BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Di tengah suasana bulan Ramadan yang penuh berkah, aktris Karina Ranau menunjukkan sebuah momen yang mengharukan dan penuh makna. Ia mengajak serta buah hatinya dan seluruh karyawan yang bekerja dengannya untuk melaksanakan makan sahur bersama, namun dengan lokasi yang tidak biasa: di area makam mendiang suaminya, Epy Kusnandar. Tindakan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah bentuk penghormatan, kerinduan, dan upaya untuk tetap terhubung dengan sosok yang telah tiada, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan empati kepada generasi penerus serta tim kerjanya.
Momen spiritual dan emosional ini terekam dan dibagikan melalui akun Instagram pribadi Karina Ranau, yang kemudian menjadi sorotan publik. Dalam unggahan tersebut, terlihat Karina Ranau, anak-anaknya, dan para karyawannya duduk bersama di sekitar makam Epy Kusnandar. Mereka tampak khusyuk menikmati hidangan sahur yang telah disiapkan, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat di tempat yang penuh kenangan. Caption yang menyertai foto-foto tersebut semakin memperkuat kedalaman emosi yang dirasakan Karina. "Asalamualikum Papi…. Sahur Pih… Bahagianya malam ini bisa sahur bareng Papi," tulis Karina Ranau dalam unggahan Instagramnya yang dilihat oleh detikcom pada Jumat, 20 Februari 2026. Kata-kata sederhana namun sarat makna ini menggambarkan kerinduan mendalam seorang istri kepada suaminya, sekaligus kebahagiaan yang dirasakannya karena bisa berbagi momen sakral seperti sahur di dekat sang suami tercinta.

Kehadiran anak-anak dalam momen ini menjadi poin penting. Ini bukan hanya tentang Karina yang mengenang suaminya, tetapi juga tentang bagaimana ia mengajarkan kepada anak-anaknya untuk tidak melupakan sosok ayah mereka, menghormati almarhum, dan memahami arti penting keluarga serta ikatan batin yang tidak terputus oleh maut. Anak-anak yang diajak sahur di makam ayah mereka, meskipun mungkin belum sepenuhnya memahami kedalaman kehilangan, akan terekam dalam memori mereka sebagai sebuah tradisi yang mengajarkan cinta, bakti, dan penghormatan kepada orang tua. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya mendoakan orang tua yang telah meninggal dan menjaga silaturahmi keluarga.
Tidak hanya keluarga inti, Karina Ranau juga melibatkan karyawannya dalam kegiatan sahur bersama di makam Epy Kusnandar. Keputusan ini menunjukkan bahwa Karina memandang karyawannya sebagai bagian dari keluarga besar. Dengan mengajak mereka, Karina tidak hanya berbagi kehangatan Ramadan, tetapi juga membangun rasa kebersamaan dan loyalitas. Para karyawan yang turut hadir kemungkinan besar juga memiliki kedekatan emosional dengan Epy Kusnandar, baik sebagai rekan kerja maupun sebagai pribadi. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk bersama-sama mengenang dan mendoakan almarhum, serta mempererat tali persaudaraan di antara sesama. Sikap inklusif seperti ini patut diapresiasi, karena menunjukkan kepedulian pimpinan terhadap timnya.
Dalam kesempatan tersebut, terlihat bahwa mereka membawa bekal nasi box untuk disantap bersama. Kesederhanaan dalam penyajian makanan sahur ini justru menambah kesan tulus dan tidak dibuat-buat. Tidak ada kemewahan yang ditampilkan, melainkan keikhlasan dalam berbagi dan mengenang. Kehadiran nasi box yang dibagikan secara merata menandakan kesetaraan dan kebersamaan, di mana semua orang duduk sejajar untuk menikmati hidangan dan momen yang sama. Hal ini juga bisa diartikan sebagai cara untuk meringankan beban bagi siapa saja yang mungkin sedang dalam kondisi finansial yang kurang beruntung, sekaligus menciptakan suasana yang lebih merakyat dan otentik.

