0

Momen ‘Bodoh’ Liam Delap: Selebrasi Duluan, Tak Jadi Gol dan Berujung Tiga Assist

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Sebuah momen yang menggelitik sekaligus mengundang simpati terjadi pada pertandingan Piala FA antara Chelsea melawan Hull City yang digelar di Stadion MKM pada Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB. Liam Delap, striker muda Chelsea yang didatangkan dengan mahar 30 juta poundsterling dari Ipswich, menjadi pusat perhatian akibat tindakannya yang dianggap ‘bodoh’ saat memiliki peluang emas untuk mencetak gol. Alih-alih fokus menyelesaikan peluang, Delap justru terlanjur melakukan selebrasi sebelum bola benar-benar masuk ke gawang Hull City yang kosong. Kejadian ini tidak hanya menjadi sorotan media, tetapi juga pengingat bagi Delap untuk tetap fokus hingga peluit panjang dibunyikan.

Pertandingan antara Hull City dan Chelsea ini memang didominasi oleh tim tamu. Sejak awal laga, Chelsea menunjukkan intensitas serangan yang tinggi dan berulang kali mengancam pertahanan Hull City. Peluang emas yang dimiliki Liam Delap terjadi di pertengahan babak pertama. Berawal dari aksi pressing ketat yang dilakukannya terhadap kiper Hull City, Dillon Phillips, Delap berhasil memaksa kiper tersebut melakukan kesalahan fatal. Tendangan Phillips yang terblok oleh Delap memantul liar dan bergulir menuju gawang Hull City yang saat itu dalam keadaan kosong.

Melihat bola meluncur ke arah gawang tanpa pengawalan, Delap seketika meyakini bahwa gol sudah pasti tercipta. Tanpa pikir panjang, ia langsung mengangkat kedua tangannya dan bersiap merayakan golnya. Namun, euforia Delap harus pupus seketika. Bola pantulan yang dikiranya akan bersarang di jala gawang justru membentur mistar atas gawang Hull City. Momen selebrasi yang terlalu dini ini sontak menjadi bahan pembicaraan di kalangan penonton dan pengamat sepak bola.

Setelah kegagalan tak terduga tersebut, Delap masih memiliki kesempatan untuk menebus kesalahannya. Ia berhasil menguasai kembali bola muntah dari mistar gawang. Namun, karena sedikit terkejut dan kehilangan momentum akibat selebrasinya yang prematur, gerakannya menjadi sedikit lambat. Ketika ia akhirnya berhasil melepaskan tembakan kedua, Dillon Phillips yang telah kembali ke posisinya berhasil melakukan penyelamatan gemilang. Peluang emas yang seharusnya berbuah gol tersebut akhirnya terbuang sia-sia, menyisakan kekecewaan bagi Delap dan para pendukung Chelsea.

Momen ‘bodoh’ Delap ini menjadi sorotan tajam, terutama mengingat performa sang striker yang belakangan ini sedang mengalami paceklik gol. Terakhir kali ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor adalah pada bulan Januari lalu, saat Chelsea berhadapan dengan Fulham. Kejadian ini semakin menambah tekanan pada Delap, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi tim pasca kepindahannya yang bernilai signifikan.

Pasca pertandingan, Liam Delap sendiri mengakui kesalahannya. Ia dengan jujur menyatakan bahwa tindakannya tersebut adalah sebuah kebodohan dan berjanji untuk tidak mengulanginya di masa mendatang. "Saya bersumpah, saya hampir saja langsung keluar (lapangan)," ujarnya dengan nada penyesalan, mengutip laporan dari BBC. "Saya pikir bolanya masuk, dan kemudian saya menunggu wasit meniup peluitnya. Jelas, saya seharusnya menunggu wasit meniup peluitnya. Itu hal bodoh dari saya, tapi ya, itu gila," tambahnya, menggambarkan betapa terkejutnya ia dengan kejadian tersebut. Pernyataannya mencerminkan kesadaran diri dan keinginan untuk belajar dari kesalahan.

