maguire bersama Manchester United di Liga Inggris belakangan ini telah memantik diskusi hangat mengenai kelayakannya untuk kembali dipanggil memperkuat Tim Nasional Inggris di Piala Dunia 2026. Bek tengah berusia 32 tahun itu telah menjelma menjadi benteng kokoh di lini pertahanan Setan Merah, membuktikan bahwa pengalaman dan kualitasnya masih sangat relevan untuk level tertinggi. Kehadirannya di jantung pertahanan MU tidak hanya sekadar mengisi posisi, melainkan memberikan stabilitas dan kepercayaan diri yang signifikan bagi tim asuhan Erik ten Hag.

Rentetan kemenangan beruntun yang diraih Manchester United di Liga Inggris menjadi saksi bisu kontribusi krusial Maguire. Dalam dua pertandingan krusial melawan rival kuat, Manchester City dan Arsenal, Maguire tampil memukau. Pertahanan MU berhasil menahan gempuran Manchester City hingga akhirnya meraih kemenangan 2-0. Tak berhenti di situ, The Gunners, Arsenal, yang tengah dalam performa puncak, juga takluk dengan skor tipis 3-2 dari United, dengan Maguire menjadi salah satu pilar utama di lini belakang yang kokoh. Duetnya dengan Lisandro Martinez di jantung pertahanan telah menunjukkan sinergi yang luar biasa, menutup ruang gerak lawan dan meminimalisir peluang berbahaya. Soliditas pertahanan ini menjadi kunci penting dalam mengamankan poin penuh dalam pertandingan-pertandingan krusial tersebut.

Melihat performa impresif Maguire yang konsisten, semakin banyak pihak yang berpendapat bahwa ia layak mendapatkan satu tempat di skuad The Three Lions untuk turnamen akbar musim panas mendatang. Meskipun sempat tersisih dari panggilan timnas di bawah era pelatih Thomas Tuchel, kini momentumnya untuk kembali terbuka lebar. Salah satu suara yang paling lantang menyuarakan hal ini adalah jurnalis olahraga Inggris, Andy Goldstein. Dalam sebuah wawancara dengan TalkSport, Goldstein dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap Maguire.

"Saya adalah penggemar berat Harry Maguire," ujar Goldstein dengan penuh keyakinan. "Menurut saya, dia tampil gemilang kemarin [saat menghadapi Arsenal] dan juga saat menghadapi Man City; menurut saya dia benar-benar luar biasa. Kita tidak memiliki banyak pilihan istimewa di posisi tersebut untuk tim nasional Inggris, dan jika dia terus mempertahankan performa seperti itu, dia harus ikut ke Piala Dunia." Pernyataan Goldstein ini mencerminkan pandangan yang mulai berkembang di kalangan pengamat sepak bola Inggris, bahwa kualitas Maguire masih sangat dibutuhkan oleh tim nasional.

Perlu diingat kembali perjalanan karir Harry Maguire. Ia pernah menjadi sosok sentral di lini pertahanan Inggris, bahkan dipercaya mengenakan ban kapten. Pengalamannya di berbagai turnamen besar, termasuk Piala Dunia sebelumnya dan Kejuaraan Eropa, memberikannya ketenangan dan pemahaman taktis yang mendalam. Dalam momen-momen genting, seorang pemain dengan jam terbang tinggi seperti Maguire dapat memberikan kontribusi yang tidak ternilai, baik dari segi kepemimpinan di lapangan maupun kemampuannya dalam membaca permainan dan mengambil keputusan yang tepat.

Perkembangan taktik sepak bola modern yang semakin kompleks menuntut para pemain bertahan untuk tidak hanya kuat dalam duel fisik, tetapi juga memiliki kemampuan mendistribusikan bola dengan baik dan membangun serangan dari lini belakang. Di sinilah Maguire menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ia tidak lagi hanya menjadi bek yang bertugas mematahkan serangan lawan, tetapi juga mampu memberikan umpan-umpan akurat yang dapat menginisiasi serangan balik cepat. Kemampuannya dalam menguasai bola dan melepaskan umpan panjang maupun pendek telah menjadi aset berharga bagi Manchester United.

