BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Sebuah modus operandi yang canggih dan terencana dalam penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berhasil diungkap oleh pihak kepolisian di Tol Jagorawi Km 21, Bogor, Jawa Barat. Pelaku, seorang sopir mobil mewah Toyota Fortuner berinisial DP (23), ditangkap karena terbukti menampung solar subsidi dalam jumlah besar. Penangkapan ini mengungkap praktik ilegal yang melibatkan berbagai cara licik untuk mengakali sistem distribusi BBM bersubsidi, mulai dari penggunaan puluhan barcode Pertamina, pemalsuan pelat nomor, hingga modifikasi ekstrem pada kendaraan.
Penangkapan DP bermula dari kecurigaan petugas PJR Tol Jagorawi yang mendapati sebuah Toyota Fortuner mencurigakan di area tersebut. Saat didekati, petugas mendapati bahwa DP tidak hanya menampung solar subsidi, tetapi juga sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu. "Begitu anggota dilihatin dan mobil berhenti, disamperin sama anggota saya malah lagi nyabu," ungkap Kainduk PJR Tol Jagorawi, Kompol Ahmad Jajuli, kepada wartawan. Penangkapan ini kemudian berkembang menjadi pengungkapan praktik penimbunan BBM bersubsidi yang lebih besar.
Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan fakta mengejutkan terkait modus operandi DP. Ia diketahui menggunakan 25 barcode Pertamina yang berbeda untuk dapat mengisi solar subsidi dari berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Dengan menggunakan banyak barcode, DP dapat mengakali kuota pembelian solar subsidi yang seharusnya dibatasi per kendaraan atau per individu. "Jadi dia di bagasi itu bikin tangki penampung solar. Sementara pelaku sama barang bukti saya amanin ke induk. Itu solarnya ada 400 liter," jelas Kompol Ahmad Jajuli.
Tidak berhenti di situ, DP juga menunjukkan tingkat kecanggihan dalam upayanya menghindari identifikasi. Ia kedapatan memalsukan 17 pasang pelat nomor kendaraan. Penggunaan pelat nomor palsu ini diduga kuat bertujuan untuk mengaburkan jejak dan menyulitkan pelacakan aktivitasnya saat melakukan pengisian solar subsidi di berbagai SPBU. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya DP dalam menjalankan aksinya dan betapa ia berusaha keras untuk tidak terdeteksi oleh aparat penegak hukum maupun pihak Pertamina.
Selain itu, bagian paling krusial dari modus operandinya adalah modifikasi pada kendaraan. Bagasi belakang Toyota Fortuner yang seharusnya digunakan untuk membawa barang penumpang, telah dimodifikasi secara signifikan. DP memasang tangki tambahan di dalam bagasi untuk menampung solar subsidi yang berhasil dikumpulkannya. "Itu solarnya ada 400 liter, barcodenya ada 25 lebih, pelat nomornya ada 17 pasang," ujar Jajuli, merinci barang bukti yang ditemukan. Modifikasi ini memungkinkan DP untuk mengangkut solar subsidi dalam jumlah yang jauh lebih besar dari kapasitas tangki standar mobil tersebut.
Menurut keterangan Kompol Ahmad Jajuli, DP beroperasi dengan cara "muter setiap pom bensin dapat 20 liter berapa pom bensin, muter aja." Strategi ini memungkinkan dia untuk secara bertahap mengumpulkan solar subsidi tanpa menimbulkan kecurigaan yang berlebihan di satu SPBU. Setelah terkumpul dalam jumlah besar, solar tersebut kemudian akan didistribusikan atau dijual kembali secara ilegal. Jajuli juga menambahkan bahwa DP menunggu pesanan di lokasi penangkapan, menunjukkan bahwa ia memiliki jaringan pembeli yang sudah jelas. "Dia nunggu orderan di Km 21. Itu alatnya colokin di tangki, ada yang pompa atas otomatis tinggal mencet doang," tambahnya, menjelaskan bahwa ada alat khusus yang digunakan untuk memindahkan solar dari tangki tambahan ke wadah lain atau langsung ke pembeli.
Proses penangkapan DP sendiri tidak berjalan mulus. Setelah petugas mendekati mobilnya dan memintanya berhenti, DP ditemukan sedang mengonsumsi sabu. Ketika dibawa ke pos sekuriti terdekat untuk diamankan, DP berupaya melarikan diri. Ia berhasil melucuti lakban yang mengikat tangannya dan memanfaatkan celah pada kaca, kemudian melompat keluar dari pos dan jatuh ke selokan. Namun, upaya pelariannya tidak berhasil. Ia berhasil ditangkap kembali oleh petugas setelah jatuh ke selokan dan akhirnya dibawa ke kantor polisi untuk proses hukum lebih lanjut. "Dibawa ke pos sekuriti, dilakban tangannya, ada selah kaca, kepalanya dijedotin. Lompat kabur, jatuh ke selokan," terang Jajuli. "Ketangkap lagi (pelaku), akhirnya dibawa ke kantor (polisi)," jelasnya.
Kasus ini menyoroti betapa seriusnya masalah penyalahgunaan BBM bersubsidi di Indonesia. Penggunaan teknologi dan modifikasi kendaraan yang canggih menunjukkan bahwa para pelaku penimbun BBM terus berinovasi untuk mengelabui petugas. Keterlibatan narkoba dalam kasus ini juga menambah kompleksitas masalah, di mana pelaku melakukan tindak pidana ganda. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memberantas praktik ilegal ini demi menjaga ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat yang berhak menerimanya. Pengungkapan modus operandi DP ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat serta pihak berwenang terhadap berbagai bentuk penyelewengan BBM subsidi. Investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik aksi DP.

