0

Mohamed Salah Tergelincir: Sembilan Laga Tanpa Gol, Rekor Buruk Terukir di Liverpool

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kemenangan Liverpool atas Nottingham Forest di City Ground, Minggu (22/2/2026) malam WIB, seharusnya menjadi sorotan utama. Namun, di balik tiga poin krusial yang berhasil dibawa pulang The Reds berkat gol tunggal Alexis Mac Allister di menit ke-97, terselip sebuah catatan yang sangat mengkhawatirkan bagi kubu Anfield: performa mandul sang bintang, Mohamed Salah, yang kini telah merangkai sembilan pertandingan beruntun tanpa mencetak gol di Liga Inggris.

Mohamed Salah, yang menjadi starter dalam laga tersebut, terlihat tidak dalam performa terbaiknya. Sepanjang 77 menit ia berada di lapangan, sang penyerang asal Mesir ini hanya mencatatkan lima puluh satu sentuhan bola tanpa menghasilkan satu pun tembakan ke gawang lawan. Lebih mengkhawatirkan lagi, ia hanya dua kali berhasil memasuki kotak penalti Forest, sebuah angka yang sangat minim untuk standar seorang predator gol seperti dirinya. Peran kreatifnya pun tak terlihat signifikan, hanya mampu menciptakan satu peluang bagi rekan setimnya sepanjang pertandingan.

Absennya gol maupun assist di laga melawan Nottingham Forest ini bukan sekadar catatan minor sesaat, melainkan sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kariernya bersama Liverpool. Ini menandai kali pertama Salah gagal membobol gawang lawan dalam sembilan pertandingan berturut-turut di kompetisi Liga Inggris. Gol terakhir yang dicetaknya terjadi pada tanggal 2 November, saat Liverpool meraih kemenangan 2-0 atas Aston Villa. Sejak saat itu, performa mencetak golnya mengalami penurunan drastis.

Statistik pasca-kembalinya dari Piala Afrika semakin memperjelas gambaran suram ini. Dalam periode tersebut, Salah hanya mampu mengemas dua gol dan tiga assist di seluruh kompetisi. Jika dirinci lebih lanjut di Liga Inggris, ia baru mencetak empat gol dari tujuh belas kali menjadi starter musim ini. Angka ini merupakan catatan terburuknya sejak bergabung dengan Liverpool, sebuah anomali yang tidak biasa bagi pemain yang telah membuktikan diri sebagai salah satu mesin gol paling konsisten di Premier League selama bertahun-tahun.

Penurunan performa Salah ini datang di saat yang krusial bagi Liverpool. Dengan persaingan ketat untuk memperebutkan posisi empat besar di klasemen Liga Inggris, setiap kemenangan dan gol sangat berarti. Tim asuhan Jurgen Klopp ini sangat membutuhkan ketajaman para penyerangnya, termasuk Salah, untuk memastikan mereka mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Pertanyaan besar pun muncul: mampukah Mohamed Salah bangkit dari keterpurukan ini dan kembali menemukan ketajamannya di sisa musim?

Analisis lebih mendalam terhadap performa Salah dalam sembilan laga tanpa gol tersebut menunjukkan beberapa kemungkinan penyebab. Pertama, faktor kelelahan fisik bisa jadi memainkan peran penting. Jadwal padat yang harus dilakoni Liverpool sepanjang musim, ditambah dengan komitmen internasional bersama tim nasional Mesir, bisa saja menggerogoti stamina sang pemain. Terlebih lagi, ia sempat absen karena cedera dan kembali memperkuat tim di tengah musim yang sedang berjalan.

Kedua, taktik dan peran yang diberikan oleh pelatih juga bisa menjadi faktor. Mungkin saja, ada perubahan dalam pola serangan Liverpool yang membuat Salah kurang mendapatkan suplai bola matang di area berbahaya. Atau, peran yang diemban Salah saat ini lebih difokuskan pada aspek lain, seperti membuka ruang bagi rekan-rekannya, meskipun hal ini kurang terlihat dari statistik yang ada. Namun, mengingat rekam jejaknya sebagai pencetak gol ulung, ekspektasi publik selalu tertuju pada gol-golnya.

Ketiga, aspek mental juga tidak bisa diabaikan. Sepak bola adalah permainan yang sangat dipengaruhi oleh kepercayaan diri. Ketika seorang penyerang melewati periode sulit tanpa gol, hal tersebut dapat menimbulkan keraguan diri yang berujung pada penurunan performa. Tekanan untuk membuktikan diri kembali menjadi tajam juga bisa menjadi beban tersendiri.

Menarik untuk dicermati bagaimana Mohamed Salah dan staf pelatih Liverpool akan mengatasi situasi ini. Apakah mereka akan mencoba pendekatan yang berbeda dalam latihan? Apakah akan ada perubahan dalam strategi permainan untuk memaksimalkan potensi Salah? Atau apakah ini hanya fase sementara yang akan segera terlewati dengan sendirinya?

Penggemar Liverpool tentu berharap agar sang "The Egyptian King" segera menemukan kembali sentuhan magisnya. Ketajaman Salah adalah salah satu aset terpenting bagi The Reds dalam upaya mereka untuk meraih kesuksesan. Kegagalan mencetak gol dalam sembilan laga beruntun ini tentu menjadi pukulan telak, namun juga bisa menjadi momentum untuk refleksi dan kebangkitan.

Perjalanan Mohamed Salah di Liverpool selalu dihiasi dengan rekor-rekor impresif. Ia telah memecahkan berbagai macam statistik gol, menjadi legenda hidup bagi klub. Namun, seperti layaknya pemain sepak bola lainnya, ia juga akan menghadapi masa-masa sulit. Catatan sembilan laga tanpa gol ini adalah pengingat bahwa tidak ada pemain yang luput dari fluktuasi performa.

Pertanyaan yang paling mendesak adalah bagaimana Liverpool akan bertransformasi jika Salah tidak dapat segera menemukan kembali ketajamannya. Apakah pemain lain akan mampu mengambil alih peran sebagai pencetak gol utama? Alexis Mac Allister, yang mencetak gol kemenangan melawan Nottingham Forest, menunjukkan potensi yang menjanjikan. Namun, konsistensi dari pemain lain sangat dibutuhkan untuk menutupi kekosongan yang ditinggalkan oleh Salah jika ia terus mandul.

Musim ini masih menyisakan beberapa pertandingan penting. Liverpool memiliki ambisi untuk finis di posisi yang lebih baik dan meraih trofi. Keberhasilan mereka akan sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan ini, termasuk tantangan yang dihadapi oleh salah satu pemain terpenting mereka. Mohamed Salah, dengan segala pengalaman dan bakatnya, tentu memiliki kapasitas untuk bangkit. Para penggemar Liverpool akan terus menanti momen ketika sang bintang kembali bersinar dan mengakhiri catatan buruk yang saat ini membayanginya. Kegagalan di masa lalu tidak menentukan masa depan, dan Mohamed Salah memiliki kesempatan untuk membuktikan hal tersebut di sisa musim ini.