Selain itu, mentalitas Maguire patut diacungi jempol. Setelah mengalami kritik tajam dan periode sulit di Manchester United, ia berhasil bangkit dan menunjukkan determinasi yang luar biasa. Kegigihannya dalam berlatih dan membuktikan diri di lapangan adalah inspirasi bagi banyak pemain muda. Kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali menunjukkan performa terbaiknya adalah indikator kuat dari karakter seorang juara, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh tim nasional dalam menghadapi tekanan turnamen sebesar Piala Dunia.

Perbandingan dengan opsi lain di lini pertahanan Inggris juga menjadi argumen yang kuat. Meskipun Inggris memiliki sejumlah bek muda berbakat, pengalaman dan kematangan yang dimiliki Maguire masih sulit digantikan. Dalam sebuah turnamen besar, ketenangan dan kemampuan untuk mengatasi tekanan seringkali menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Maguire, dengan pengalamannya menghadapi tim-tim kuat di Liga Champions dan kompetisi internasional, telah teruji dalam situasi-situasi tersebut.

Posisi bek tengah merupakan salah satu posisi yang krusial dalam sebuah tim. Keseimbangan antara kekuatan fisik, kecepatan, kemampuan duel udara, serta ketenangan dalam mengolah bola sangatlah penting. Harry Maguire, di usianya yang matang, tampaknya telah menemukan keseimbangan tersebut. Ia mampu memenangkan duel udara dengan baik, memiliki kekuatan fisik yang mumpuni, dan yang terpenting, menunjukkan ketenangan dalam mengawal pertahanan, bahkan di bawah tekanan tinggi.

Melihat performa Manchester United saat ini, di mana mereka berhasil mengalahkan tim-tim kuat seperti Manchester City dan Arsenal, tidak bisa dipungkiri bahwa pertahanan mereka menjadi salah satu faktor kunci. Dan di garda terdepan pertahanan itu, Harry Maguire berdiri tegak sebagai salah satu pemain yang paling bersinar. Panggilannya ke timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 bukan hanya sekadar bentuk penghargaan atas performanya, tetapi juga sebuah langkah strategis untuk memperkuat skuad dengan pemain yang memiliki pengalaman, kepemimpinan, dan kemampuan yang terbukti.

Pandangan dari jurnalis seperti Andy Goldstein seharusnya menjadi perhatian serius bagi para pemangku kepentingan di federasi sepak bola Inggris. Memilih pemain yang sedang dalam performa terbaiknya dan memiliki mentalitas juara adalah kunci kesuksesan di turnamen sebesar Piala Dunia. Harry Maguire saat ini memenuhi kriteria tersebut. Keputusannya untuk tetap bertahan dan berjuang di Manchester United, meskipun sempat menghadapi kritik, kini membuahkan hasil yang manis.

Lebih jauh lagi, kehadiran Maguire di timnas tidak hanya akan memperkuat lini pertahanan secara teknis, tetapi juga secara mental. Ia adalah pemain yang tidak mudah menyerah, selalu memberikan yang terbaik, dan memiliki kemampuan untuk memotivasi rekan-rekannya. Dalam sebuah tim nasional yang terdiri dari berbagai latar belakang dan klub, kehadiran pemain dengan karakter kuat seperti Maguire dapat menjadi perekat yang sangat penting.

Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung besar bagi Harry Maguire untuk membuktikan bahwa ia masih merupakan salah satu bek tengah terbaik di Inggris. Dengan performa yang ia tunjukkan saat ini, kans untuk melihatnya kembali mengenakan seragam kebanggaan The Three Lions di turnamen terbesar sepak bola dunia semakin terbuka lebar. Para penggemar sepak bola Inggris tentu akan menantikan keputusan yang akan diambil oleh pelatih timnas, berharap melihat Maguire kembali berkontribusi dalam perjuangan Inggris di kancah internasional.