Namun, kisah Delap tidak berakhir pada momen ‘bodoh’ tersebut. Sang striker berhasil menunjukkan karakter kuatnya dengan bangkit dan menebus kesalahannya di sisa pertandingan. Ia menjelma menjadi pahlawan tanpa tanda jasa bagi Chelsea, dengan memberikan kontribusi krusial dalam kemenangan telak 4-0 atas Hull City. Delap berhasil mencatatkan tiga assist yang sangat berharga, membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan untuk memberikan dampak positif bagi tim.

Dua dari tiga assist tersebut disumbangkan untuk gol-gol yang dicetak oleh Pedro Neto, yang pada pertandingan tersebut tampil gemilang dengan mencetak hat-trick. Gol ketiga Chelsea juga lahir dari umpan tarik brilian Delap yang berhasil diselesaikan oleh Estevao. Kontribusi luar biasa Delap ini tidak hanya membantu Chelsea meraih kemenangan penting, tetapi juga memastikan langkah mereka melaju ke babak kelima atau babak 16 besar Piala FA. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa meskipun pernah melakukan kesalahan, seorang pemain dapat bangkit dan memberikan performa terbaiknya ketika dibutuhkan.

Insiden Liam Delap menjadi pengingat penting dalam dunia sepak bola, di mana fokus dan konsentrasi adalah kunci. Selebrasi prematur bisa berakibat fatal dan membuang peluang berharga. Namun, kisah Delap juga mengajarkan tentang pentingnya mentalitas pantang menyerah dan kemampuan untuk bangkit dari kesalahan. Performa impresifnya di sisa pertandingan membuktikan bahwa ia adalah pemain yang memiliki potensi besar dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi Chelsea di masa depan. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi The Blues dalam perjalanannya di kompetisi Piala FA.

Pertandingan yang awalnya diwarnai momen canggung bagi Delap, akhirnya berubah menjadi kisah penebusan yang manis. Ia menunjukkan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar, dan yang terpenting adalah bagaimana seorang pemain merespons kesalahan tersebut. Tiga assist yang diberikannya adalah bukti nyata dari determinasi dan kualitasnya sebagai seorang striker. Dukungan dari rekan setim dan pelatih tentu juga menjadi faktor penting dalam kemampuannya untuk bangkit.

Perjalanan Liam Delap di Chelsea baru saja dimulai, dan insiden ini akan menjadi pelajaran berharga yang akan terus ia bawa. Fokus dan ketenangan adalah dua hal yang harus selalu ia jaga di setiap pertandingan. Dengan bakat yang dimilikinya, dan kemampuan untuk belajar dari pengalaman seperti ini, Liam Delap berpotensi menjadi salah satu striker andalan Chelsea di masa mendatang. Kemenangan di Piala FA ini menjadi langkah awal yang positif, dan kontribusi tiga assistnya akan selalu dikenang sebagai momen kebangkitan yang luar biasa.

Para penggemar Chelsea tentu berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Namun, mereka juga patut bangga dengan respon Liam Delap yang tidak larut dalam kekecewaan. Kemampuannya untuk bangkit dan memberikan dampak besar dalam pertandingan menunjukkan kedewasaan dan profesionalisme yang patut diapresiasi. Piala FA kali ini menjadi saksi bisu dari momen ‘bodoh’ yang kemudian bertransformasi menjadi aksi heroik yang membawa timnya melaju ke babak selanjutnya.

Secara keseluruhan, berita ini menyoroti dua sisi dari seorang pemain sepak bola: potensi kesalahan manusiawi yang bisa berujung pada momen memalukan, dan kemampuan luar biasa untuk bangkit dari keterpurukan serta memberikan kontribusi yang signifikan. Liam Delap telah membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan sebuah batu loncatan untuk meraih kesuksesan yang lebih besar. Perjalanan karirnya di Stamford Bridge akan terus dipantau dengan penuh antusiasme.