Unggahan Karina Ranau di Instagram tersebut sontak menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang terharu dengan aksi Karina dan mendoakan almarhum Epy Kusnandar. Komentar seperti "Crewnya kompak semua," dari akun etrs**, menunjukkan apresiasi terhadap kekompakan tim yang ditunjukkan. Akun bdgtre*** juga turut memberikan doa, "Kak @karinaranau9 sehat2 ya kakak sayang….met puasa mohon maaf lahir dan batin aamiin." Sementara itu, komentar dari akun lainnya memberikan pandangan yang lebih mendalam tentang arti kehadiran di makam, "Yang di alam kubur merasa senang sllu dateng orng* tersayang mereka bahagia tmpa kita mengetahuinya, selain doa yang tak pernah putus untuk meringankan siksa kubur ya, dengan datang setiap hari itu selain sedikit mengobati rasa rindu dan akan mengingatkan kita kepada kematian semangat tteh panutan betul." Komentar-komentar ini mencerminkan simpati, empati, dan kekaguman publik terhadap Karina Ranau yang dinilai sebagai sosok panutan. Mereka memahami bahwa tindakan ini lebih dari sekadar kunjungan makam biasa, melainkan sebuah bentuk cinta abadi dan penghormatan yang mendalam.
Epy Kusnandar, aktor yang dikenal melalui berbagai peran komedinya, telah berpulang ke Rahmatullah pada hari Rabu, 3 Desember 2025. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan Indonesia dan para penggemarnya. Almarhum diketahui berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir. Kehidupan Epy Kusnandar, termasuk perjuangannya melawan penyakit, selalu menjadi sorotan publik. Momen Karina Ranau yang terus mengenang dan menghormati suaminya, bahkan di momen-momen penting seperti bulan Ramadan, menunjukkan betapa kuatnya ikatan cinta mereka.
Tradisi mengunjungi makam orang terkasih, terutama di bulan suci seperti Ramadan, memiliki makna spiritual yang kuat dalam ajaran Islam. Hal ini merupakan bentuk silaturahmi spiritual yang tidak terputus. Dengan mendoakan dan mengenang, seseorang turut memberikan pahala dan kebaikan bagi almarhum di alam barzakh. Kunjungan ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi yang masih hidup akan kefanaan dunia dan pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Bagi Karina Ranau, kegiatan sahur di makam Epy Kusnandar bisa jadi merupakan cara untuk menenangkan hati, mengobati kerinduan, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa cinta dan doa akan selalu menyertai orang-orang yang dicintai, di mana pun mereka berada.

Lebih jauh lagi, tindakan Karina Ranau ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di tengah kesibukan dan hiruk pikuk kehidupan modern, seringkali kita lupa untuk meluangkan waktu bagi orang-orang terkasih yang telah tiada. Momen Ramadan yang penuh berkah ini menjadi pengingat yang tepat untuk kembali terhubung dengan akar, menghormati leluhur, dan menanamkan nilai-nilai kekeluargaan yang kuat. Mengajak anak-anak dan karyawan untuk berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini juga merupakan cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai empati, rasa syukur, dan penghormatan kepada generasi muda dan lingkungan kerja.
Di samping aspek spiritual dan emosional, kegiatan ini juga dapat dilihat sebagai bentuk kepemimpinan yang humanis dari Karina Ranau. Ia tidak hanya fokus pada pekerjaan atau citra publik, tetapi juga pada kesejahteraan emosional dan spiritual timnya. Dengan menciptakan momen kebersamaan yang tulus, ia membangun budaya kerja yang positif dan saling mendukung. Ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang peduli tidak hanya pada hasil, tetapi juga pada proses dan individu yang terlibat di dalamnya.
Perlu dicatat bahwa tahun 2026, di mana berita ini diterbitkan, adalah beberapa waktu setelah kepergian Epy Kusnandar pada akhir tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa kerinduan dan upaya mengenang almarhum tidak bersifat sesaat, melainkan sebuah proses yang berkelanjutan. Karina Ranau tampaknya berkomitmen untuk terus menjaga memori dan warisan Epy Kusnandar, tidak hanya untuk dirinya dan anak-anaknya, tetapi juga untuk orang-orang di sekitarnya.

Secara keseluruhan, momen sahur bersama di makam Epy Kusnandar yang diinisiasi oleh Karina Ranau adalah sebuah peristiwa yang kaya akan makna. Ia menggabungkan nilai-nilai kekeluargaan, spiritualitas, penghormatan terhadap almarhum, serta kepemimpinan yang humanis. Melalui tindakan sederhana namun menyentuh ini, Karina Ranau tidak hanya mengenang suaminya, tetapi juga menanamkan pelajaran berharga bagi anak-anaknya dan membangun ikatan yang lebih kuat dengan timnya, menjadikannya sebuah inspirasi di bulan penuh berkah ini.

